
Darren dan Keisha sudah sampai di restoran,mereka segera masuk kedalam dan memesan makanan.
"Berhubung ini pertemuan pertama kita setelah bertahun-tahun,gue akan nraktir lo hari ini."Ucap Darren saat mereka masih menunggu pesanannya datang.
"Baik banget lo."Ucap Keisha.
"Tapi lo harus kasih gue sesuatu."Ucap Darren tersenyum penuh arti.
"Apa?"
"Nomor telfon lo,supaya gue bisa hubungi lo kapan aja."Ucap Darren.
"Yaudah deh,tapi lo juga kasih nomor telfon nya Zanna sama Varo ya."
"Iya."Ucap Darren.
Akhirnya merekapun saling memberikan nomor telfon,tak lupa juga Darren memberikan nomor telfon Zanna dan Varo.
Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang,Darren dan Keisha pun makan dengan hening.
Ngomong-ngomong soal Darren,dia sudah berhasil mendirikan sebuah rumah sakit yang dia beri nama stay healthy yang terbaik dan terbesar nomer 3 di kota itu.
Sementara Varo,dia juga sudah berhasil mendirikan sebuah rumah sakit yang dia beri nama kasih Bunda yang terbesar dan terbaik nomer 2 di kota itu.
Sementara rumah sakit terbaik dan terluas yang unggul di kota itu adalah rumah sakit Bintang Harapan,rumah sakit milik Ayah Nando itu.
Keisha,seperti cita-citanya yang ingin menjadi seorang pengacara.
Dan sekarang cita-citanya itu terwujud,Keisha sudah menjadi seorang pengacara yang jujur,tegas dan bijaksana.
"Btw,sekarang lo kerja jadi apa?"Tanya Darren menatap Keisha saat mereka sudah selesai makan siang..
"Pengacara dong."Jawab Keisha bangga dan tersenyum.
"Selamat-selamat,kita semua bisa mewujudkan cita-cita kita."Ucap Darren.
Keisha hanya tersenyum dan mengangguk.
Sementara itu
Zanna Varo dan Laila sudah selesai makan siang.
"Gue pergi dulu ya,masih ada kerjaan di rumah sakit."Ucap Varo menoleh kearah Zanna.
"Iya gak papa Al,gue tahu kok kalau lo itu sibuk.Tapi thanks ya udah luangin waktu lo untuk makan siang sama gue."Ucap Zanna tersenyum menatap Varo.
"Iya sama-sama."Ucap Varo balas tersenyum.
__ADS_1
Laila yang melihat itu pun merasa sangat kesal dan tak suka.
"Ini semua biar gue yang bayar,ini uangnya."Ucap Varo dan memberikan sejumlah uang kepada Zanna,Zanna pun menerimanya.
"Thanks Al,lo baik banget sih."Ucap Zanna.
"Iya sama-sama,yaudah kalau gitu gue pergi dulu.Gue pergi dulu ya Laila."Ucap Varo lalu menatap Laila.
Laila tersenyum lebar dan mengangguk.
Varo berdiri dari duduknya dan melangkah pergi dari sana untuk kembali lagi ke rumah sakit.
"Rumah sakit,Alvaro kerja jadi apa di rumah sakit?"Tanya Laila bingung dan menatap Zanna.
"Lo tahu nggak rumah sakit Kasih Bunda?"Tanya Zanna,Laila mengangguk.
"Pendiri dan pemilik rumah sakit itu adalah Varo,Varo juga seorang dokter bedah terbaik,teliti dan cekatan dalam menangani pasiennya."Ucap Zanna.
"Keren ya,masih muda udah sukses banget."Ucap Laila kagum.
"Iya,gue aja kagum sama dia."Ucap Zanna tersenyum.
"Oh iya,lo emang pernah ketemu sama Varo.Kok gue gak tahu ya?"Ucap Zanna.
"Iya gue gak bohong gue pernah ketemu sama Alvaro,lo ingat kan beberapa tahun lalu saat gue pertama kali pergi ke rumah lo dan lo juga ajak gue ke taman."Ucap Laila.
"Iya Zanna,terus pas gue ambil handphone gue Alvaro lagi duduk di bangku taman itu.Dan lo pastinya ingat dong soal gue yang bilang kalau gue baru aja ketemu sama cowok tampan dan gue berharap bisa berjodoh dengannya,orang itu adalah Alvaro ini tadi temen SMA lo."Ucap Laila bahagia.
"Kalau lo bukan jodohnya Varo gimana?"Tanya Zanna yang tak terima Laila berharap berjodoh dengan Varo.
"Gue bakal perjuangin,pokoknya apapun yang terjadi gue harus sama Alvaro."Ucap Laila yang terlihat sangat berbeda.
Laila kok gini ya,kayak psikopat.Tapi gue gak rela kalau sampai Laila mengejar Varo,Varo hanya milik gue,Varo hanya milik Zanna'Batin Zanna'
"Emmm yaudah ayo kita pulang,gue bayar dulu."Ucap Zanna.
Setelah membayar pesanan mereka,merekapun pergi dari cafe itu untuk pergi ke tujuan masing-masing.
Zanna yang sedang mengendarai mobilnya pulang pun tak fokus pada jalanan di depan,Zanna hanya melamun dan memikirkan kata-kata Laila yang sepertinya sudah jatuh cinta sejatuh-jatuhnya kepada Varo.
Tiba-tiba saja ada truk yang berada di depan mobil Zanna,Zanna yang terkejut dan panik pun langsung reflek menginjak rem sekuat tenaga dan berhenti mendadak.
"Sial,kenapa sih hah gue gak bisa gitu sama Varo.Waktu SMA ada Keisha dan sekarang Keisha udah gak ada malah ganti Laila,apa emang gue gak ditakdirkan untuk bersama dengan Varo."Ucap Zanna marah-marah sendiri.
TIIINNN
TIIINNN
__ADS_1
TIIINNN
Suara klakson mobil,sepeda motor dan kendaraan lainnya yang berada di belakang mobil Zanna terus membunyikan klakson nya karena mobil Zanna masih berhenti.
Zanna yang sadar pun langsung melajukan kembali mobilnya menuju rumah.
•
•
•
"Kenyang banget gue habis makan."Ucap Darren saat sudah selesai makan siang + menghabiskan segelas jus yang dia pesan dan menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
"Gue pengen deh kapan-kapan ajak Varo sama Zanna kumpul bareng sama kita."Ucap Keisha.
"Bisa aja,yang penting kita semua nggak lagi sibuk.Ngomong-ngomong,lo sekarang tambah cantik aja ya."Ucap Darren.
"Bisa aja lo,dasar buaya."Ucap Keisha.
"Gue bukan buaya ya,ngomong-ngomong lo gak butuh pendamping nih."Ucap Darren.
"Maksudnya?"Tanya Keisha tak mengerti.
"Ya seperti pendamping gitu,pasangan.Contohnya gue,gue bisa kok jadi pendamping dan pasangan yang baik buat lo."Ucap Darren menaik turunkan alisnya.
"Bisa aja lo,gue belum kepikiran soal nikah."Ucap Keisha.
"Yaudah deh terserah lo,tapi kalau lo butuh bantuan apapun jangan sungkan untuk hubungi gue."Ucap Darren,Keisha mengangguk.
•
•
•
Zanna sudah sampai di rumah,terlihat ada sebuah mobil berwarna putih yang terparkir di halaman rumah Zanna,dan pintu rumah pun terbuka dengan lebar.
Dengan rasa penasaran Zanna pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
"Itu Zanna pulang."Ucap Mama Nia saat melihat Zanna yang berdiri di ambang pintu masuk.
Zanna pun melangkah masuk ke dalam rumah dan melihat siapa tamu yang datang,ternyata Dimas.
Dimas adalah seorang dosen matematika di tempat Zanna mengajar juga,Dimas juga sudah menaruh hati kepada Zanna lama sekali.
Dimas,laki-laki tampan dan baik hati.Banyak juga mahasiswa mahasiswi yang sering menjodoh-jodohkan Dimas dan Zanna karena mereka terlihat sangat cocok.
__ADS_1
Dimas merupakan anak tunggal di keluarganya,Dimas juga berasal dari kota tempat tinggal Zanna.