
"Bukan,bukan begitu Om Tante.Zanna kan ini tadi udah makan banyak,kalau masih mau makan soto takutnya nanti malah kekenyangan."Sahut Darren cepat dan berdiri dari duduknya.
"Bisa aja lo."Ucap Zanna ketus.
"Udah-udah,biar Mama sama papa yang beliin."Ucap Mama Nia.
"Makasih ma."Ucap Zanna tersenyum menatap mamanya.
"Iya sama-sama,kamu mau dibeliin juga Darren."Ucap Mama Nia menatap Darren.
"Enggak usah Tan,Darren masih kenyang tadi udah makan siang."
"Yaudah kalau gitu Om sama Tante pergi sebentar ya,kamu tolong jagain Zanna."
"Siap Tan."
Mama Nia dan P.Subroto pun melangkah pergi keluar ruangan Zanna untuk membelikan Zanna soto.
Darren pun kembali duduk di kursinya.
"Ini yang gantiin baju gue bukan lo kan?"Tanya Zanna saat dia baru sadar jika dirinya sedang mengenakan baju pasien.
"Bukan,mungkin suster atau Mama lo tadi yang gantiin.Itu seragam lo."Jawab Darren menunjuk seragam Zanna yang berada di ujung kasur yang terlipat rapi.
"Oh yaudah kalau gitu."
"Gue sedih Na."Ucap Darren pelan dan menundukkan kepalanya.
"Ya iyalah lo sedih,kan gue lagi sakit.Masak gue sakit lo seneng,gimana sih."Ucap Zanna menatap Darren.
"Gue sedih karena sebentar lagi kita kan bakalan lulus sekolah,gue pasti gak bisa ketemu Keisha setiap hari."Ucap Darren sedih dan menatap Zanna.
"Kalau soal itu kita sama,gue pasti juga gak bakalan bisa ketemu Varo setiap hari."Ucap Zanna menatap lurus ke depan.
"Gue gak tahu kenapa bisa suka sama Keisha,awalnya gue biasa aja ke Keisha.Tapi saat Varo bilang kalau dia gak suka sama Keisha gue merasa marah dan kesel banget sama Varo,terus lama-kelamaan gue suka sama Keisha.Kenapa sih gue harus suka sama Keisha,padahal kita semua sahabat kan."
"Maka dari itu gue gak percaya jika ada laki-laki dan perempuan bersahabat gak ada cinta diantara keduanya,seperti kita sekarang ini.Kita 4 bersahabat,2 laki-laki dan 2 perempuan.Kita saling suka,lo suka sama Keisha,gue suka sama Varo,Keisha suka sama Varo,dan Varo-."
"Gue yakin jika Varo masih suka sama Sasya."Ucap Darren memotong ucapan Zanna dan menatapnya.
Zanna menatap Darren sekilas lalu kembali menatap lurus ke depan.
"Satu-satunya jalan ya kita ikhlas aja dan mengikuti alur hidup kita,biar takdir yang bicara di masa yang akan datang.Tapi gue berharap banget kalau Varo adalah jodoh gue,gue berharap nanti Varo yang akan jadi suami gue."Ucap Zanna.
__ADS_1
"Gue juga berharap Keisha adalah jodoh gue dimasa depan."Ucap Darren.
Ceklek
Pintu ruang rawat Zanna terbuka,terlihat Mama Nia dan P.Subroto berjalan masuk.
"Wahh sotonya ada ma?"Tanya Zanna senang menatap mamanya.
"Ada,ini."Jawab Mama Nia mengangkat kantung plastik yang dibawanya.
"Mama siapin dulu ya."Ucap Mama Nia menyiapkan sotonya untuk Zanna.
"Kalau begitu Darren permisi dulu ya On,Tan."Ucap Darren berdiri dari duduknya.
"Mau kemana,buru-buru amat?"Tanya P.Subroto yang berdiri di samping kiri Zanna.
"Mau pulang Om,udah jam 4 sore soalnya."Jawab Darren.
"Yaudah kalau gitu kamu hati-hati ya,makasih udah jagain Zanna."Ucap Mama Nia menatap Darren.
"Iya Tan sama-sama,kalau gitu Darren pulang dulu ya."
"Iya,kamu hati-hati di jalan."
"Oh iya,Keisha tadi kemana ya."Gumam Darren saat sudah sampai di parkiran dan berdiri di samping motornya dengan menyangklet tasnya.
Darren duduk di atas motornya dan merogoh saku celana seragamnya untuk mengambil handphonenya.
Darren mencari kontak Keisha lalu menelfon nya,dering pertama langsung diangkat oleh Keisha.
"Hallo Ren,ada apa?"Tanya Keisha saat panggilan terhubung.
"Lo ada dimana Sha?"
"Gue ada di rumah,emangnya ada apa sih?"Tanya Keisha penasaran.
"Enggak,enggak ada apa-apa.Gue cuma khawatir sama lo karena pergi dalam keadaan marah,lo tahu kan kalau orang marah itu gak akan pikir panjang saat ngelakuin sesuatu yang buruk atau baik karena dia kan sedang dikuasai oleh amarah."Jawab Darren.
"Gue sekarang ada di rumah dan baik-baik aja,lo gak usah khawatir gue gak ngelakuin hal yang buruk."Ucap Keisha.
"Yaudah kalau gitu,lo jangan terlalu sedih ya mikirin Varo sama Sasya tadi."
"Kalau mikirin dan sedih pasti iya,tapi gue gak bakalan nangis-nangis kayak orang gila."Ucap Keisha.
__ADS_1
"Bagus deh kalau gitu,yaudah gue tutup dulu ya telfonnya."Ucap Darren.
Tut
Panggilan telfon pun terputus,Darren kembali menyimpan handphonenya di saku celana seragamnya setelah itu Darren pun pulang.
Di ruang rawat Zanna
Zanna sudah menghabiskan 2 bungkus soto dengan cepat.
"Kenyang nya."Ucap Zanna mengelus perutnya dengan tangan kanan dan bersandar di tembok.
"Ya iyalah kenyang,udah makan banyak tadi."Ucap Mama Nia dan duduk di kursi,sementara P.Subroto tetap berdiri di samping kiri Zanna.
Zanna hanya nyengir menatap mamanya.
"Itu boneka milik siapa Na?"Tanya mama Nia menunjuk boneka beruang putih yang ada di samping kanan Zanna.
"Oohh ini,dari Darren tadi ma."Jawab Zanna mengambil boneka itu dan menaruh di pangkuannya lalu menatap Mama Nia.
"Baik banget dia kasih kamu boneka."Ucap P.Subroto.
"Iya dong pa,Zanna kan anak baik jadi temen-temen Zanna pasti baik-baik."Ucap Zanna.
"Anak Mama memang baik,pergaulannya juga harus baik ya jangan sampai salah pergaulan."Ucap Mama Nia tersenyum pada Zanna.
"Iya ma pasti,Mama sama papa pulang aja ya."Ucap Zanna menatap Mama Nia.
"Lho,kenapa Na.Mama sama papa mau jagain kamu disini?"
"Enggak kenapa-kenapa sih ma,cuma ini ruang rawatnya kayak gini.Kursinya juga cuma ada satu,dari tadi papa juga berdiri terus.Kalau Mama sama papa jagain Zanna nanti malam Mama sama papa mau tidur dimana?"
"Oh iya ya,gimana dong pa?"Tanya Mama Nia menatap P.Subroto.
"Emmm,kita bisa tidur di bawah.Kota gelar tikar,terus bawa selimut sama bantalnya juga."Jawab P.Subroto.
"Jangan deh pa,takutnya nanti masuk angin lagi.Siapa ya yang bawa Zanna ke rumah sakit,dan pilihin ruang rawat ini."
"Mungkin temen kamu Na."Ucap Mama Nia.
"Yang tadi itu ya Ma,Darren?"Tanya Zanna.
"Bukan,dia tampan banget Na.Ya kan pa?"Tanya Mama Nia menatap P.Subroto.
__ADS_1