
Keesokan harinya
Zanna keluar dari dalam kamar dengan sangat semangat,hari ini dia akan berkeliling kota Eropa,belanja,mencicipi berbagai macam makanan dan jangan lupa foto-foto.
"Semangat banget lo."Ucap Darren saat mereka sudah bersiap akan sarapan.
"Iya dong,hari ini gue sama Keisha akan berkeliling di kota Eropa dan banyak lagi pokoknya yang harus dilakukan.Ya nggak Sha?"Ucap Zanna menatap Keisha yang duduk di samping Darren.
Darren dan Varo hanya saling berpandangan,sepertinya Zanna dan Keisha pergi ke Eropa hanya ingin pergi jalan-jalan tidak ingin yang lain.
Contohnya menghabiskan waktu dengan pasangan mereka masing-masing dan saat pulang ke Indonesia tahu-tahu sudah hamil.
Mereka semua pun sarapan dengan hening.
Setelah semua sudah selesai sarapan Zanna pun mengajak mereka untuk pergi ke kota Zurich,Swiss.Negara Swiss terkenal dengan pemandangan pegunungan Alpen yang sangat indah.
5 hari kemudian
Zanna dan Keisha benar-benar menghabiskan waktu berdua,mulai dari pagi sampai sore dan nanti setelah makan malam mereka langsung tidur.
Sudah ada beberapa kota yang dikunjungi mereka termasuk kota Roma,Italia.Dan masih ada lagi kota yang sudah mereka kunjungi.
"Kita disini kayak pengawal."Ucap Darren yang sedang berjalan bersama Varo di belakang Zanna dan Keisha sambil membawa belanjaan mereka berdua.
"Iya,kesel banget gue."Ucap Varo.
Menjelang malam merekapun sudah kembali lagi ke rumah sewaan Varo.
Malam harinya
Merekapun makan malam dengan hening.
Setelah itu mereka pun masuk ke dalam kamarnya.
Di dalam kamar Darren
Darren duduk di sofa sambil memainkan handphonenya,dia akan mengerjai Keisha malam ini.
"Darren ini bagus gak?"Ucap Keisha sambil menunjukkan beberapa baju yang dia beli.
"Hemmm."Ucap Darren tanpa melihat kearah Keisha ataupun ke baju yang dia tunjukkan.
"Darren lihat dulu ini bajunya,lo kenapa sih?"Ucap Keisha dan duduk di tepi samping Darren.
"Minum ini."Ucap Darren sambil memberikan segelas air yang dia taruh di atas meja ke Keisha.
"Apa ini?"Tanya Keisha sambil menerima gelas pemberian dari Darren.
"Jus,gue buat sendiri dengan rasa cinta dan kasih sayang untuk lo."Jawab Darren.
Keisha pun langsung meminumnya,Darren hanya tersenyum penuh arti melihat Keisha.
Beberapa menit kemudian
"Kok panas ya."Gumam Keisha.
"Kenapa Sha?"Ucap Darren dan menyentuh pundak Keisha.
Keisha yang merasa gimana gitu langsung menoleh kearah Darren,Darren pun langsung mencium bibir Keisha.
Keisha yang antara sadar dan tidak pun membalas ciuman Darren dengan lebih brutal.
__ADS_1
"Rasain lo makanya jangan nyuekin gue,kita disini untuk honeymoon lo malah menghabiskan waktu berdua sama Zanna."Gumam Darren dan langsung menerkam Keisha.
Sementara itu di dalam kamar Varo dan Zanna.
Varo sedang berdiri di depan jendela,Zanna yang melihat Varo pun berjalan menghampirinya.
"Al."Panggil Zanna.
"Hemmm."Jawab Varo tanpa menoleh kearah Zanna.
"Lo kenapa,marah ya."Ucap Zanna.
"Ya iyalah marah,lo cuma menghabiskan waktu berdua dengan Keisha bukan sama gue."Ucap Varo menatap Zanna.
"Iya,gue minta maaf.Gue gak akan ulangi."Ucap Zanna menundukkan kepalanya.
"Akan gue tunjukin seberapa marahnya gue sama lo."Ucap Varo dan langsung menggendong Zanna lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
"Al."Ucap Zanna terkejut.
Tanpa basa-basi Varo Puna langsung menerkam Zanna tanpa ampun.
Keesokan harinya
Varo,Zanna,Darren dan Keisha pun sarapan dengan hening.Wajah Keisha dan Zanna tampak kusut.
"Kita pergi ke restoran xx yuk,kayaknya di sana tempatnya bagus."Ucap Darren saat mereka semua sudah selesai sarapan.
"Iya gue setuju."Ucap Varo.
"Gimana,kalian setuju kan?"Ucap Darren menatap Zanna dan Keisha bergantian.
"Setelah dari sana kita pergi ke tempat xx gimana?"Ucap Varo,Zanna dan Keisha hanya mengangguk.
"Pergi ke jurang dan terjun bebas mau?"Ucap Darren.
"Heh enak aja,lo itu sana hempas dari bumi."Ucap Varo.
"Ya kan gue cuma nawari Al,kali aja mereka mau pergi ke jurang."Ucap Darren santai.
Sementara itu di Indonesia
Hari ini adalah hari pernikahan Sasya dan Ikbal,pagi hari dilaksanakan akad nikah di rumah sementara malam harinya akan digelar pesta di sebuah hotel yang mewah.
Sasya yang sedang duduk berdua bersama dengan Dani yang sedang makan pun sibuk dengan handphonenya,sementara Ikbal dan pak Irfan sibuk menemui rekan kerja mereka yang hadir di pesta pernikahan Sasya dan Ikbal.
Sasya pun menghubungi Rianti untuk memintanya datang ke hotel ini,dering pertama langsung diangkat oleh Rianti.
"Iya hallo Sya."Ucap Rianti di seberang sana.
"Lo bisa gak datang ke hotel xx sekarang juga?"Ucap Sasya.
"Sorry banget ya Sya gue gak bisa,ini gue mau pergi sama Riko menghadiri perayaan atas keberhasilan proyek yang dipegang Riko.Di hotel juga acaranya."Ucap Rianti.
"Yaudah deh kalau gitu gak papa."Ucap Sasya lesu.
"Sorry banget ya."
"Iya gak papa,besok kita ketemuan aja yuk di restoran gue saat jam makan siang.Gue ada di Indonesia sekarang."
"Oke,kalau gitu gue akan datang besok.Kita akan bercerita banyak hal."Ucap Rianti bersemangat.
__ADS_1
Tut
Panggilan pun terputus.
"Ma,Dani mau ke papa."Ucap Dani.
"Baiklah,ayo."Ucap Sasya.
Akhirnya Dani dan Sasya pun pergi menemui Ikbal yang sedang bercengkrama dengan rekan kerjanya.
Sementara itu
Rianti sudah siap dengan gaun berwarna hitam yang dia kenakan,Rianti terlihat sangat cantik.
"Rianti cantik banget,gue jadi gak rela mau ajak dia pergi."Gumam Riko.
"Riko gue udah siap,gimana penampilan gue.Baguskan?"Ucap Rianti.
"Hemmm iya,yaudah ayo kita berangkat sekarang."
Akhirnya Riko dan Rianti pun pergi ke hotel tempat dilaksanakannya acara dengan menaiki mobil lengkap dengan sopirnya yang sudah disiapkan oleh Riko.
Tak berselang lama mobil pun berhenti di depan pintu masuk hotel,Riko dan Rianti segera keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam hotel.
Sesampainya di dalam hotel Riko sudah disambut oleh temannya yaitu Diki dan Rian,Diki pun sempat terpukau melihat Rianti yang begitu sangat cantik.
"Akhirnya lo datang juga,selamat ya atas keberhasilan proyek nya."Ucap Rian memberikan selamat.
"Iya bro,selamat ya."Sahut Diki.
"Thanks,ayo kita nikmati pesta malam ini dan hidangan yang ada."Ucap Riko.
Diki dan Rian mengangguk dan berlalu pergi dari sana.
"Riko lo ngapain sih undang mereka ke sini?"Ucap Rianti menatap Riko tak percaya,karena Rianti tak suka sama kedua teman Riko itu apalagi Diki yang pernah mau mecoba apa-apain Rianti.
"Kenapa,mereka berdua temen deket gue masak gak gue undang sih.?"Ucap Riko.
"Tapi-."
"Udah ya Rianti,gue yakin kok sama Diki kalau dia gak akan apa-apain lo beberapa tahun yang lalu.Mendingan sekarang lo ikut sama gue."Ucap Riko dan menggenggam tangan Rianti lalu mengajaknya bertemu dengan rekan kerjanya
"Mama gak ada disini ya Riko,kok gue dari tadi cuma lihat papa lo?"Tanya Rianti.
"Enggak,Mama gak terlalu suka sama pesta jadi dia memutuskan untuk tidak datang."Ucap Riko,Rianti manggut-manggut.
"Gue capek Riko dari tadi mondar mandir mulu."
"Yaudah lo duduk aja di sana kalau capek,jangan kemana-mana."Ucap Riko sambil menunjuk kursi kosong yang berada di pojokan.
"Yaudah ayo."
"Lo sendiri lah,gue mau sapa yang lain lagi."
"Tapi Riko,lo perhatiin gak sih kalau Diki itu dari tadi lihatin gue terus."Ucap Rianti yang beberapa kali melihat Diki sedang memperhatikannya.
"Tenang aja Rianti dia pasti cuma kebetulan lihat lo,lo jangan berfikir yang negatif mulu sama dia."Ucap Riko santai.
"Terserah,lo gak percaya amat sama gue."Ucap Rianti dan berlalu pergi dari hadapan Riko,Rianti pun duduk di kursi pojokan seperti sarannya Riko.
Riko hanya menghela nafas dan pergi menemui rekan kerjanya,tapi Riko masih tetap melihat sebentar-sebentar kearah Rianti.
__ADS_1