Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Ngeselin


__ADS_3

Keesokan harinya


Zanna dan Varo sudah siap dan sedang berjalan menuruni anak tangga.


"Pagi Yah,Bun."Sapa Zanna dan Varo bersamaan saat sudah sampai di ruang makan.


"Pagi,ayo sarapan."Ucap Bunda Marissa.


Merekapun sarapan dengan hening.


Tak berselang lama merekapun sudah selesai makan dan pergi ke tujuan masing-masing.


"Na gue mau lo berhenti mengajar ya."Ucap Varo saat mereka sedang berdiri di teras depan rumah.


"Terus kalau gue berhenti mengajar gue ngapain,diem di rumah doang gitu?"Ucap Zanna.


"Ya terserah lo mau ngapain yang penting enggak membahayakan kandungan lo."Ucap Varo.


"Yaudah-yaudah,gue akan berhenti mengajar."


"Gitu dong."Ucap Varo mengacak-acak rambut Zanna.


"Jangan Al,berantakan ini rambut gue!"Ucap Zanna kesal.


"Iya iya maaf,yaudah ayo kita pergi."


Akhirnya merekapun pergi,Varo mengantar Zanna terlebih dahulu setelah itu pergi ke rumah sakit.


Beberapa bulan kemudian


Hari ini di rumah Darren diadakan acara 4 bulanan kandungan Keisha,semua orang sibuk menyiapkan acara itu.


"Al."Panggil Zanna pelan,mereka sekarang sedang duduk berdua di ruang keluarga menonton film kartun asal kalian tahu,itu juga atas kemauan Zanna menonton film kartun.


"Iya?"


"Gue mau mangga,beliin."Ucap Zanna.


"Males banget Na,panas diluar."Ucap Varo.


"Beliin cepat,gue gak mau tahu mau panas mau petir hujan badai angin ribut!!!"Ucap Zanna menatap tajam Varo.


Sungguh akhir-akhir ini Zanna benar-benar suka marah-marah bahkan hampir setiap hari,dan juga Zanna selalu menyuruh Varo untuk memakai kaos,kemeja,jaket atau sejenisnya yang berwarna putih.


Jika Varo tidak menurutinya sudah dipastikan Zanna akan marah-marah.


"Tapi lo kan di rumah sendirian Na,semua lagi ada di rumahnya Darren."Ucap Varo.


"Ya lo anterin gue ke rumah Darren setelah itu lo beliin gue mangga dan antar ke rumah Darren."


"Baiklah."


Akhirnya Varo pun mengantarkan Zanna ke rumah Darren setelah itu pergi membeli mangga.


Zanna dan Keisha yang sudah bertemu pun menjadi heboh.


"Kita makan kue di sana yuk,enak banget."Ajak Keisha.


"Baiklah,ayo."


Akhirnya Zanna,Keisha dan Darren pun berjalan menuju ruang makan dan memakan kue tar rasa coklat di sana.


"Enak banget ya Sha."Ucap Zanna dan terus makan.

__ADS_1


"Iya,tenang aja masih ada banyak gue."Ucap Keisha.


"Perasaan lo nempel mulu sama Keisha,ngeselin tahu nggak lo itu."Ucap Zanna ketus dan menatap Darren.


"Bukan gue yang nempel sama Keisha,tapi Keisha yang mau nempel terus sama gue."Ucap Darren membela diri.


"Gue gak percaya,palingan juga lo udah cinta mati banget ya sama Keisha."Ucap Zanna.


"Terserah elu Na,gue pusing lihat lo."


Zanna pun cemberut menatap Darren dan lanjut makan kue bersama dengan Keisha.


Tak berselang lama Varo pun datang dengan membawa pesanan Zanna.


"Ini Na pesenan lo."Ucap Varo.


"Kupas dan potong."Ucap Zanna.


Varo pun menyuruh salah satu pembantu yang berada di rumah Darren untuk mengupas kan mangga itu serta memotongnya.


"Al,hati-hati nanti anak lo hitam karena dari tadi Zanna itu makan kue rasa coklat.Banyak lagi."Ucap Darren berbisik di telinga Varo yang duduk di sampingnya.


Darren sengaja ingin membuat Varo kesal,karena tadi Zanna sempat membuat dirinya merasa kesal.


"Enak aja lo,bapaknya putih kayak cina nyasar gini masak anaknya hitam."Ucap Varo tak terima.


"Bercanda Al,yaudah ayo kita pergi.Zanna ngeselin."Bisik Darren pelan.


"Permisi,ini mangga nya."Ucap pembantu yang Varo suruh untuk mengupas kan serta memotong mangga untuk Zanna.


"Makasih ya Bi."Ucap Zanna berbinar dan menerima mangga itu.


"Iya sama-sama,kalau begitu saya pergi dulu ya."Ucap pembantu itu dan berlalu pergi.


Keisha mengambil 1 buah mangga dan mencicipinya.


"Iya,enak banget ya."Ucap Keisha,merekapun terus makan.


Perlahan Varo dan Darren pun pergi meninggalkan Zanna dan Keisha,merekapun menuju teras depan rumah.


"Zanna ngeselin banget ya,btw lo itu termasuk orang kaya ya tapi gue perhatiin 3 bulan ini lo pakai kaos,kemeja,jaket dan sejenisnya warna putih mulu.Palingan cuma ganti tulisan dan gambar."Ucap Darren.


"Apalagi kalau bukan karena Zanna,gue kasih tahu lo kalau Zanna itu sekarang pemarah banget."


"Kasihan,rasain lo."Ucap Darren mengejek.


"Eh tapi jangan sampek nanti anak lo mirip sama Zanna,nanti dia jadi anak yang judes terus pemarah."Ucap Darren.


"Apa lo bilang,gue gak mau ya kalau anak gue mirip sama lo!!!"Ucap Zanna tiba-tiba yang sudah berdiri di samping Darren.


"Lo itu ngeselin tahu nggak sih!!!"Ucap Zanna dan mencubit pinggang Darren serta menjambak rambutnya.


"Aauuu tolongin kenapa Al lo jangan diem aja."Ucap Darren kesal saat melihat Varo hanya diam saja.


Varo yang kasihan kepada Darren pun. akhirnya berusaha melepaskan tangan Zanna dari pinggang Darren dan rambutnya.


"Udah Na lepasin,kasihan itu Darren."Ucap Varo dan berhasil melepaskan tangan Zanna.


"Darren itu ngeselin,gue gak mau ya nanti anak kita mirip Darren.Gue mau anak kita mirip sama gue!!!"Ucap Zanna menatap Varo.


"Iya Na iya,anak kita nanti enggak akan mirip sama Darren kok apalagi sama Ayah."Ucap Varo berusaha tersenyum.


"Aduhhh kepala gue pusing,lo bawa pulang aja itu Al si Zanna.Ngeselin."Ucap Darren.

__ADS_1


"Apa,lo itu ngeselin Darren!!!"Ucap Zanna marah dan cemberut.


"Yaudah-yaudah ayo kita pulang,jangan marah-marah ya Na gue ngeri lihatnya."Ucap Varo.


Akhirnya Zanna dan Varo pun pulang.


"Itu Zanna kenapa marah-marah."Ucap Mama Renita kepada Bunda Marissa saat mendengar teriakan Zanna.


"Ya begitu deh,Zanna suka banget marah-marah akhir-akhir ini."Jawab Bunda Marissa.


Keisha pun berjalan menghampiri Darren.


"Darren."Panggil Keisha manja.


"Apa lagi ini."Gumam Darren pelan.


"Iya Sha ada apa?"Ucap Darren berdiri dari duduknya dan tersenyum menatap Keisha.


Keisha pun langsung memeluk Darren


"Gue ngantuk mau tidur."Ucap Keisha.


"Ya tidur aja Sha di kamar sana."


"Ya ayo temenin."


Jangan sampek Keisha menguji iman gue,sialan banget kalau iya'Batin Darren'


Akhirnya Keisha dan Darren pun pergi ke dalam kamar untuk menemani Keisha tidur siang.


Sementara itu


Di dalam kamar


Zanna sedang melihat pantulan dirinya di cermin yang ada di dalam kamarnya,sementara Varo dia sibuk dengan handphonenya dan sedang duduk bersandar di atas ranjang dengan di sampingnya ada boneka beruang Zanna.


"Al gue gemuk ya."Ucap Zanna sedih.


"Hem iya Na."Ucap Varo yang tak jelas mendengar ucapan Zanna.


"Apa,lo bilang kalau gue gemuk?!!"Ucap Zanna tak terima dan menoleh kearah Varo.


"Enggak Na siapa yang bilang kalau lo itu gemuk."Ucap Varo menatap Zanna.


"Lha itu tadi,lo bilang gue gemuk.Jahat banget lo!!!"


"Aduhhh gue ngomong apa sih tadi."Gumam Varo.


"Awas aja ya lo!!!"Ucap Zanna bersedekap.


Varo bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati Zanna.


"Na please ya lo itu jangan marah-marah."Ucap Varo.


"Ya habisnya lo itu-."Ucap Zanna terpotong karena Varo langsung mencium bibirnya.


"Lo itu-."Sekali lagi Varo langsung mencium bibir Zanna.


"Ngeselin."Ucap Zanna yang sekarang malah balik mencium bibir Varo.


"Lo yang mulai ya."Bisik Varo.


Varo langsung menggendong Zanna dan merebahkannya di atas ranjang,Varo menyingkirkan boneka beruang pengganggu itu.

__ADS_1


Varo pun langsung menerkam Zanna.


__ADS_2