
Setelah dirasa sudah cukup lama Darren berada di luar restoran Darren pun melangkah masuk ke dalam dan kembali duduk di kursinya.
"Ada apa,siap yang telfon?"Tanya Varo.
"Mama gue Al yang telfon,dia nyuruh gue untuk pulang sekarang juga."Jawab Darren.
"Oh yaudah gak papa,lo pulang duluan aja."Ucap Varo.
"Terus gue gimana pulangnya,kalau Darren pulang duluan.Padahal gue masih pengen disini?"Tanya Zanna.
"Pulang sama gue aja Na,soalnya gue juga masih betah disini.Gue baru juga datang masak udah pulang,gak papa kan."Ucap Varo.
"Oh iya Al gak papa kok."Ucap Zanna tersenyum penuh kemenangan.
Yes,akhirnya rencana gue berhasil.Gue bakalan pulang sama Varo,dan tentunya dapat menghabiskan waktu beberapa saat dengan Varo'Batin Zanna'
"Yaudah kalau gitu gue pulang dulu ya,oh iya Al ini pesanan gue lo bayarin ya."Ucap Darren nyengir.
"Iya."
Darren pun melangkah pergi dari sana dan segera pulang.
Varo dan Zanna pun mulai mengobrol sampai tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 9 malam saat Varo tak sengaja melihat handphone orang yang lewat di sebelahnya menyala,dan terpampang jelas di handphone itu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB.
"Kita pulang yuk,udah malam."Ajak Varo,Zanna pun mengangguk.
"Itu pesanan lo gue bayarin aja sekalian,lo tunggu aja di luar."Ucap Varo.
"Iya Al,thanks ya."Ucap Zanna berdiri dari duduknya dan melangkah keluar dari restoran.
Sementara Varo membayar pesanannya,Darren dan juga Zanna.Setelah membayar Varo pun menghampiri Zanna.
"Udah,yuk kita pulang."Ajak Varo dan berjalan ke arah motornya,Varo menaiki motornya diikuti Zanna.
Varo pun segera melajukan motornya meninggalkan restoran itu.
Sepanjang perjalanan Zanna terus saja tersenyum,karena dia akan pulang diantar Varo.
Tak berapa lama Varo mengurangi laju motornya dan menepi di pinggir jalan raya lalu berhenti.
"Kenapa Al kok berhenti?"Tanya Zanna bingung.
__ADS_1
"Enggak tahu ini kenapa motornya,bannya kayak mleot-mleot gitu.Gue takut jatuh,makanya gue minggir dulu dan berhenti.Gue.periksa dulu deh."Jawab Varo.
Zanna pun turun dari motor Varo begitupun Varo.
Varo pun berjongkok di sebelah motornya dan memeriksanya,Varo melihat ban depan motornya bocor.
"Bannya bocor Na."Ucap Varo menatap Zanna.
"Terus gimana?"Tanya Zanna menatap Varo yang sedang berjongkok dan menatap Zanna.
"Kita pergi ke tukang tambal ban dulu,gak papa kan.Soalnya kalau kita nerusin perjalanan nanti takutnya kita jatuh lagi."Jawab Varo.
"Yaudah gak papa,dimana tempat tambal bannya?"
"Wahh gue gak tahu,kita tanya orang yang lewat aja deh nanti."
"Itu ada orang,banyak."Ucap Zanna sambil menunjuk beberapa bapak-bapak yang sedang berada di warung kopi tak jauh di depan Zanna dan Varo.
"Lo tunggu sini aja,biar gue aja yang tanya sama bapak-bapak itu dimana tempat tukang tambal ban."Ucap Varo berdiri dari berjongkok nya dan berjalan menghampiri bapak-bapak itu.
Sambil menunggu Varo Zanna pun melihat-lihat sekitar,tak lama kemudian Varo pun berjalan menghampiri Zanna dan berdiri di sampingnya.
"Dari sini kita lurus terus pas ada sebuah gang itu kita masuk ke gang itu dan tak jauh dari gang udah ada kelihatan tulisan 'Tambal Ban',gitu kata bapak yang ada di warung kopi tadi."Jawab Varo menatap Zanna.
"Masuk gang,emangnya nggak ada ya yang di pinggir jalan raya gitu tukang tambal bannya.Gue takutnya pas kita masuk ke dalam gang tersesat lagi."Ucap Zanna.
"Ada sih kata bapak itu tadi tambal ban yang ada di pinggir jalan raya,tapi masih beberapa kilometer lagi dari sini masih jauh.Lo tenang aja,kita gak bakalan tersesat kok pas masuk ke dalam gang karena kita kan juga nggak terlalu jauh masuknya."
"Yaudah deh,kita ke gang itu.Gue bantu dorong motornya."Ucap Zanna.
Varo dan Zanna pun mendorong motor Varo menyusuri pinggir jalan dengan Varo di depan dan Zanna di belakang.
Kalau gue lihat ada pasangan lagi dorong motor romantis banget menurut gue,apa gue sama Varo terlihat romantis ya dimata orang lain karena kan gue sama Varo lagi dorong motor ini'Bantin Zanna'
Merekapun sudah memasuki sebuah gang yang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu sempit,gang itu terlihat sangat sepi dan gelap.
"Berhenti Al."Ucap Zanna.
"Kenapa?"Tanya Varo menoleh ke arah Zanna.
"Lo yakin ini gang nya?"Tanya Zanna yang merasa takut dan ragu untuk masuk ke dalam gang ini.
__ADS_1
"Iya gue yakin dan ingat banget kalau ini gang yang dimaksud,udah tenang aja lo jangan takut.Ayo masuk."Ucap Varo dan mulai mendorong motornya.
Sementara Zanna berjalan di belakang Varo dengan perasaan yang takut dan was-was.
Beneran gak bohong gue,ini kenapa sih gue takut banget masuk ke gang ini'Batin Zanna'
"Berhenti kalian!!!"Ucap suara seorang laki-laki tiba-tiba.
Varo dan Zanna celingak-celinguk melihat ke sekitar dengan dibantu oleh cahaya remang rembulan untuk melihat siapa orang itu,akan tetapi tidak ada siapapun di sana.
•
•
•
Darren sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Gue telfon Zanna aahh nanya udah sampek rumah apa belum dia,dan pastinya Zanna harus mengucapkan terima kasih ke gue.Karena berkat bantuan gue Zanna bisa ketemu sama Varo."Ucap Darren.
Darren pun bangun dari rebahan nya dan mengambil handphonenya yang ada di atas nakas,Darren pun menelfon Zanna ke nomer ponsel mamanya.
Dering pertama tak diangkat,begitupun dering kedua dan ketiga.
"Kemana sih ini Zanna kok gak di angkat-angkat telfon dari gue,apa jangan-jangan yang pegang handphone mamanya Zanna.Terus mamanya Zanna udah tidur lagi,atau kalau enggak handphonenya di mode silent lagi makanya gak tahu kalau ada telfon."Gumam Darren memandangi handphonenya.
"Gue telfon Varo aja deh kalau gitu."Darren pun mulai mencari kontak Varo,setelah ketemu Darren pun langsung menelfon Varo.
Tapi Varo malah gak bisa dihubungi.
"Ck aahhh kemana sih itu anak berdua pada gak bisa dihubungi,gak tahu aja gue kepikiran aja gitu sama mereka."Ucap Darren mulai kesal dan melempar handphonenya ke atas ranjang.
Tok
Tok
Tok
"Darren!!"Panggil Mama Renita mengetuk pintu kamar Darren.
"Iya ma bentar!"Sahut Darren dan turun dari ranjang lalu berjalan menuju pintu dan membukanya.
__ADS_1