Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Adik Angkat


__ADS_3

"Baiklah,kalau gitu bisa dong gue minta hati lo buat gue."Ucap Kevin.


"Enggak."


"Kenapa?"Tanya Kevin.


"Karena hati gue cuma satu,gak bisa dong gue kasih ke orang lain.Yang ada nanti gue gak punya hati nurani lagi,soalnya hati gue lo minta."Jawab Zanna.


Kevin hanya menghela nafas panjang mendengar ucapan Zanna,yang Kevin maksud Zanna memberikan hatinya untuk Kevin adalah memberikan Kevin peluang untuk mengisi hati Zanna dan membuat Zanna jatuh cinta pada Kevin.


"Kalau gitu bisa dong lo kasih cinta lo untuk gue."Ucap Kevin.


"Enggak."


"Kenapa?"Tanya Kevin.


"Karena cinta gue cuma buat crush gue,gak ada yang lain."Jawab Zanna.


"Apa,crush.Kalau sekarang dia udah punya pacar gimana?"Tanya Kevin menaikkan kedua alisnya.


"Omongan lo jahat banget sih."Ucap Zanna sedih.


Zanna jadi teringat kalau Varo memang sudah punya pacar,dan cinta Zanna juga bertepuk sebelah tangan.


"Gue cuma bercanda,lo jangan sedih gitu dong."Ucap Kevin yang tak tega melihat Zanna sedih.


"Udah ah gue gak mau lagi ngomong sama lo,gue mau pulang."Ucap Zanna kesal dan berdiri dari duduknya.


"Tunggu-tunggu,gue minta maaf.Lo jangan marah dong."Ucap Kevin berdiri dari duduknya.


"Yaudah iya,cepet sana bayar."Ucap Zanna.


Kevin pun membayar pesanan mereka,setelah itu Zanna dan Kevin pun masuk kedalam mobil.


Kevin pun melajukan mobilnya menuju kost Zanna.


Kok gue gak merasa kesal atau marah ya karena tahu kalau Zanna punya crush,seharusnya kan gue merasa kesal atau marah.Kok gue jadi bingung sama perasaan gue sendiri,jangan-jangan gue gak cinta lagi sama Zanna'Batin Kevin'


"Kevin awas!!!"Teriak Zanna saat melihat ada seorang anak kecil yang berusia sekitar 6 tahun sedang menyeberang.


Kevin yang tersadar pun langsung menginjak rem mobilnya mendadak,Zanna merasa takut dan memejamkan kedua matanya sambil memegang erat sabuk pengaman dengan kedua tangannya.


Kevin bernafas lega saat dia tidak menabrak anak kecil itu,anak kecil itu pun berlari pergi dari sana.

__ADS_1


"Ck,kemana sih orang tuanya.Masak anaknya dibiarin main di jalanan."Ucap Kevin kesal.


Zanna membuka kedua matanya dan menoleh kearah Kevin.


"Lo itu juga apa-apaan sih Kevin nyetir sambil melamun."Ucap Zanna.


"Lo mau nggak jadi adik gue?"Tanya Kevin tiba-tiba dan menoleh kearah Zanna.


"Hah?"Ucap Zanna bingung.


"Iya,lo mau nggak jadi adik angkat gue.Gue gak mau ya kehilangan cewek selangka dan seunik lo.Supaya kita selalu bisa bersama kan kalau gue jadiin lo adik gue."Ucap Kevin.


"Kenapa gue harus jadi adik lo?"


"Ya karena kalau gue minta lo jadi pacar gue lo pasti gak bakalan mau."Jawab Kevin.


"Lo jadi ngingetin gue sama temen SMA gue,dia juga minta gue jadi adik angkatnya.Emangnya gue lucu banget ya."Ucap Zanna mengingat Darren yang bersikukuh untuk menjadikan Zanna adik angkatnya.


"Ya selain lucu lo itu langka dan unik gitu menurut gue,lo tahu nggak sih kalau gue itu bisa menaklukkan hati cewek-cewek yang ada di sekitar gue mulai dari zaman SMA sampai sekarang.Tapi anehnya nih ya,pas lo lihat gue itu lo biasa aja bahkan terkesan cuek,beda sama cewek-cewek lain yang heboh waktu lihat gue."Ucap Kevin.


"Karena di hati gue itu udah terisi nama seseorang,dan gue gak tertarik sama cowok lain selain crush gue.Oh iya,mengenai lo yang ajak kenalan gue itu emang kebetulan lo mau kenalan sama gue atau lo mau deketin gue?"Tanya Zanna penasaran.


"Awalnya sih gue kenalan sama lo karena gue naksir sama lo,tapi lama-kelamaan kok gue menganggap lo itu adik gue ya.Dan sekarang gue bukan cowok yang naksir lo,tapi seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya."Jawab Kevin tersenyum sedikit.


"Terharu banget gue sampek pengen bunuh orang,udah cepet lo antar gue pulang."Ucap Zanna.


"Terserah elu deh."Ucap Zanna malas dan menatap ke depan.


"Nanti gue bakalan minta kedua orang tua gue buat urus semuanya,mengurus pengangkatan anak."Ucap Kevin bahagia.


Zanna menoleh kearah Kevin.


"Enggak-enggak apaan sih,gue gak mau ya kalau sampai urus-urus surat kayak gitu.Lo cukup anggap gue sebagai adik angkat lo aja tanpa harus mengurus apapun!"Ucap Zanna menolak dengan tegas.


"Baiklah,tapi kapan-kapan lo mau kan ke rumah gue untuk bertemu dengan kedua orang tua gue."


"Ngapain?"Tanya Zanna.


"Ya nggak ngapa-ngapain,ketemu aja."


"Terserah,udah cepet lo antar gue pulang."Ucap Zanna.


Kevin pun melajukan mobilnya menuju kost Zanna.

__ADS_1


Malam harinya


Ayah Nando sedang berada didalam kamar sendirian dan berdiri di depan jendela,Ayah Nando pun menelfon Varo.


Dering pertama langsung diangkat oleh Varo.


"Hallo Yah."Sapa Varo.


"Bagaimana Al kabar kamu,baik-baik saja?"Tanya Ayah Nando.


"Alhamdulillah Yah Varo baik-baik aja,semua berjalan dengan baik dan lancar."


"Syukurlah kalau begitu,emmm Al.Dalam waktu dekat ini kamu pulang ya."Ucap Ayah Nando.


"Ngapain Yah?"


"Ayah sama Bunda sudah kangen banget Al sama kamu,kami ingin kamu pulang dan berkumpul lagi walaupun cuma beberapa hari.Dan selain itu juga,Ayah mau ngomong hal penting sama kamu."Jawab Ayah Nando.


"Baiklah Yah,Varo akan usahakan untuk pulang dalam waktu dekat."Ucap Varo.


"Yasudah kalau begitu,Ayah tutup dulu ya telfonnya."Ucap Ayah Nando dan mematikan sambungan telfon.


Pintu kamar terbuka,Ayah Nando menoleh kearah pintu.


Terlihat Bunda Marissa berdiri di sana,Bunda Marissa menutup pintu dan berjalan mendekati Ayah Nando.


"Ayah baru saja telfon Varo."Ucap Ayah Nando saat Bunda Marissa sudah berdiri di hadapannya.


"Terus?"


"Varo akan pulang secepatnya."Jawab Ayah Nando.


Bunda Marissa hanya menghela nafasnya.


"Kenapa Bun?"Tanya Ayah Nando.


"Bunda sedih Yah,Bunda masih enggak menyangka kalau Varo dan Sasya melakukan hal itu."Jawab Bunda Marissa menatap Ayah Nando sedih.


"Bukannya Bunda seharusnya senang ya,karena Varo dan Sasya akan segera menikah secepatnya."


"Iya,tapi Bunda juga merasa sedih atas kelakuan Varo sama Sasya Yah."Ucap Bunda Marissa.


"Bunda enggak usah sedih lagi ya."Ucap Ayah Nando mengelus pelan bahu Bunda Marissa.

__ADS_1


"Iya,yasudah kalau begitu ayo kita makan malam."Ajak Bunda Marissa,Ayah Nando pun mengangguk.


Merekapun pergi keruang makan untuk makan malam.


__ADS_2