
"Lo masih ingat kan tempat taman yang dulu pernah gue untuk membujuk Keisha,yang kita hias-hias itu.Terus besoknya kita terlambat ke sekolah?"Tanya Varo.
"Oohh taman itu,iya gue masih ingat.Emangnya kenapa?"
"Lo ajak Keisha ke sana,nanti gue nyusul."Jawab Varo.
"Ngapain kita ke sana?"Tanya Darren.
"Nanti lo juga bakalan tahu,sekarang lo cepat jemput Keisha.Gue pergi dulu."Jawab Varo dan melajukan motornya meninggalkan Darren.
Darren pun segera pergi ke rumah Keisha untuk menjemputnya,tak lupa Darren berpamitan kepada kedua orang tuanya terlebih dahulu.
•
•
•
Varo sudah sampai di depan rumah Sasya,terlihat sangat sepi.
Varo turun dari motornya dan berjalan ke arah pintu.
Tok
Tok
Tok
"Sya,Sasya!!"Panggil Varo,tapi tak ada jawaban.
"Sasya kemana ya kok gak ada."Gumam Varo.
Varo pun baru ingat jika Sasya bekerja di sebuah warung makan di belakang apotek,Varo pun segera bergegas menaiki motornya dan melajukan motornya menuju warung makan yang berada di belakang apotek.
Tak lama kemudian Varo sudah sampai,Varo memarkirkan motornya dan mengedarkan pandangannya.
Dia melihat Sasya sedang melayani pembeli,Varo pun berjalan mendekati Sasya dan menarik pergelangan tangannya sedikit menjauh dari warung itu.
"Varo,ngapain sih lo?"Tanya Sasya sedikit kesal,karena menurutnya Varo sudah mengganggu waktunya.
"Ikut gue yuk."Ucap Varo.
"Enggak mau,gue harus kerja."
__ADS_1
"Woii Sya,niat kerja nggak sih.Ini banyak pembeli,malah pacaran disitu!!!"Teriak penjual itu saat melihat Sasya.
Sasya melepaskan tangannya yang dipegang Varo dan berjalan ke arah penjual itu,Varo pun mengikuti Sasya.
"Niat kerja nggak sih,cepat layani itu pembeli!!"Bentak si bapak penjual itu saat Sasya sudah berdiri di hadapannya.
"Iya pak iya,saya minta maaf."
"Mulai sekarang Sasya berhenti bekerja."Ucap Varo tiba-tiba.
"Al,lo apa-apaan sih.Gue butuh banget pekerjaan ini."Ucap Sasya memandang Varo yang berdiri di sampingnya tak suka.
"Udah lo tenang aja,mendingan sekarang lo ikut gue."Ucap Varo dan menarik pergelangan tangan Sasya menuju motornya yang terparkir tak jauh dari warung itu.
"Lepasin,lo apa-apaan sih.Gue butuh banget pekerjaan itu untuk memenuhi kebutuhan gue."Ucap Sasya kesal dan melepaskan tangannya yang dipegang oleh Varo.
"Udah lo tenang aja,kebutuhan lo bakalan tetap terpenuhi tanpa harus kerja disini lagi.Yang penting sekarang lo ikut gue."
"Kemana?"
"Ada deh,yuk."Jawab Varo dan menaiki motornya,diikuti Sasya.
Varo segera melajukan motornya ke taman.
Keisha dan Darren sudah berada di sana,mereka sedang duduk berdampingan di sebuah bangku.
"Ngapain sih Varo nyuruh kita kesini,udah malam juga.Tadi gue hampir gak dibolehin papa buat pergi."Ucap Keisha kesal dan menatap Darren.
"Gue juga gak tahu,Varo gak bilang apa-apa."Ucap Darren.
Tak lama Varo pun datang dan memarkirkan motornya di samping motor Darren.
Keisha berdiri dari duduknya menatap Varo dan Sasya dengan perasaan tak karuan,Darren berdiri dari duduknya dan dia tidak menyangka kalau Varo akan datang bersama Sasya.
Kayaknya bakalan ada insiden besar nih'Batin Darren'
"Udah lama?"Tanya Varo menatap Darren saat sudah berdiri di hadapannya dan juga Keisha,tak lupa juga Sasya berdiri di samping Varo dengan menundukkan kepalanya.
"Enggak kok."Jawab Darren.
"Cepet katakan ada apa lo nyuruh gue kesini,gue gak punya banyak waktu."Ucap Keisha ketus.
"Yang pertama gue mau minta maaf sama lo,gue bukan laki-laki yang baik buat lo,gue gak bisa jaga perasaan lo,gue juga gak bisa balas cinta lo.Yang kedua,gue mau mengakhiri hubungan kita sampai disini.Gue harap kedepannya hubungan dan komunikasi kita tetap berjalan dengan baik walaupun kita bukan sepasang kekasih lagi."Ucap Varo menatap Keisha sendu,dia merasa sangat bersalah pada Keisha.
__ADS_1
Keisha mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat,dia mencoba bersikap tenang dan tidak menangis.
"Iya gue ngerti,gue juga mau minta maaf sama lo.Mungkin gue selalu buat lo kesel,tingkah gue kayak anak-anak.Tapi gue sakit hati banget Al sama lo,gue cuma lo jadiin pelampiasan dan gak ada artinya apa-apa dimata lo."Ucap Keisha.
Keisha akhirnya menangis juga,dia merasa sangat hancur sehancur-hancurnya.
Bagaimana bisa,orang yang selama ini dia cintai dengan tulus dan sepenuh hati dulu bahkan kadang mungkin terkesan terobsesi ternyata tidak mencintainya selama ini.
"Kenapa Al,kenapa harus gue yang lo jadiin pelampiasan.Bukan orang lain?!"Tanya Keisha sedikit membentak.
"Ya karena lo terlalu memperlihatkan kalau lo itu cinta banget sama gue,jadi gue memutuskan untuk tembak lo dan pacaran sama lo.Siapa tahu lama-lama gue bisa move on dari Sasya dan berbalik mencintai lo,tapi ternyata enggak."Jawab Varo.
"Lo tega banget Al sama gue,gue benci sama lo."Ucap Keisha lirih dan memeluk Varo erat,Keisha pun menangis sejadi-jadinya di pelukan Varo.
Varo pun balas memeluk Keisha.
Sementara Sasya dan Darren hanya diam menyimak,Darren menatap Sasya sinis saat pandangan mata mereka bertemu.
Sasya pun mengalihkan pandangannya ke bawah.
"Gue minta maaf Sha,gue doa'in lo bisa menemukan laki-laki yang tepat buat lo.Yang mencintai dan menerima lo apa adanya,gue pergi dulu."Ucap Varo pelan dan melepaskan pelukannya.
"Ayo Sya kita pergi."Ucap Varo memegang pergelangan tangan Sasya dan melangkah pergi dari sana.
Varo segera menaiki motornya diikuti Sasya,Varo pun segera melajukan motornya meninggalkan taman.
"Sahabat hiks,sahabat lo jahat banget sama gue Ren hiks."Ucap Keisha tanpa menoleh ke arah Darren dan kembali menangis.
Darren pun memeluk Keisha untuk menenangkannya,Keisha pun balas memeluk Darren.
"Hiks,ternyata selama ini Varo gak cinta sama gue.Sakit hati gue Ren denger Varo ngomong sendiri sama gue kalau dia gak cinta hiks sama gue,melainkan sama Sasya."Ucap Keisha.
"Varo emang gak cinta sama lo Sha,tapi gue cinta sama lo."Ucap Darren.
Keisha melepaskan pelukan mereka dan menatap Darren.
"Maksud lo?"
"Iya,gue cinta sama lo.Gue bener-bener cinta sama lo."Ucap Darren menatap dalam mata Keisha.
"Tapi gue cinta sama Varo Ren."Ucap Keisha.
"Iya gue tahu kalau lo cinta sama Varo,gue cuma mau bilang.Masa depan masih panjang,lo jangan nyerah dan putus asa cuma gara-gara putus cinta,masa depan lo yang dipertaruhkan."Ucap Darren.
__ADS_1