
"Ganti baju!"Ucap Zanna tajam saat melihat Varo yang sedang mengenakan kaos berwarna hitam,padahal tadi Varo mengenakan kaos berwarna putih.
"Na gue bosen pakai baju warna putih terus,please ya jangan suruh gue ganti baju."Ucap Varo memohon.
"Baiklah terserah."
"Lo gak marah Na."Ucap Varo heran,padahal sudah dia prediksi bahwa Zanna akan marah.
"Enggak,gue kan orang yang sabar."Ucap Zanna.
"Ajaib."Gumam Varo.
"Al."Panggil Zanna pelan.
"Iya?"
"Baju gue udah banyak yang kekecilan,beliin yang baru kenapa."Ucap Zanna.
"Iya,nanti gue beliin."Ucap Varo menghampiri Zanna dan duduk di samping Zanna.
"Baik banget lo."Ucap Zanna tersenyum menatap Varo.
"Of course,gue itu emang terlahir sebagai orang yang baik."Ucap Varo.
Beberapa bulan kemudian
Usia kandungan Zanna sudah memasuki 5 bulan,Zanna sedang duduk bersandar di atas ranjang dengan boneka beruangnya.
Sementara Varo rebahan di sofa sambil memainkan handphonenya.
"Al."Panggil Zanna pelan.
"Iya?"
"Gue capek harus naik turun anak tangga waktu mau pergi ke kamar."Ucap Zanna.
Varo bangun dari rebahan nya dan berjalan menghampiri Zanna.
"Baiklah,nanti kita akan pindah di kamar bawah ya."Ucap Varo tersenyum menatap Zanna.
"Baik banget lo,anak siapa sih."
"Lo tahu kan kalau gue itu anaknya Ayah sama Bunda."Ucap Varo.
"Hahaha iya,btw gue tambah gendut ya.Pasti jelek."Ucap Zanna sedih.
"Enggak kok,lo tetep cantik..Ehemmm dan tambah......."Ucap Varo menggantung kalimatnya.
"Tambah apa?"
"Tambah sexy."Bisik Varo di telinga Zanna.
"Al iiihh lo itu ngeselin."Ucap Zanna cemberut.
"Masak sih,kayaknya yang lebih ngeselin boneka itu deh.Gue serasa tersingkirkan."Ucap Varo.
"Enggak ya,udah sana pergi.Ngeselin tahu nggak lo itu."Ucap Zanna kesal.
"Suami sendiri diusir,sementara bonekanya enggak."Ucap Varo menggerutu dan melangkah pergi dari sana.
Tapi tiba-tiba saja ada yang memeluknya dari belakang,ternyata itu Zanna.
"Enggak enggak,gue cuma bercanda.Jangan pergi."Ucap Zanna.
__ADS_1
"Gue marah,bujuk gue sekarang."Ucap Varo pura-pura marah.
"Jangan marah ya Al sayang,lo tahu kan kalau gue itu sayang banget sama Alvaro dan gue gak mau kehilangan dia!"Ucap Zanna pelan penuh penekanan sambil mencubit pinggang Varo.
"Iya gue percaya,lepasin."Ucap Varo melepaskan tangan Zanna dan berbalik badan.
Merekapun saling berpandangan, perlahan Varo mendekatkan wajahnya ke wajah Zanna.
Varo pun mencium bibir Zanna,Zanna pun membalas ciuman Varo.
•
•
•
Siang hari
Rianti dan Riko sedang belanja di salah satu toko pakaian bayi di sebuah mall yang ada di kota itu,ternyata calon anak Riko dan Rianti laki-laki.
Riko merasa sangat senang,begitupun Raka Rina dan Rianti tentunya.
Dan sekarang usia kandungan Rianti sudah 7 bulan,2 bulan lagi Rianti akan melahirkan.
Selama Rianti hamil bukannya Rianti yang muntah-muntah ataupun ngidam melainkan Riko yang mengalami itu semua,hubungan mereka juga sangat baik semenjak Rianti hamil.
Riko lebih memperhatikan Rianti dan menuruti apa kata Rianti selagi itu baik.
"Riko gue laper mau makan."Ucap Rianti.
"Iya ayo,ini juga udah waktunya makan siang."Ucap Riko tersenyum.
Akhirnya merekapun pergi ke salah satu restoran yang ada di mall untuk makan siang.
Tapi saat Rianti baru saja duduk di salah satu kursi Rianti melihat ada Sasya yang duduk tak jauh dari mejanya,Rianti langsung berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati Sasya.
"Sasya."Sapa Rianti.
"Rianti."Ucap Sasya bahagia dan langsung berdiri dari duduknya.
Saat Sasya akan memeluk Rianti terlihat ada yang salah,Sasya pun melihat kearah perut buncit Rianti.
"Lo hamil Rianti?!"Ucap Sasya terkejut,Rianti tersenyum dan mengangguk.
"Mana Dani?"Tanya Rianti karena dia hanya melihat Sasya bersama dengan Ikbal.
"Ada di rumah sama mama."
"Yaudah ayo kita ke sana yuk,kita ngobrol berdua sambil makan."Ajak Rianti.
Rianti dan Sasya pun duduk berdua di salah satu kursi yang tak jauh dari Ikbal.
"Duduk aja mas disini."Ucap Ikbal saat melihat Riko hanya berdiri saja.
Riko pun duduk di hadapan Ikbal.
"Suaminya Sasya?"Tanya Riko,Ikbal tersenyum dan mengangguk.
"Masih muda ya."
"Iya,tua kak Sasya 1 tahun."Ucap Ikbal yang tidak bisa menghilangkan kebiasaannya memanggil Sasya dengan sebutan kak,hanya karena dulu Sasya kakak kelasnya.
"Apa,kak.Hahaha,gak ada romantis-romantisnya ya.Masak panggil istri dengan sebutan kak,minimal nama lah."Ucap Riko tertawa.
__ADS_1
"Gak tahu nih mas,susah banget hilangin kebiasaan itu."Ucap Ikbal menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Baiklah terserah,btw gue Riko."Ucap Riko menyodorkan tangan kanannya.
"Ikbal."Jawab Ikbal menjabat tangan Riko.
Sementara itu di meja lain
Sasya dan Rianti asyik mengobrol,mereka sudah lama tidak bertemu.
"Kita udah lama gak ketemu,sekalinya ketemu lo udah hamil aja."Ucap Sasya.
"Iya,sebenarnya ini semua kecelakaan tapi ya sudahlah.Sekarang sikap Riko juga udah baik banget sama gue,lo juga diperlakukan dengan baik kan sama suami lo."Ucap Rianti.
"Baik,gue diperlakukan dengan baik kok."
"Emangnya lo sampai saat ini belum ada rasa gitu,ya kan kalian udah beberapa bulan bersama soalnya?"Tanya Rianti.
"Gue juga gak tahu,cuma gue udah merasa nyaman aja di dekatnya Ikbal."Jawab Sasya sedikit tersenyum.
"Gue do'a in yang terbaik buat lo."Ucap Rianti tersenyum,Sasya pun balas tersenyum.
Akhirnya merekapun mengobrol banyak hal sambil makan.
•
•
•
Ikbal dan Sasya sedang dalam mobil menuju pulang,dengan Ikbal yang mengemudi.
"Ikbal."Panggil Sasya pelan dan menoleh kearah Ikbal.
"Iya kak ada apa?"
"Jangan panggil gue kak kenapa sih."Ucap Sasya kesal,karena dari dulu Ikbal selalu memanggilnya dengan sebutan kak.
"Sorry,terus harus panggil apa kalau bukan kak?"Tanya Ikbal yang masih fokus menyetir.
"Panggil nama aja gak papa,kalau lo panggil gue kak gue yang merasa gak enak."
"Baiklah,Sya."Ucap Ikbal canggung.
Tak berapa lama mobil merekapun sudah sampai di halaman rumah,Dani langsung berlari menyambut mereka.
•
•
•
"Riko,lo udah pikirkan nama untuk anak kita?"Tanya Rianti,mereka sedang duduk berdua di sofa ruang tamu.
"Udah,gue jamin namanya bagus."
"Gue juga udah pikirin nama,namanya biar dari gue aja ya."Ucap Rianti.
"Baiklah terserah."
Beberapa bulan kemudian
Hari ini Zanna dengan Keisha sedang berbelanja kebutuhan untuk calon anak mereka dengan ditemani oleh Varo dan Darren,sebenarnya Keisha sudah berbelanja tapi karena Zanna mengajaknya ya mau lah Keisha.
__ADS_1
Ternyata Zanna hamil anak kembar laki-laki dan perempuan,sungguh Zanna merasa sangat bahagia begitupun anggota keluarga yang lain.
Varo dan Zanna juga nantinya tidak akan berebut lagi tentang anak laki-laki dan perempuan,karena mereka akan memiliki keduanya.