
Pintu ruangan Rianti terbuka,Riko dan Rianti pun menoleh ke arah pintu.
Terlihat Rina dan Sasya berjalan masuk ke dalam.
"Riko,kamu ngapain di bawah?"Tanya Rina berjalan mendekat.
"Astaga,itu kaki kamu kenapa Rianti?"Tanya Rina panik dan jongkok di samping Riko.
"Gak papa kok Tan,cuma kejatuhan piring doang."Jawab Rianti sedikit canggung karena Rina berjongkok di bawahnya.
"Bentar ya."Ucap Rina.
Rina pun berdiri dan memanggil suster dengan pesawat telepon yang ada di ruangan itu.
Sasya pun duduk di samping Rianti.
Riko menaruh pecahan piring di atas meja setelah itu berdiri dan melangkah pergi dari ruangan Rianti.
"Mau kemana Riko?"Tanya Rina saat melihat Riko.
"Mau kembali ke ruangan Riko ma."Jawab Riko menghentikan langkahnya di depan pintu dan menatap Rina.
"Yaudah,nanti Mama nyusul."
Riko pun pergi dari ruangan Rianti.
"Bentar lagi susternya kesini."Ucap Rina saat sudah selesai menghubungi suster lewat pesawat telepon.
Tok
Tok
Tok
Rina pun membuka pintu,terlihat seorang suster yang cukup cantik berdiri di depan pintu.
"Mari sus silahkan masuk."Ucap Rina membuka pintu lebih lebar.
Suster itu tersenyum dan melangkah masuk,Sasya berdiri dari duduknya dan menghampiri Rina.
"Bentar ya,saya bersihkan dulu lukanya."Ucap suster itu dan berjongkok di depan Rianti sambil membongkar isi kotak P3K yang dibawanya.
"Iya sus."Ucap Rianti.
Suster itu pun mulai membersihkan,mengobati,memperban luka di punggung kaki Rianti dengan teliti dan rapi.
"Sudah selesai,kalau enggak nanti malam besok perbannya saya ganti lagi."Ucap suster itu sambil membereskan peralatannya.
__ADS_1
"Makasih sus."Ucap Rianti.
"Sama-sama,yaudah kalau gitu saya permisi dulu ya."Pamit suster itu berdiri dan melangkah menuju pintu.
"Eh sus,bentar tunggu di sini."Ucap Rina.
Suster itu pun berhenti di depan pintu dan menatap Rina.
Rina berjalan menuju meja dan mengambil pecahan piring itu lalu berjalan menghampiri suster itu.
"Ini sus,tolong buangkan ya."Ucap Rina menyodorkan pecahan kaca itu.
Suster itu pun menerima dengan sebelah tangannya sambil tersenyum.
"Baik,akan saya buangkan.Kalau begitu saya permisi dulu."
"Iya sus makasih."Ucap Rina sambil membukakan pintu.
Suster itu pun mengangguk dan melangkah keluar.
Rianti menyandarkan tubuhnya di sofa dan memejamkan matanya,dia merasa sedikit pusing.
"Kamu kenapa Rianti?"Tanya Rina mendekat dan duduk di samping Rianti.
"Gak papa Tan,cuma sedikit pusing."Jawab Rianti menoleh ke Rina.
"Rianti biar saya aja Tan yang jaga,Tante temenin Riko aja."Ucap Sasya saat Rianti sudah duduk di ranjang pasien.
"Yaudah kalau gitu,saya pergi dulu ya.Rianti,Tante pergi ke ruangan Riko dulu ya."Ucap Rina.
Rianti dan Sasya hanya mengangguk.
Rina pun berjalan keluar dari ruangan Rianti dan pergi ke ruangan Riko.
"Lo istirahat aja,gue temenin."Ucap Sasya tersenyum.
"Thanks ya,lo udah dateng."Ucap Rianti tersenyum."Eh tapi lo kok bisa barengan kesini sama Tante Rina?"
"Tadi gue gak sengaja bertabrakan,terus saling nanya ngapain kesini jenguk siapa.Terus gue jawab mau jenguk Rianti,dan kebetulan Tante Rina juga mau jengukin lo.Jadi kita kesini barengan deh."Jawab Rianti.
"Ooo gitu."
"Iya,yaudah cepetan lo istirahat supaya pusingnya ilang."
Rianti mengangguk dan merebahkan tubuhnya lalu segera tidur.
Sasya pun duduk di sofa sambil memainkan handphonenya.
__ADS_1
Ceklek
Rina membuka pintu ruang rawat Riko,dilihatnya Riko sedang berdiri di depan jendela.
Rina menutup pintu dan berjalan menuju sofa lalu mendudukinya.
"Riko,sini duduk di samping Mama.Mama mau ngomong sesuatu."Panggil Rina.
Riko menoleh dan berjalan menuju mamanya lalu duduk di sampingnya.
"Ada apa ma?"
"Kamu kan udah besar,udah lebih dari bisa kalau kamu bantu papa kamu kerja.Setelah kamu sembuh kamu bantu papa kamu kerja ya,kasihan papa kamu setiap hari harus kerja keras sendirian.Kamu kan penerusnya,kami ingin kamu mengelola perusahaan kelak."Jawab Rina lembut.
Berharap Riko mau membantu papanya kerja.
"Apa ma,kerja?"Tanya Riko mengerutkan keningnya.
Rina mengangguk sambil tersenyum.
"Papa kerja keras itu buat siapa?"Tanya Riko.
"Tentu saja buat kamu,anak kami satu-satunya.Supaya kehidupan kamu serba kecukupan,enggak kekurangan apapun."Jawab Rina.
"Hidup Riko ini udah bahagia ma,udah berkecukupan.Ini Mama sama papa malah nyuruh Riko susah-susah buat kerja."Ucap Riko kesal.
"Bukan gitu Riko,gini ya Mama kasih tahu.Yang namanya umur dan musibah itu kita gak ada yang tahu,misalnya papa kamu sakit terus umurnya gak lama lagi.Siapa yang akan mengurus dan mengelola perusahaan kalau bukan kamu,kita gak bisa dong percaya sama orang lain gitu aja untuk mengurus dan mengelola perusahaan.
Bayangin aja kalau perusahaannya bangkrut,terus rumah kita disita,terus kita gak punya apa-apa lagi.Jangan sampai itu terjadi,jadi Mama mohon ya sama kamu.Kamu mau belajar mengurus dan mengelola perusahaan.
Nanti kalau kamu udah nikah sama Rianti mau kamu kasih makan pakai apa dia kalau kamu gak mau kerja."Ucap Rina panjang lebar.
"Ck,udah deh ma.Mama gak usah ngomong yang enggak-enggak,mengenai Rianti yang mau Riko kasih makan pakai apa itu bukan urusan Riko.Karena apa,karena bukan keinginan Riko untuk menikah muda.Jadi,Rianti itu urusan kalian.Kalian juga yang harus menghidupi dia,buat apa Riko susah-susah hidupin dia.Dian kan masih punya ayah,masih punya keluarga kan."Ucap Riko yang sungguh membuat orang jengkel.
"Riko,kamu itu kenapa sih Mama nasehatin gak ngerti-ngerti.Kamu mau dinasehati sama malaikat hahh?!"Ucap Rina sedikit emosi.
"Riko capek ma,Riko capek dengerin Mama terus nasehatin Riko.Riko udah besar ma,bukan anak kecil lagi!"Ucap Riko yang juga tersulut emosi.
"Kalau kamu udah besar,harusnya kamu itu tahu mana yang benar mana yang salah,mana yang harus kamu lakukan dan tinggalkan.Berarti ini kamu masih anak kecil dong,karena kamu harus selalu di nasehati dan diingetin!"
Riko berdiri dari duduknya setelah mendengar perkataan Rina.
"Udah deh ma,Riko capek dengerin Mama ngomong.Lebih baik sekarang Mama pulang dan istirahat,Riko bisa jaga diri di sini."Ucap Riko menatap Rina.
Rina pun berdiri dari duduknya.
"Oke,Mama akan pulang sekarang mungkin nanti malam kesini lagi.Mama titip Rianti."
__ADS_1
"Hemmm."Jawab Riko memalingkan muka.