Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Ke Rumah Kevin


__ADS_3

"Kalaupun hujan kita gak usah khawatir bakalan kehujanan,kita naik mobil bukan naik motor."Ucap Kevin.


"Yaudah ayo cepet kita pergi ke kampus."Ucap Zanna lagi.


Kevin pun segera melajukan mobilnya menuju ke kampus.


Tak lama kemudian mobil Kevin pun berhenti di parkiran kampus.


"Gue pergi ke kelas dulu ya."Ucap Zanna dan buru-buru keluar dari dalam mobil dan berjalan meninggalkan parkiran menuju kelasnya.


"Zanna kenapa sih kok kayak aneh gitu,tapi hari ini gue seneng banget bisa ketemu sama Zanna dan berangkat kuliah bareng setelah beberapa hari gak ketemu dia."Gumam Kevin.


Sesampainya di dalam kelas


Zanna duduk di kursinya dengan perasaan yang sangat tegang,Zanna takut sekali jika hari ini bakalan turun hujan apalagi kalau disertai petir.


Tahu sendiri kan kalau Zanna itu sangat takut jika mendengar suara hujan disertai petir.


"Zanna."Panggil Mira yang sudah berdiri di samping Zanna.


Zanna menoleh kearah Mira dengan sangat terkejut.


"Mira,lo ngagetin orang aja sih."Ucap Zanna kesal.


"Ya maaf,gue gak ada maksud untuk ngagetin lo.Lagian lo juga itu terlalu serius,kenapa sih."Ucap Mira.


"Enggak,gue gak papa."


"Oh yaudah kalau gitu."Ucap Mira dan berjalan menuju kursinya lalu duduk.


Tak lama kemudian dosen pun masuk kedalam kelas.


Jam istirahat pun tiba


Laila dan Zanna sedang makan di kantin.


"Laila."Ucap Zanna saat mereka sudah selesai makan.


"Ya?"


"Lo tahu kan kalau setiap orang itu berbeda,ada yang punya kelebihan dan kekurangan,ada juga yang takut sama sesuatu kan."Ucap Zanna.


"Iya,terus?"


"Gue takut banget denger suara hujan deras disertai petir,lo tahu kan sekarang lagi gerimis.Gue takut tiba-tiba nanti turun hujan."Ucap Zanna cemas.


"Ya semoga aja hari ini nggak hujan,cuma gerimis."Ucap Laila mencoba untuk menenangkan Zanna.


"Iya semoga aja,tapi setelah pulang kuliah lo mau kan pergi ke kost gue.Temenin gue."Ucap Zanna.

__ADS_1


"Aduhhh sorry banget ya Zanna,bukannya gue gak mau tapi gue kan secepatnya harus cari pekerjaan.Nanti rencananya sepulang kuliah gue bakalan cari kerja"Ucap Laila.


"Yaudah deh kalau gitu gak papa,semoga lo cepet dapat pekerjaan ya."Ucap Zanna mencoba untuk tersenyum.


Laila mengangguk dan tersenyum.


Sementara itu di kantin di meja yang tak jauh dari Zanna


Terlihat Kevin,Reyhan dan Fahri sedang memperhatikan kearah Zanna.


"Udah berapa lama lo deketin dia,tapi belum ada kabar baik tuh."Ucap Fahri masih dengan melihat Zanna,Kevin pun menoleh kearah Fahri.


"Gue udah gak mau jadiin dia pacar,gue mau jadiin dia adik angkat gue."Ucap Kevin.


"Apa,kok jadi adik angkat.Gimana sih lo."Ucap Fahri kesal.


"Iya nih,buang-buang waktu tahu nggak lo deketin dia selama ini.Jadi pacarnya aja enggak."Timpal Reyhan kesal.


"Kok kalian jadi kesal sih,terserah gue dong."Ucap Kevin yang jadi ikutan kesal.


"Ya karena gue tuh pengen banget lihat lo bener-bener jatuh cinta dan pacaran sama seorang cewek yang lo cintai."Ucap Fahri.


"Udah ah gue mau pergi,males ngomong sama kalian."Ucap Kevin berdiri dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan kantin.


Fahri dan Reyhan hanya saling pandang dan mengangkat kedua bahunya acuh.


Jam pulang pun tiba


Mira pun melangkah pergi keluar kelas.


Tring


1 pesan masuk ke handphone Zanna.


Zanna mengambil handphonenya yang berada didalam tas dan melihat siapa yang sudah mengiriminya pesan,ternyata Laila.


Isi pesan itu:


Zanna sorry,gue pulang duluan soalnya kan gue harus cepat-cepat cari kerja dan dapat pekerjaan untuk tambah bayar kuliah.


Setelah membaca pesan dari Laila Zanna kembali menyimpan handphonenya kedalam tas,Zanna pun melangkah pergi keluar kelas.


Sesampainya diluar kelas,sesampainya diluar kelas sudah ada Kevin di sana.


Merekapun berjalan menuju parkiran dan masuk kedalam mobil.


"Ke rumah gue yuk,ketemu sama mami gue sekalian makan siang di rumah."Ucap Kevin menoleh kearah Zanna,Zanna berfikir sejenak dan menatap Kevin.


"Iya udah terserah lo,kalau gue nolak pasti di kemudian hari lo bakalan ngeyel terus ajak gue ke rumah lo."Ucap Zanna.

__ADS_1


"Baiklah,kita ke rumah gue sekarang."Ucap Kevin tersenyum senang.


Zanna hanya memutar kedua bola matanya malas dan menatap ke depan,Kevin pun segera melajukan mobilnya pulang.


Sepanjang perjalanan mereka hanya diam,Zanna menatap jalanan di depan sementara Kevin fokus menyetir.


Gerimis sudah berhenti dari tadi tapi langit masih tetap saja masih terlihat mendung,dan hujan bisa saja kan turun kapan pun.


Dan benar,tiba-tiba saja hujan turun dengan sangat deras.


"Kevin berhenti."Ucap Zanna cemas dan menoleh kearah Kevin.


"Ngapain Zanna?"Tanya Kevin menoleh kearah Zanna sekilas lalu kembali menatap jalanan di depan.


"Hujan."Jawab Zanna pelan.


"Lo tenang aja Zanna,kita gak bakalan kehujanan dan kita ini kan naik mobil bukan naik motor.Sebentar lagi kita bakalan sampek di rumah."Ucap Kevin.


Gak berselang lama mobil yang dikemudikan Kevin pun memasuki halaman rumah yang cukup luas,Kevin pun memarkirkan mobilnya di halaman.


Kevin meraih payung yang berada di kursi belakang lalu keluar dari dalam mobil dan membuka payungnya,Kevin mengitari mobil dan membuka pintu mobil bagian penumpang.


Zanna pun keluar dari dalam mobil dan meninggalkan tasnya didalam mobil,Zanna pun menutup pintu mobil.


"Hujannya deras banget."Ucap Zanna pelan + takut dan menatap Kevin.


"Lo kenapa sih Zanna,dari tadi kayak takut gitu."Ucap Kevin mengerutkan keningnya dan menatap Zanna.


Tiba-tiba saja ada kilat,Zanna pun reflek langsung memeluk Kevin erat dan memejamkan kedua matanya.


"Lo kenapa sih Zanna,ooo lo mau gue peluk."Ucap Kevin dan dengan senang hati balas memeluk Zanna dengan tangan kanan,sementara tangan kiri memegang payung.


"Gue takut Kevin ada kilat."Ucap Zanna lirih.


"Oohh jadi lo takut sama hujan karena nanti bakalan ada petir."Ucap Kevin,Zanna hanya mengangguk.


"Yaudah ayo kita segera masuk kedalam rumah."Ucap Kevin.


Zanna pun melepaskan pelukannya,Kevin pun berganti merangkul Zanna.


Merekapun melangkah pergi ke teras rumah Kevin.


Jedarrrr


Tapi belum juga mereka sampai di teras terdengar suara petir menyambar.


Zanna pun langsung berjongkok sambil menutup rapat kedua telinganya dan memejamkan kedua matanya erat begitu mendengar suara petir.


"Zanna,Zanna lo gak papa kan?"Tanya Kevin khawatir dan ikut berjongkok.

__ADS_1


"Gue takut Vin,gue takut."Ucap Zanna lirih dan terisak.


__ADS_2