
"Dia tanya sama gue,apa lo nyembunyiin sesuatu dari dia.Terus gue bilang gak tahu."Jawab Darren.
"Ooo bagus deh,gue mau tidur dulu."Ucap Varo dan mulai memejamkan matanya,Darren pun hanya menghela nafas.
Keesokan harinya
Keisha sedang marah pada Varo,dia tidak mau bicara sama sekali padanya.
Bahkan saat jam istirahat pun Keisha memilih di kelas,Zanna pun pergi ke toilet setelah makan sendiri di kantin.
Saat dia keluar dari toilet tiba-tiba ada yang menarik tangannya.
"Sssttt ini gue Varo."Ternyata Varo yang menarik tangan Zanna menjauh dari toilet perempuan.
"I-iya,ada apa ya?"Tanya Zanna benar-benar gugup.
"Lo tahu kan kalau Keisha sedang marah sama gue?"Tanya Varo,Zanna hanya mengangguk.
"Lo kan deket sama Keisha,lo pasti tahu kan Keisha suka bunga apa?"Tanya Varo lagi.
"Mawar merah."
"Kalau makanan?"
"Gue gak tahu kalau makanan."Jawab Zanna.
"Kalau lo suka apa?"Tanya Varo lagi.
'Gue suka sama lo Al'Batin Zanna'
"Emmm,gue suka uang."Jawab Zanna salah karena saking gugupnya berhadapan dengan Varo.
"Gue juga suka uang kali Na,semua orang suka.Maksud gue,lo suka makanan apa?"Tanya Varo tersenyum hampir tertawa.
'Demi apa,Varo tampan banget ya ampun.Rasanya gue mau pingsan saking gugupnya gue berdiri berhadapan sama Varo'Batin Zanna'
Telapak tangan Zanna juga sampai basah saking gugupnya.
"Makanan apa aja gue suka kok,yang penting enak."
Varo pun manggut-manggut,tak lama kemudian terdengar bel masuk berbunyi.
Varo dan Zanna pun berjalan menuju kelasnya masing-masing dengan beriringan.
"Thanks ya Na."Ucap Varo sebelum masuk ke dalam kelas.
"Sama-sama Al."Jawab Zanna tersenyum.
Mereka pun masuk ke kelas masing-masing.
Bel pulang sekolah pun berbunyi,semua murid-murid berhamburan keluar kelas.
Varo mengajak Darren pergi ke taman.
"Kita ngapain sih di sini?"Tanya Darren saat mereka sudah sampai di taman.
"Ssstt lo diem aja,gue mau petik bunga mawar merah itu.Buat membujuk Keisha."
__ADS_1
"Gak usah deh,nanti kalau ketahuan gurunya gimana.Atau tukang kebun?"Tanya Darren khawatir.
"Enggak,lo diam aja deh."
Varo pun mulai memetik bunga mawar merah yang ditanam di taman itu,Varo memetik 2 bunga.
"Udah,yuk ke kelasnya Keisha."
Mereka pun bergegas pergi ke kelasnya Zanna,saat mereka sampai Zanna dan Keisha udah mau pulang.
Keisha pun berpaling saat melihat Varo,sementara Zanna dan Darren hanya saling pandang dalam diam.
"Sha,please.Kamu kenapa sih kok kayak menghindar dari aku?"Tanya Varo menyembunyikan bunga mawar nya di belakang tubuhnya.
"Siapa yang menghindar?"Tanya balik Keisha dengan nada ketus.
"Ya kamulah,oke.Kalau aku punya salah aku minta maaf."
"Ya habisnya kamu kayak nyembunyiin sesuatu dari aku,mana kemarin aku pulang naik taxi lagi."Ucap Keisha cemberut.
"Sorry deh,hari ini kita pulang bareng.Gimana?"
Keisha pura-pura berfikir,Zanna dan Darren masih dalam mode diam.
Varo pun menyodorkan 2 bunga mawar merah yang dia petik dari taman sekolah ke hadapan Keisha,mata Keisha pun berbinar-binar dan menerima bunga itu.
"Thanks Al,kamu kok tahu sih kalau aku suka bunga mawar merah?"Ucap Keisha bahagia.
"Sama-sama,sebagai pacar yang baik aku harus tahu dong apa kesukaan kamu."Jawab Varo.
'Kalau gue tahu tadi Varo nanya Keisha suka bunga apa buat ngebujuk dia,gue bilang aja kalau Keisha suka bunga kantil.Sebel banget gue lihat mereka'Batin Zanna'
"Jadi dong,Na,Ren.Gue duluan ya"Ucap Keisha,Zanna dan Darren hanya mengangguk.
Keisha pun menggandeng lengan Varo dan mereka pun pergi meninggalkan Zanna dan Darren berdua di dalam kelas.
"Gue serasa nonton drakor Na."Ucap Darren.
"Kenapa lo gak bawain gue bunga juga?"Tanya Zanna meluapkan kekesalannya pada Darren.
"Lha,lo gak bilang kalau mau gue bawain bunga."
"Udah deh,gue mau pulang aja."Ucap Zanna kesal dan pergi meninggalkan Darren sendirian di dalam kelas.
"Lha,Zanna kok jadi marah."Gumam Darren bingung dan memutuskan untuk pulang.
Sementara itu
Keisha sudah sampai di depan rumahnya.
"Thanks Al."Ucap Keisha setelah turun dari motor Varo.
"Iya sama-sama,udah masuk sana."
Keisha membuka gerbang lalu menutupnya kembali,berjalan menuju pintu rumah dan membukanya.
Sebelum menutup pintu Keisha melambaikan tangannya ke arah Varo,setelah itu Keisha pun menutup pintunya.
__ADS_1
Varo pun melajukan motornya saat Keisha sudah masuk ke dalam rumah.
•
•
•
"Rianti gak sekolah Bi?"Tanya Bima saat melihat Bi Laras membawa makan siang ke kamar Rianti.
"Enggak Pak,Non Rianti lagi sakit."Jawab Bi Laras sopan.
Bima hanya manggut-manggut lalu makan siang.
•
•
•
"Bun,Varo ke rumah sakit dulu ya."Pamit Varo.
"Iya hati-hati,oh iya.Ini buat Sasya,Bunda masakin spesial itu."Ucap Bunda Marissa sambil menyerahkan tupperware yang berisi makanan,Varo pun menerimanya.
"Varo berangkat dulu ya Bun, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam hati-hati."
Varo pun menaiki motornya yang sudah ada di halaman dan langsung tancap gas menuju rumah sakit.
"Mas Varo itu tampan ya Bu,saya jadi inget masa muda saya dulu."Ucap Pak Bani mengagumi Varo.
"Pak Bani bisa aja,yaudah kalau gitu saya masuk dulu ke dalam."Ucap Bunda Marissa dan berjalan masuk ke dalam rumah.
Sementara itu
Keisha sedang duduk di tepi kasur di kamarnya sambil memandangi mawar merah pemberian Varo tadi.
"Keisha,lagi ngapain?"Tanya Mama Rita membuka pintu kamar Keisha.
"Gak lagi ngapa-ngapain Ma."Jawab Keisha meletakkan bunga mawar nya di atas kasurnya dan berjalan menghampiri Mamanya yang berdiri di ambang pintu.
"Ikut Mama yuk ke rumah sakit,jenguk temen Mama."
"Rumah sakit mana Ma?"
"Rumah sakit permata,yuk berangkat sekarang."
"Oke Ma,tunggu di luar aja."
Mama Rita mengangguk dan turun ke bawah menunggu Keisha di ruang tamu,Keisha mengambil handphonenya yang berada di atas nakas lalu turun ke bawah menghampiri Mamanya.
"Yuk Ma."
Mereka pun pergi ke rumah sakit menggunakan mobil dengan Keisha yang mengemudikannya.
Tak lama kemudian mereka pun sudah sampai di rumah sakit,Keisha memarkirkan mobilnya setelah itu mereka turun dan berjalan menelusuri lorong rumah sakit untuk mencari ruang inap temannya Mama Rita.
__ADS_1
Akan tetapi saat Keisha akan belok di sebuah lorong,dia melihat seorang laki-laki yang sepertinya Keisha kenal berjalan lurus.
Keisha pun mengikuti laki-laki itu dan melupakan Mamanya.