
"Thanks Al,lo baik banget sih."Ucap Zanna bahagia.
"Iya sama-sama,tapi gak bisa cepat ya gue pulangnya.Pokoknya nanti gue kabarin kalau mau pulang."Ucap Varo.
Zanna mengangguk dan tersenyum.
"Yaudah kalau gitu gue kuliah dulu ya."Ucap Varo.
"Iya Al,semangat kuliahnya."Ucap Zanna.
Varo mengangguk dan mematikan sambungan video call mereka.
"Al,pokoknya lo harus jadi milik gue.Gue gak rela kalau lo dimiliki perempuan lain,gue akan pepet terus lo supaya lo jatuh cinta sama gue."Ucap Zanna mantap.
Sementara itu
Rianti,Riko,Rina dan Raka sudah selesai makan malam dan sekarang mereka sedang duduk di sofa ruang tamu dengan suasana hening,tak ada yang memulai pembicaraan.
"Rianti,ikut saya sebentar."Ucap Raka berdiri dari duduknya dan melangkah pergi ke teras depan,diikuti Rianti.
Riko dan Rina hanya diam dan saling berpandangan.
Rianti sudah sampai di teras dan berdiri di belakang Raka.
"Iya pa ada apa?"Ucap Rianti pelan dan ragu.
"Sudah berapa lama kamu menikah dengan Riko?"Tanya Raka tanpa menoleh kearah Rianti ataupun membalikkan badannya.
"Mungkin sudah 2 tahun an pa."Jawab Rianti pelan.
"Dan selama 2 tahun itu juga kamu enggak berhasil membuat Riko mau bekerja dan mengelola perusahaan,itu artinya kamu enggak becus jadi istri."Ucap Raka sinis.
"Maaf pa,maafin Rianti.Nanti Rianti bakalan coba lagi menyuruh Riko untuk-."
"Enggak usah enggak perlu,kamu bercerai saja sama Rik-."
"Enggak,Riko nggak mau cerai dari Rianti."Ucap Riko tiba-tiba yang sudah berdiri di ambang pintu bersama dengan Rina.
Raka dan Rianti pun membalikkan badannya dan menatap Riko.
"Riko bakalan lakuin apapun yang papa minta kecuali bercerai sama Rianti."Ucap Riko dan menatap Rianti.
"Baiklah,besok papa tunggu kamu di perusahaan."Ucap Raka.
"Oke,setelah sarapan Riko akan pergi ke perusahaan dan bakal lakuin apapun yang papa minta."Ucap Riko mantap.
"Oke,papa tunggu kamu di perusahaan.Papa harap kamu enggak bohong."Ucap Raka.
"Ayo Rianti kita pulang."Ucap Riko memegang pergelangan tangan Rianti dan melangkah pergi dari sana.
__ADS_1
"Tapi,kita belum pamitan."Ucap Rianti.
"Udah ayo naik gak usah pamitan,mereka juga tahu kalau kita pergi."Ucap Riko saat mereka sudah berdiri di samping motor Riko.
Riko melepaskan tangan Rianti dan naik ke atas motor,Rianti menoleh kearah Rina sekilas lalu naik ke atas motor.
Riko pun segera melajukan motornya pulang.
Di perjalanan
Rianti memeluk Riko dan menyandarkan kepalanya di punggung Riko.
"Riko kenapa sih lo gak ceraiin gue aja,gue juga udah capek hidup sama lo."Ucap Rianti.
"Ya karena gue gak mau aja cerai sama lo."Jawab Riko.
Rianti lo ngerti nggak sih,kalau gue itu udah mulai suka dan nyaman banget sama lo.'Batin Riko'
Keesokan harinya
Riko dan Rianti sedang sarapan bersama dalam hening.
"Gue mau pergi ke perusahaan papa sekarang."Ucap Riko saat mereka sudah selesai makan.
"Iya."Ucap Rianti singkat dan menatap Riko.
"Idiihh,pelukan sana sama motor lo gue gak mau."Ucap Rianti.
"Gak mau gak mau,kemarin lo juga peluk gue."Ucap Riko.
"Ya itu kan khusus di atas motor,nanti kalau gue jatuh terjungkal ke belakang gimana."Ucap Rianti.
"Yaudah deh terserah,gue pergi dulu."Ucap Riko berdiri dari duduknya dan melangkah pergi dari sana.
Riko pun pergi ke perusahaan papanya dengan mengendarai motornya.
Sementara itu di bandara internasional Soekarno-Hatta
Sasya sedang berada di bandara itu dengan membawa 1 koper besar dan tas ukuran sedang,hari ini Sasya akan pergi ke Singapura.
Selamat tinggal semuanya'Batin Sasya'
Sasya pun melangkah pergi ke dalam pesawat yang akan segera berangkat.
Beberapa bulan kemudian
Setelah selesai makan malam Zanna merebahkan tubuhnya di atas ranjang dan menatap langit-langit kamar dengan sedih,Zanna merasa sedih karena beberapa bulan ini Laila sangat sibuk dengan kuliah dan pekerjaannya.
Jadi beberapa bulan ini Zanna tidak sempat makan siang bersama Laila atau hanya sekedar pergi ke taman,jangankan makan siang Laila saja sudah lama tidak menghubungi Zanna.
__ADS_1
"Kok gue sedih banget ya,Laila kenapa sih lo berubah.Kalaupun lo emang sibuk seenggaknya lo juga bisa kan kirimin gue pesan singkat walaupun cuma sekedar tanda titik doang."Gumam Zanna.
Tiba-tiba ponsel Zanna berdering,Zanna mengambil ponselnya yang ada di sampingnya dan melihat siapa yang telfon.
Ternyata Varo,Varo video call Zanna!
Zanna tersenyum bahagia dan segera mengangkat video call dari Varo.
"Hallo Na,lo lihat nih gue lagi ada dimana."Ucap Varo sambil menunjukkan sekitarnya.
"Bandara,lo mau pulang Al?"Ucap Zanna dan langsung bangun dari rebahan nya.
"Ya,gue lagi ada di bandara mau pulang ke Indonesia.Gue nepatin janji gue kan."
"Iya,thanks ya Al."Ucap Zanna tersenyum.
"Iya sama-sama,oh iya gue juga udah kabarin Darren kalau gue bakalan pulang dan kita akan kumpul bersama.Cuma pas gue hubungi Keisha kok gak bisa ya."Ucap Varo.
"Iya sih,kata Darren juga nomor Keisha gak bisa dihubungi.Mungkin Keisha ganti nomor atau gimana gitu."
"Iya juga ya,yaudah kalau gitu gue pergi dulu ya.Pesawatnya udah mau berangkat."
"Iya Al hati-hati ya."Ucap Zanna tersenyum.
Varo tersenyum dan mengangguk lalu mematikan sambungan video call mereka.
"Ahirnya,gue bakal ketemu sama Varo.Gue bahagia banget."Ucap Zanna menatap handphonenya.
Zanna pun memutuskan untuk tidur.
Oh iya,beberapa bulan ini juga Varo dan Zanna sering menghubungi.
Walaupun cuma pesan singkat,lo udah makan apa belum atau lagi ngapain sekarang.
Tapi mereka akan kirim pesan singkat setiap hari walaupun cuma basa-basi.
Sementara itu di Singapura
Sasya dengan perut buncitnya sedang berbelanja kebutuhannya di supermarket,Sasya pergi ke Singapura dan ingin menetap di sini bersama dengan anaknya yang sebentar lagi akan lahir.
Urusan di Indonesia masalah restoran atau kerja sama Sasya sudah menyuruh orang kepercayaannya untuk itu,tapi Sasya tetap memantau dan memberikan instruksi apa-apa yang harus dilakukan kepada orang kepercayaannya.
Saat Sasya akan mengambil barang yang letaknya ada di atas dia sedikit kesulitan,tapi tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang mengambil barang itu untuk Sasya.
"Thank you."Ucap menerima barang itu lalu melihat siapa orang yang sudah mengambilkan barang untuknya.
"Ikbal."Gumam Sasya terkejut saat melihat orang itu ternyata adalah Ikbal.
"Kak Sasya."Ucap Ikbal yang juga terkejut.
__ADS_1