Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Berangkat Bareng


__ADS_3

"Yaudah,besok pagi kita ke rumah lo sekalian berangkat dari sana."


"Thanks ya Al."Ucap Sasya yang sangat kagum dengan kebaikan Varo.


"Iya,sekarang lo tidur udah malam."


Sasya pun mengangguk,berdiri dari duduknya dan berjalan masuk ke dalam rumah menuju kamar tamu.


Tak lama Varo pun masuk ke dalam rumah dan menuju kamarnya untuk tidur.


Keesokan harinya


Varo dan Sasya sudah siap untuk pergi ke rumah Sasya.


"Bun,Yah.Varo mau anterin Sasya pulang,terus nanti berangkat ke sekolahnya barengan."Ucap Varo menghampiri orang tuanya yang sedang ada di dapur bersama Sasya.


Bunda Marissa sedang membantu Bi Siti memasak,sementara Ayah Nando sedang minum teh.


"Apa,kamu mau sekolah Sya?"Tanya Bunda Marissa menghampiri Sasya dan memegang kedua tangan Sasya.


"Emmm,iya Tan."Jawab Sasya canggung,dia benar-benar diperlakukan seperti keluarga sendiri disini.


"Jangan sekolah dulu,kamu kan belum pulih bener."Ucap Bunda Marissa khawatir.


Varo dan Ayah Nando saling berpandangan,Varo pun berjalan menghampiri ayahnya dan duduk di kursi samping Ayah Nando.


"Sasya udah gak papa kok Tan,Sasya udah kangen banget pergi ke sekolah.Apalagi sama sahabat Sasya,Rianti namanya."Ucap Sasya.


Bunda Marissa pun menasehati Sasya ini itu,Sasya harus jaga kesehatan,harus makan-makanan yang sehat,dan masih banyak lagi.


"Yah,sebenarnya anak Bunda itu Varo apa Sasya sih?"Tanya Varo berbisik.


"Emang kenapa?"Tanya balik Ayah Nando sambil fokus membaca koran.


"Soalnya tuh Bunda perhatiaaan banget sama Sasya."Jawab Varo mempertahankan mode berbisiknya.


"Ya maklum,Bunda kamu kan gak punya anak perempuan.Makanya kamu balikan sana sama Sasya,soalnya Bunda kamu tuh kayaknya sukaaa banget sama Sasya."


"Ayah apa-apaan sih,Ayah tuh gak ngerti masalah anak muda."Ucap Varo kesal dan tak sadar kalau volume suaranya keras.


Sasya dan Bunda Marissa pun menatap mereka tanpa mereka sadari.


Ayah Nando meletakkan korannya di atas meja dan menatap putranya kesal.


"Kamu pikir Ayah lahir langsung tua gitu,Ayah dulu juga pernah muda.Bahkan lebih tampan dari kamu,kamu itu ketampanannya menurun dari Ayah 100%."Ucap Ayah Nando.


"Ehemmm."


Bunda Marissa berdehem dengan keras,Varo dan Ayah Nando menoleh ke arah Bunda Marissa.Ayah Nando nyengir.


"Emmm,maksud Ayah.20% dari Ayah,80% dari Bunda mu."Ralat Ayah Nando nyengir,Varo dan Sasya pun menahan tawanya.


"Yaudah,kalau gitu Sasya sama Varo pergi dulu ya Tan."Ucap Sasya.

__ADS_1


"Iya,hati-hati di jalan."


"Varo berangkat dulu Yah,Bun.Assalamualaikum."Ucap Varo menyalami tangan keduanya dan diikuti Sasya.


"Waalaikumsalam hati-hati."


"Waalaikumsalam hati-hati."


Varo dan Sasya pun meluncur ke rumah Sasya.


"Bunda kayaknya suka banget sama Sasya."Ucap Ayah Nando saat Varo dan Sasya sudah pergi.


"Iya,Bunda berharap di masa depan mereka berjodoh."


"Kalau enggak berjodoh gimana Bun?"Tanya Ayah Nando usil.


"Kalau gak jodoh,yaaa Bunda jodoh-jodohin lah."Jawab Bunda Marissa sewot.


"Melawan hukum alam."Gumam Ayah Nando.





Varo dan Sasya sudah sampai di rumahnya Sasya.


"Lo masih inget jalan ke rumah gue?"Tanya Sasya sangat bahagia seraya turun dari motor.


"Sebenarnya enggak juga sih,tadi gue inget-inget supaya kita gak nyasar.Kalau kita nyasar ntar telat lagi ke sekolahnya."Jawab Varo berbohong.


Sebenarnya Varo bukan hanya ingat jalan menuju rumah Sasya,hafal bahkan.Karena dulu saat dia masih pacaran sama Sasya sering mengantar Sasya pulang.


"Ooo gitu,yaudah ayo masuk."Ucap Sasya sedikit kecewa dan berjalan menuju pintu rumahnya dan diikuti Varo.


*Ceklek


Ceklek*


Sasya memutar kunci rumahnya dan membuka pintunya,terlihat sangat gelap karena tak ada gorden atau jendela yang dibuka.


"Sorry ya,banyak debu.Kesannya kayak rumah kosong gitu,karena kan beberapa hari ini gue gak pulang."Ucap Sasya sambil membuka gorden.


Varo mengusap-usap sofa yang ada di ruang tamu lalu mendudukinya.


"Iya gak papa,lo cepetan mandi terus siap-siap."


"Gue ke kamar dulu."Ucap Sasya dan berlalu pergi ke kamarnya.


Varo pun berkeliling di sekitar ruang tamu setelah Sasya pergi.


'Kenapa gue masih aja deg-degan ya kalau deket sama Sasya'Batin Varo'

__ADS_1


"Aaaaaaaa kecoaa!!!"


Tiba-tiba terdengar suara jeritan Sasya dari kamarnya,Varo segera berlari ke kamar Sasya.


Ceklek


Bruukkk


Baru juga Varo membuka pintu kamar Sasya,Sasya langsung memeluknya.


"Lo kenapa sih takut banget sama kecoa?"Tanya Varo pura-pura judes,padahal dalam hati dia sangat senang Sasya memeluknya.


"G-gue bukan takut,ta-tapi geli tahu."Jawab Sasya bergetar.


"Udah sekarang lo gak usah geli,kecoa nya udah pergi."


Sasya pun melepaskan pelukannya.


"Yudah,gue mau mandi."Ucap Sasya mendorong Varo keluar dari kamarnya lalu segera menutup pintunya,Varo hanya mengangkat bahunya dan kembali ke ruang tamu.


15 menit kemudian


Sasya sudah siap dan mereka pun langsung tancap gas menuju sekolah.


Tak lama kemudian mereka sudah sampai di sekolah,mereka pun berjalan beriringan menuju kelas.


Siswa-siswi yang melihatnya pun bertanya-tanya dalam hati.


Apa Varo sama Sasya sudah baikan?


Jika sudah baikan,bagaimana dengan Keisha?


Apa Varo udah putusin Keisha terus balikan sama Sasya?


Pertanyaan mereka tak akan terjawab,karena mereka bertanya dalam hati masing-masing.


Santi yang melihat Sasya sama Varo pun langsung merogoh saku roknya untuk mengambil handphonenya dan mengarahkan kamera pada Varo dan Sasya tanpa diketahui oleh mereka,tapi belum juga memotret mereka tiba-tiba ada yang merebut ponselnya.


"Eh,apaan sih lo."Ucap Santi kesal pada Darren dan berusaha merebut ponselnya.


"Lo itu kebiasaan deh,asal foto orang aja.Ntar bisa jadi fitnah,lo tahu kan kalau fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan."Ucap Darren menyembunyikan ponsel Santi di belakang tubuhnya.


"Siapa yang fitnah?"Tanya Santi tak terima.


"Siapa yang fitnah?"Darren mencibir."Berlagak polos banget lo."


"Lo baru tahu,kalau gue tuh sebenarnya polos,pendiam,murid teladan,jago masak lagi."Ucap Santi bangga dengan gaya rempongnya.


"Gue gak percaya,dasar alay lo."Ucap Darren kesal dan melangkah pergi,namun ditahan Santi.


"Balikin hp gue."Ucap Santi menadahkan tangannya.


"Nih,inget ya lo jangan asal foto orang.Apalagi bilang yang enggak-enggak."Darren pun melangkah pergi setelah menyerahkan ponsel Santi dan mengejar Varo yang baru akan masuk ke dalam kelas.

__ADS_1


"Al,gue mau ngomong sama lo.Emmm berdua."Ucap Darren menghadang Varo dan Sasya sambil merentangkan kedua tangannya,dan melirik ke arah Sasya.


__ADS_2