
Rina pun berjalan menuju pintu rumah Raka.
"Kok sepi banget ya,masak Riko sama Rianti keluar."Gumam Rina.
Tok
Tok
Tok
"Riko,Rianti!!!"Panggil Rina,tapi tak ada jawaban.
Rina mendorong pintu itu,ternyata pintunya tidak dikunci.
Rina pun melangkah masuk kedalam rumah dan mengecek ke seluruh ruangan yang ada,sampailah saat Rina melihat kearah kamar Riko yang pintunya terbuka dan memperlihatkan Riko yang sedang rebahan dengan santainya di atas ranjang sambil bermain handphone.
Rina berjalan ke kamar Riko dan berdiri di ambang pintu sambil melipat kedua tangannya didepan perut,Riko yang merasa ada orang pun mengalihkan pandangannya dari handphone dan melihat kearah pintu kamarnya.
"Mama,ngagetin aja.Kapan Mama datang."Ucap Riko bangun dari rebahan nya.
"Saking fokusnya kamu lihat handphone sampai enggak tahu kalau mamanya datang."Ucap Rina dengan ekspresi datar.
"Udah deh ma jangan mulai,ada apa Mama kesini?"
"Mama kesini ya mau nengokin kamu sama Rianti lah,mana Rianti?"Tanya Rina.
"Rianti gak ada,dia lagi kerja."Jawab Riko.
"Apa,kerja.Riko kamu itu bagaimana sih,seharusnya yang kerja itu kamu bukan Rianti."Ucap Rina kesal.
Riko turun dari atas ranjang dan berjalan mendekati Rina.
"Seharusnya yang menentukan masa depan Riko itu adalah Riko sendiri ma,bukan Mama atau papa."Ucap Riko santai saat sudah berdiri dihadapan Rina.
"Apa,kamu menentukan masa depan kamu sendiri.Hancur,Mama yakin masa depan kamu akan hancur enggak karu-karuan kalau kamu yang menentukannya sendiri."
"Sebegitu gak berguna nya ya ma Riko,sampai Riko gak bisa menentukan masa depan Riko sendiri."Ucap Riko tersenyum sinis.
"Enggak ada yang bilang kalau kamu itu enggak berguna,kamu itu sangat berguna dan berharga di mata Mama sama papa.Apalagi saat Mama sama papa sudah tua nantinya,hanya kamu yang bisa kami andalkan untuk mengurus semuanya.Mengurus perusahaan,mengurus Mama sama papa yang nantinya sudah tua,mengurus anak sama istri kamu.Maka dari itu kamu berubah ya menjadi orang yang lebih baik lagi,menjadi orang yang disiplin dan bertanggung jawab,jangan lupa kamu juga harus mempunya sopan santun."Ucap Rina lembut.
"Udah ya ma,Riko gak mau denger apa-apa lagi.Kalau Mama mau nunggu Rianti pulang,tunggu aja diruang tamu atau ruang tv."Ucap Riko.
__ADS_1
"Yasudah,Mama akan tunggu Rianti diruang tv saja."Ucap Rina dan melangkah pergi.
Riko menutup pintu kamarnya dan kembali rebahan sambil bermain handphone.
Rina pun menunggu Rianti diruang tv sambil menonton film yang ditayangkan di tv.
Semoga kamu bisa berubah menjadi orang yang lebih baik lagi Riko,jika Mama sama papa enggak bisa merubah kamu maka kami berharap Rianti bisa merubah sikap kamu'Batin Rina'
Pukul 3 sore
Rina yang sudah mulai bosan menonton tv pun mematikan tv dan pergi keruang tamu,saat Rina baru saja duduk di sofa ruang tamu pintu masuk pun terbuka.
Terlihat Rianti sedang berdiri di sana.
"Mama,udah dari tadi ada disini?"Tanya Rianti dan menyalami tangan Rina.
"Sudah,Mama sampai bosan nungguin kamu pulang."Jawab Rina.
"Hehehe,maafin Rianti ya ma udah buat Mama nunggu lama."
"Sudah gak papa,salah Mama juga enggak ngabarin dulu kalau mau kesini."Ucap Rina.
"Kalau gitu Rianti buatin minum dulu."
Rianti mengurungkan niatnya untuk pergi ke dapur dan duduk di samping Rina.
"Kamu mulai kapan kerja,kerja dimana?"Tanya Rina menatap Rianti dan memegang kedua tangan Rianti.
"Udah 1 minggu ma Rianti kerja,Rianti kerja di sebuah supermarket sebagai kasir."Jawab Rianti tersenyum menatap Rina.
"Setiap hari pulang jam segini?"
"Iya ma,dari supermarket nya pulang jam 2 siang.Sampek rumah jam 3 karena kan Rianti berjalan dari supermarket ke rumah itu memakan waktu sekitar 1 jam."Jawab Rianti.
"Maafin Riko ya Rianti,seharusnya dia yang kerja bukan kamu."
"Udah ma,Mama gak usah minta maaf.Rianti kerja juga buat memenuhi kebutuhan Rianti sendiri."Ucap Rianti,Rina hanya mengangguk.
Merekapun lanjut mengobrol sampai hari sudah hampir malam,Rina pun pamit pulang.
"Ngadu apa aja lo ke Mama?"Ucap Riko yang sudah berdiri dihadapan Rianti yang masih duduk di sofa ruang tamu.
__ADS_1
Rianti berdiri dari duduknya dan menatap Riko tajam.
"Gue gak ngadu apa-apa ya,gue juga bukan anak kecil yang sukanya ngadu.Lagian Mama lo pastinya udah tahu kan gimana kelakuan lo,jadi gue gak perlu ngadu apa-apa ke Mama lo.Karena dia juga bakalan tahu tanpa gue bilang apa-apa."Ucap Rianti.
"Yaudah terserah,mending sekarang lo bagi duit gue mau pergi keluar sama temen-temen."Ucap Riko menadahkan tangan kanannya.
"Gak ada,gue gak punya uang.Lagian nih ya,kalau lo mau pergi sama temen-temen lo pergi aja gak usah bawa-bawa uang."Ucap Rianti jujur.
Karena sekarang Rianti memang tidak memiliki uang sepeserpun,gajian juga baru bulan depan.
"Lo pasti bohong,lo kan kerja masak gak punya uang sih."Ucap Riko dan menurunkan tangannya.
"Gue gak bohong,gue emang gak punya uang.Tapi kalaupun gue punya uang gue juga gak mau kasih ke lo."
"Lo-."Ucapan Riko terhenti karena handphonenya yang ada di saku celananya berdering.
Riko mengambil handphonenya dan melihat siapa yang telfon,ternyata Bara yang telfon.Riko pun segera menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan handphonenya ke telinga.
"Hemmm,ada apa?"Tanya Riko.
"Lo jadi datang nggak,gue sama Diki udah datang nih ke bar tempat biasa kita kumpul,Rian tadi katanya akan sampek sini sebentar lagi."Ucap Bara.
"Iya-iya ini gue berangkat ke sana sekarang juga."Ucap Riko dan mematikan telfon sepihak.
Riko menatap Rianti sekilas lalu melangkah pergi keluar,Rianti tak ambil pusing dia pun pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Keesokan harinya
Hari ini Zanna bangun dengan penuh semangat,karena hari ini adalah hari pertama dia masuk kuliah.
Zanna sudah siap berangkat kuliah,dengan tas ransel di punggungnya.
"Mau berangkat kuliah Zanna?"Tanya Bu Rimbi yang sedang menyapu teras rumahnya saat melihat Zanna.
"Iya Bu Rimbi."Jawab Zanna tersenyum menatap Bu Rimbi.
"Semangat banget hati pertama masuk kuliah,semoga lancar ya semuanya."
"Iya Bu makasih,kalau gitu Zanna pergi dulu ya Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."Jawab salam Bu Rimbi.
__ADS_1
Zanna pun melangkah pergi ke kampusnya yang tak jauh dari kost-kostan nya,hanya beberapa ratus meter jadi Zanna berjalan kaki menuju ke kampus.