
"Iya ma,dan itu gambaran papa waktu muda dulu.Tampan kan ma."Jawab P.Subroto bercanda.
Mama Nia hanya menghela nafas.
Pasti Varo,karena kan terakhir kali gue sama dia.Oh iya Varo,apa dia udah pulang ya ke rumahnya dan gimana keadaannya'Batin Zanna'
Malam harinya
Varo baru saja selesai makan malam.
"Ini makanan dari Darren gak kamu makan Al?"Tanya Bunda Marissa memegang kantung kresek berisi makanan dari Keisha yang ada di atas nakas.
"Varo udah kenyang Bun,itu buang aja gak papa."Jawab Varo menoleh sekilas.
"Sayang banget kalau dibuang Al,lain kali Bunda akan bilang sama Darren supaya gak usah bawain kamu makanan lagi."Ucap Bunda Marissa mengambil makanan itu dan membuangnya di tempat sampah.
"Bunda gak pulang?"Tanya Varo.
"Kamu ngusir Bunda?"Tanya balik Bunda Marissa dan duduk di sofa.
"Yaaa bukan gitu Bun,nanti kasihan Ayah gak ada yang urus."Jawab Varo menatap Bunda Marissa.
"Udah biarin aja itu Ayah kamu."Ucap Bunda Marissa cuek.
"Kamu suka ya sama Sasya?"Tanya Bunda Marissa tiba-tiba.
"Hah,enggak Bun.Bunda ngomong apa sih."Jawab Varo sedikit panik.
"Ya ngomong kenyataan Al,dari tatapan mata kalian itu Bunda udah tahu kalau diantara kalian ada cinta."
"Terserah Bunda aja deh mau ngomong apa."Ucap Varo malas dan menatap ke arah lain.
"Kalau gitu kamu tenang aja,Bunda akan jodohin kalian di masa depan.Kamu mau kan Al?"Tanya Bunda Marissa.
Iya Bun Varo mau,Varo emang cinta sama Sasya'Batin Varo'
"Varo aja belum lulus sekolah,udah ngomongin perjodohan."Jawab Varo.
•
•
•
Keisha sedang berdiri di depan jendela kamarnya,dia sedang bingung dengan pikirannya sendiri.
Apalagi jika memikirkan kata-kata Ikbal tadi soal apakah Keisha merasa jika Varo mencintainya atau tidak,Keisha juga bingung sendiri memikirkan hal itu.
__ADS_1
Keisha juga tidak tahu apakah Varo mencintainya atau tidak,jika Varo tidak mencintainya ngapain dulu Varo nembak Keisha.
Keisha berfikir jika ada orang berpacaran itu artinya saling cinta,dan Keisha juga berfikir kalau Sasya adalah penyebab pertengkaran nya sama Varo selama ini.
"Kok gue jadi ragu ya setelah mendengar kata-kata Ikbal,masak iya selama ini Varo gak cinta sama gue.Gue tadi niat minta maaf sama Varo tapi kok malah gini jadinya,semua gara-gara Sasya."Gumam Keisha geram.
•
•
•
"Mama sama papa pulang dulu sebentar ya Na."Ucap Mama Nia saat Zanna sudah selesai makan malam.
"Iya ma,Mama sama papa hati-hati dijalan.Sekalian aja makan malam di rumah."Ucap Zanna menaruh piring bekas makannya di atas nakas.
"Iya,oh iya ini tas sama seragam kamu sekalian Mama bawa pulang ya."Ucap Mama Nia mengambil tas Zanna.
"Bentar ma,Zanna mau ambil handphone Zanna dulu di dalam tas."Ucap Zanna mengambil tas dari tangan mamanya.
Zanna mulai membuka-buka tasnya dan mencari handphonenya,terlihat buku-buku Zanna pun basah karena terkena air hujan semalaman.
Zanna menemukan handphonenya dalam keadaan mati,Zanna pun mencoba untuk menghidupkannya tapi tidak nyala.
"Kenapa gak bisa nyala sih."Gumam Zanna sedikit emosi sambil terus berusaha menyalakan handphonenya.
Zanna menghentikan kegiatannya dan menatap papanya.
"Masak kehabisan baterai sih pa?"
"Ya terus kalau gak kehabisan baterai kehabisan apa,kehabisan oksigen?"Tanya balik P.Subroto.
"Papa ini ada-ada aja."Sahut Mama Nia mengerutkan keningnya menatap suaminya.
P.Subroto menoleh ke arah istrinya dan nyengir.
"Zanna takut kalau handphone Zanna ini rusak."Ucap Zanna menatap handphone yang dibawanya.
"Emangnya handphone kamu kenapa,habis jatuh?"Tanya mama Nia.
"Enggak ma,cuma semalaman itu handphone Zanna terkena air hujan.Zanna takut aja kalau handphone Zanna rusak."Jawab Zanna.
"Kalau rusak nanti papa beliin lagi."Ucap P.Subroto.
"Beneran,makasih pa.Oh iya Zanna belum cerita ya kenapa kemarin Zanna gak pulang?"
"Temen kamu yang tampan itu sudah cerita kok sama papa sama Mama."Sahut Mama Nia.
__ADS_1
"Oohh yaudah kalau gitu."Ucap Zanna manggut-manggut.
"Peristiwa terkunci di dalam gudang itu bisa kamu ambil pelajarannya,kamu harus lebih disiplin dan tertib,kamu gak boleh begadang,kamu juga harus membiasakan bangun pagi walaupun hari libur."Ucap Mama Nia menasehati Zanna.
"Iya ma.",Ucap Zanna menatap Mama Nia.
"Yaudah ayo kita pulang sekarang ma,keburu malam nanti."Ucap P.Subroto.
"Iya pa,kami pulang dulu sebentar ya Na."
"Iya ma,Mama sama papa hati-hati di jalan."Ucap Zanna menaruh handphonenya di dalam tas dan memberikan tas itu pada Mama Nia.
Mama Nia pun menerimanya,Mama Nia memasukkan seragam Zanna ke dalam paper bag yang dibawa Darren tadi.
"Mama sama papa pulang dulu sebentar ya."Ucap Mama Nia sudah siap untuk pulang dengan tangan kanan menyangklet tas hitam berwarna hitam yang dibawanya,dan tangan kiri membawa tas Zanna sama paper bag berisi seragamnya Zanna.
"Iya ma."Ucap Zanna.
Mama Nia dan P.Subroto melangkah pergi keluar ruang rawat Zanna.
Zanna pun merebahkan tubuhnya dan memejamkan kedua matanya,saat Zanna akan terlelap tiba-tiba ada yang memanggil namanya.
Perlahan Zanna pun membuka kedua matanya,dia sudah tidak berada di rumah sakit lagi tapi di sebuah kamar yang sangat mewah dan luas.
Zanna juga mengenakan baju tidur bukan baju pasien lagi.
"Zanna."Panggil sebuah suara.
Zanna pun menoleh ke samping kanan,terlihat Varo sedang duduk di sebuah kursi memandanginya sambil tersenyum.
"Varo?"Ucap Zanna tak percaya.
Zanna pun bangun dari tidurnya dan duduk menatap Varo lekat.
"Lo Varo kan?"Tanya Zanna.
"Iyalah,siapa lagi kalau bukan gue?"Tanya balik Varo menatap Zanna.
"Lo ngapain ada disini,dan ini dimana?"Tanya Zanna bingung.
"Bentar lagi lo bakalan tahu,yuk ikut gue."Ucap Varo berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangan kanannya.
Zanna menerima uluran tangan Varo dengan bingung,Zanna turun dari tempat tidur dan berjalan mengikuti Varo keluar dari kamar itu.
Ceklek
Setelah keluar dari kamar Varo pun berjalan menyusuri sebuah lorong yang terang dan dipenuhi dengan hiasan lampu sambil menggenggam erat tangan Zanna.
__ADS_1
Zanna mengikuti setiap langkah kaki Varo dengan perasaan bingung,sampailah mereka pada sebuah ruangan seperti aula yang sangat luas dan dipenuhi banyak sekali orang dan lampu yang sangat terang.