
"Enggak,baru aja datang."Jawab Keisha.
"Tolong ini lo bawa tasnya Varo,gue mau ambil motor dulu."Ucap Darren menyerahkan tas Varo,Keisha pun menerimanya.
Darren melangkah pergi untuk mengambil motornya yang terparkir diantara motor murid-murid yang lain.
Sembari menunggu Darren Keisha melihat sekeliling dan pandangannya fokus pada sebuah motor sport berwarna merah yang terparkir di sebelah motor matic,Keisha terus memandangi motor itu karena Keisha berfikir kalau itu adalah motornya Varo.
"Heh,bengong aja lo."Ucap Darren yang sudah ada di hadapan Keisha dengan menaiki motornya.
Keisha yang tersadar pun hanya menatap Darren kesal.
"Lihatin apa sih kok sampek bengong gitu?"Tanya Darren.
"Itu lo lihat,bukannya itu motornya Varo ya?"Tanya balik Keisha menunjuk motor sport berwarna merah yang terparkir diantara motor matic.
Darren pun mengikuti arah yang ditunjuk Keisha.
"Kalau dilihat dari plat nomornya sih iya,karena gue hafal nomor plat motornya Varo."Jawab Darren.
"Mungkin Varo pergi ke rumah sakit naik taxi ya,soalnya Zanna kan pingsan."
"Iya,mungkin aja."Ucap Darren manggut-manggut.
"Terus itu gimana motornya Varo,masak ditinggal?"Tanya Keisha.
"Udah biarin ditinggal aja,kebiasaan tuh si Varo ninggalin motornya di sembarang tempat.Udah ayo cepetan naik."
Keisha pun segera naik ke atas motor Darren sambil membawa tasnya Varo sama Zanna.
"Kita nanti mampir dulu yuk makan siang di warung padang,soalnya gue laper nih.Sekalian gue mau beliin Varo makan siang."Ucap Keisha.
"Oke siap."
Darren pun mulai melajukan motornya meninggalkan sekolah.
Tak lama kemudian motor Darren berhenti di depan sebuah warung padang yang lumayan ramai,Keisha turun dari motor Darren dan langsung melangkah masuk ke dalam warung dengan menenteng 2 tas tanpa menghiraukan Darren.
Darren pun mengikuti Keisha.
"Mbak,saya mau pesen nasi padang plus rendang ya,minumnya es teh."Ucap Keisha kepada si mbak penjual.
"Baik mbak,masnya mau pesen apa?"Tanya si mbak penjual dengan ramah.
"Samain aja."Jawab Darren tersenyum.
"Baik,silahkan duduk dulu mbak mas."
Keisha mengangguk dan berjalan mencari tempat duduk yang kosong,setelah menemukan tempat duduk yang kosong Keisha segera menarik kursinya lalu mendudukinya dan menaruh tas Varo sama Zanna di kursi kosong yang ada di sampingnya dan tasnya juga.
Darren duduk di hadapan Keisha dan menaruh tasnya di kursi yang ada di sampingnya.
"Masih mikirin motornya Varo?"Tanya Darren saat melihat Keisha seperti memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Enggak."
"Masak sih,kayaknya lo lagi mikirin sesuatu deh."Ucap Darren.
"Emang gak boleh ya gue mikirin sesuatu di otak gue?"Tanya Keisha kesal.
"Ya bolehlah,gue kan cuma nanya.Kenapa kelihatannya lo kayak kesel banget?"Tanya Darren heran.
"Permisi mbak mas pesanannya udah datang."Ucap si mbak penjual sambil menghidangkan pesanan Darren dan Keisha di atas meja.
"Makasih mbak."Ucap Keisha tersenyum.
"Iya sama-sama,saya permisi dulu."Ucap si mbak penjual lalu melangkah pergi.
"Sha."Panggil Darren pelan dan menatap Keisha.
"Apa?"
"Lo kenapa sih kok kayak marah gitu,gue minta maaf kalau gue ada salah."Ucap Darren.
"Nanti aja kita bicara,mendingan sekarang kita makan dulu."Ucap Keisha dan mulai makan.
Darren menghela nafas panjang lalu makan.
•
•
•
Sasya baru ingat jika dia belum cerita ke Rianti soal Keisha yang sudah memaafkannya,Sasya tak sabar untuk bilang ke Rianti dan melihat reaksinya.
"Pak,lebih cepat ya."Ucap Sasya pada pak sopir taxi.
"Baik mbak."Ucap sopir itu dan menambah laju kendaraannya.
•
•
•
Darren dan Keisha sudah selesai makan.
"Apa lo lihatin gue?"Tanya Keisha saat melihat Darren menatapnya.
"Katanya tadi lo mau cerita,cerita apa?"Tanya balik Darren.
"Oohh itu,sebenarnya bukan cerita sih tapi mau tanya."
"Tanya apa,tanya aja."
__ADS_1
"Katanya kemarin sore lo pergi ke rumah Varo ya?"Tanya Keisha menatap Darren serius.
Darren yang menyadari jika Keisha tahu dirinya berbohong pun merasa sangat gugup dan bingung.
"Emmm i-iya Sha."Jawab Darren menatap Keisha gugup.
"Terus Varo nya ada?"Tanya Keisha.
"Emmm itu,dia-."
"Ck udah deh,ngapain sih lo bohong sama gue kemarin kalau Varo ada di rumah dan baik-baik aja?"Tanya Keisha memotong ucapan Darren.
"Iya deh iya,gue udah bohong sama lo.Karena gue gak mau bikin lo khawatir kalau bilang soal Varo yang sebenarnya belum pulang."Jawab Darren.
Keisha hanya menghela nafas panjang.
"Sorry Na gue udah bohong sama lo,gue minta maaf.Plis maafin gue."Ucap Darren membuat ekspresi seimut mungkin.
"Iya gue maafin,tapi lo harus bayarin ini makanan gue.Terus lo pesen 1 lagi menu yang sama dan di bungkus,tapi yang dibungkus itu biar gue yang bayar."Ucap Keisha dan menyodorkan uang untuk membayar makanan yang dibungkus untuk Varo.
"Oke gak masalah,gue pesen dulu lo tunggu sini."Ucap Darren menerima uang yang disodorkan Keisha lalu berdiri dari duduknya dan melangkah pergi untuk memesan makanan lagi.
Keisha tersenyum menatap Darren,Darren yang menoleh ke arah Keisha ketika melihat dia tersenyum Darren pun balas tersenyum.
Gue berharap kalau lo adalah jodoh gue Sha,dan ibu dari anak-anak gue kelak.Gue gak bisa bayangin gimana nantinya kalau kita semua udah lulus dan gue gak bisa ketemu lo setiap hari'Batin Darren'
"Mas,ini pesanannya.Mas,hallo."Ucap si mbak penjual melambaikan tangannya di depan wajah Darren.
"Eh iya mbak,ada apa?"Tanya Darren terkejut dan menatap mbaknya.
"Ini mas pesanannya udah selesai,masnya tadi kenapa kok bengong?"Tanya si mbak penjual nyengir.
"Saya juga gak tahu mbak,kadang-kadang emang tiba-tiba saya bengong gitu."Jawab Darren asal.
Keisha yang melihatnya dari kejauhan pun menahan tawanya.
Setelah Darren selesai membayar dan menerima makanan yang dibungkus Darren pun berjalan menghampiri Keisha.
"Udah deh lo jangan ngetawain gue."Ucap Darren yang melihat Keisha menahan tawanya.
"Lagian lo itu kenapa sih tiba-tiba bengong,lo mikirin masalah hidup?"Tanya Keisha.
Darren duduk kembali di kursinya dan mencondongkan tubuhnya ke depan sambil menatap Keisha serius.
"Gue mikirin masa depan kita berdua."Jawab Darren tersenyum tulus menatap Keisha.
"SMA aja belum lulus udah ngomongin masa depan."Ucap Keisha tertawa.
"Udah deh,yuk kita pergi."Ucap Darren menyangklet tasnya dan berdiri dari duduknya.
Keisha menyangklet tasnya lalu mengambil tas Varo sama Zanna dan berdiri dari duduknya.
"Yuk."Ucap Keisha dan melangkah pergi keluar warung padang diikuti Darren di belakangnya.
__ADS_1