Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Baby El dan Baby Al


__ADS_3

Di dalam mobil


"Al,kayaknya kalau gue udah melahirkan bakalan langsing lagi nih."Ucap Zanna sambil mengelus-elus perutnya.


"Iya Na langsing,kayak sapu lidi."Ucap Varo.


"Al beneran gue takut melahirkan."Ucap Zanna menoleh kearah Zanna.


"Tenang aja Na,semua akan baik-baik aja.Jangan takut ya."Ucap Varo menatap Zanna sekilas sambil tersenyum,setelah itu menatap lurus ke depan.


Tak berselang lama mobil yang dikendarai Varo pun memasuki halaman rumah.


"Tuntun gue."Ucap Zanna saat keluar dari dalam mobil,Varo pun langsung menuntun Zanna untuk masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu.


"Perasaan jalan ke sini capek banget sih."Ucap Zanna mengeluh.


"Sudah pulang,bagaimana anaknya Keisha.Lucu dan cantik kan?"Ucap Bunda Marissa yang sempat dikasih foto Vania lewat handphone oleh Mama Renita.


"Iya Bun lucu,nanti anak nya Zanna pasti juga lucu."Ucap Zanna.


"Iya dong pastinya."Ucap Bunda Marissa.





Sasya dan Dani pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Rianti dan Edward.


"Rianti."Sapa Sasya dan melangkah masuk ke dalam ruang rawat Rianti.


"Udah datang,wahhh ada Dani."Ucap Rianti tersenyum.


"Dani mau lihat adiknya ma."Ucap Dani merengek.


Sasya mengangkat Dani dan mendudukkannya di samping Rianti yang sedang duduk bersandar sambil menggendong Edward.


"Ini lihat,coba cium."Ucap Rianti mendekatkan Edward kepada Dani.


Dani pun menciumnya lalu menoel-noel pipi Edward.


"Lucu banget ma,Dani juga mau punya adik."Ucap Dani menatap Sasya.


Sasya dan Rianti saling berpandangan.


Karena ucapan Dani Sasya malah teringat kegiatan panasnya bersama dengan Ikbal saat di kamar mandi,mengingat itu membuat Sasya malu sendiri.


"Hahaha permintaan yang bagus,lo denger kan Sya apa kata anak lo.Dia mau adik."Sahut Riko yang dari tadi diam dan duduk di sofa.


Sasya pun menoleh sekilas kearah Riko dan menatap Rianti.


"Cepet nyusul gue ya."Ucap Rianti tersenyum nakal.


Sasya hanya memutar kedua bola matanya malas.


1 bulan kemudian


"Al."Panggil Zanna pelan yang sedang duduk bersandar di atas ranjang.


"Iya?"Ucap Varo yang sedang duduk di sofa.


"Nggak pergi ke rumah sakit?"


"Enggak lah,kan gue harus jagain lo."Ucap Varo.


"Iya juga ya,yaudah lo jagain gue aja disini."Ucap Zanna.


Malam harinya


"Na ayo kita makan malam."Ajak Varo.


"Enggak mau,gue makan disini aja."

__ADS_1


"Yaudah gue ambilin makanan ya."


"Enggak,lo makan aja dulu setelah itu baru anterin makanan ke sini."Ucap Zanna.


"Baiklah."Ucap Varo tersenyum dan melangkah pergi.


Tak lama Varo pergi Zanna pun ingin pergi ke kamar mandi,tapi saat Zanna turun dari ranjang dan melangkah pergi dia malah terjatuh.


"Aduhhh,aduh perut gue."Gumam Zanna sambil memegangi perutnya yang sakit.


"Aduh sakit banget lagi."Gumam Zanna lagi dan berusaha untuk berdiri tapi gagal.


"Aduhhh Varo kok belum balik sih."Lirih Zanna yang benar-benar merasa sakit di perutnya.


Ceklek


Pintu kamar terbuka,terlihat Varo membawa nampan berisi makanan untuk Zanna.


"Al."Ucap Zanna lirih.


"Zanna astaga."Ucap Varo terkejut lalu menaruh nampan itu di atas meja dan menghampiri Zanna.


"Al sakit."Ucap Zanna lirih dan mulai meneteskan air mata,Varo pun melihat jika air ketuban Zanna juga sudah pecah.


"Ayo kita ke rumah sakit."Ucap Varo cepat dan langsung menggendong Zanna ke halaman dimana mobilnya terparkir.


Bunda Marissa dan Ayah Nando yang melihat itu pun mengerti jika Zanna pasti akan segera melahirkan,Bunda Marissa pun membawakan barang-barang yang nantinya akan diperlukan.


Varo pun segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit Bintang Harapan,tapi tiba-tiba saja hujan turun dengan deras.


"Hujan,Al gue takut."Ucap Zanna,antara takut dan merasakan sakit di perutnya.


"Tenang ya Na,gak usah takut ada gue.Jangan nangis."Ucap Varo mencoba menenangkan Zanna.


Jedarrrr


"Al hiks petir."Ucap Zanna benar-benar merasa takut,juga sakit di perutnya.


"Al petir,mana hiks perut gue sakit banget Al.Jangan sampai gue melahirkan disini."Ucap Zanna pelan dan gemetar.


"Tenang ya Na jangan takut,kasihan nanti anak kita kalau lo kayak gini."Ucap Varo.


"Tapi,hujan.Gue takut."Ucap Zanna menutup rapat kedua telinganya.


Ngapain sih pakai hujan segala,kenapa gak kemarin-kemarin aja'Batin Varo kesal'


Tak berselang lama mobil yang dikendarai Varo pun berhenti di depan pintu masuk rumah sakit,terlihat di sana sudah ada beberapa dokter dan suster menyambut kedatangan Varo dan Zanna yang sebelumnya sudah dihubungi Ayah Nando tadi.


Varo segera keluar dari dalam mobil dan menggendong Zanna,Varo pun membaringkan Zanna di atas brankar.


Mereka semua pun segera mendorong brankar itu menuju ruangan bersalin.


"Al."Panggil Zanna pelan.


"Sssttt jangan takut,ada gue."Ucap Varo mendampingi Zanna.


"Iya,ibu jangan takut ya."Sahut dokter perempuan menenangkan Zanna.


"Petir."Ucap Zanna pelan.


Zanna pun melahirkan dengan didampingi oleh Varo,Zanna berusaha melawan rasa takutnya karena hujan dan petir dan fokus kepada persalinannya.


Bunda Marissa dan Ayah Nando pun sudah sampai di rumah sakit.


"Semoga semua dilancarkan ya Yah."Ucap Bunda Marissa.


"Iya Bun,Bunda tenang aja ya.Lebih baik sekarang kita duduk saja."Ucap Ayah Nando.


Beberapa jam kemudian


Terdengar suara bayi menangis dari dalam ruang bersalin Zanna,tak lama kemudian disusul lagi suara tangisan bayi.


"Yah Zanna sudah melahirkan."Ucap Bunda Marissa merasa bahagia dan menatap Ayah Nando.

__ADS_1


"Iya Bun,Alhamdulillah."Ucap Ayah Nando merasa bahagia.


Tak berselang lama Varo pun keluar dari dalam ruang bersalin,terlihat penampilannya sangat berantakan dan kacau.


"Kenapa Al?"Tanya Ayah Nando mengejek.


"Hahhhh jangan mengejek Varo Yah,mendingan Ayah memberikan ucapan selamat kepada Varo."


"Baiklah,selamat ya Al.Sekarang kamu sudah menjadi seorang Ayah,jadi Ayah yang baik untuk anak kamu."Ucap Ayah Nando menepuk-nepuk bahu Varo pelan.


"Selamat ya Al."Ucap Bunda Marissa tersenyum.


"Makasih Yah,Bun."Ucap Varo dan memeluk Bunda Marissa.





Zanna sudah dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP.


"Al."Panggil Zanna pelan dan langsung memeluk Varo,Varo pun balas memeluk Zanna.


"Jangan takut lagi ya,hujannya juga udah berhenti."Ucap Varo pelan.


"Iya Na kamu jangan takut lagi ya."Ucap Bunda Marissa ikut menenangkan.


Zanna pun melepaskan pelukannya dan menatap Bunda Marissa,merekapun berpelukan.


"Kamu hebat Zanna,Bunda sangat senang akhirnya kamu melahirkan dengan lancar dan semuanya selamat serta sehat."Ucap Bunda Marissa.


"Makasih Bun."Ucap Zanna,merekapun melepaskan pelukannya.


"Selamat ya."Ucap Ayah Nando tersenyum menatap Zanna.


"Iya Yah,makasih ya."


"Mama sama papa enggak ke sini?"Tanya Zanna menoleh kearah Varo.


"Tadi Bunda sudah menghubungi mereka,mungkin sebentar lagi datang."Sahut Bunda Marissa.


Zanna tersenyum dan mengangguk.


"Kamu kasih nama siapa Al anak kalian?"Tanya Ayah Nando penasaran.


Semua pun menatap kearah Varo menunggu.


"Yang laki-laki mau Varo kasih nama Chandra Dipta Elio panggilannya baby El,dan yang perempuan mau Varo kasih nama Aleta Quenby Elvina panggilannya baby Al."Ucap Varo.


"Bagus banget Al namanya,Bunda suka.Zanna juga suka kan?"Ucap Bunda Marissa.


"Iya Bun Zanna suka."Ucap Zanna tersenyum.


Tak lama kemudian 2 orang suster pun masuk ke dalam ruang rawat Zanna,mereka sedang menggendong baby El dan Baby Al.


"Bun Zanna mau gendong Aleta,Zanna mau lihat pasti dia mirip sama Zanna."Ucap Zanna antusias.


Suster itu pun memberikan baby Al kepada Zanna,sementara baby El di gendong oleh Varo.


"Lucu ya,pasti dulu waktu gue bayi lucu imut kayak gini."Ucap Zanna sambil mengelus-elus pipi Aleta.


"Adil ya,baby Al mirip sama lo dan baby El mirip sama gue."Ucap Varo.


"Ya kalau enggak Adli buat lagi aja Al,yang mirip sama kalian."Ucap Ayah Nando santai.


"Ayah ini ngomong apaan sih."Ucap Bunda Marissa kesal.


"Hehehe maaf Bun kelepasan."Ucap Ayah Nando nyengir.


"Hahahaha Ayah nih ada-ada aja,marahin aja Bun."Ucap Varo tertawa.


Sementara Zanna hanya nyengir saja.

__ADS_1


__ADS_2