Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Calon Menantu


__ADS_3

"Ya tapi Al-."


"Udah sih Sya gak papa kamu terima aja ini restoran pemberian dari Varo."Sahut Bunda Marissa yang dari tadi melihat Varo dan Sasya adu mulut.


"Tapi Tan,Sasya gak enak nerimanya.Sasya bukan siapa-siapa disini,masak Sasya terima gitu aja."Ucap Sasya menatap Bunda Marissa.


"Siapa bilang kalau kamu itu bukan siapa-siapa disini,kamu itu calon menantu Tante."Ucap Bunda Marissa.


"Iya,dan katanya Varo itu mau bilang sesuatu sama kamu.Cepat Al bilang."Sahut Ayah Nando.


Sasya pun menatap Varo.


"Gue mau nikahin lo setelah gue menyelesaikan kuliah gue di luar negeri,lo mau kan nungguin gue."Ucap Varo menatap dalam mata Sasya.


"Emangnya gue pantes sandingan sama lo,secara lo kan termasuk keluarga yang terpandang,lo masih punya orang tua yang lengkap dan-."


"Gue gak mempermasalahkan sedikitpun soal itu,restoran ini,kedua orang tua gue dan karyawan yang ada disini jadi saksi diantara kita.Lo mau kan nungguin gue nyelesaiin kuliah di luar negeri setelah itu kita nikah."Ucap Varo.


Sasya tersenyum dan mengangguk.


"Gak sekalian tunangan aja Al sebelum kamu pergi ke luar negeri?"Tanya Ayah Nando.


"Enggak Yah,kan Varo perginya lama enggak 1 atau 2 tahun doang.Yang penting Ayah sama Bunda tahu kalau Sasya itu perempuan yang Varo pilih untuk jadi istri Varo di masa depan,tugas Ayah sama Bunda adalah harus jagain Sasya selama Varo pergi."Jawab Varo.


"Baiklah terserah kamu Al,yaudah ayo sekarang kita makan malam.Bunda tadi udah masak itu."Ajak Bunda Marissa.


Akhirnya mereka semua pun makan malam bersama,termasuk 4 karyawan yang tadi.


Sasya merasa sangat-sangat bahagia,dia tidak berhentinya menyunggingkan senyuman.


Di sisi lain


Rianti dan Bima sedang duduk berhadapan dengan orang tuanya Riko,Raka dan Rina datang ke rumah Bima untuk membicarakan pernikahan Riko dan Rianti yang akan dilaksanakan besok.


"Apa nggak terlalu cepat Tan?"Tanya Rianti menatap Rina ragu.


"Bukankah dari awal sudah disepakati kalau kamu akan menikah dengan Riko setelah kamu lulus,dan sekarang kamu udah lulus kan.Jadi gak ada istilah terlalu cepat atau terlalu lambat pernikahan pernikahan kalian dilaksanakan,saya udah keluarin uang banyak loh buat lunasin hutang papa kamu yang banyak itu.Jadi,sebagai imbalannya kamu harus menikah dengan Riko."Sahut Raka yang terlihat sedikit marah.


"Emmm gi-gimana kalau saya ganti uang yang udah Om keluarin buat bayar hutang papa."Ucap Rianti pelan dan menatap Raka ragu.


"Heh,kamu ngomong apaan sih Rianti.Kamu gak bakalan bisa ganti uangnya papanya Riko yang udah buat bayar hutang papa yang banyak itu.Sekalipun kamu jual ginjal."Ucap Bima menatap Rianti.

__ADS_1


Rianti pun menatap Bima.


"Kamu dengarkan apa kata papa kamu,udah deh Rianti mendingan kamu nurut aja.Saya gak suka banyak drama,akad nikah akan dilaksanakan besok pagi di kediaman saya dan resepsi akan di laksanakan di sebuah hotel mewah dan semuanya sudah siap."Ucap Raka.


"Baik calon besan."Ucap Bima dan tersenyum menatap Raka.


"Satu lagi,saya gak mau ada acara kabur-kaburan.Jadi,persiapkan dan awasi putri anda sebaik mungkin."Ucap Raka.


"Baik,calon besan gak usah khawatir."


"Yaudah kalau gitu saya dan istri saya pulang dulu."Ucap Raka dan berdiri dari duduknya diikuti Rina.


"Baik,hati-hati dijalan."Ucap Bima berdiri dari duduknya diikuti Rianti.


"Tante pulang dulu ya Rianti,kamu jaga diri baik-baik."Ucap Rina tersenyum menatap Rianti.


Rianti mengangguk dan balas dengan senyuman terpaksa.


Raka dan Rina pun akhirnya pulang.


"Pa."Panggil Rianti pelan saat Bima akan melangkah pergi dari ruang tamu.


"Rianti gak mau nikah sama sama Riko pa."Ucap Rianti memelas menatap Bima.


"Kamu mau papa kenapa-napa karena kamu gak mau nikah sama Riko,kamu tahu kan kalau papanya Riko itu orang yang kaya dan terpandang.Bisa aja kan dia nyuruh orang buat nyelakain papa karena kamu lari dari pernikahanmu dengan Riko,mendingan kamu diem aja dan nurut."Ucap Bima dan melangkah pergi dari ruang tamu.


Rianti pun duduk di sofa ruang tamu dengan menundukkan kepalanya sedih,tiba-tiba saja ada yang duduk di sampingnya.


Rianti mendongakkan kepalanya dan menatap ke samping,terlihat Bi Laras duduk di sampingnya tersenyum menatap ke arahnya.


"Bi."Ucap Rianti sedih dan memeluk Bi Laras,Bi Laras pun balas memeluk Rianti.


"Non Rianti yang sabar ya,bibi yakin non Rianti bisa melewati ini semua."Ucap Bi Laras menguatkan Rianti dan mengusap punggung Rianti pelan.


"Tapi Rianti takut bi nanti kalau udah nikah sama Riko Rianti bakalan disakiti,dipukul atau di caci maki."Ucap Rianti.


"Non Rianti harus lawan,jangan mau ditindas dan dihina."Ucap Bi Laras menyemangati Rianti.


Rianti pun melepaskan pelukannya.


"Makasih ya Bi,yaudah kalau gitu Rianti masuk ke dalam kamar dulu ya."Ucap Rianti beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


Keesokan harinya


Pagi-pagi sekali Bima,Rianti dan Bi Laras berangkat ke rumah Raka untuk melaksanakan akad nikah.


Sesampainya di rumah Raka Rianti langsung di make up oleh perias perempuan di sebuah kamar,Rianti hanya diam dan menuruti apa kata perias itu.


Sesekali Rianti tersenyum saat perias itu mengatakan kalau Rianti sangat cantik walaupun tidak memakai make up.


Beberapa menit kemudian


Rianti pun sudah selesai dirias.


"Sudah selesai,waahh mbaknya tambah cantik setelah di make up.Jadi pangling saya."Ucap perias itu menatap Rianti kagum.


"Ah si mbak,dari tadi muji saya aja.Kan saya jadi malu."Ucap Rianti tersenyum malu.


"Ayo,sekarang saya bantu pakai kebayanya."Ucap perias itu,Rianti pun mengangguk.


Akhirnya perias itu pun membantu Rianti untuk memakai kebaya berwarna putih yang sangat cantik dan pas di badan Rianti.



Contoh kebaya yang dikenakan Rianti,maaf buram fotonya.


Ceklek


Pintu kamar terbuka,terlihat Rina dengan kebayanya dan juga sudah di make melangkah masuk ke dalam kamar.


"Udah siap Rianti,akad nikahnya mau segera dimulai.Kamu cantik banget sih."Ucap Rina saat sudah berdiri di hadapan Rianti dan perias itu.


"Udah siap dong Bu,gimana.Cantik kan calon menantunya ibu."Jawab perias itu tersenyum menatap Rina.


"Iya dong mbak calon menantu saya ini emang cantik."Ucap Rina bercanda.


Rianti hanya tersenyum sekilas.


"Yaudah ayo Rianti,ayo kita keluar."Ucap Rina menggandeng lengan kiri Rianti dan melangkah pergi keluar kamar menuju ruang tamu yang sudah dihias sedemikian mungkin untuk akad nikah.



Ruang tamu yang sudah dihias untuk acara akad nikah Riko dan Rianti.

__ADS_1


__ADS_2