Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Vania Keisha


__ADS_3

Tapi alangkah terkejutnya Ikbal saat melihat pemandangan yang sangat indah,Sasya sedang mandi di bawah guyuran shower.


Perlahan Ikbal pun berjalan mendekat,Sasya semakin berjalan mundur dengan bingung menutupi tubuhnya dengan tangannya karena bajunya begitu jauh darinya.


"Mau mengujiku?"Ucap Ikbal pelan dan mengurung Sasya,Sasya juga sudah tidak bisa pergi kemana-mana lagi dia juga sudah mepet di tembok.


"E-enggak,sama sekali enggak."Ucap Sasya gugup.


Ikbal langsung mencium bibir Sasya.


"Ikbal apa yang lo lakuin?"Ucap Sasya pelan.


"Melakukan apa yang seharusnya dilakukan."Jawab Ikbal santai sambil terus menjamah tubuh Sasya.


Ikbal pun semakin bersemangat melakukan kegiatannya saat Sasya menerima semua perlakuannya,apalagi suara indah yang dikeluarkan dari mulut Sasya menjadikan hasrat Ikbal memuncak.


Ini kedua kalinya mereka melakukan hal itu,tapi sekarang keadaannya mereka sama-sama sadar tidak dengan dulu saat Ikbal tidak sadar.





"Darren perut gue kok sakit banget ya."Ucap Keisha yang sedang duduk bersandar di atas ranjang bersama dengan Darren,sambil menunggu jam makan malam tiba.


"Sakit banget ya,kalau gitu ayo kita pergi ke rumah sakit sekarang."Ucap Darren dan langsung menggendong Keisha.


"Kenapa Keisha Darren?"Tanya Mama Renita yang sedang berada di ruang tamu saat melihat Darren yang sedang menggendong Keisha.


"Mau ke rumah sakit ma,Keisha kayaknya mau melahirkan."Jawab Darren sedikit panik.


"Yasudah cepat kamu bawa Keisha,nanti Mama sama papa nyusul."


Darren pun segera membawa Keisha masuk ke dalam mobil dan segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit Stay Healthy.


Sepanjang perjalanan Keisha hanya diam dan menahan sakit sambil memegangi perutnya.


"Sabar ya,sebentar lagi kita sampai."Ucap Darren yang sebenarnya sangat panik tapi dia bersikap biasa saja supaya Keisha tidak bertambah panik.


Tak lama kemudian mobil yang dikendarai Darren pun berhenti tepat di depan pintu rumah sakit,Darren langsung menggendong Keisha dan masuk ke dalam rumah sakit.


Keisha segera ditangani dan dibawa ke ruang bersalin,dengan ditemani Darren juga.


"Sha tenang ya jangan panik,gue temenin."Ucap Darren,Keisha menatap Darren dan hanya mengangguk perlahan.


Sementara itu


"Na."Panggil Varo menghampiri Zanna yang sedang duduk bersandar di atas ranjang dengan boneka beruangnya,masih dengan bonekanya.


"Iya?"


"Ini tadi kata mamanya Darren Keisha melahirkan,baru ditelfon ini tadi gue.Besok kita ke rumah sakit ya jenguk Keisha."Ucap Varo.


"Kok gue jadi takut melahirkan ya Al."Ucap Zanna.


"Jangan takut,nanti gue temenin kok."Ucap Varo tersenyum menatap Zanna.


"Baik banget,gue minta maaf ya kalau suka marah-marah sama lo."Ucap Zanna tersenyum.


Akhirnya nyadar juga ini istri gue,habis kena apa Zanna kok baik gini'Batin Varo'


"Gue kan orangnya pemaaf,jadi gue udah maafin kesalahan istri tercintaku ini."Ucap Varo.


Zanna pun memeluk Varo,Varo pun balas memeluk Zanna.


"Al."


"Iya."


"Udah siapin nama untuk anak kita?"Tanya Zanna.

__ADS_1


"Udah dong,jauh-jauh hari udah disiapin."Jawab Varo.


"Siapa namanya?"


"Nanti lah saat mereka sudah lahir,kalau sekarang kan mereka belum lahir."


"Baiklah terserah,apakah bagus namanya?"Tanya Zanna.


"Tentu saja,masak gue kasih nama yang jelek untuk anak kita."


"Baiklah,sekali lagi gue minta maaf ya Al.Pasti kesalahan gue banyak."Ucap Zanna kalem,posisi mereka masih berpelukan.


"Iya Zanna sayang,udah gue maafin.Kenapa sih,tumben minta maaf mulu biasanya enggak?"Ucap Varo.


"Tadi kan gue sekilas ada lihat itu film di tv,seorang istri susah melahirkan karena dia banyak dosa ke suaminya.Terus saat melahirkan itu istrinya baru minta maaf ke suaminya,dan setelah suaminya memaafkannya akhirnya istrinya itu lancar bisa melahirkan."Jelas Zanna.


"Tenang aja ya gak usah takut,semoga semua dilancarkan."Ucap Varo,Zanna pun mengangguk.





"Alhamdulillah anaknya sehat pak Bu,perempuan."Ucap dokter yang membantu persalinan Keisha.


"Terima kasih sayang."Ucap Darren menatap Keisha penuh haru,betapa Keisha sudah berjuang untuk melahirkan anaknya.


Keisha menatap Darren dan mengangguk perlahan,Darren pun segera mengadzani anaknya dengan sangat khusyu dan merdu.


Keisha terharu melihat itu,jodoh memang tidak ada yang tahu.


Keisha juga tidak sempat memikirkan akan berjodoh dengan Darren,jangankan itu memikirkan Keisha berpacaran dengan Darren saja tidak.





Tak berselang lama Mama Renita dan papa Dimas pun datang.


"Sha selamat ya."Ucap Mama Renita tersenyum menatap Keisha.


"Iya ma,makasih ya."Ucap Keisha balas tersenyum.


"Selamat ya Sha."Ucap papa Dimas.


"Iya pa,makasih ya."


"Kamu mau kasih nama anak kamu siapa?"Tanya papa Dimas menatap Darren.


"Vania Keisha pa panggilannya Vania,bagaimana menurut papa?"Ucap Darren.


"Bagus."


"Wahhh ada nama Keisha."Ucap Mama Renita.


"Iya dong ma."Ucap Darren.


"Suka nggak sama namanya?"Tanya Darren menatap Keisha.


"Suka,bagus kok namanya apalagi ada nama gue."Ucap Keisha tersenyum.


Keesokan harinya


Setelah sarapan Zanna dan Varo pun pergi ke rumah sakit Stay Healthy untuk menjenguk Keisha.


"Selamat ya Sha."Ucap Zanna tersenyum menatap Keisha.


"Selamat ya Sha,btw anak lo mirip siapa."Ucap Varo.

__ADS_1


"Thanks udah datang,anak gue ya mirip gue dong pastinya."Ucap Keisha tersenyum.


Zanna pun mengelus-elus lembut pipi Vania yang sedang tertidur di gendongan Keisha.


"Siapa namanya?"Tanya Varo.


"Vania Keisha,panggilannya Vania."Jawab Keisha,Varo pun manggut-manggut.


"Sha bagaimana?"Ucap Zanna.


"Bagaimana apanya?"Tanya Keisha tak mengerti.


"Melahirkan,apakah sakit?"Tanya Zanna.


Keisha melihat kearah Varo yang sedang berdiri di samping Zanna,terlihat Varo sedikit menggeleng.


"Nanti lo juga bakalan ngerasain kok,tenang aja semua pasti baik-baik aja."Ucap Keisha tersenyum.


"Ternyata lo juga bisa takut juga ya Na,gue kira lo cuma bisa marah-marah."Sahut Darren yang sedang duduk santai di sofa.


Zanna pun menatap Darren dengan cemberut.


"Udah jangan di dengerin apa kata Darren,lihat Vania lucu kan."Ucap Keisha mengalihkan pembicaraan.


"Iya,lucu banget."Ucap Zanna menoel-noel pipi Vania.


Varo pun berjalan mendekati Darren dan duduk di sampingnya.


"Percaya gak percaya,kemarin Zanna minta maaf sama gue."Bisik Varo di telinga Darren.


"Gue gak percaya,hoax itu."Ucap Darren menoleh kearah Varo.


"Gue serius gak bohong,Zanna minta maaf sama gue."


"Kalau memang benar,suatu keajaiban Al."Ucap Darren.


"Al."Panggil Zanna pelan.


"Iya?"Ucap Varo menoleh kearah Zanna.


"Gue capek berdiri terus,gue mau pulang."


"Yaudah ayo."Ucap Varo berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Zanna.


"Kami pulang dulu ya Sha."Ucap Varo.


"Iya Al hati-hati di jalan,thanks udah datang jenguk gue."Ucap Keisha tersenyum,Varo mengangguk dan balas tersenyum.


"Lo gak mau pamitan sama gue Na."Ucap Darren berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri Zanna serta Varo.


"Iya Darren,gue pulang dulu ya."Ucap Zanna kalem.


"Iya Zanna,hati-hati di jalan."Ucap Darren.


Varo dan Zanna pun pulang.


"Zanna kesambet apa ya,kalem banget tadi."Ucap Darren menatap Keisha.


"Enggak tahu,mungkin Zanna udah capek kali marah-marah terus."


"Kata Varo kemarin itu Zanna juga minta maaf lho sama Varo."Ucap Darren.


"Benarkah,baguslah.Kadang juga kasihan lihat Varo dimarahi terus sama Zanna."Ucap Keisha.


"Vania mirip sama gue ya."Ucap Darren,padahal sudah jelas sekali jika Vania itu mirip dengan Keisha.


"Ada-ada aja,Vania itu mirip sama gue mamanya yang cantik ini."Ucap Keisha tak terima.


"Baiklah terserah,nanti kita akan buat anak yang mirip sama gue."Ucap Darren.


"Dasar mesum,sana buat anak sendiri."Ucap Keisha kesal.

__ADS_1


"Hahaha enggak-enggak bercanda."Ucap Darren tertawa.


__ADS_2