Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Kembar


__ADS_3

Malam harinya


Acara 4 bulanan di rumahnya Darren berjalan dengan lancar,tinggal keluarga saja yang berada di sana.


Varo dan Zanna dan juga Ayah Nando serta Bunda Marissa masih berada di rumah Darren.


"Al."Ucap Zanna.


"Iya?"


"Gue mau donat,beliin."Ucap Zanna.


"Udah malam Na mau cari dimana?"


"Dimana aja,lo cari di planet juga boleh.Beliin kenapa!!"Ucap Zanna kesal.


"Udah sana Al lo beliin,lo mau nanti anak lo ileran."Ucap Darren mengejek.


"Enak aja lo."Ucap Varo.


"Tapi beli dimana,ini udah malam Bun?"Ucap Varo.


"Udah gue bilang tadi,beli dimana aja sekalipun di planet Pluto juga gak papa."Sahut Zanna.


"Iya Na gue beliin,lo jangan marah-marah ya."Ucap Varo sungguh tak habis pikir kenapa sih Zanna itu suka marah-marah.


"Gue gak pernah ya marah-marah,lo jangan ada-ada!!!"Ucap Zanna marah.


"Lha ini lo marah Na,astaga."


"Gue gak marah,gue cuma meninggikan suara gue supaya lo denger!!!"Ucap Zanna.


"Telinga gue masih normal Na astaga,yang ada kalau lo marah-marah bikin telinga gue gak normal."Ucap Varo.


"Gue pusing Ren lihat Zanna marah-marah,gue pergi dulu."Gumam Keisha dan langsung melangkah pergi ke dapur dan memuntahkan isi perutnya.


Darren pun menyusul Keisha.


"Udah sih Al lo gak ngalah banget,sana pergi beliin donat."Ucap Bunda Marissa yang juga sudah mulai pusing melihat Zanna dan Varo.


"Iya Bun."


"Jangan lama-lama."Ucap Zanna.


"Iya sayanggg."Ucap Varo kesal dan melangkah pergi,Varo pun pergi membeli donat dengan mengendarai motornya.


"Varo ngeselin banget kan Bun?"Ucap Zanna menatap Bunda Marissa.


Bunda Marissa,Ayah Nando dan kedua orang tua Darren saling berpandangan.


"Iya,Varo itu memang ngeselin."Ucap Bunda Marissa tersenyum,Zanna pun balas tersenyum.


Tak lama kemudian terlihat Keisha dan Darren berjalan menuju anak tangga.


"Mau kemana Darren?"Ucap Mama Renita.


"Ini Ma Keisha."Ucap Darren.


"Yasudah sana kamu ajak istirahat di kamar."


"Iya ma."


Akhirnya Darren dan Keisha pun pergi ke kamar.


"Zanna enggak pernah muntah-muntah ya?"Tanya Mama Renita menatap Zanna,Zanna menggeleng.


"Wahhh kalau Keisha muntah-muntah dia,apalagi saat pagi."Ucap Mama Renita.


"Kenapa bisa begitu?"Tanya Zanna.


"Itu memang sudah hal biasa Na terjadi kepada ibu hamil."Sahut Bunda Marissa.


"Oohh gitu."


Tak berselang lama Varo pun sudah kembali dengan membawa pesanan Zanna.


Varo membeli berbagai macam donat,ada donat kentang gula,ada donat keju,donat strawberry dan masih banyak lagi.

__ADS_1


"Ini Na donat pesenan lo,makan."Ucap Varo.


Zanna pun mengambil donat keju dan mulai memakannya,tapi saat dia mengingat tentang pembicaraan soal Keisha yang muntah-muntah Zanna bergidik dan menaruh kembali donat itu di tempatnya.


"Kenapa gak dimakan?"Tanya Varo.


"Enggak mau gue,ini lo aja yang makan."Ucap Zanna.


"Na please makan ya,gue udah susah-susah beliin ini donat."Ucap Varo.


"Enggak mau gue,nanti kalau gue muntah gimana?"Ucap Zanna.


"Itu makan Al supaya kerja keras kamu enggak sia-sia."Ucap Ayah Nando mengejek.


Kesel banget gue sama Zanna,untung cinta'Batin Varo'


"Lo marah sama gue?!"Ucap Zanna.


"Enggak Na enggak,siapa yang marah sama lo."Ucap Varo.


"Yaudah ayo kita pulang,gue mau tidur."Ajak Zanna.


Akhirnya merekapun pulang.


Sesampainya di dalam kamar Varo langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang,sementara Zanna pergi ke kamar mandi.


Tak berselang lama Zanna sudah kembali dan merebahkan tubuhnya di samping Varo dengan membawa bonekanya.


"Aduhhh apa sih ini."Gumam Varo saat ada sesuatu yang mengenai wajahnya.


Varo membuka kedua matanya,terlihat tangan boneka beruang Zanna mengenai wajahnya.


"Na astaga,ngapain lo bawa boneka ini ke sini sih."Ucap Varo sungguh merasa sangat-sangat kesal kepada Zanna.


"Ya gue mau tidur sama dia,ya gue bawa ke sini."Jawab Zanna santai.


"Yaudah deh terserah lo,gue capek."Ucap Varo dan memutuskan untuk tidur.


Keesokan harinya


"Al,gue gak sabar banget pengen lihat calon anak kita."Ucap Zanna bahagia sambil mengelus-elus perutnya yang sedikit membuncit.


"Iya gue juga,yaudah ayo kita sarapan setelah itu pergi ke rumah sakit."Ucap Varo tersenyum.


Akhirnya merekapun pergi sarapan bersama dengan yang lain.


"Hari ini Varo mau antar Zanna pergi USG."Ucap Varo saat mereka semua sudah selesai makan.


"Iya,semoga semua sehat ya."Ucap Bunda Marissa.


"Iya Bun."


"Mau bareng sama Ayah,kamu mau periksa di rumah sakit mana?"Ucap Ayah Nando.


"Di rumah sakit Ayah lah."Jawab Varo.


"Kamu sendiri punya rumah sakit tapi perginya ke rumah sakit Ayah."Ucap Bunda Marissa.


"Hehehe Varo lebih suka aja ke rumah sakit Ayah."Ucap Varo cengengesan.


Bunda Marissa hanya menghela nafas panjang.


Ayah Nando pun pergi ke rumah sakit.


Sementara Varo dan Zanna pergi ke rumah sakit dengan mengendarai mobil.


Tak berselang lama merekapun sudah sampai di rumah sakit Bintang Harapan.


Zanna pun langsung melakukan USG,dengan ditemani Varo di sampingnya.


"Selamat ya pak,istrinya hamil anak kembar."Ucap dokter yang memeriksa Zanna.


Zanna dan Varo pun tersenyum saling memandang.


"Tapi Al,gue gak ada gen kembar di keluarga gue.Kenapa bisa gue hamil anak kembar?"Ucap Zanna.


"Bunda itu punya kembaran,cuma udah meninggal."Jawab Varo.

__ADS_1


Zanna pun manggut-manggut.


Setelah semuanya selesai Varo dan Zanna pun pergi dari rumah sakit.


Tapi saat mereka baru saja keluar dari pintu rumah sakit Zanna tak sengaja melihat ada penjual cilok di seberang jalan..


"Al."Panggil Zanna pelan.


"Iya?"


"Gue mau itu."Ucap Zanna menunjuk pedagang cilok yang sedang dikerumuni oleh anak-anak yang beli.


"Jangan Na,yang lain aja ya."


"Enggak mau,gue mau itu.Al beliin."Ucap Zanna.


"Yaudah iya,tapi cilok nya aja ya enggak sama bumbunya."Ucap Varo.


"Apaan itu,yaudah gue gak mau!!!"Ucap Zanna dan bersedekap.


Uhukk


Uhukk


Terlihat ada seorang nenek-nenek yang sedang batuk di bantu berjalan oleh seorang perempuan masuk ke dalam rumah sakit.


Zanna yang melihat itu pun merasa sangat mual,Zanna pun menutup mulutnya.


"Kenapa Na?"Tanya Varo.


"Toilet."Jawab Zanna pelan.


Varo pun segera membawa Zanna pergi ke toilet dan kembali masuk ke rumah sakit.


Sesampainya di toilet Zanna langsung muntah di wastafel,Zanna masih terngiang-ngiang nenek-nenek tadi yang batuk.


"Hiks Al,gue geli banget lihat nenek yang tadi."Ucap Zanna yang malah menangis.


"Udah gak ada neneknya,lo jangan nangis."Ucap Varo dan memeluk Zanna.


"Gue mau pulang,kepala gue pusing."Ucap Zanna.


"Iya,ayo kita pulang."


Akhirnya merekapun pulang,di perjalanan ternyata Zanna tidur.


"Untung juga ada nenek-nenek tadi,jadinya Zanna gak jadi beli cilok."Gumam Varo.


Tak berselang lama merekapun sudah sampai di rumah,Varo menggendong Zanna yang tidur dan melangkah masuk ke dalam kamar.


"Itu kenapa Al Zanna?"Tanya Bunda Marissa khawatir saat berpapasan dengan Varo di ruang tamu.


"Gak kenapa-kenapa Bun,cuma tadi Zanna katanya kepalanya pusing jadi dia tidur."


"Oohh gitu,yasudah cepat kamu bawa Zanna pergi ke kamar."


"Iya Bun."


Varo pun melangkah pergi ke dalam kamar,sesampainya di dalam kamar Varo membanringkan Zanna di atas ranjang dengan perlahan.


Varo pun melangkah masuk ke dalam kamar mandi.


Tak berselang lama Varo pun sudah keluar dari kamar mandi,dilihatnya Zanna sedang duduk bersandar di atas ranjang dengan mengucel-ucel boneka beruang nya.


"Udah bangun Na?"Tanya Varo.





**Terima kasih yang sudah mampir dan mendukung karya saya sampai sejauh ini,pastinya karya saya ini masih banyak sekali kekurangannya.


Saya minta maaf kalau ada yang tidak berkenan di hati para readers mengenai cerita pertama saya ini,maaf jika dari segi bahasa kurang suka ataupun saat menulis ada typo.


Jangan lupa like,komen,vote dan hadiahnya ya,semoga kita selalu diberikan kesehatan☺️❤️**

__ADS_1


__ADS_2