Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Sah


__ADS_3

Riko yang melihat Rianti sedang berjalan ke arahnya bersama Rina tak mengedipkan matanya menatap Rianti,Rianti yang melihat Riko menatapnya tanpa berkedip pun menjadi salah tingkah sendiri dan menundukkan kepalanya.


Bi Laras yang melihat Rianti pun tersenyum bahagia dan haru.


Semoga non Rianti baik-baik aja disini dan dikelilingi sama orang-orang yang baik,bibi selalu mendoakan yang terbaik buat non Rianti'Batin Bi Laras'


Hemmm,Rianti cantik juga ya.Kok gue gak nyadar ya selama ini'Batin Riko'


"Bisa kita mulai sekarang ijab kabulnya?"Tanya pak penghulu saat Rianti sudah duduk di samping Riko.


Riko mengalihkan pandangannya dari Rianti dan menatap pak penghulu lalu Riko mengangguk.


Mereka pun berjabat tangan,dengan satu kali tarikan nafas Riko mengucapkan ijab kabul tanpa salah.


"Bagaimana para saksi,sah?"Tanya pak penghulu pada para keluarga yang menghadiri akad nikah ini.


"Sah!!"


Jawab serentak orang-orang yang berada di sana.


Pak penghulu dan Riko pun melepaskan jabatan tangan mereka,pak penghulu itu pun membacakan do'a yang diamini oleh semua orang yang berada di sana.


Disaat yang lain masih merayakan kelulusan bersama temannya,kumpul dan foto-foto buat kenang-kenangan sebelum berpisah menempuh jalan masing-masing.Gue malah udah nikah'Batin Rianti'


"Mulai sekarang kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri."Ucap pak penghulu setelah membaca do'a.


Riko memasangkan cincin di jari manis Rianti begitupun Rianti,memasangkan cincin di jari manis Riko.


Rianti dengan terpaksa menyalami tangan Riko,Riko pun mencium kening Rianti.


Malam harinya


Acara resepsi pernikahan Riko dan Rianti pun dilaksanakan di sebuah hotel yang sangat mewah dengan dekorasi yang sangat cantik dan indah.


Rianti sedang berada di salah satu kamar hotel,Rianti sudah siap dengan make up nya yang natural dan gaun yang sangat cantik dan pas digunakan Rianti.



Gaun yang dikenakan Rianti di acara resepsi pernikahannya.


"Mbaknya gak keluar,nemuin tamu-tamu?"Tanya si perias itu sambil membereskan alat make up nya.


"Sebentar mbak,saya mau telfon teman saya dulu."Jawab Rianti yang sedang berdiri di depan jendela kamar hotel yang sangat besar sambil fokus pada handphonenya.


Rianti mencari kontak Sasya,setelah ketemu Rianti pun menelfon nya.Dering pertama langsung diangkat oleh Sasya.

__ADS_1


'Hallo Rianti,ada apa?"Tanya Sasya saat panggilan terhubung.


"Lo ada dimana?"


"Gue lagi ada di rumah."


"Enggak kerja?"Tanya Rianti.


"Enggak."


"Kenapa,terus gimana caranya lo memenuhi kebutuhan lo kalau enggak kerja?"


"Kapan-kapan gue ceritain deh kalau kita bertemu,oh iya ada apa lo telfon gue?"Tanya Sasya.


"Lo bisa nggak sekarang juga datang ke hotel xx untuk menghadiri resepsi pernikahan gue sama Riko."Jawab Rianti.


"Lo jadi nikah sama Riko?!"Tanya Sasya terkejut.


"Iya Sya."Jawab Rianti lesu.


Perias yang berada di sana pun mendengarkan Rianti berbicara.


"Lo nggak coba buat nolak pernikahan lo sama Riko,atau lo mencoba kabur?"


"Kalau nolak sih udah,cuma kalau kabur gue gak berani.Takutnya nanti Om Raka apa-apain papa lagi,soalnya gue kabur dari pernikahan gue."Jawab Rianti.


"Papa lo itu kan jahat Rianti sama lo,ngapain lo masih mikirin papa lo.Yang penting lo kabur sejauh mungkin supaya lo gak jadi nikah sama Riko dan kedepannya lo gak usah berurusan lagi sama yang namanya Riko dan keluarganya"Ucap Sasya.


"Sejahat-jahatnya papa,dia tetep papa gue Sya."


"Yaudah iya,nanti gue bakalan datang ke hotel tempat lo resepsi"


"Oke Sya gue tunggu,lo hati-hati dijalan."Ucap Rianti.


Panggilan pun terputus.


"Mbak."Panggil perias itu.


"Iya?"Jawab Rianti menatap perias itu.


"Mbaknya ini nikah karena dijodo-."


"Rianti."Panggil Rina tiba-tiba yang sudah berdiri di ambang pintu kamar.


Rianti dan perias itu pun menoleh ke arah Rina.

__ADS_1


"Ayo Rianti kita keluar."Ajak Rina.


Rianti mengangguk,Rianti pun menaruh handphonenya di atas ranjang dan berjalan mendekati Rina.


Mereka pun keluar dari kamar dan menemui para tamu yang hadir.


"Baru juga mau tanya,eh Bu Rina malah datang."Gumam perias itu menghela nafas panjang.


Rianti dan Rina pun menemui,menyapa,dan basa-basi kepada para tamu yang hadir,kebanyakan para tamu yang hadir adalah rekan bisnis Raka.


"Perkenalkan,ini menantu saya.Rianti namanya."Ucap Raka memperkenalkan Rianti kepada rekan bisnisnya saat Rina dan Rianti menghampiri mejanya.


Rianti pun tersenyum ramah kepada mereka semua.


"Cantik juga ya menantu anda tuan Raka."


"Beruntung banget Riko bisa dapatin Rianti."


"Tuan Raka,kasih tahu Riko supaya jaga istrinya baik-baik.Takutnya ada yang ngelirik dan rebut dia dari Riko."


"Tapi menurut saya tergantung istrinya,kalau istrinya setia dan gak gampang kepincut ya dia gak bakalan mau ninggalin Riko.Walaupun orang yang naksir sama dia melebihi Riko dari segi apapun,dia gak bakalan ninggalin Riko."


Begitulah kata-kata yang dikeluarkan oleh rekan bisnis Raka yang berada di situ.


"Anda terlalu memuji tuan-tuan,do'a kan saja pernikahan anak saya langgeng sampai tua dan hanya maut yang memisahkan mereka."Ucap Raka.


Rekan bisnis Raka pun tersenyum dan manggut-manggut.


"Yasudah kalau begitu saya dan Rianti pergi dulu,silahkan tuan-tuan lanjut mengobrol dan menikmati hidangan yang ada."Ucap Rina tersenyum.


Rina dan Rianti pun melangkah pergi dari sana.


Sementara Riko sedang duduk bersama ketiga temannya di kursi yang berada di pojok.


"Gue penasaran banget sama wajah istri lo Riko."Ucap salah satu teman Riko yang terus memperhatikan Rina dan Rianti yang sedang menyapa para tamu yang hadir.


Karena dari tadi posisi Rianti terus membelakangi Riko dan teman-temannya jadi mereka tidak bisa melihat wajah Rianti dengan jelas.


"Yang jelas dia pasti cantik,lo kayak gak tahu aja selera Riko."Ucap temannya yang lain.


"Cantik dan seksi,nah itu Riko suka banget.Ya nggak Ko?"Tanya temannya Riko dan menatap Riko yang sedang memegang gelas kosong di tangan kanannya dan memandangi gelas itu.


"Hemmm,ya begitulah."Jawab Riko cuek tanpa mengalihkan pandangannya dari gelas kosong yang dia pegang.


"Kok lo kayaknya gak semangat banget sih?"Tanya teman Riko yang bernama Rian,2 temannya lagi bernama Bara dan Diki.

__ADS_1


"Semua orang pasti tidak suka dengan yang namanya dijodohkan,menikah karena dijodohkan.Mana ini gue masih muda lagi,masak udah nikah."Jawab Riko menatap Rian.


__ADS_2