Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Tamparan


__ADS_3

Perlahan Varo membuka pintu kamar mandi dan berjalan keluar menuju ranjang,sesampainya di ranjang Varo melihat Zanna yang sedang tidur dengan nyenyak.


"Zanna tidur,astaga.Mana pikiran gue udah melayang kemana-mana lagi."Gumam Varo.


Varo pun mematikan lampu dan memutuskan untuk tidur.


Saat tengah malam


Plaakkk


"Aduhhh."Gumam Varo pelan sambil memegangi pipi kirinya yang terasa panas.


Dengan malas Varo membuka matanya yang terasa sangat berat dan menoleh kearah Zanna yang tidur di sebelah kiri,ternyata tangan Zanna yang sudah menampar Varo.


Varo juga melihat tidur Zanna yang sangat berantakan,Zanna sudah tidak memakai selimut,kaki kanannya menumpang ke kaki Varo,guling nya sudah tidak ada dan sepertinya jatuh,dan belum lagi baju tidur yang digunakan Zanna sedikit tersingkap ke atas,jangan lupakan tangan kanan Zanna yang sudah menampar Varo.


"Aduhhh Na,lo tidur apa ngapain sih."Gumam Varo.


Varo pun menyingkirkan kaki Zanna dan tangannya lalu tidur membelakangi Zanna.


Keesokan paginya


Zanna bangun dari tidurnya.


"Nyenyak banget tidur gue."Gumam Zanna.


"Nyenyak banget ya tidurnya."Sahut Varo yang sedang berdiri di samping ranjang.


"Hem iya."Ucap Zanna dan duduk.


Nyenyak,nyenyak.Lo kemarin malam habis nampar gue'Batin Varo kesal'


"Yaudah mendingan sekarang lo mandi setelah itu kita sarapan."Ucap Varo.


Zanna mengangguk dan segera pergi ke kamar mandi.


"Buset si Zanna,ngeri banget tidurnya."Gumam Varo bergidik.


Tak berselang lama Zanna pun sudah selesai mandi,akhirnya merekapun keluar dari kamar dan bergabung bersama dengan Darren dan Keisha untuk sarapan.


"Kita pergi yuk liburan."Ucap Darren excited saat mereka semua sudah selesai sarapan.


"Kemana?"Tanya Varo dan menoleh kearah Darren yang duduk di sampingnya.


"Kemana aja,terserah."


"Gimana kalau ke Eropa."Ucap Zanna asal.


"Wahhh boleh itu,gue juga setuju.Nanti jangan lupa kita belanja yang banyak terus foto-foto."Sahut Keisha bahagia dan menoleh kearah Zanna yang duduk di sampingnya.


"Harus dong,pokoknya nanti di sana kita harus bla bla bla."Ucap Zanna panjang lebar,Keisha pun juga setuju dan bicara panjang lebar.


Darren dan Varo hanya bisa saling pandang dalam diam.


Mama Nia dan P.Subroto memutuskan untuk pulang kemarin dan tidak menginap di hotel begitupun Bunda Marissa dan Ayah Nando yang memutuskan untuk pulang.


"Btw,kemarin malam lo berapa ronde.Kalau gue sih udah gak bisa dihitung."Bisik Darren di telinga Varo.


"Apaan,orang Zanna udah tidur duluan.Mana kalau tidur gak karu-karuan lagi,gue juga sempat ditampar sama Zanna waktu Zanna tidur."Ucap Varo balas berbisik.

__ADS_1


"Ngeri banget,untung lo cuma ditampar enggak dicakar."Ucap Darren.


"Siapa yang ditampar?"Tanya Zanna saat mendengar ucapan Darren.


Darren dan Varo pun menatap Zanna.


"Varo,kemarin lo nampar dia gitu."Jawab Darren santai.


"Apa,gue nampar Varo.Gak ada ya gue tampar!!"Ucap Zanna tak terima,karena dia benar-benar merasa tidak menampar Varo.


"Apaan,ada lo nampar Varo kemarin malam waktu lo tidur."Ucap Darren masih ngeyel.


Varo pun menginjak kaki Darren,Darren meringis dan menoleh kearah Varo.


"Lo apa-apaan sih,masih pagi udah cari ribut."Ucap Varo pelan.


"Gue gak ada ya nampar Varo,lo jangan nuduh gue sembarangan dong.Sha lihat Darren,masak dia nuduh gue!!!"Ucap Zanna marah.


"Gue gak nampar lo kan Al?!"Tanya Zanna nyolot dan menatap Varo.


"Enggak,lo enggak nampar gue sama sekali kok."Jawab Varo tersenyum menatap Zanna.


"Tuh denger,telinga lo bisa denger gak?!"Ucap Zanna menatap Darren.


"Iya astaga,lo jangan marah-marah dong Na.Masih pagi juga."Ucap Darren.


"Habisnya lo nuduh gue sembarangan."


"Udah udah jangan bertengkar,lebih baik kita bahas rencana liburan kita ke Eropa."Ucap Keisha menengahi.


"Gak bisa sekarang-sekarang ya,soalnya gue belum mengatur jadwal gue.Nanti takutnya pas kita pergi gue dibutuhkan lagi di rumah sakit,gue atur dulu ya jadwal gue."Ucap Varo.


Akhirnya merekapun memutuskan untuk pulang.


Varo pun fokus mengemudikan mobilnya pulang ke rumah.


"Kayaknya ini bukan jalan ke rumah gue deh Al."Ucap Zanna dan menoleh kearah Varo.


"Ini kita pergi ke rumah gue,lo sekarang tinggal di rumah gue."


"Laila kemana ya kemarin kok dia gak datang,kita ke rumahnya yuk."Ucap Zanna.


"Gue gak mau,malas gue."Ucap Varo.


"Yaudah,kalau gitu gue akan pergi sendiri."Ucap Zanna kesal.


"Yaudah iya-iya,ini kita pergi ke rumah Laila.Tunjukin jalannya."Ucap Varo akhirnya.


Walaupun Varo sebenarnya sangat malas tapi Varo tidak akan membiarkan Zanna pergi ke rumah Laila sendirian,takutnya Laila akan mencelakai Zanna lagi.


"Makasih Al,baik banget lo.Nanti di depan sana lo putar balik ya."Ucap Zanna.


"Iya."


Awas lo Na nanti malam,lo udah buat gue kesel pagi ini'Batin Varo'


Akhirnya Varo pun mengemudikan mobilnya menuju rumah Laila.


Sementara itu

__ADS_1


Ikbal dan kedua orang tuanya sudah selesai sarapan.


Setelah itu mereka pun pamit pergi ke restoran.


"Pa."Ucap Ikbal saat mereka sudah sampai di teras depan rumah sambil celingak-celinguk melihat ke dalam rumah,kalau-kalau mamanya mengikutinya dan mengantar kepergiannya sampai ke teras.


"Ada apa?"Tanya pak Irfan.


"Kalau misalkan Ikbal buat kesalahan papa mau maafin Ikbal nggak?"Ucap Ikbal pelan dan menatap pak Irfan.


"Tergantung kesalahan kamu apa,memangnya kamu sudah melakukan kesalahan apa?"


"Emmm menghamili anak orang."Jawab Ikbal gamblang.


"Apa,kamu jangan bercanda Ikbal.Kamu tahu kan apa yang kamu katakan itu."Ucap pak Irfan.


"Ikbal enggak bercanda pa,Ikbal serius."


Ikbal pun mulai menceritakan kejadian yang beberapa tahun lalu tentang dirinya yang mabuk dan pak Irfan yang melihat Ikbal keluar dari dalam kamar hotel Sasya,pak Irfan pun mendengarkannya dengan seksama.


"Maka dari itu Ikbal,papa sudah memperingatkan kamu berkali-kali jangan pernah minum minuman keras.Ini yang papa takutkan."Ucap pak Irfan saat Ikbal sudah selesai bercerita.


"Iya pa Ikbal minta maaf,tapi sekarang Ikbal mohon papa bantuin Ikbal ya."Ucap Ikbal memohon.


"Bantuin apa?"


"Papa cari tahu anak kecil yang bersama dengan kak Sasya itu anak Ikbal apa bukan."


"Memangnya apa yang membuat kamu yakin jika anak itu adalah anak kamu?"


"Karena mukanya itu benar-benar mirip banget pa sama Ikbal yang sangat tampan dan imut ini,Ikbal juga gak tahu kak Sasya udah nikah apa belum."Ucap Ikbal.


"Baiklah papa akan bantuin kamu,kamu ya Ikbal buat ulah.Kasihan kan Sasya harus menderita gara-gara kamu."


"Iya pa Ikbal minta maaf."Ucap Ikbal.





Mobil yang dikendarai Varo pun berhenti di depan rumah Laila.


Varo dan Zanna keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah Laila yang memang pintunya setengah terbuka.


"Laila!!"Panggil Zanna.


"Iya."Ucap Bi Narsih yang datang dari arah dapur.


"Eh ada non Zanna."Ucap Bi Narsih.


"Laila ada gak bi?"Tanya Zanna.


"Emmm non Laila,dia lagi.....pergi liburan sama karyawannya.Iya,pergi liburan."Ucap Bi Narsih berbohong.


Padahal Laila kemarin malam di bawa ke rumah sakit jiwa oleh beberapa warga,karena Laila sempat melukai salah satu warga dengan pisau saat pisau yang ada di tangan Laila diambil.


Dan beberapa warga juga berpendapat bahwa Laila ini sepertinya sudah tidak waras,dan akhirnya beberapa warga pun memutuskan untuk membawa Laila pergi ke rumah sakit jiwa.

__ADS_1


__ADS_2