
"Tidak ada luka serius,yang laki-laki hanya kakinya yang kesleo dan itu bisa sembuh beberapa waktu.Dan yang perempuan mengalami cedera kepala ringan,dan itu juga bisa sembuh dengan kontrol ke dokter atau minum obat yang disarankan oleh dokter."Jawab dokter laki-laki itu tersenyum.
"Syukurlah kalau tidak ada luka yang serius."Ucap Rina merasa sangat lega.
"Pasien akan dipindahkan ke ruang rawat biasa."
"Ke ruang VVIP aja ya dok."Ucap Rina.
"Baik."
Sesuai permintaan,Riko dan Rianti dipindahkan ke ruang rawat VVIP.
Ruangan mereka berhadapan,Rina dan Pak Rahmat sedang berada di ruangannya Rianti yang belum sadarkan diri.
"Kalau boleh saya tahu,kenapa ya mereka berdua bisa kecelakaan.Katanya tabrak lari ya tadi?"Tanya Rina membuka pembicaraan.
"Iya,tadi kebetulan saya ada di warung pinggir jalan dan saya lihat mas sama mbaknya itu mau belok di perempatan.Terus mobil yang di belakangnya melaju dengan kencang dan nabrak mas sama mbaknya,sampek mbaknya terpental.
Saya mau kejar itu mobil,tapi gak keburu karena mobilnya emang kenceng banget lajunya.Terus saya dan beberapa pengunjung yang berada di warung itu segera menolong mas sama mbaknya, alhamdulilah nya semua motor,mobil dan truk yang melintas di sana langsung berhenti mendadak.
Kalau enggak saya gak tahu lagi bagaimana nasib mas sama mbaknya,karena posisi jatuhnya mas sama mbaknya itu berada di tengah jalan."Jawab Pak Rahmat panjang lebar sambil memperagakan dengan tangannya.
"Sekali lagi makasih banyak ya pak,udah nolongin mereka."Ucap Rina tulus.
"Sama-sama Bu,emmm yaudah kalau gitu saya permisi pamit pulang dulu."
"Iya pak,hati-hati di jalan."
Pak Rahmat pun keluar dari ruangan Rianti dan segera pergi dari rumah sakit.
Rina pun keluar dari ruangan Rianti dan menelfon suaminya Raka,tapi tidak diangkat.
Kayaknya mas Raka sibuk deh,yaudah deh nanti lagi coba aku telfon'Batin Rina'
Rina pun kembali masuk ke ruangan Rianti.
•
•
•
__ADS_1
"Muka lo biasa aja kali."Ucap Darren dan turun dari motor.
"Gak bisa,ngapain sih lo bawa gue kesini?"Tanya Zanna cemas.
"Varo yang nyuruh,udah buruan ayo masuk."Jawab Darren dan melangkah pergi,namun ditahan Zanna.
"Tunggu-tunggu,apa gue mau dikenalin ya sama kedua orang tuanya Varo.Tapi tadi gue belum sisiran,terus ini juga gue pakek baju tidur.Dan apa ini,gue pakek sendal jepit.Aduh gimana dong ini,masak tampilan gue kayak gini."Ucap Zanna bingung sendiri,Darren memutar bola matanya malas.
"Zanna,stop deh.Lo itu bukan mau dikenalin sama kedua orang tuanya Varo."Ucap Darren sedikit kesal.
"Ya terus apa kalau bukan mau dikenalin sama kedua orang tuanya Varo?"
"Pokoknya ada,Varo tuh merencanakan sesuatu dan melibatkan kita."Jawab Darren.
"Rencana apa?"
"Lo bakalan segera tahu deh,udah ayo masuk."Jawab Darren dan berjalan menuju pintu gerbang sambil mendorong motornya diikuti Zanna di belakangnya.
"Pak Bani,tolong bukain gerbangnya."Ucap Darren.
Pak Bani yang sedang duduk dengan santai di pos jaga pun langsung membukakan gerbang untuk Darren.
"Makasih pak."Ucap Darren dan melangkah masuk,tapi ditahan pak Bani.
"Bukan pak."Jawab Darren yang juga berbisik,Zanna melihat mereka dengan mengerutkan keningnya.
"Lha terus siapa mas?"
"Temen pak."Jawab Darren.
"Ehemmm,ini kenapa ya.Kok pada bisik-bisik."Ucap Zanna,Darren dan pak Bani menoleh ke arah Zanna sambil nyengir.
"Enggak apa-apa kok Na,ayo masuk."Ucap Darren mendorong motornya memasuki halaman diikuti Zanna.
"Kalian udah datang?"Tanya Varo tiba-tiba dan menghampiri Darren sama Zanna yang berada di halaman.
"Sorry ya Na kalau ngrepotin lo."Ucap Varo.
"Iya gak papa kok Al,emangnya lo punya rencana apa?"
"Gue punya rencana buat ngebujuk Keisha,jadi gini.Gue bilangnya ke Bunda itu kita sama temen-temen itu ngadain pesta kecil-kecilan,terus kita ini 1 kelompok.Setiap kelompok itu harus bawa makanan untuk dimakan bersama,gue sama Darren akan menghias taman dan lo bantuin Bunda gue masak,gimana.Nanti setelah lo selesai masak telfon aja tetus bakalan gue jemput dan pergi ke taman."Jawab Varo.
__ADS_1
"Tapi gue kan gak bawa hp."Ucap Zanna,Varo terlihat berfikir sebentar.
"Gue telfon ke ponsel Darren aja deh,ponsel Darren lo bawa.Gimana,setuju nggak?"Tanya Varo.
Zanna dan Darren saling pandang lalu mengangguk,Darren pun memberikan ponselnya ke Zanna.
"Kalau boleh tahu,nanti di taman ngapain aja ya.Emang bener ada temen-temen yang lain di taman?"Tanya Zanna.
"Nanti di taman kita akan makan bareng,anggap aja makan malam.Terus nanti itu kita makannya cuma berempat,lo,gue,Darren sama Keisha.Soal yang bilang temen-temen itu gue bohong ke Bunda,pokoknya nanti kalau Bunda tanya-tanya iyain aja deh."Jawab Varo.
"Kenapa gak pesen aja sih makanannya?"Tanya Zanna.
"Ya gak apa-apa,gue terlanjur bilang ke Bunda kalau setiap kelompok itu harus punya makanan masakan sendiri bukan beli.Udah yuk masuk ke dalam,udah mau maghrib nih."Jawab Varo dan berjalan masuk ke dalam rumah diikuti Darren dan Zanna.
Darren dan Zanna duduk berdampingan di sofa ruang tamu,sementara Varo duduk di hadapan mereka.
"Ini tehnya,diminum ya."Ucap Bunda Marissa yang datang dari arah dapur sambil membawa nampan berisi 4 gelas teh manis lalu menyajikannya di meja.
"Makasih Tante."Ucap Darren dan Zanna bersamaan,mereka pun saling pandang.
"Sama-sama,udah ayo diminum keburu dingin nanti."Ucap Bunda Marissa dan duduk di sebelah Varo.
Mereka pun meminum tehnya masing-masing.
"1 kelompok ini cuma kamu doang ya yang perempuan?"Tanya Bunda Marissa pada Zanna.
Zanna menoleh ke arah Varo dan dilihatnya Varo mengangguk pelan.
"Iya Tan."Jawab Zanna.
"Ooo pantesan Varo nyuruh Tante bantuin masak."Gumam Bunda Marissa manggut-manggut."Berarti kalian 1 kelas ya kalau 1 kelompok?"
"Iya Tan."Jawab Zanna.
"Nanti pasti pesta kecil-kecilan nya meriah banget ya."Ucap Bunda Marissa.
"Iya Tan."Ucap Zanna tersenyum canggung,sementara Varo dan Darren hanya nyimak.
"Oh iya,Tante belum tahu nama kamu.Nama kamu siapa?"Tanya Bunda Marissa.
"Iya Tan."Jawab Zanna masih tersenyum canggung.
__ADS_1
Varo dan Darren pun saling berpandangan,Darren pun mencubit paha Zanna.
"Auuu,lo apaan sih.Sakit tahu."Ucap Zanna kesal dan menoleh ke arah Darren,Darren pun melepaskan cubitannya.