
"Sebentar ya Na,Mama panggil suster dulu.Kamu tunggu disini."Ucap Mama Nia dan melangkah masuk ke dalam rumah sakit.
Tak lama kemudian Mama Nia pun sudah kembali bersama dengan 2 orang suster yang mendorong sebuah brankar,Zanna pun berbaring di atas brankar.
2 suster itu pun segera mendorong brankar menuju ruang ICU.
Mama Nia terduduk lemas di kursi tunggu.
"Ma."Ucap seseorang tiba-tiba.
Mama Nia mendongakkan kepalanya melihat siapa yang sudah memanggilnya,terlihat Varo berdiri di hadapannya.
Mama Nia pun berdiri dari duduknya.
"Mama ngapain ada disini?"Tanya Varo.
"Zanna,dia sakit."Jawab Mama Nia dengan raut wajah sedih.
"Apa,sakit.Sakit apa ma?!"
"Enggak tahu,tapi tadi kata Zanna dia merasa-."
"Permisi maaf mengganggu."Ucap seorang suster tiba-tiba.
Varo dan Mama Nia pun menoleh kearah suster itu.
"Maaf,pak Al ditunggu di ruang operasi untuk segera melakukan operasi."Ucap suster itu sopan.
"Iya,terima kasih sudah mengingatkan."Ucap Varo ramah.
"Sama-sama pak,kalau begitu saya permisi."Ucap suster itu dan berlalu pergi.
"Maaf ya ma Varo harus segera pergi,nanti pasti Varo balik lagi ke sini.Mama tunggu Varo disini ya."Ucap Varo.
"Iya,kamu pergi saja laksanakan tugas kamu.Mama tunggu disini."Ucap Mama Nia tersenyum.
Varo pun segera melangkah pergi dari sana.
Mama Nia pun kembali duduk di kursi tunggu.
•
•
•
Darren dan Keisha sudah bangun dan sudah siap untuk pergi sarapan bersama dengan yang lain.
Keisha merasa sangat malu sendiri jika mengingat kejadian semalam,maka dari itu Keisha tidak menatap Darren.
__ADS_1
"Kenapa,dari tadi menunduk terus?"Tanya Darren,Keisha hanya menggeleng.
"Baiklah,ayo kita pergi sarapan bersama dengan yang lain."Ucap Darren dan menggenggam jari-jemari Keisha.
Merekapun akhirnya pergi ke bawah untuk sarapan bersama dengan yang lain.
"Jadi,kapan rencana kalian untuk pergi berbulan madu?"Tanya Mama Renita menatap Darren saat mereka semua sudah selesai makan.
"Darren ikut sama Keisha aja."Ucap Darren.
"Keisha gak ingin pergi kemana-mana ma."Ucap Keisha.
"Kenapa?"Tanya Darren menoleh kearah Keisha.
"Gue itu pengennya pergi sama Zanna,tapi Zanna belum nikah sama Varo.Nanti kan kalau ada Zanna seru,gue sama Zanna bisa belanja bareng,foto-foto yang bagus,terus jalan-jalan keliling pasti seru,jangan lupa juga bisa mencicipi berbagai jenis makanan nanti di negara yang akan kami kunjungi."Ucap Keisha.
"Honeymoon,itu perginya sama pasangan dong Sha.Menghabiskan waktu bersama,bisa menikmati senja bersama.Bukan malah dengan bestaimu itu."Ucap Darren.
"Ya kalau gitu jangan honeymoon namanya,bestiemoon aja namanya."Ucap Keisha kesal.
"Kalian ini apa-apaan sih bertengkar di meja makan."Ucap Mama Renita mengerutkan keningnya.
Darren dan Keisha pun menoleh kearah Mama Renita.
"Sudah menikah dan dewasa masih saja bertengkar."Sahut Mama Rita.
"Ya habisnya Keisha ini ma ngeselin,mana ada honeymoon malah menghabiskan waktu berdua dengan sahabatnya."Ucap Darren.
"Sudah sudah malah dilanjut bertengkar nya,kami semua mau pulang.Kalian kalau mau masih disini dan bertengkar lanjutkan saja."Ucap P.Bobby papa Keisha.
"Enggak,Keisha ikut pulang."Ucap Keisha berdiri dari duduknya.
"Pulang,lo pulang sama gue ke rumah."Ucap Darren.
"Iya Sha,sekarang kamu sudah menikah kamu harus ikuti apa kata suami kamu dan ikuti kemana suami kamu pergi.Nanti juga kamu bisa pulang kok ke rumah dan menginap,bukan begitu Darren?"Ucap Mama Rita.
"Iya ma."Ucap Darren tersenyum.
Akhirnya mereka semua pun pulang.
Mama Rita dengan P.Bobby 1 mobil,sementara Darren dan Keisha 1 mobil dengan papa Dimas dan Mama Renita.
"Barang-barang gue gimana?"Tanya Keisha menoleh kearah Darren yang duduk di sampingnya saat di perjalanan.
"Kamu enggak usah khawatir soal itu,papa sudah menyuruh orang untuk memindahkan semua barang-barang kamu dari rumah kamu ke dalam kamar Darren."Sahut papa Dimas yang sedang menyetir.
"Makasih ya pa."
"Iya sama-sama."
__ADS_1
•
•
•
Seorang dokter perempuan keluar dari IGD,Mama Nia yang melihat itu langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri dokter itu.
"Dok,bagaimana kondisi anak saya.Sebenarnya apa yang terjadi?"Tanya Mama Nia khawatir.
"Anak ibu mengalami keracunan makanan,ada zat kimia berbahaya yang masuk ke dalam tubuhnya dan jumlahnya juga lumayan banyak.Mungkin anak ibu tadi atau semalam sempat muntah ya atau diare?"Ucap dokter itu ramah.
"Saya enggak tahu dok soal itu,tapi memang tadi anak saya bilang kalau dia bolak-balik ke kamar mandi pagi-pagi sekali sampai jam sarapan.Lalu bagaimana kondisi anak saya sekarang?"Tanya Mama Nia khawatir.
"Sekarang sudah lebih baik,anak ibu akan kami pindahkan ke ruang inap.Pesan saya,jangan biarkan anak ibu makan makanan sembarangan ya Bu."
"Baik dok terima kasih."Ucap Mama Nia.
Zanna pun dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP,kondisi Zanna sekarang belum tidak sadarkan diri dan wajahnya masih terlihat pucat.
Mama Nia masih duduk di kursi tunggu depan ICU.
2 jam kemudian Varo pun tiba,Mama Nia berdiri dari duduknya.
"Zanna gimana ma keadaannya,sebenarnya Zanna kenapa?"Tanya Varo Khawatir,dia dari tadi tidak berhenti memikirkan Zanna saat sedang melakukan operasi.
Tapi Varo mencoba untuk terus fokus melakukan operasi,nyawa orang.
"Zanna sudah dipindahkan ke ruang rawat inap,pagi tadi saat Mama masuk ke dalam kamar Zanna Mama lihat Zanna duduk di lantai dan menangis.Katanya perutnya sakit terus dia bolak-balik ke kamar mandi,Zanna juga sempat muntah juga terus ini tadi pas sampai disini katanya kepalanya pusing."Jelas Mama Nia.
Apa,Zanna muntah dan pusing.Sasya dulu waktu hamil juga begitu kan,masak iya Zanna hamil.Hamil sama siapa Zanna'Batin Varo'
"Kenapa bengong?"Ucap Mama Nia.
"Oh enggak kok ma."Ucap Varo mencoba tersenyum.
"Mau lihat keadaannya Zanna?"
Varo mengangguk.
Akhirnya Mama Nia dan Varo pun pergi ke ruang rawat Zanna.
Sesampainya di ruang rawat Zanna Varo melihat Zanna yang terbaring lemah dengan wajah pucat,selang infus menancap di tangan kirinya.
"Kata dokter tadi Zanna keracunan makanan,ada zat kimia berbahaya yang masuk ke dalam tubuh Zanna."Ucap Mama Nia.
"Bagaimana bisa ma,masak sih Zanna makan sembarangan."Ucap Varo.
"Mama juga enggak tahu."
__ADS_1
Varo duduk di kursi yang ada di samping ranjang Zanna,sementara Mama Nia duduk di sofa sambil memperhatikan Varo dan Zanna.
Ternyata Zanna gak hamil,gue bener-bener takut kejadian Sasya terulang lagi.Setelah Zanna sembuh gue akan menikahi dia'Batin Varo'