
Sore hari
Seperti yang Sasya katakan tadi,Sasya akan mengajak Dani pergi ke taman.
Disinilah sekarang mereka,duduk berdua di bangku taman sambil menikmati es krim dan pemandangan sore yang sangat indah.
"Ma,Dani ingin lebih lama lagi disini."Ucap Dani saat sudah menghabiskan es krim nya dan menoleh kearah Sasya.
"Terserah Dani,Mama ikut aja."Ucap Sasya tersenyum,Sasya tak ingin membuat Dani kecewa dengan membawanya pergi dari Indonesia secepat mungkin dan kembali lagi ke Singapura.
"Permisi mbak,bisa minta tolong."Ucap seorang perempuan tiba-tiba.
"Oh bisa mbak,minta tolong apa?"Ucap Sasya ramah.
"Tolong fotokan saya bersama dengan suami saya."Ucap mbak itu dan memberikan handphonenya,Sasya pun menerimanya.
"Sebentar ya sayang Mama fotoin Tante itu dulu,Dani duduk diam disini."Ucap Sasya,Dani mengangguk.
Sasya berdiri dari duduknya dan berjalan mengikuti perempuan yang meminta tolong di foto,tak jauh juga dari tempat Dani duduk.
Cuma posisinya Sasya membelakangi Dani.
Sambil menunggu mamanya kembali Dani melihat-lihat sekitar,mata Dani berbinar-binar saat dia melihat ada penjual balon yang sedang lewat.
Dani pun berjalan mendekati penjual balon itu yang melangkah semakin jauh,sampai tibalah penjual balon itu ke pinggir jalan raya lalu menyebrang.
Dani pun juga masih mengikuti penjual itu dan menyebrang jalan,tapi tiba-tiba.....
TIIIIINNNN
"Awas!!!"Ucap seorang laki-laki tiba-tiba dan langsung menarik tangan Dani agar tidak tertabrak motor yang sedang melaju dengan kencang.
Laki-laki itu pun langsung memeluk Dani.
"Kamu enggak apa-apa?"Tanya laki-laki itu,Dani hanya menggeleng dalam pelukannya.
Laki-laki itu yang tak lain adalah Ikbal melepaskan pelukannya,tadi Ikbal sengaja pergi ke taman sendirian hanya untuk sekedar menenangkan pikirannya saja yang terkadang di bebani oleh pekerjaan.
Ngomong-ngomong soal Ikbal,dia ikut berbisnis kuliner seperti papanya.
Dan usahanya itu juga lumayan bagus dalam beberapa tahun ini.
"Dani!!"Teriak Sasya dari kejauhan dan langsung berlari mendekati Dani yang sedang bersama dengan seorang pria yang membelakanginya.
"Mama."Ucap Dani dan langsung berjalan kearah Sasya,Sasya berjongkok dan langsung memeluk Dani.
"Kamu kemana aja sih,Mama ini tadi bingung cariin kamu gak ada."Ucap Sasya khawatir.
"Maaf ma,tadi Dani mengejar penjual balon."Ucap Dani merasa bersalah karena sudah membuat mamanya khawatir.
"Yaudah gak papa,jangan diulangi lagi ya."
Dani hanya mengangguk dalam pelukan Sasya.
"Permisi,apa ini anaknya?"Ucap Ikbal yang berdiri di belakang Dani.
Sasya mendongakkan kepalanya menatap siapa orang sudah mengajaknya berbicara,setelah melihat betapa terkejutnya Sasya ketika melihat Ikbal.
__ADS_1
Begitupun Ikbal,dia juga sangat terkejut melihat Sasya ada di hadapannya.
Sasya melepaskan pelukannya dan berdiri.
"Kak Sasya."Ucap Ikbal pelan.
"Ma,Om ini baik sekali.Tadi Dani hampir tertabrak motor dan Om ini yang menolong Dani."Ucap Dani mendongakkan kepalanya menatap mamanya,Sasya menoleh kearah Dani lalu menatap Ikbal.
"Terima kasih ya Om."Ucap Dani tersenyum menatap Ikbal.
"Iya sama-sama."Ucap Ikbal menatap Dani dan tersenyum,tapi semakin Ikbal menatap Dani semakin mirip mukanya Dani dengan Ikbal.
Ikbal melihat Sasya sekilas dan akan memegang tangan Dani,tapi Sasya lebih dulu menyembunyikan Dani ke belakang tubuhnya.
Ikbal pun menatap Sasya tak mengerti.
"Ayo sayang kita pergi."Ucap Sasya berbalik badan dan mengajak Dani pergi.
Dani menoleh ke belakang menatap Ikbal dan melambaikan tangannya,Ikbal pun balas melambaikan tangannya.
Dani dan Sasya pun menghilang dari pandangan Ikbal.
"Kok anak itu mirip sama gue ya,kak Sasya juga kapan balik lagi ke sini.Apa jangan-jangan itu anak gue,tapi kan gue juga gak pernah dengar atau lihat di media sosial nya kak Sasya kalau dia sudah menikah."Gumam Ikbal.
Ikbal masih terngiang-ngiang wajah Dani,sangat mirip sekali dengan Ikbal apalagi alis dan bibirnya benar-benar persis.
Ikbal pun memutuskan untuk pulang.
Sementara itu
Sasya dan Dani sedang berada di dalam taxi menuju arah pulang.
Sasya hanya tersenyum.
Gue gak nyangka bakalan ketemu sama Ikbal,gue kira pertemuan terakhir gue sama Ikbal waktu di Singapura beberapa tahun yang lalu.Kenapa gue ketemu lagi sama Ikbal,mana ketemunya sama Dani lagi'Batin Sasya'
Tak lama kemudian merekapun sudah sampai di rumah,setelah membayar ongkos taxi Sasya dan Dani segera keluar dari dalam taxi dan melangkah masuk ke dalam rumah.
•
•
•
Malam harinya
Suasana di hotel tempat diadakannya pesta pernikahan Varo dan Zanna masih diliputi oleh kebahagiaan,apalagi Varo dan Zanna yang merasa sangat-sangat bahagia.
"Lo lihatin apa sih Na?"Ucap Keisha yang sedang duduk berhadapan dengan Zanna,Zanna memang sedari tadi celingak-celinguk gak jelas.
"Gue nungguin temen gue datang."Ucap Zanna.
"Siapa?"
"Temen kuliah gue,Laila namanya."Ucap Zanna menoleh kearah Keisha.
"Kok gue gak tahu sama temen lo itu?"
__ADS_1
"Iya,lo sama Darren emang belum pernah ketemu sama dia."
"Oohh gitu,daripada lo mikirin temen lo itu mending lo mikirin nanti malam."Ucap Keisha menaik turunkan alisnya.
"Memangnya apa yang perlu dipikirin nanti malam?"Tanya Zanna mengerutkan keningnya.
"Apalagi kalau bukan malam pertama,hati-hati lo kalau Varo ganas."Ucap Keisha menakut-nakuti.
"Tenang aja,lo tahu kan kalau gue itu pintar jadi gue bisa menghindar.Emangnya Darren gak ganas?"Ucap Zanna konyol.
"Ganas lah,lu pikir enggak."
"Hahahaha,rasain lo habis sama Darren."Ucap Zanna malah tertawa.
"Malah ngetawain gue lagi."Ucap Keisha cemberut.
"Tutup itu mulut lo Na."Ucap Darren yang datang tiba-tiba bersama dengan Varo.
"Kenapa,biarin suka-suka gue lah orang gue lagi bahagia."Ucap Zanna.
"Iya iya lo bahagia,gue tahu kok."Ucap Darren,Zanna pun tersenyum menatap Darren.
"Ayo kita pulang."Ucap Darren.
"Jangan,lo jangan mau ikut Darren pulang.Lo kalau mau pulang,sana pulang sendiri."Ucap Zanna yang sengaja ingin membuat Darren kesal.
"Lihat itu istri lo Al,ngeselin."Ucap Darren.
"Tapi gue cinta sama Zanna,gimana dong."Ucap Varo.
Zanna pun menjulurkan lidahnya menatap Darren.
"Yaudah ayo kita pulang."Ucap Darren mengajak Keisha pulang.
"Ngapain sih pulang,nginap disini aja semalam."Ucap Varo.
"Iya,kapan lagi."Sahut Zanna.
"Baiklah."Ucap Darren cepat dan menatap Keisha sambil tersenyum penuh arti,Keisha hanya diam dan balik menatap Darren dengan ekspresi menyedihkan.
Pukul 10.00 malam
Tamu yang hadir sudah mulai pulang,Darren dan Varo sudah masuk ke dalam kamar hotel masing-masing.
Zanna sedang mandi,sementara Varo berbaring sejenak di atas ranjang untuk menghilangkan penatnya.
Tak lama kemudian Zanna pun sudah keluar dari dalam kamar mandi,Varo pun masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.
"Capek banget gue,ngantuk juga."Gumam Zanna.
Zanna merebahkan tubuhnya ke atas ranjang,memakai selimut lalu tidur.
Tak membutuhkan waktu yang lama untuk Zanna tertidur,karena Zanna memang benar-benar merasa sangat lelah dan mengantuk.
Sementara itu di dalam kamar mandi.
Varo sudah selesai mandi dan sudah berpakaian.
__ADS_1
"Kalau gue baca di novel-novel waktu malam pertama pasti yang perempuannya itu pakai baju tidur yang tipis kayak kantung kresek gitu,Btw tadi Zanna emang pakai baju tidur biasa.Tapi siapa tahu saat gue lagi mandi dia ganti baju dengan yang tipis itu,gue harus keluar dari dalam kamar mandi dengan wangi dan cool."Gumam Varo sambil membayangkan Zanna yang sedang memakai baju seksi.