
"Iya,dicoba aja.Siapa tahu Zanna ada di sana."
Mama Nia pun mengambil handphonenya di dalam tas untuk menghubungi Keisha,dering pertama langsung diangkat oleh Keisha.
"Hallo,Keisha."Sapa Mama Nia saat panggilan terhubung.
"Hallo iya Tan,ada apa ya?"Tanya Keisha.
"Ini Tante mau tanya,apa Zanna ada disitu ya?"
"Gak ada Tan,Zanna gak kesini.Tadi pas di sekolah Keisha Keisha juga gak bertemu sama Zanna,emang Zanna belum pulang Tan?"
"Belum Sha,ini Tante sama om khawatir banget.Diluar juga hujan,handphone Zanna juga gak bisa dihubungi."Jawab Mama Nia resah.
"Maaf ya Tan,Keisha gak bisa bantu cari.Soalnya kan diluar hujan,takut Keisha gak diizinin pergi."
"Iya Sha gak papa,kamu doa'in aja supaya Zanna cepat ketemu."
"Iya Tan pasti,kalau gitu Keisha tutup telfonnya ya Tan.Tante sama Om jangan terlalu khawatir nanti bisa sakit."
"Iya Sha."
Panggilan pun terputus,Mama Nia menatap suaminya sendu.
"Ada apa ma,Keisha bilang apa?"Tanya P.Subroto memegang kedua bahu istrinya dengan kedua tangannya.
Mama Nia hanya menggeleng lalu memeluk suaminya dan kembali menangis.
"Zanna gak ada di rumahnya hiks Keisha pa."
"Sssttt udah ma jangan nangis lagi."Ucap P.Subroto menenangkan istrinya.
Mama Nia melepaskan pelukannya lalu menatap suaminya.
"Gimana kalau kita lapor polisi aja pa?"Tanya Mama Nia.
"Kayaknya gak bisa deh ma."
"Kenapa gak bisa?!"Tanya Mama Nia nyolot.
"Yaaa karena setahu papa kalau kita laporin orang hilang ke polisi itu harus 24 jam dulu ma orang itu hilang,kalau enggak gitu gak diproses biasanya.Zanna kan baru tadi pagi atau siang kan hilangnya,belum ada 24 jam."Jelas P.Subroto.
Mama Nia pun duduk di ranjang Zanna dengan perasaan yang sangat sedih.
"Terus kita harus gimana pa?"
"Mama yang sabar ya,kita tunggu sampai besok.Kalau besok Zanna belum pulang juga baru kita lapor polisi."
Mama Nia pun hanya mengangguk.
"Yaudah,mendingan sekarang kita makan malam.Papa yang masak."Ucap P.Subroto.
"Gak mau,Mama mau disini aja.Mama mau tidur disini,biar nanti kalau Zanna pulang Mama tahu."
__ADS_1
"Yaudah kalau gitu,papa keluar dulu.Mama jangan terlalu khawatir takutnya nanti bisa sakit."
"Iya pa."
P.Subroto pun melangkah pergi meninggalkan kamar Zanna.
Di sisi lain
Bunda Marissa pun juga merasa khawatir pada putranya Varo karena belum pulang juga.
Bunda Marissa juga sudah menghubungi nomor Varo tapi tidak bisa,Ayah Nando juga belum pulang lagi.
Bunda Marissa pun menghubungi Darren sambil mondar-mandir di ruang tamu.
"Hallo assalamualaikum Tan?"Sapa Darren.
"Waalaikumsalam,kamu sama Varo nggak sekarang?"
"Enggak Tan,ini Darren lagi di rumah mau makan malam.Emang kenapa ya Tan?"
"Hiks ini Varo belum pulang,Tante khawatir banget Ren."Jawab Bunda Marissa mulai menangis.
"Maaf ya Tan Darren gak tahu dimana Varo,tadi pas di sekolah Darren juga gak sama Varo.Apa Darren bantuin cari Varo ya Tan,biar Tante di rumah aja soalnya kan diluar hujan."
"Enggak usah Darren,biar Om sama Tante aja yang cari.Pasti sebentar lagi Ayahnya Varo pulang,kamu doa'in aja supaya Varo cepat ketemu dan dalam keadaan baik-baik saja."
"Iya Tan pasti,kalau gitu Darren tutup dulu ya telfonnya.Om sama Tante jangan lupa makan malam."
"Iya Darren."
"Kenapa Bun?"Tanya sebuah suara tiba-tiba.
Bunda Marissa membalikkan badannya dengan terkejut.
"Ih Ayah nih,ngagetin orang aja."Ucap Bunda Marissa kesal.
"Siapa yang ngagetin,Bunda aja yang terlalu serius."Ucap Ayah Nando duduk di sofa menyandarkan punggungnya.
"Yah,Varo belum pulang."Ucap Bunda Marissa sedih.
"Bunda tenang aja,palingan dia ada di rumahnya Darren."Ucap Ayah Nando santai sambil memejamkan kedua matanya.
"Gak ada Yah hiks,tadi ini barusan Bunda telfon Darren katanya Varo gak ada di rumahnya.Ayo kita cari Varo Yah sekarang."Ucap Bunda Marissa mulai menangis.
"Daripada kita nyari mending telfon Bun Varo nya."Ucap Ayah Nando santai dengan posisi yang masih sama.
"Gak bisa Yah,makanya ini Bunda Khawatir banget."
Ayah Nando membuka kedua matanya dan duduk dengan tegak,lalu menatap Bunda Marissa.
"Kita cari Varo kemana Bun?"
"Kemana aja Yah hiks,yang penting kita cari."
__ADS_1
"Yaudah kalau gitu,Ayah mandi dulu terus ganti baju.Bunda tunggu sini."Ucap Ayah Nando berdiri dari duduknya.
"Gak ada,kalau Bunda bilang sekarang ya sekarang.Kita cari Varo sekarang!!"Ucap Bunda Marissa menatap tajam suaminya.
"I-iya Bun,kita cari Varo sekarang."Ucap Ayah Nando nyengir.
Akhirnya mereka pun pergi mencari Varo menaiki mobil dengan sopir yang menyetir,sopir yang biasanya mengantar Bunda Marissa kemana-mana.
Kenapa bukan Ayah Nando yang nyetir?Karena Ayah Nando baru saja pulang kerja dan pastinya capek,Ayah Nando takut nanti dijalan ada apa-apa kalau dia yang nyetir.
Sementara itu
Zanna masih saja merasa takut dan menangis.
"Cup cup cup udah Na lo jangan nangis lagi,lo gak usah takut kan ada gue."Ucap Varo yang entah ke berapa kalinya untuk menenangkan Zanna.
Tapi Zanna masih saja menangis.
Jedarrrr
Jedarrrr
"N-nyalain lampunya Al hiks,ini udah malam gelap."Ucap Zanna.
"Iya,lo tunggu sini biar gue nyalain lampunya."Ucap Varo melepaskan rangkulannya,berdiri dan berjalan perlahan mencari saklar lampu yang berada di dekat pintu.
Tek
Lampu pun menyala dengan redup.
"Itu lampu apaan hiks kok gitu nyalanya?"Tanya Zanna menatap Varo sambil menghapus air matanya.
"Mungkin udah tua kali Na lampunya,makanya redup gitu.Tapi gak papa deh daripada kayak tadi gelap gulita."Jawab Varo berjalan mendekat lalu duduk di samping Zanna.
Drrrtt
Drrrtt
Zanna dan Varo pun melihat ke arah lampu itu.
Doorr
Jedarrrr
Lampu pun meletus bersamaan dengan suara petir yang bergemuruh.
Zanna yang terkejut pun memeluk Varo dengan erat dan menenggelamkan wajahnya di dada Varo,Zanna pun kembali menangis lagi bahkan lebih kencang dari sebelumnya.
Buset,si Zanna kalau kayak gini cengeng banget ya,perasaan waktu sehari-hari gak ada hujan gak ada petir dia judes banget kayak emak-emak'Batin Varo'
"Lo ngatain hiks gue cengeng ya?"Tanya Zanna.
"E-enggak,siapa yang ngatain lo."Jawab Varo.
__ADS_1
Tahu aja nih si Zanna kalau gue ngatain dia cengeng'Batin Varo'
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN BAGIKANš¤š„°