
"Mau apa lo,gak usah ikut campur deh."Ucap Riko santai.
"Bukannya gue mau ikut campur,tapi lo kasar banget sama Rianti."Balas Varo,dia terus menatap Riko dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas.
Terlihat sedikit seperti preman,apa yang membuat Sasya dulu jatuh cinta pada Riko.Varo tak habis pikir dengan Sasya.
"Suka-suka gue dong,apa hak lo.Udah deh,kita pergi aja dari sini."Ucap Riko dan melangkah pergi sambil menggenggam pergelangan tangan Rianti,tapi Rianti tidak mau dan terus memberontak.
"Lepasin,gue gak mau ikut sama lo!"Ucap Rianti tegas dan menghempaskan tangannya,sehingga tangan Rianti lepas dari genggaman Riko.
Plaaakkk
Tanpa diduga Riko menampar pipi kiri Rianti dengan keras.
"Lo bisa gak sih nurut sama gue!?!"Bentak Riko murka.
Varo pun langsung berjalan mendekati mereka dan berdiri di samping Rianti yang masih terkejut dengan perlakuan Riko.
"Lo kasar banget sih sama cewek!!"Ucap Varo.
"Banyak omong lo!"Ucap Riko dan melayangkan tinjunya ke wajah Varo dannnn tepat mengenai rahang Varo,Varo pun memegangi rahangnya.
"Al."Ucap Rianti khawatir,Varo pun mengangkat tangannya dan membentuk huruf OK.
"Lo main kekerasan,oke.Siapa takut."Ucap Varo dan membalas pukulan Riko,mereka pun akhirnya berkelahi.
Saling pukul,saling tinju dan saling tendang.Rianti yang takut dan panik pun berlari meminta tolong,seorang bapak-bapak dan seorang laki-laki muda sedang berjalan di trotoar.
Rianti pun menghadang mereka dengan merentangkan kedua tangannya.
"Hei gadis,kau menghalangi jalan kami."Ucap laki-laki itu.
"Tolong,tolongin saya."Ucap Rianti dengan nafas yang tidak beraturan.
"Tenanglah anak muda,apa yang bisa kami bantu?"Tanya si bapak itu.
Rianti hanya menunjuk ke arah belakang,tak jauh terlihat Varo dan Riko masih berkelahi.
Bapak itu dan pemuda itu pun segera berlari ke arah Varo dan Riko,sementara Rianti berjalan dengan lelahnya.
"Hentikan,apa yang ada dalam pikiran kalian anak muda?!"Bentak bapak itu dan memegangi Riko,sementara pemuda itu memegangi Varo.
Rianti datang dengan nafas naik turun,dilihatnya Riko babak belur sementara Varo hanya luka di bagian bibirnya saja yang mengeluarkan sedikit darah.
"Bapak siapa sih,lepasin.Gak usah ikut campur?!?"Bentak Riko meronta-ronta,namun tenaga bapak itu jauh lebih besar sehingga Riko tak bisa lepas.
"Makasih ya Pak,Mas."Ucap Rianti sopan,pemuda itu pun hanya mengangguk.
"Sama-sama,segera pergi dari sini."Ucap bapak itu,pemuda itu pun melepaskan Varo.
Varo berjalan ke arah motornya dan menaikinya diikuti Rianti.
__ADS_1
TIN
Varo pun melajukan motornya.
"Rianti,awas lo!!!"Teriak Riko melihat kepergian Rianti bersama Varo."Lepasin!!!"
Bapak itu pun melepaskan tangan Riko dan pergi dari sana bersama anaknya,Riko mengeluarkan ponselnya dari saku celananya dan memotret Rianti yang dibonceng Varo.
"Aaah sial,gue kalah sama anak SMA."Gumam Riko sambil memegangi wajahnya yang babak belur,Riko segera menaiki motornya dan tancap gas menuju rumah Rianti.
Sementara itu di perjalanan
"Emmm Al."Panggil Rianti pelan.
"Ya?"
"Makasih ya udah nolongin gue,dan sorry lo jadi luka gara-gara gue."Ucap Rianti merasa bersalah.
"Sama-sama,gak papa santai aja.Lagian ini juga bukan salah lo,kalau boleh tahu ada hubungan apa ya lo sama Riko?"Tanya Varo penasaran.
"Dia,dia calon suami gue.Setelah lulus gue bakal nikah sama dia."Jawab Rianti pelan.
Ciiitttt
Varo mengerem mendadak,bukan karena terkejut mendengar jawaban Rianti.
Tapi di depan ada segerombolan orang yang sedang menyebrang jalan,Varo melajukan motornya kembali setelah orang-orang itu menyeberang.
Beberapa menit kemudian motor Varo mulai memasuki kawasan rumah Rianti.
"Berhenti Al,gue turun disini aja."Ucap Rianti,Varo menghentikan motornya dan Rianti segera turun dari motor.
"Emang udah sampai rumah lo,dimana rumah lo?"Tanya Varo.
"Emmm,rumah gue udah gak jauh kok dari sini."Jawab Rianti gugup.
"Oke gak papa,gue ngerti kok.kalau gitu gue pulang dulu ya."Ucap Varo bersiap-siap tancap gas.
"Sekali lagi makasih ya Al."
"Iya sama-sama,gue pulang dulu."Varo pun melajukan motornya meninggalkan Rianti,Rianti pun berjalan menuju rumahnya.
Saat memasuki halaman rumahnya,dia melihat motor Riko berada di sana.
•
•
•
Darren dan Zanna sudah sampai di rumah Keisha dari tadi,mereka sedang mengobrol di ruang tamu sambil memakan camilan.
__ADS_1
Drrtt
Drrtt
"Eh bentar-bentar guys."Ucap Darren dan mengambil handphonenya di saku seragamnya yang bergetar.
"Mama gue telfon,bentar ya guys."Darren pun berjalan menuju teras dan mengangkat telfon dari Mamanya.
"Na."Panggil Keisha ragu.
"Hemm."Jawab Zanna masih memakan camilan.
"Lo suka sama Varo ya?"Tanya Keisha,Zanna berhenti mengunyah dan menatap Keisha.
"Hemmm,apa?"Tanya Zanna.
"Lo suka sama Varo?"Keisha mengulangi pertanyannya lagi.
"Kok lo tanyanya gitu?"Tanya balik Zanna,Keisha menunjukkan foto Zanna dan Varo di handphonenya.
Foto saat tadi Varo menabrak dan jatuh menimpa Zanna.
"Lo dapat foto itu dari mana?"Tanya Zanna.
"Dari Santi."
"Terus lo lebih percaya sama Santi di bandingkan gue?"Tanya Zanna lagi.
"Bukan gitu maksud gue,tapi udah ada 2 orang yang bilang kalau lo suka sama Varo.Yang pertama Sasya terus yang kedua Santi."Jawab Keisha tak enak hati.
Zanna memalingkan mukanya dan tersenyum masam lalu kembali menatap Keisha.
"Kalau lo lebih percaya sama orang lain,yaudah.Gue bisa apa."Ucap Zanna datar.
"Bukan gitu Na,gue-."
"Gue di suruh pulang nih sama Mama,soalnya udah jam 3 sore nih."Ucap Darren tiba-tiba masuk ke dalam rumah.
"Gue pulang dulu ya Sha,cepat sembuh."Ucap Darren mengambil tasnya yang ada di sofa.
"Gue gak sakit,gue cuma gak mau ketemu sama Varo.Makanya gue bilang aja sama Mama kalau gue sakit,terus dibilangin deh pada pihak sekolah kalau gue sakit."Ucap Keisha cemberut.
"Yaudah,tapi besok lo harus sekolah."
"Iya Darreeen,lo kayak emak-emak tahu nggak sih."Ucap Keisha kesal.
"Hahaha iya iya sorry,gue pulang dulu."Ucap Darren dan melangkah keluar dari rumah Keisha menuju halaman,Zanna pun beranjak dari duduknya.
"Zanna."Panggil Keisha berdiri dari duduknya dan memegang pergelangan tangan Zanna,Zanna menoleh dan menatap tangannya yang di pegang Keisha.
"Sorry."Keisha pun melepaskan tangannya yang memegang tangan Zanna.
__ADS_1
"Ada apa?"Tanya Zanna