Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Menyusul


__ADS_3


...Contoh ruang rawat Zanna...


Tak lama kemudian Zanna sudah dipindahkan ke ruang rawat kelas 2 dan dia belum juga sadar.


Varo pun duduk di sebuah kursi yang berada di samping kanan Zanna,lama-kelamaan Varo pun tertidur dengan menelungkup kan kepalanya di tepi ranjang pasien.





"Pa,ayo cepat kita pergi ke sekolah Zanna."Ucap Mama Nia yang turun dari tangga saat melihat suaminya sedang duduk di ruang tamu sambil membaca koran.


"Baru bangun ma?"Tanya P.Subroto menatap istrinya.


"Iya pa soalnya kemarin gak terlalu bisa tidur."Jawab Mama Nia dan duduk di sofa.


"Yaudah ma gak papa,kalau mau pergi ke sekolah Zanna kita sarapan dulu.Hari ini papa udah izin gak masuk untuk mengajar anak-anak."


"Mama langsung mandi aja,papa sarapan sendiri gak papa."Ucap Mama Nia.


"Oke ma kalau gitu,papa akan sarapan aja sendiri.Mama mandi aja dan siap-siap."Ucap P.Subroto mengalah dan tak mau memaksa istrinya untuk sarapan.


Mama Nia pun berdiri dari duduknya dan melangkah pergi ke kamar untuk mandi dan bersiap-siap.


Sementara P.Subroto pergi ke ruang makan untuk sarapan.


Tak lama kemudian P.Subroto pun sudah selesai sarapan,dan sekarang sedang duduk di kursi teras untuk menunggu istrinya.


"Ayo pa cepat kita pergi ke sekolah Zanna."Ucap Mama Nia terburu-buru sambil mengunci pintu rumah.


"Kunci mobil belum papa ambil ma di dalam kamar."Ucap P.Subroto berdiri dari duduknya.


"Ini udah Mama ambilin."Ucap Mama Nia sambil menyodorkan kunci mobil yang dibawanya,P.Subroto pun menerimanya.


"Ayo pa cepat kita pergi ke sekolah Zanna sekarang."Ucap Mama Nia menyimpan kunci rumah di dalam tasnya dan berjalan terlebih dahulu,P.Subroto pun mengikutinya.


Akhirnya mereka pun pergi ke sekolah Zanna menggunakan mobil yang biasanya dibawa P.Subroto pergi mengajar di sebuah sekolah SMK negeri.


Tak lama kemudian


Mobil pun berhenti tepat di depan gerbang sekolah Zanna,P.Subroto dan Mama Nia pun keluar dari mobil dan berjalan menuju pos satpam.

__ADS_1


"Permisi pak."Ucap P.Subroto pada 2 orang yang berada di pos satpam.


"Iya pak,ada apa ya?"Tanya pak Anam berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati P.Subroto.


"Begini pak,dari kemarin anak saya belum pulang-."


"Oohh anda orang tuanya Varo ya?"Tanya pak Anam memotong perkataan P.Subroto.


"Bukan,kami berdua orang tuanya Zanna."Jawab P.Subroto.


"Zanna tadi dibawa ke rumah sakit Permatasari pak."Ucap pak Anam.


"Kenapa anak saya dibawa ke rumah sakit,apa terjadi sesuatu sama anak saya?"Tanya Mama Nia khawatir.


"Kalau soal itu saya gak tahu ya Bu,semoga Zanna enggak apa-apa tadi dia cuma pingsan.Tadi yang bawa Zanna ke rumah sakit temannya,mendingan sekarang bapak sama ibu susul Zanna ke rumah sakit Permatasari."Jawab pak Anam.


"Yaudah kalau gitu,kami permisi dulu ya pak mau susul Zanna ke rumah sakit.Terima kasih infonya."Ucap P.Subroto tersenyum.


"Iya pak sama-sama,hati-hati dijalan."


P.Subroto dan Mama Nia pun akhirnya pergi ke rumah sakit Permatasari.


Pak Anam kembali masuk ke dalam pos satpam dan duduk di kursi yang ada di samping pak satpam.


"Tanya apa ya pak."


"Kemarin waktu pak satpam ngunci gudang,apa pak satpam gak lihat kalau di dalam gudang ada orang?"Tanya pak Anam.


"Waduhhh saya gak lihat tuh,kemarin kan mendung jadi di gudang agak gelap.Terus langsung saya kunci deh itu gudangnya,soalnya kan kemarin udah pada pulang semua jadi saya pikir gak ada orang lagi apalagi di dalam gudang.Emangnya ada apa ya pak,oh iya saya tadi juga lihat ada seorang siswa yang gendong siswi lewat sini kayaknya itu yang siswi pingsan deh.


Mereka menyetop taxi di depan sekolah."Ucap pak satpam.


"Pak satpam ingat nggak sama yang namanya Zanna dan Varo,yang dihukum gara-gara telat."Tanya pak Anam.


"Iya pak saya ingat,emang mereka kenapa ya pak?"


"Kemarin mereka itu terkunci di dalam gudang,saya yang nemuin mereka di dalam gudang tadi pagi.Nah itu tadi orang tuanya Zanna."Jawab pak Anam.


"Waduhhh,saya jadi merasa bersalah pak karena udah kunciin mereka di dalam gudang.Itu tadi namanya Zanna ya yang pingsan?"


"Iya pak namanya Zanna,semoga saja dia nggak apa-apa.Pak satpam gak usah merasa bersalah begitu."Jawab pak Anam.


"Permisi pak."Ucap seseorang tiba-tiba.


Pak Anam pun berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati seorang bapak-bapak tapi terlihat masih sedikit muda.

__ADS_1


"Iya pak,ada apa ya?"Tanya pak Anam.


"Saya mau bertemu sama pak kepala sekolah,apa ada?"


"Ada pak,kalau boleh saya tahu ada keperluan apa ya pak kok mau bertemu dengan bapak kepala sekolah?"Tanya pak Anam.


"Begini pak,anak saya dari kemarin belum pulang-."


"Oohh anda pasti orang tuanya Varo ya?"Tanya pak Anam memotong perkataan orang itu.


"Iya,saya ayahnya Varo.Nama saya Nando."Jawab orang itu yang ternyata adalah Ayah Nando.


"Nama saya Anam,Varo pergi ke rumah sakit Permatasari pak."


"Ke rumah sakit,memangnya anak saya kenapa pak?"Tanya Ayah Nando sedikit panik.


"Anak bapak enggak apa-apa,dia mengantar temannya ke rumah sakit."Jawab pak Anam.


"Yasudah kalau begitu saya akan menyusul Varo,terima kasih pak Anam informasinya.Saya permisi dulu."Ucap Ayah Nando.


"Iya sama-sama,hati-hati dijalan."


Ayah Nando pun berbalik badan dan melangkah pergi menuju mobilnya,Ayah Nando pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit Permatasari.





P.Subroto dan Mama Nia sudah sampai di rumah sakit dan sedang berjalan menuju meja resepsionis.


"Suster saya mau tanya,anak saya baik-baik aja kan sus?"Tanya Mama Nia pada seorang suster yang ada di resepsionis.


"Maaf Bu,anak ibu yang mana ya.Soalnya disini kan banyak orang,mulai dari anak kecil sampai orang tua?"Tanya suster itu tersenyum.


Zanna kan belum pulang,otomatis dia kan belum ganti baju'Batin P.Subroto'


"Emmm,yang pakai seragam sus.Seragam SMA."Jawab P.Subroto.


"Maaf,apa anda orang tuanya?"Tanya seorang suster yang kebetulan lewat dan mendengar percakapan mereka.


Ternyata itu suster yang menemani dokter memeriksa Zanna tadi.


"Iya sus,suster tahu anak saya.Namanya Zanna."Jawab Mama Nia.

__ADS_1


__ADS_2