Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Hadiah Untuk Sasya


__ADS_3

"Setelah lulus dari sini lo bakal lupain gue apa enggak,karena setelah ini kita semua bakalan menempuh jalan masing-masing.Dan belum tentu juga kita satu kampus kuliahnya,kalaupun satu kampus pasti jarang ketemu?"Tanya Zanna sedih menatap Darren.


"Enggak akan lupa gue sama lo,karena lo itu adik angkat gue yang paling nyebelin.Gue gak bakalan bisa nemu orang model kayak lo,sekalipun di sungai Amazon."Jawab Darren menatap Zanna.


"Gue serius nanya,lo malah gitu jawabnya."Ucap Zanna kesal.


"Hahaha iya-iya,kalau lo kangen sama gue lo tinggal pegang aja boneka beruang putih pemberian dari gue dengan kedua tangan lo,lalu hadapkan ke wajah lo dan tatap mata boneka itu.Terus lo bilang 'Darren,gue kangen sama lo.Semoga kita cepat bertemu'.Gitu."Ucap Darren.


"Kayak orang gila tahu ngomong sama benda mati."


"Menurut gue enggak juga,tapi kalau lo ngomong sama bonekanya di tempat umum sambil teriak-teriak kayaknya layak kalau dikatakan orang gila."


"Darren iihh,lo nyebelin banget sih."Ucap Zanna greget dan mencubit pinggang Darren.


"Auuu,iya-iya gue minta maaf.Daripada lo marah-marah mending kita rayain kelulusan kita ini dengan meriah."Ucap Darren meringis.


Zanna pun melepaskan cubitannya.


"Oke,ayo kita rayakan semeriah mungkin."Ucap Zanna tersenyum lebar memegang pergelangan tangan Darren dan sedikit berlari menuju kerumunan siswa siswi yang sangat asyik menari dan menyanyi.


Darren hanya tersenyum menatap Zanna.


Sementara itu


Keisha sedang duduk menyendiri di bangku taman menunggu seseorang,dia ingin bertemu dengan Sasya dan Varo.


Keisha akan mencoba mengikhlaskan Varo,Keisha akan meminta maaf pada Sasya dan memperbaiki hubungannya dengan Sasya.


Kemarin Mama Rita sudah menasehati Keisha untuk mengikhlaskan Varo dan meminta maaf pada Sasya,dan hari ini Keisha akan melakukannya.


"Sha."Panggil Varo yang sudah berdiri di hadapan Keisha dengan Sasya di sampingnya.


Keisha pun berdiri dari duduknya.


"Ada apa lo nyuruh gue sama Sasya kesini?"Tanya Varo.


"Gue cuma pengen minta maaf,gue minta maaf Sya sama lo.Gue tahu salah gue pasti banyak sama lo."Jawab Keisha menatap Sasya.

__ADS_1


"Iya gue maafin,gue juga mau minta maaf sama lo.Soal kemarin itu gue-."


"Udah gak papa,itu bukan salah lo.Kalau Varo emang cinta sama lo bukan sama gue ya gak papa,cinta itu kan gak bisa dipaksakan.Varo udah coba maksa dirinya untuk move on dari lo dan cinta sama gue tapi hasilnya apa,gak bisa kan."Ucap Keisha memotong perkataan Sasya.


Sasya hanya tersenyum dan manggut-manggut.


"Gue harap kedepannya hubungan kita semua baik-baik aja,gue gak mau konflik ini menjadi berkepanjangan dan merembet kemana-mana."Ucap Keisha.


"Iya Sha."Ucap Sasya.


Keisha pun menatap Varo,Varo tersenyum menatap Keisha dan merentangkan kedua tangannya.


Keisha pun langsung memeluk Varo erat,Varo pun balas memeluk Keisha.


"Gue gak bakalan lupain lo yang udah nyakitin gue Al."Ucap Keisha di pelukan Varo.


"Dan gue gak bakal lupain lo karena gue udah nyakitin dan buat lo nangis,gue minta maaf."Balas Varo.


"Iya."


Mereka pun melepaskan pelukannya.


Keisha tersenyum dan mengangguk,mereka pun pergi ke lapangan bergabung bersama yang lain.


Acara kelulusan pun berjalan dengan lancar dan meriah.


Malam harinya


Sesuai dengan yang Varo katakan kemarin,jam 7 malam dia akan menjemput Sasya di rumahnya.


"Sebenarnya lo mau ajak gue kemana sih?"Tanya Sasya yang sudah berdiri di samping Varo yang menaiki motornya.


"Ada deh,udah yuk buruan naik."Jawab Varo.


Sasya pun naik ke atas motor Varo,Varo pun segera melajukan motornya menuju ke sebuah tempat.


Tak lama motor Varo pun berhenti di depan sebuah restoran yang cukup mewah tetapi sepi dan gelap,Sasya pun turun dari motor.

__ADS_1


"Ini restoran apa rumah hantu,gelap banget."Ucap Sasya sambil memandangi restoran itu.


"Ini restoran,yaudah ayo masuk."Ucap Varo melangkah masuk ke dalam restoran terlebih dahulu,diikuti Sasya.


"Jangan masuk deh,kita kan gak tahu di dalam ada apaan.Mana gelap banget ini,lo kalau mau ajak gue makan mendingan di warung pinggir jalan aja.Lampunya terang,banyak orang dan kendaraan yang lewat juga."Ucap Sasya saat mereka sudah berdiri di ambang pintu restoran.


"Lo takut ya?"Tanya Varo mengejek Sasya.


"Enggak,siapa yang takut.Ayo kalau mau masuk ke dalam,gue masuk duluan."Jawab Sasya melangkah masuk ke dalam restoran.


Tapi baru juga beberapa langkah Sasya seperti menginjak sesuatu di kaki kanannya,seperti benda bulat dan kenyal.


"Apaan ini,geli gue."Ucap Sasya bergidik dan melangkah mundur.


Tek


Lampu pun menyala dengan terang,terlihat ada Bunda Marissa,Ayah Nando dan beberapa orang perempuan yang Sasya tak kenal sedang berdiri tak jauh di depan Varo dan Sasya.


Dan juga di dalam restoran sudah dihias dengan balon,pita,seperti merayakan ulang tahun saja.


"Yang lo injak tadi itu balon."Ucap Varo dan berdiri di samping Sasya.


"I-ini apa Al,ada yang ulang tahun?"Tanya Sasya menatap Varo.


"Enggak ada Sya,ini semua untuk kamu.Penyambutan dan juga restoran ini."Sahut Bunda Marissa tersenyum.


Sasya menoleh ke arah Bunda Marissa sekilas lalu menatap Varo yang juga menatapnya.


"Gue yakin,setelah lo lulus SMA pasti lo gak kuliah.Makanya gue beli ini restoran buat lo,lo kelola yang baik ya.Gue yakin lo pasti bisa."Ucap Varo.


"Apa lo bilang,beli.Lo beli pakai uang siapa?"Tanya Sasya.


"Pakai uang tabungan gue lah,selain pintar dan tampan gue juga rajin nabung."Jawab Varo bangga.


"Buat apaan Al ini semua,lo gak perlu kasih restoran ini ke gue.Gue bisa memulai karir gue dari nol."


"Iya,tapi gue gak mau lo disuruh-suruh kayak budak sama orang lain.Gue maunya lo jadi bos dan nyuruh-nyuruh anak buah lo."

__ADS_1


"Itu bukan budak Al namanya,itu kerja.Kalau kita kerja sama orang lain ya kita harus mau dong disuruh-suruh,kalau gak mau disuruh-suruh ya kita buka usaha sendiri."Ucap Sasya.


"Ya maka dari itu gue beli ini restoran untuk lo,dan lo yang jadi bosnya.Kalau karyawan itu udah ada 4 orang,dan udah gue gaji selama 1 tahun.Setelah 1 tahun itu baru lo gaji mereka dengan hasil pendapatan dari restoran ini."Ucap Varo.


__ADS_2