
Pak Anam pun berjalan mendekati mereka dan berjongkok mengamati wajah 2 murid itu.
"Ini kan yang kemarin,siapa namanya.Oh iya,Zanna sama Varo namanya."Gumam pak Anam.
"Heh bangun,bangun bangun!!"Ucap pak Anam menepuk pundak Zanna dan Varo agak keras.
Perlahan Varo pun membuka kedua matanya.
"Heh cepat bangun,ngapain kalian tidur di sini?!"Tanya pak Anam dan berdiri.
"Na bangun Na,Zanna bangun."Ucap Varo pelan mengguncang tubuh Zanna.
Perlahan Zanna pun bangun dan melepaskan pelukannya begitupun Varo.
"Ada apa Al?"Tanya Zanna menatap Varo.
"Ada apa ada apa,kalian ngapain tidur berdua di sini.Pakai pelukan segala lagi?!"Sahut pak Anam.
Zanna dan Varo pun melihat ke arah pak Anam.
"Siapa juga yang mau tidur di sini pak,kami kemarin di kunciin di dalam gudang!"Ucap Zanna kesal dan menatap tajam pak Anam.
"Yaudah kalau gitu sekarang kalian minta surat ijin pulang sama tanda tangan petugas piket,temui wali kelas kalian masing-masing sebelum pulang."Ucap pak Anam pelan karena dia tidak tega melihat Zanna dan Varo yang terkunci semalaman di dalam gudang.
Apalagi kemarin hujan pasti udaranya sangat dingin.
"Iya pak."Ucap Varo dan berdiri.
Zanna perlahan pun berdiri.
Aduh,kepala gue pusing banget nih.Perut gue juga perih nih belum makan dari kemarin'Batin Zanna menundukkan kepalanya dan memegang kepalanya dengan tangan kiri'
"Na,lo gak papa kan?"Tanya Varo saat melihat Zanna.
"Enggak,gue gak papa kok."Jawab Zanna menatap Varo dan melepaskan tangannya dari kepala.
Pak Anam pun berjalan terlebih dahulu disusul Zanna di belakangnya,sementara Varo berjalan di belakang Zanna karena Varo takut terjadi sesuatu pada Zanna karena wajahnya begitu pucat.
Saat tinggal selangkah lagi keluar dari gudang Zanna pun berhenti di ambang pintu,dia kembali memegangi kepalanya yang kembali pusing.
Aduh,kepala gue kenapa sih ini kok pusing banget'Batin Zanna'
Zanna pun pingsan.
Varo yang berada di belakang Zanna dengan cepat menangkap tubuh Zanna agar tidak jatuh ke lantai.
"Zanna,bangun Na."Ucap Varo menopang kepala Zanna sambil menepuk-nepuk pipi Zanna.
__ADS_1
Pak Anam yang mendengar suara Varo pun membalikkan badannya,pak Anam pun berjalan menghampiri Varo dan berjongkok di hadapannya.
"Ini kenapa Zanna bisa pingsan?"Tanya pak Anam.
"Saya juga gak tahu pak."Jawab Varo.
"Kamu gak apa-apain dia kan kemarin?"Tanya pak Anam mengintograsi.
"Astaga enggak pak,suwer.Saya juga belum mau jadi papa muda,masa depan saya masih panjang."Jawab Varo.
"Sudah-sudah,mendingan sekarang kamu bawa dia ke rumah sakit."
"Iya pak,saya akan bawa Zanna ke rumah sakit Permatasari.Nanti kalau misalnya orang tua saya kesini suruh nyusul aja ya pak ke rumah sakit Permatasari."Ucap Varo.
"Iya,nanti akan saya bilangin kalau orang tua kamu datang."
Varo segera membopong tubuh Zanna untuk dibawa ke rumah sakit,Varo pun melewati kelas-kelas untuk pergi menuju gerbang.
"Lha,itu kan Varo sama Zanna.Mereka mau kemana ya,itu juga si Zanna kenapa."Gumam Santi yang baru saja izin keluar kelas untuk pergi ke toilet saat melihat Varo sama Zanna,Santi pun berjalan mengikuti mereka.
"Mau kemana kamu,hah?"Tanya pak Anam dari belakang tubuh Santi.
Santi pun menghentikan langkahnya dan berbalik badan.
"Eh pak Anam,emmm saya mau pergi ke toilet pak."Jawab Santi nyengir.
"Iya deh iya Santi emang mau ikutin mereka,soalnya saya penasaran kemana mereka pergi.Eh btw,itu Zanna kenapa ya pak?"Tanya Santi.
"Saya gak tahu,kamu ini masih SMA jangan terlalu kepo sama urusan orang.Kayak emak-emak tahu,apalagi gibah."Jawab pak Anam agak judes.
"Emang bapak gak pernah gibah ya?"
"Emmm,ya pernah sih."Jawab pak Anam.
"Bapak aja pernah gibah,apalagi saya.Kita semua juga sama-sama tahu kan gimana nikmatnya bergibah dan apa konsekuensinya,cuma gak tahu kenapa kita gak bisa berhenti bergibah.Ya kan pak?"
"Udah deh,mumpung hari ini saya lagi gak pengen marah-marah.Saya perintahkan kamu sekarang juga dengan nada suara yang pelan,kamu masuk kembali ke dalam kelas kamu."
"Iya pak."Sahut Santi mencep dan melangkah pergi ke kelasnya.
Sementara itu
Varo sedang mencegat taxi di depan sekolah sambil membopong tubuh Zanna,Varo pun menyetop sebuah taxi yang lewat.
"Ke rumah sakit Permatasari ya pak."Ucap Varo saat sudah masuk ke dalam taxi dan membaringkan tubuh Zanna dan menaruh kepala Zanna di pangkuannya.
"Baik."
__ADS_1
Sopir taxi pun melakukan mobilnya meninggalkan sekolah,tak lama kemudian taxi pun sudah sampai di depan rumah sakit Permatasari.
"Ini pak uangnya,makasih."Ucap Varo menyodorkan selembar uang berwarna biru.
"Sama-sama."Ucap sopir taxi itu tersenyum dan menerima uang itu.
Varo pun keluar dari dalam taxi dengan membopong tubuh Zanna,taxi pun melaju meninggalkan rumah sakit.
Varo pun berjalan masuk ke dalam rumah sakit.
"Suster,tolongin teman saya."Ucap Varo menghadang seorang suster yang sedang berjalan.
"Mari ikut saya,biar diperiksa dokter dulu."Ucap suster itu tersenyum dan berbalik badan melangkah pergi ke ruang pemeriksaan diikuti Varo di belakangnya.
Ceklek
"Silahkan anda baringkan teman anda,saya akan memanggil dokter untuk memeriksanya."Ucap suster itu mempersilahkan Varo masuk.
"Iya sus makasih."Varo pun melangkah masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
Varo pun membaringkan Zanna di brankar dengan sangat pelan dan hati-hati.
Suster itu pun pergi untuk memanggil dokter.
Tak lama kemudian suster itu pun kembali masuk ke dalam ruang pemeriksaan Zanna dengan seorang dokter perempuan.
"Mbaknya saya periksa dulu ya."Ucap dokter itu tersenyum menatap Varo.
"Iya dok silahkan."
Dokter itu pun mulai memeriksa Zanna dengan di dampingi suster yang berada di sebelah kanannya.
"Pasien demam,suhu tubuhnya mencapai 39 derajat."Ucap dokter itu saat sudah selesai memeriksa Zanna.
"Emmm kalau misalkan teman saya dirawat dulu terus uang administrasinya nanti pas orang tuanya udah datang gimana dok,soalnya uang saya habis buat bayar ongkos taxi tadi kalaupun masih ada pasti gak cukup buat bayar administrasi nya."Ucap Varo ragu.
"Enggak masalah,karena di sini kondisi pasien lebih penting daripada bayar uang administrasinya dulu.Tapi sebelum pasien pulang uang administrasinya harus sudah lunas ya."Jawab dokter itu tersenyum.
"Makasih banyak dok."
"Sama-sama,pasien akan dipindahkan ke ruang rawat mana?"
"Ke ruang rawat kas 2 aja dok."Ucap Varo.
"Baik kalau begitu."Ucap dokter itu
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN BAGIKAN 🤗😍
__ADS_1