
"Kalian lihat itu cewek."Ucap Salah satu cowok itu menunjuk kearah Zanna yang sedang asyik makan.
"Kenapa Vin?"Tanya temannya yang melihat kearah Zanna.
"Jangan bilang kalau lo naksir sama dia."Timpal temannya yang satu lagi.
"Iya,gue naksir sama dia."Ucap Kevin tersenyum sekilas menatap Zanna.
"Astaga,gue baru denger kalau seorang Kevin menyukai seorang cewek."Ucap temannya Kevin yang bernama Fahri.
"Kenapa,gue laki-laki normal.Dan sebagai laki-laki normal sudah sewajarnya kan kalau gue itu suka sama perempuan,bukan suka sama sesama jenis?"Tanya Kevin datar dan menatap Fahri.
"Enggak,bukan gitu maksud gue.Maksud gue adalah,biasanya kan lo gak naksir sama semua cewek cantik yang deketin lo atau yang jadi pacar lo untuk sementara waktu."Jawab Fahri.
"Iya bener apa kata Fahri,sekarang lo beneran suka sama cewek itu."Ucap teman Kevin yang satunya lagi yang bernama Reyhan.
"Selain cantik,sepertinya cewek itu judes juga.Gue suka sama cewek yang agak galak ataupun judes."Ucap Kevin.
"Terus apa rencana lo selanjutnya?"Tanya Fahri.
"Gue bakal deketin dia,kalau perlu dia harus bisa jadi pacar gue.Kalian tahu kan gak ada yang bisa menolak pesona seorang Kevin,dan selama ini juga gak ada seorang pun cewek yang menolak gue.Jadi gue yakin cewek itu juga gak bakalan nolak gue."Ucap Kevin dengan bangga.
"Yahhh baiklah,mending sekarang lo samperin itu cewek.Terus kenalan,pdkt dan kalau udah berhasil jangan lupa kasih tahu kami."Ucap Reyhan.
"Oke,tunggu aja kabar baik dari gue."Ucap Kevin dan berjalan mendekati Zanna.
Fahri dan Reyhan hanya saling pandang lalu merekapun pergi dari kantin.
"Hai,boleh gue duduk disini."Ucap Kevin saat sudah berdiri di hadapan Zanna.
"Oh iya,duduk aja."Ucap Zanna cuek menolah sekilas kearah Kevin lalu lanjut makan baksonya.
"Nama gue Kevin Aditya Pramana,panggil aja Kevin."Ucap Kevin sedikit gugup dan menyodorkan tangan kanannya.
Sial,kenapa sih gue bisa gugup kayak gini.Ini pertama kalinya gue gugup saat berhadapan sama seorang cewek'Batin Kevin'
Zanna mendongakkan kepalanya menatap Kevin,Zanna menjabat tangan Kevin.
"Zanna Kirania,panggil aja Zanna."Ucap Zanna lalu melepaskan jabat tangan mereka,Zanna pun lanjut makan.
Sementara Kevin,dia malah mematung dan bengong seperti orang bodoh.
Jantung gue,kali ini gue bener-bener jatuh cinta sama seorang cewek'Batin Kevin'
Zanna sudah selesai makan dan berdiri dari duduknya,Kevin pun juga berdiri dari duduknya.
"Mau kemana?"Tanya Kevin.
__ADS_1
"Mau bayar,setelah itu pergi ke kelas."Jawab Zanna menatap Kevin dengan ekspresi datar.
"Gue bayarin itu makanan lo."
"Enggak usah."
"Udah gak papa gue bayarin aja,sebagai tanda pertemanan kita."Ucap Kevin ngeyel.
Zanna hanya diam dan menatap tajam Kevin.
"Gue bilang enggak usah."Ucap Zanna pelan.
Kevin menelan ludahnya dengan susah payah.
"I-iya,yaudah kalau gitu lo bayar aja."Ucap Kevin gugup.
Zanna pun melangkah pergi dari sana.
Kevin bernafas lega dan kembali duduk di kursinya.
Tatapannya,bikin gue gak bisa apa-apa.Suwer ngeri'Batin Kevin'
Zanna sudah berada didalam kelasnya dan duduk di kursinya dengan kesal.
"Kenapa Zanna?"Tanya teman perempuannya Zanna yang duduk di kursi belakang Zanna.
Zanna duduk menyamping dan menatap temannya.
"Emang siapa nama cowok itu?"
"Kalau enggak salah tadi Kevin namanya."Jawab Zanna ragu.
Brakk
"Kevin Aditya Pramana?!"Tanya temannya Zanna terkejut dan menggebrak meja.
"Iya,kenapa sih lo heboh banget?"Tanya Zanna heran.
"Lo tahu nggak sih dia itu terkenal banget di kampus ini,apalagi kaum hawa pasti mengenalnya.Kevin,seorang cowok yang tampan,cool,gagah,kaya dan mampu menaklukkan cewek-cewek yang ada di sekitarnya."Ucap temannya Zanna sambil membayangkan wajah Kevin tampan Kevin.
Gak ada yang bisa ngalahin ketampanannya Varo,bagi gue Varo adalah cowok yang paling tampan dan baik di seluruh dunia ini.Ngomong-ngomong soal Varo,gue udah gak pernah bertemu dengan Varo lagi.Mungkin hampir 2 tahun'Batin Zanna'
"Zanna,Zanna kenapa lo?"Tanya temannya Zanna melambaikan tangannya di wajah Zanna saat melihat Zanna melamun.
"Eh iya ada apa?"Ucap Zanna saat sudah tersadar dari lamunannya.
"Kenapa bengong,naahhh lo pasti lagi mikirin Kevin kan?"
__ADS_1
"Enggak apaan sih."Ucap Zanna kesal.
"Lo minta tanda tangan Kevin dong,gue dari dulu pengen banget minta tanda tangan dia tapi gak berani."
"Enggak ah,enggak mau gue.Mending lo minta tanda tangan gue."Ucap Zanna.
"Gak mau gue,tolongin dong lo mintain tanda tangan Kevin."
"Ck,gue gak mau."Ucap Zanna dan duduk menghadap ke depan.
Sementara temannya Zanna terus saja merengek menyuruh Zanna untuk meminta tanda tangan Kevin.
•
•
•
Ikbal membuka kedua bola matanya,Ikbal memijit-mijit kepalanya yang sedikit sakit.
Ikbal bangun dari tidurnya dan berjalan pergi ke kamar mandi tanpa toleh kanan toleh kiri.
Tapi saat melangkah Ikbal tak sengaja menginjak sesuatu seperti kain,Ikbal pun menoleh ke bawah.
Ternyata pakaiannya berserakan di atas lantai,Ikbal yang menyadarinya langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Tapi saat Ikbal menoleh kearah sprei dia sangat terkejut,terlihat ada bercak darah di sana.
"Apa yang udah gue lakuin semalem."Gumam Ikbal sedikit panik dan mencoba mengingat-ingat tentang kejadian semalam.
Ikbal yang pusing memikirkan itu pun memutuskan untuk berjalan kearah pintu dan membukanya sedikit.
"Sssttt pelayan."Ucap Ikbal saat melihat seorang pelayan pria yang lewat di depan kamarnya.
Pelayan itu menghentikan langkahnya dan melihat kearah Ikbal heran,karena Ikbal hanya melongok kan kepalanya saja tidak dengan tubuhnya.
"Pelayan sini,saya mau minta bantuan."Ucap Ikbal pelan.
Pelayan itu pun berjalan lebih dekat ke Ikbal dan berdiri tepat di depan pintu kamar Ikbal.
"Iya,mau minta bantuan apa?"Tanya pelayan itu.
"Tolong belikan saya kaos dan celana,terserah yang kayak gimana yang penting cocok untuk saya pakai.Bentar saya ambil uang dulu."Ucap Ikbal menutup kembali pintu kamarnya.
Ikbal berjalan mengambil celananya yang tergeletak dilantai dan mengambil uang yang ada di saku celananya,setelah itu Ikbal berjalan kembali kearah pintu dan membukanya.
"Ini,jangan lama-lama."Ucap Ikbal memberikan uang kepada pelayan itu.
__ADS_1
Pelayan itu menerima uang yang diberikan Ikbal dan berlalu pergi dari sana.
Ikbal menutup pintu kamarnya dan berjalan menuju ranjang,Ikbal pun duduk di tepi ranjang.