Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Menasehati Orang Tua


__ADS_3

"Emmm Rianti kemana ya om,kok hari ini gak masuk sekolah?"Tanya Sasya ragu.


"Ooh iya pak,saya lupa mau mengatakan ini.Kalau non Rianti dari kemarin belum pulang,yang di jemput den Riko untuk diajak ke rumahnya.Sampai hari ini belum pulang juga,saya takut non Rianti kenapa-napa."Sahut bi Laras dengan sangat cemas saat ingat jika Rianti belum pulang dari kemarin.


Bima mengalihkan pandangannya dari koran dan menatap bi Laras yang berdiri tak jauh di depannya.


"Terus?"Tanya Bima dengan santainya.


"Y-ya saya khawatir aja dengan non Rianti,gimana keadaannya,sekarang ada dimana dan dengan siapa."Jawab bi Laras sedikit menundukkan kepalanya.


"Emangnya bibi itu siapanya Rianti sih kok khawatir banget sama dia,saya aja enggak."


"Astaga om,Rianti itu anak kandung om lho kok tega banget sama Rianti.Mengenai tentang bi Laras yang khawatir,peduli,perhatian dengan Rianti itu karena bi Laras punya rasa kemanusiaan,punya kasih sayang yang begitu besar dan tulus,punya rasa empati dan simpati.


Gak seperti om,rasa empati aja gak punya apalagi kasih sayang.Om juga selalu ngatain kalau Rianti itu yang udah bunuh mamanya,padahal itu sama sekali gak benar.Itu adalah takdir dan ketentuan yang gak bisa kita ubah.Om jangan berbuat seenaknya sendiri dong."Sahut Sasya benar-benar kesal.


Bima menatap Sasya dan berdiri dari duduknya sambil bibir tersenyum meremehkan.


"Kamu berani ya nasehatin orang tua,udah merasa pintar?"Tanya Bima santai.


"Ini bukan masalah pintar atau enggak om,tapi masalah benar atau salah.Kalau ada orang tua salah terus yang muda diem aja kan sama-sama salah dong."Jawab Sasya.


"Kamu itu masih anak kecil,gak usah sok pintar deh."


Drrrtt


Drrrtt


Tiba-tiba saja handphone Bima yang ada di atas meja bergetar.


Bima pun mengambilnya terlihat nama Rina yang terpampang di layar handphone nya,Bima pun segera menggeser tombol berwarna hijau.


"Hallo calon besan,ada apa nih telfon.Tumben?"Sapa Bima saat panggilan terhubung.


"Iya pak Bima,ini saya mau mengatakan.Kalau kemarin itu Riko sama Rianti kecelakaan,terus ini sekarang mereka lagi ada di rumah sakit Permatasari."Ucap Rina.


Bima menoleh ke arah Sasya dan Bi Laras lalu berjalan mendekati mereka,Bima memencet tombol speaker di handphonenya.


"Ehem apa calon besan,tadi saya kurang dengar?"


"Kemarin Riko sama Rianti kecelakaan,terus sekarang mereka lagi ada di rumah sakit Permatasari."Jawab Rina.


Sasya dan Bi Laras saling berpandangan setelah mendengar jawaban Rina lalu menatap Bima,Bima hanya tersenyum sinis.


"Yah calon besan makasih udah dikasih tahu,nanti akan saya kirimkan perwakilan dari saya.Soalnya ini saya juga kurang enak badan, uhukk uhukk ehem."Ucap Bima akting.


"Iya pak Bima,saya cuma ngasih tahu nanti kalau perwakilan dari pak Bima gak datang juga gak papa yang penting pak Bima udah tahu Rianti ada dimana.Yaudah kalau gitu saya tutup dulu ya telfonnya,semoga pak Bima cepat sembuh."

__ADS_1


"Iya calon besan."


Panggilan telfon pun terputus,Bima menyimpan ponselnya di saku celananya.


"Kalian tadi dengar kan Rianti ada dimana,kalau kalian mau jenguk silahkan.Kalau perlu bayarin biaya pengobatan Rianti juga."Ucap Bima menatap Sasya dan Bi Laras bergantian.


"Yaudah kalau gitu biar saya aja yang menjenguk Rianti,saya minta maaf kalau omongan saya tadi udah gak sopan."Ucap Sasya menatap Bima.


"Sudah-sudah sana cepat pergi,saya mau tidur ngantuk."Ucap Bima berbalik badan dan melangkah pergi menuju kamarnya.


"Yaudah bi kalau begitu Sasya pergi dulu."Pamit Sasya.


"Iya,hati-hati."


Sasya pun melangkah pergi meninggalkan rumah Bima,Sasya akan mencegat taxi untuk pergi ke rumah sakit.





Mama Nia sedang duduk sendiri di kursi meja makan untuk menunggu Zanna pulang.


Makanan yang ada di atas meja hampir dingin tapi Zanna belum juga pulang.


Selesai makan Mama Nia pun bersiap-siap,sebelum berangkat Mama Nia menelfon Zanna tapi tidak diangkat.


"Ini pasti Zanna sedang ada di rumah Keisha,kalau udah ketemu terus ngobrol udah lupa segalanya tuh."Gumam Mama Nia sambil mengetik pesan untuk Zanna.


Isi pesan itu:


Zanna,kunci rumah mama taruh di bawah keset kaki di depan pintu rumah.Gerbangnya juga Mama tutup doang.


Setelah pesan terkirim Mama Nia menaruh handphonenya ke dalam tas lalu mengunci pintunya,kunci pintu Mama Nia taruh di bawah keset kaki.


Setelah itu Mama Nia pun berangkat ke tempat les-lesan.





"Apa,lo mau nyalahin gue?"Tanya Riko.


"Enggak,siapa yang mau nyalahin lo?"Tanya balik Rianti mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Lha terus kenapa lo ngelihatin gue,lo pasti mau nyalahin gue kan soal kecelakaan ini.Gue kasih tahu ya,di sini tuh yang salah mobilnya."


"Gue gak nyalahin lo,gue juga gak tahu kenapa nih mata lihat ke arah lo."Ucap Rianti kesal.


"Jangan-jangan lo naksir lagi sama gue."Ucap Riko PD.


"Idiihh,siapa juga yang naksir sama cowok galak kayak lo."


"Awas ya nanti kalau lo naksir sama gue."Ucap Riko.


"Gak bakalan."Ucap Rianti melotot ke arah Riko.


"Yaudah sana lo pergi,jangan deket-deket sama gue."Ucap Riko mengusir Rianti.


"Kok lo ngusir gue sih,ini kan ruangan gue."Ucap Rianti tak terima.


"Tapi rumah sakit ini bukan milik lo kan?"


Rianti pun menatap Riko dengan kesal.


"Yaudah lo pergi,dasar jahat lo."Ucap Rianti berdiri dari duduknya.


Pyarrr


Rianti diam mematung begitupun Riko,Rianti menundukkan pandangannya melihat ke bawah.


Rianti lupa jika tadi dia memangku piring bekas makannya,akhirnya piring itu jatuh dan menimpa punggung kaki kanan Rianti saat dia berdiri.


"Kaki gue,lo jahat banget sih Riko.Sakit tahu."Ucap Rianti hampir menangis dan kembali duduk sambil mengelus betisnya.


Riko menaruh piringnya di atas meja lalu menatap Rianti heran.


"Kok gue sih?"


"Ya kan lo yang nyuruh gue pergi,jadi jatuhkan piringnya ke kaki gue."Jawab Rianti menatap Riko.


"Gue kan cuma nyuruh lo pergi,bukan jatuhin piring ke kaki lo."


"Ya tapi aduhhh,sakit banget tahu ini."Ucap Rianti menatap kakinya.


Riko pun perlahan berjongkok di bawah Rianti untuk membersihkan pecahan piring yang ada di kaki Rianti dan sekitarnya.


"Bentar,gue bersihin ini dulu.Supaya nanti gak ada yang injak."Ucap Riko.


Rianti hanya diam menatap Riko.


Ceklek

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN BAGIKAN🤗😍


__ADS_2