
"Sudah sudah,lebih kamu sekarang pergi ke kamar dan mandi."Ucap P.Subroto dan menatap Zanna.
Zanna mengangguk dan berdiri dari duduknya,Zanna pun melangkah pergi ke dalam kamarnya dan mandi.
"Pa,papa setuju kan kalau Zanna itu nikah sama Dimas?"Tanya Mama Nia.
"Papa sih setuju setuju saja Zanna mau nikah sama siapa,yang terpenting laki-laki itu baik dan menjaga Zanna dengan baik.Tapi papa juga enggak mau maksa Zanna untuk nikah dengan Dimas,biar Zanna sendiri yang memilih dia mau menikah sama siapa."Jawab P.Subroto bijak.
Mama Nia hanya menghela nafas.
Malam harinya
Setelah makan siang Zanna sedang merebahkan tubuhnya di atas rajang dan menatap langit-langit kamar.
"Al,kapan sih perasaan gue ini terbalas.Lo lihat itu Mama gue nyuruh gue nikah mulu,gue gak mau nikah kalau bukan sama lo.Dan gue juga kepikiran sama Laila,sepertinya dia suka sama lo Al."Gumam Zanna.
Tiba-tiba saja handphone Zanna yang ada di sampingnya berdering,Zanna mengambilnya dan melihat siapa yang telfon.
Nomor tidak dikenal,dengan ragu Zanna pun mengangkat telfon itu.
"Hallo,siapa ya?"Sapa Zanna.
"Na ini gue Keisha,masak lupa sih."Ucap orang si seberang sana yang ternyata adalah Keisha.
"Oh lo ternyata,gue kira siapa.Soalnya nomor lo gak gue simpen."Ucap Zanna.
"Iya Na,gue ganti nomor.Lo simpen nomor gue ini ya,gue juga bakalan simpen nomor lo kok."Ucap Keisha.
"Iya,btw sekarang lo ada dimana?"
"Gue ada di kota kelahiran kita Na,lo sendiri ada dimana?"Tanya balik Keisha.
"Sama,gue juga ada di kota kelahiran kita."
"Wahh kebetulan,kapan-kapan kita pergi keluar bersama yuk.Makan siang atau pergi nonton bioskop."
"Iya baiklah,kita lihat saja nanti.Jika tidak sibuk kita bisa pergi."Ucap Zanna yang tak ingin pergi dengan Keisha.
Mengingat Keisha Zanna juga malah ingat masa-masa SMA mereka,dimana Zanna sangat benci dengan masa-masa itu karena Zanna selalu merasa cemburu dan sakit hati melihat kebersamaan Keisha dan Varo.
Tapi syukurlah mereka sekarang sudah tidak punya hubungan apa-apa,tapi walaupun begitu Zanna sepertinya masih tidak suka jika Keisha bertemu dengan Varo lagi atupun malah mengobrol.
"Yaudah ya Na kalau gitu gue tutup dulu telfonnya,kapan-kapan gue hubungi lagi."
"Iya Sha."
Tut
Panggilan pun terputus,Zanna menghela nafas panjang dan menaruh kembali handphonenya di sampingnya.
•
__ADS_1
•
•
Keisha yang sudah menghubungi Zanna untuk memberi tahu nomor telfon nya yang baru pun memutuskan untuk menghubungi Varo juga.
Keisha mencari kontak Varo,setelah ketemu Keisha hendak memencet tombol panggil.
Tapi belum juga Keisha memencet tombol itu terdengar pintu kamar Keisha diketuk,Keisha menaruh handphonenya di atas nakas dan berjalan membuka pintu.
Pintu terbuka,terlihat Mama Rita berdiri di sana.
"Ada apa ma?"Tanya Keisha.
"Itu di depan ada orang yang katanya anterin mobil kamu yang bannya bocor tadi."Jawab Mama Nia.
"Iya ma,yaudah kalau gitu Keisha temuin orang itu dulu ya."Ucap Keisha dan melangkah pergi ke halaman depan rumahnya.
Sesampainya di halaman Keisha melihat 2 orang pria paruh baya yang sepertinya seorang montir,karena terlihat dari kaos yang dikenakan 2 pria paruh baya itu.
"Orang suruhan Darren ya?"Tanya Keisha saat sudah berdiri di depan kedua pria paruh baya itu.
"Iya mbak,ini kunci mobilnya.Bannya sudah kami perbaiki."Ucap salah satu Bapak itu dan memberikan kunci mobil Keisha,Keisha pun menerimanya.
"Terima kasih banyak ya pak,kalau gitu ayo masuk dulu kedalam rumah saya buatkan teh."Ucap Keisha.
"Oh enggak usah mbak,kami harus segera kembali lagi ke bengkel karena masih ada pekerjaan."
"Baiklah,kalau gitu tunggu bentar ya pak saya ambil uang dulu untuk bayar perbaikan ban mobil saya."Ucap Keisha.
"Oohh gitu ya pak."Ucap Keisha.
"Iya mbak,yasudah kalau begitu kami pergi dulu ya."
"Iya pak,hati-hati di jalan."Ucap Keisha tersenyum.
Kedua bapak-bapak itu pun pergi dari rumah Keisha dengan mengendarai motor matic.
Keisha melangkah masuk kedalam rumah dan menuju kamarnya.
Sesampainya di dalam kamar Keisha menaruh kunci mobil di atas nakas lalu mengambil handphonenya,Keisha duduk di tepi ranjang dan mencari kontak Darren.
Setelah ketemu Keisha pun langsung menelfon nya,dering pertama langsung diangkat oleh Darren.
"Iya hallo Sha ada apa?"Sapa Darren di seberang sana.
"Gak ada apa-apa,gue cuma mau bilang kalau mobil gue udah diantar ke rumah ini tadi barusan."
"Oohh gitu,udah gue bayar kok ongkos perbaikan ban mobil lo."
"Iya,thanks ya."Ucap Keisha.
__ADS_1
"Iya sama-sama,tapi ini gak gratis.Lo harus lakuin sesuatu buat gue."Ucap Darren.
"Lakuin apa?"Tanya Keisha penasaran.
"Besok kita makan siang bareng,nanti gue kirim alamatnya di restoran mana kita makan.Lo setuju apa enggak sama restoran yang gue pilih,besok gue jemput lo di kantor lo."Jawab Darren.
"Boleh gue ajak Zanna?"
"Lain kali aja deh ajak Zanna,besok khusus kita berdua."Ucap Darren.
"Baiklah kalau gitu,yaudah gue tutup dulu ya telfon nya gue mau tidur."
"Iya Sha."
Tut
Panggilan pun terputus.
Keisha menaruh handphonenya di atas nakas lalu pergi tidur.
Keesokan harinya
Laila sedang sarapan sendiri di rumah.
Laila memang tinggal sendiri di rumah,dia hanya akan mendatangkan tukang bersih-bersih 1 minggu sekali.
"Gue akan mulai mendekati Alvaro hari ini,nanti siang gue akan datang ke rumah sakit Kasih Bunda dan membawakan Alvaro makan siang."Gumam Laila saat sudah selesai makan.
Laila pun bersiap-siap untuk segera pergi ke apotik.
Sementara itu
Zanna baru saja keluar dari dalam mobil dan masuk ke dalam kampus untuk menuju ruangan dosen,tapi tiba-tiba saja Dimas ada di sampingnya dan mereka sekarang berjalan beriringan.
"Dimas,lo kayak hantu tahu nggak tiba-tiba datang."Ucap Zanna menoleh kearah Dimas dengan kesal.
Dimas hanya menoleh kearah Zanna dan tersenyum lalu menatap lurus ke depan.
Zanna hanya menghela nafas panjang dan menatap lurus ke depan.
"Selamat pagi pak,Bu."Sapa salah satu mahasiswa yang Zanna dan Dimas lewati.
"Pagi."Ucap Zanna dan Dimas kompak.
Zanna dan Dimas pun saling berpandangan dan menghentikan langkah mereka.
"Cie cie,saling pandang nih ye.Udah sih pak,Bu nikah aja kalian cocok banget kok."Ucap mahasiswa yang menyapa Zanna dan Dimas.
Zanna dan Dimas pun mengalihkan pandangan mereka.
"Iya pak,Bu.Tapi kalau nikah jangan lupa kasih kami semua undangan dan bingkisan."Timpal mahasiswa yang lainnya.
__ADS_1
"Do'a kan saja yang terbaik."Ucap Dimas.
Zanna yang merasa kesal dan malas pun berjalan menuju ruangan dosen dan meninggalkan Dimas.