Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Apalah Daya


__ADS_3

"Lo jangan nangis,ada gue Na.Gue bakalan selalu ada buat lo."Ucap Darren tulus.


"Ehemm,apalah daya yang jomblo ini!!!"Teriak seorang pemuda di sebuah warung kopi.


Zanna yang sadar mereka sedang berdiri di trotoar pinggir jalan pun melepaskan pelukannya dan menunduk malu.


"Iya nih,mak anakmu jomblo!!!"Timpal pemuda yang lain.


Tiba-tiba ada seorang pemuda yang lewat dan menepuk bahu Darren.


"Mas,jangan pacaran disini."Ucapnya.


"Emang kenapa?"Tanya Darren.


"Ini kan di pinggir jalan raya,banyak warung kopi.Banyak pemuda pemudinya juga."


"Iya,terus apa masalahnya?"Tanya Darren penasaran,sementara Zanna hanya diam.


"Nanti kalau mas putus banyak yang ketawain hahaha."Jawab pemuda itu mengejek.


"Aaahhh suwek lo mas,pergi sana."Ucap Darren kesal.


"Oke oke semoga sukses."Ucap pemuda itu dan pergi.


"Bikin malau aja sih,lagian kita kan gak pacaran.Lagian lo pakek peluk-peluk segala lagi."Gerutu Zanna sambil bersedekap.


"Lha,kan tadi elu yang peluk gue.Gimana sih."Ucap Darren tak terima.


Oh iya ya,kan gue yang peluk Darren duluan'Batin Zanna'


"Y-ya itu gue reflek aja sih,karena terbawa suasana."Ucap Zanna mencoba tenang dan santai.


"No problem,gak ada salahnya juga kan peluk Abang sendiri."Ucap Darren menaik turunkan alisnya,Zanna pun merasa kesal.


"Lo itu yah,gue bukan adek lo dan lo bukan Abang gue!"Tegas Zanna.


"Kan jadi saudara angkat bolehlah Na."


"Gak ada,udah ah gue mau pulang."Zanna pun menyetop taxi yang kebetulan lewat,akhirnya Zanna pun pulang duluan naik taxi.


"Woiii mas,kenapa.Bertengkar ya?!"Tanya seorang pemuda dari warung kopi yang tadi,Darren hanya menggeleng.


"Udah deh mas,jangan galau-galau.Sini ngopi biar santai!!"Ucap pemuda yang lain.


"Enggak deh mas makasih,gue mau pulang aja."Ucap Darren dan melangkah pergi.


"Lagi galau ya mas?"


"Eh mas,jangan bunuh diri lho gara-gara bertengkar ama pacar."


"Pasti habis ini putus,hahahha."


Begitulah kira-kira ucapan para pemuda yang berada di warung kopi saat Darren berjalan melewatinya.

__ADS_1


Sial,ini gara-gara Zanna'Batin Darren'





Zanna sampai di rumah pukul 21.30.


"Ini pak uangnya,makasih."Ucap Zanna dan turun dari taxi,membuka gerbang dan menutupnya lalu menguncinya.


Setelah itu Zanna berjalan masuk ke dalam rumah dan setelah itu mengunci pintu depan,untunglah Mama Papanya sudah tidur.


Karena saat Zanna kesal dia sangat malas berbicara dengan siapapun,Zanna pun bergegas menuju kamarnya.


Mengganti bajunya dengan piyama,menggosok gigi.Setelah itu Zanna merebahkan tubuhnya di kasur,Zanna merenung menatap langit-langit kamar.


"Apa tadi gue udah keterlaluan ya sama Keisha,ah bodoh amat deh gue gak peduli."Gumam Zanna,dia pun memutuskan untuk tidur walaupun tidak mengantuk.


Sementara itu


Keisha sudah sampai di depan rumahnya diantar oleh Varo.


"Udah,kamu jangan sedih terus."Hibur Varo sebelum Keisha keluar dari mobil,Keisha pun tersenyum mendengar penuturan Varo.


"Iya,aku gak bakalan sedih lagi.Menurut kamu gimana kalau besok aku bawain Zanna sesuatu ke rumahnya,yaaa sebagai tanda permintamaafan gitu?"Tanya Keisha meminta pendapat,Varo terlihat berfikir dan manggut-manggut.


"Ya gak papa,dicoba aja.Siapa tahu setelah itu Zanna gak marah lagi."Jawab Varo sambil membelai kepala Keisha pelan,Keisha pun tersenyum mendapat perlakuan seperti itu dari Varo.


TIN


Mobil Varo pun melaju meninggalkan rumah Keisha,setelah mobil Varo sudah tak terlihat lagi Keisha pun masuk ke dalam rumah.


Keesokan harinya


Keisha sedang memasak nasi goreng,jam masih menunjukkan pukul 6 pagi.


Dia berencana akan ke rumah Zanna dengan membawa nasi goreng buatannya sendiri,menurut Keisha ketika kita ingin membujuk seseorang.


Lebih baik usaha atau buatan sendiri,contohnya makanan.Kita masak sendiri untuk membujuk seseorang itu biar luluh,dan pasti kesannya juga berbeda antara usaha atau buatan sendiri dan beli.


"Tumben pagi-pagi masak?"Tanya Mama Rita sambil menuang air putih ke dalam gelas lalu duduk di kursi meja makan.


"Iya Ma,aku mau ke rumah Zanna."Jawab Keisha dan mematikan kompor,menaruh nasi goreng di tupperware.


Tak lupa Keisha juga menaruh sosis yang sudah dipotong-potong,tomat,sawi hijau matang dan tempe goreng di wadah yang lain dan siap.


Keisha pun pergi mandi dan bersiap-siap ke rumah Zanna,dia sungguh tidak sabar ke rumah Zanna.


Beberapa menit kemudian


Keisha sudah siap,dia berjalan menghampiri Mama Rita yang sedang berada di dapur.

__ADS_1


"Ma,aku ke rumah Zanna dulu ya."Pamit Keisha buru-buru dan mengambil tupperware yang ada di meja makan.


"Iya, hati-hati di jalan."Jawab Mama Rita,Keisha pun memutuskan untuk membawa mobil sendiri.Tidak naik taxi.





Tok


Tok


Tok


"Non,ini Bibi!!"Teriak Bi Laras.


"Masuk aja Bi!"Sahut Rianti dari dalam kamar dengan nada lesu.


'Ceklek'


Pintu terbuka,terlihat Rianti sedang berdiri di depan jendela dengan tatapan mata sayu.


"Non,di bawah ada Pak Raka sama istri dan anaknya.Non Rianti disuruh turun dan menemui mereka."Ucap Bi Laras mendekati Rianti.


"Rianti gak mau Bi."Jawab Rianti lesu dan menggelengkan kepalanya,Bi Laras pun hanya diam.


Tiba-tiba Rianti membalikkan badannya dan berjalan menghampiri Bi Laras,dan memegang tangannya dengan mata yang berbinar-binar.


"Bibi sayang kan sama Rianti?"Tanya Rianti,Bi Laras yang bingung pun hanya mengangguk.Tapi Bi Laras memang sungguh-sungguh menyayangi Rianti seperti putri kandungnya sendiri.


"Rianti gak mau nikah sama Riko setelah lulus sekolah,Bibi bantuin Rianti ya supaya gak jadi nikah sama Riko."Pinta Rianti penuh harap.


"Maafin Bibi Nom,bukannya gak mau.Tapi Bibi takut sama Bapak."


"Kalau gitu gimana kalau kita kabur Bi,nanti biar Bibi gak dimarahin sama Papa.Rianti mau kok tinggal di kampung sama Bibi."Rianti masih mencoba membujuk Bi Laras,berharap Bi Laras mengiyakannya.


"Ehemm."


Belum juga Bi Laras menjawab,di pintu kamar berdiri Bima dengan tatapan mata tajam.


"Bi,siapin sarapan!"


"Iya pak,permisi."Bi Laras pun segera meninggalkan kamar Rianti dengan menundukkan kepalanya.


"Rianti,ayo turun di bawah ada Riko dan orang tuanya."Ajak Bima,namun Rianti hanya diam saja.


"Rianti!!"Bentak Bima berjalan ke arah Rianti dan menarik paksa tangannya.


"Lepasin,aku gak mau."Ucap Rianti hampir menangis,tapi Bima tak peduli.Bima tetap menarik paksa tangan Rianti.


Mereka pun akhirnya turun ke bawah menuju ruang makan,setelah sampai di ruang makan Rianti pun menyalami kedua orang tua Riko.

__ADS_1


"Kamu kenapa nak,kok kayak habis nangis?"Tanya Rina,sungguh perhatian dan keibuan sekali batin Rianti.


__ADS_2