Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
3 Bulan


__ADS_3

Sasya mengambil tasnya yang berada di atas meja dan pergi keluar dari ruangannya,Sasya pun naik taxi untuk pergi ke rumah Bunda Marissa.


Tak lama kemudian


Taxi pun berhenti didepan gerbang rumah Bunda Marissa,setelah membayar Sasya pun keluar dari dalam taxi.


Taxi pun melaju meninggalkan Sasya,Sasya langsung melangkah masuk kedalam rumah karena memang pintu gerbangnya terbuka.


Entah kemana pak Bani pergi dan membiarkan gerbangnya terbuka.


"Sasya,kamu sudah datang?"Ucap Bunda Marissa saat melihat Sasya memasuki ruang tamu.


"Iya Tan."Ucap Sasya tersenyum dan menyalami tangan Bunda Marissa.


"Ayo keruang makan,kita makan siang."Ajak Bunda Marissa,Sasya pun mengangguk.


Merekapun pergi keruang makan.


"Pak Bani kemana Tante kok gak ada di pos satpam,tadi gerbangnya juga terbuka?"Tanya Sasya dan duduk di kursi yang ada di hadapan Bunda Marissa.


"Mungkin lagi pergi ke kamar mandi dan lupa menutup gerbangnya,kamu enggak usah mikirin itu.Mendingan sekarang kita makan,nanti setelah makan jangan lupa cicipi kue buatan Tante ya."Ucap Bunda Marissa.


"Iya Tan."Ucap Sasya tersenyum.


Akhirnya Bunda Marissa dan Sasya pun makan siang dengan hening.


Tak berselang lama merekapun sudah selesai makan siang.


"Bi,Bi Siti!!"Panggil Bunda Marissa.


Bi Siti pun datang dari arah dapur.


"Tolong kue yang saya buat tadi taruh di meja ruang tamu ya."Ucap Bunda Marissa.


"Baik."Ucap Bi Siti.


Bi Siti pun kembali lagi ke dapur untuk mengambil kue yang sudah dibuat Bunda Marissa dan menyajikannya di meja ruang tamu.


Sementara Sasya dan Bunda Marissa membereskan meja makan dan membawa piring,gelas kotor ke dapur.


"Biar Tante saja yang cuci,kamu pergi keruang tamu saja cicipi kue buatan Tante."Ucap Bunda Marissa.


"Sasya tunggu Tante aja deh,nanti kita makan kuenya sama-sama."

__ADS_1


"Baiklah."


Bunda Marissa pun mencuci piring,gelas, sendok dan garpu yang kotor,sementara Sasya menunggu Bunda Marissa di kursi yang ruang makan.


Tak berselang lama Bunda Marissa pun datang menghampiri Sasya.


"Sudah,ayo."Ucap Bunda Marissa dan berjalan terlebih dahulu menuju ruang tamu,diikuti Sasya dibelakang.


"Naahhh ini kuenya,ayo duduk."Ucap Bunda Marissa dan duduk di sofa ruang tamu.


Sasya yang baru saja datang dan melihat kue buatan Bunda Marissa yang berada di atas meja pun menutup mulutnya dengan tangan kanan,dia merasa sangat enek melihat kue itu.


Sasya pun berlari menuju dapur,Bunda Marissa yang melihat Sasya pun heran.


"Sasya kamu mau kemana?"Tanya Bunda Marissa berdiri dari duduknya dan berjalan mengikuti Sasya yang berlari kearah dapur.


Sesampainya di dapur Bunda Marissa melihat Sasya sedang memuntahkan isi perutnya di wastafel.


"Sasya kamu kenapa?"Tanya Bunda Marissa khawatir dan memijit-mijit tengkuk Sasya.


1 jam kemudian baru Sasya berhenti muntah,Sasya menyalakan kran air dan membasuh mulutnya.


Keringat pun bercucuran,wajah Sasya juga terlihat sangat pucat dan tubuh yang serasa lemas.


"Sasya kamu enggak apa-apa kan?"Tanya Bunda Marissa khawatir.


"Tante."Ucap Sasya pelan dan pingsan.


"Astaga Sasya,Sasya bangun."Ucap Bunda Marissa berjongkok dan menepuk-nepuk pelan pipi Sasya.


"Pak Bani,Bi Siti.Tolong!!!"Teriak Bunda Marissa.


Pak Bani,Bi Siti dan pak sopir itu pun datang menghampiri Bunda Marissa.


"Non Sasya kenapa ini?"Tanya Bi Siti ikut panik dan berjongkok dihadapan Bunda Marissa.


"Enggak tahu Bi,tadi Sasya habis muntah-muntah terus dia pingsan."Ucap Bunda Marissa sesenggukan.


"Yasudah,mendingan sekarang non Sasya dibawa ke rumah sakit saja."Usul Bi Siti.


"Iya,iya mendingan sekarang Sasya segera dibawa ke rumah sakit.Pak Bani sama pak sopir tolong angkat Sasya ya dan bawa ke mobil."Ucap Bunda Marissa dan berdiri,diikuti Bi Siti.


Pak Bani dan pak sopir itu pun mengangkat Sasya dan membawanya kedalam mobil.

__ADS_1


Bunda Marissa pergi kedalam kamarnya untuk mengambil tas dan handphonenya tak lupa Bunda Marissa juga mengambil tas Sasya yang berada di kursi ruang makan,setelah itu pergi ke halaman dan masuk kedalam mobil dan duduk di kursi bagian belakang.


Pak Bani dan pak sopir itu pun membaringkan Sasya di kursi belakang dengan kepala Sasya dipangku oleh Bunda Marissa.


"Pak ayo cepat kita ke rumah sakit."Ucap Bunda Marissa buru-buru.


Pak sopir itu segera menutup pintu mobil belakang dan membuka pintu bagian kemudi,pak sopir pun segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


"Semoga saja non Sasya baik-baik saja."Gumam Bi Siti.


Tak lama kemudian


Mobil yang dikemudikan pak sopir pun berhenti didepan rumah sakit Permatasari,pak sopir itu pun segera keluar dari dalam mobil dan membuka pintu mobil bagian belakang.


Pak sopir itu pun membopong tubuh Sasya dan berjalan masuk kedalam rumah sakit,Bunda Marissa pun mengikutinya dari belakang dengan perasaan yang masih khawatir.


"Suster tolong."Ucap pak sopir itu saat melihat seorang suster yang lewat.


Suster itu pun segera mengambil brankar,pak sopir itu pun meletakkan Sasya di atas brankar.


Suster itu pun mendorong brankar dengan diikuti Bunda Marissa menuju ruang pemeriksaan,sementara pak sopir berjalan keluar dari rumah sakit untuk memarkirkan mobilnya dengan benar.


"Ibu tunggu diluar dulu,saya akan panggil dokter untuk memeriksa keadaan pasien."Ucap suster itu pada Bunda Marissa.


Bunda Marissa pun keluar dari ruang pemeriksaan diikuti suster itu,Bunda Marissa pun duduk di kursi tunggu.


Tak lama kemudian suster itu pun berjalan masuk kedalam ruang pemeriksaan bersama dengan seorang dokter perempuan.


Tak lama kemudian dokter perempuan itu pun keluar dari ruang pemeriksaan,Bunda Marissa segera berdiri dari duduknya dan menghampiri dokter itu.


"Bagaimana dok keadaan pasien?"Tanya Bunda Marissa khawatir.


"Mari kita bicarakan di ruangan saya."Ucap dokter itu tersenyum dan berjalan terlebih dahulu menuju ke ruangannya,Bunda Marissa pun mengikuti dokter itu.


"Jadi dok,bagaimana keadaan pasien?"Tanya Bunda Marissa saat sudah berada di ruangan dokter itu dan duduk berhadapan.


"Pasien baik-baik saja,anda tidak perlu khawatir.Justru sebaliknya,anda harus merasa senang karena pasien sedang hamil."Ucap dokter itu tersenyum.


"A-apa,hamil dok?"Tanya Bunda Marissa terkejut.


"Iya Bu,dan usia kandungannya sudah memasuki usia 3 bulan."


Bunda Marissa hanya bisa diam mendengar penuturan dokter itu.

__ADS_1


"Saya buatkan resep vitamin ya Bu,nanti ibu tebus di apotek sebelah."Ucap dokter itu sambil menuliskan sesuatu di secarik kertas, setelah selesai dokter itu pun memberikan kertas itu pada Bunda Marissa.


Bunda Marissa menerima kertas itu dan pamit pergi.


__ADS_2