
"Kalian tuh kenapa sih bertengkar mulu tiap ketemu,bisa nggak sekali aja gak bertengkar.Gue pusing denger dan lihat kalian bertengkar,kalau soal piring,gelas dan lain-lain kita kembalikan malam ini juga ke rumah nenek-nenek itu.Kalau nanti piringnya disuruh nyuci,kita cuci di rumahnya sama-sama.Bereskan!"Ucap Varo tegas dan sedikit emosi.
Karena Varo juga pusing memikirkan pertengkarannya dengan Keisha,ini malah Zanna dan Darren membuat kesal orang aja.
Zanna dan Darren langsung diam setelah Varo angkat bicara,tetapi mereka saling tatap dan arti dari tatapan itu adalah menyalahkan satu sama lain.
"Tadi adu mulut,sekarang lewat tatapan mata.Kenapa gak bawa clurit,tombak atau pistol aja sih!"Ucap Varo benar-benar kesal.
"Ya sorry Al,habisnya si Zanna bikin orang kesal aja."Ucap Darren kutuk,Zanna melotot ke arah Darren.
"Enak aja nyalahin gue,lo itu ngeselin."Ucap Zanna tak terima.
"Permisi cucu."Ucap seorang nenek tiba-tiba.
Mereka pun menoleh ke arah sumber suara,terlihat seorang nenek-nenek berdiri memakai daster dan rambut putihnya yang pendek dihiasi oleh bando warna hitam yang polos.
"Iya nek."Ucap Darren berjalan mendekati nenek itu.
"Kamu tadi yang pinjem peralatan makan,meja,kursi sama lampu ya.Yang katanya buat pesta kecil-kecilan di taman?"Tanya nenek itu.
"Iya nek,ini mau saya kembaliin."Jawab Darren nyengir.
"Yaudah kalau gitu,kirain tadi gak di kembaliin.Saya udah nungguin dari tadi,sampai ngantuk-ngantuk."
"Hehe maaf ya nek kita ngrepotin."Ucap Darren tak enak.
"Iya gak papa,yaudah kalau gitu saya pulang dulu.Oh iya,itu pasti piring,gelas sama yang lain kotor ya?"Tanya nenek itu.
"Iya nek."
"Yaudah,gak usah dicuci.Biar nanti saya cuci sendiri di rumah."Ucap nenek itu tersenyum.
"Beneran nek,makasih banyak ya.Sebentar lagi barang-barang nenek akan kami antar."Ucap Darren.
Nenek itu mengangguk dan tersenyum lalu segera pergi dari taman.
"Ayo,kita kembalikan barang-barang nenek itu sekarang!"Perintah Darren mulai memanjat pohon untuk mengambil lampu.
Mereka pun mulai membereskan semuanya.
Zanna dan Keisha membereskan tupperware nya setelah itu pergi duduk di kursi taman dan mengobrol,sambil masing-masing memangku 1 tupperware.
"Bantuin dong,kalian malah enak-enakan ngobrol."Ucap Darren kesal.
"Ogah,lo kan laki.Masak gak kelar beresin itu semua,lo kan juga dibantu sama Varo."Ucap Keisha kesal.
Darren pun diam dan mengalah.
__ADS_1
Akhirnya Darren dan Varo yang membereskan semuanya,bolak-balik kerumah nenek yang tadi untuk mengembalikan barang-barangnya.
"Aduh,capek banget gue."Ucap Darren berjalan lesu ke arah Zanna dan Keisha,diikuti Varo di belakang.
"Udah selesai,yuk kita pulang.Gue udah ngantuk banget nih."Ucap Darren berdiri di hadapan Zanna dan Keisha.
Zanna dan Keisha memandangi sekitar lalu mendongakkan kepalanya menatap Darren.
"Itu balonnya belum diberesin."Ucap Zanna.
Darren dan Varo pun memandangi sekitar,benar saja balon-balon nya masih berserakan di taman.Darren menatap Zanna nyengir.
"I-itu biarin aja,biar besok orang lain yang beresin.Sekarang kita pulang aja yuk,gue udah ngantuk.Besok kan sekolah."Ucap Darren memelas.
Zanna berdiri dari duduknya dan menatap Darren tajam.
"Gak bisa gitu dong,kita yang berbuat masak orang lain yang bertanggung jawab.Udah,sekarang kita beresin itu balon.Gue bantu."Ucap Zanna dan menaruh tuppperware nya di bangku taman,Darren pun mengangguk.
"Yuk,gue bantu."Ucap Keisha menaruh tuppperware di bangku taman lalu berdiri dari duduknya untuk membantu membereskan balon-balon itu.
Mereka berempat berdiri dan saling pandang.
"Ini balonnya diletusin kan?"Tanya Zanna,mereka bertiga pun mengangguk.
"Gimana caranya?"Tanya Zanna lagi,mereka bertiga pun berfikir bagaimana caranya untuk meletuskan balonnya.
"Pakai bunga mawar,gimana caranya?"Tanya Zanna mengerutkan keningnya.
"Bukan pakai bunganya,tapi pakai durinya."Jawab Keisha,mereka semua pun mengangguk.
Mereka pun mulai memetik duri yang berada di batang bunga mawar itu.
"Auuu."Ucap Keisha saat jarinya tak sengaja tertusuk duri.
Varo yang melihatnya pun langsung mendekati Keisha dan memegang tangannya untuk melihat luka di jarinya sambil meniupnya.
"Apaan sih,gak usah pegang-pegang."Ucap Keisha judes sambil menarik tangannya.
"Itu jari kamu luka."Ucap Varo.
"Luka ini gak seberapa dibandingkan sama luka yang lo beri."Ucap Keisha dan pergi dari hadapan Varo.
Mata Varo tak sengaja melihat buket bunga mawar yang ditolak Keisha masih tergeletak di atas tanah,Varo berjalan mendekatinya dan mengambil buket bunga itu lalu membuangnya di tempat sampah.
Varo pun mulai meletuskan balon-balon itu.
Dor
__ADS_1
Dor
Dor
"Darren."Panggil Zanna pelan sambil meletuskan balon.
"Apa?"
"Kalau misalkan jari tangan gue tertusuk anak panah,apa yang bakalan lo lakuin?"Tanya Zanna iseng,karena tadi dia melihat kepanikan Varo saat jari tangan Keisha tertusuk duri.
"Ya gue diem aja,mau ngapain cobak.Masak gue nangis."Jawab Darren cuek.
"Kok lo tega banget sih,nanti kalau gue kehabisan darah gimana,nanti kalau gue kenapa-kenapa gimana,kalau jari gue luka parah gimana?"Tanya Zanna mengsedih.
"Lagian lo itu aneh-aneh aja sih Na,ngapain main panah sampek jari lo ketusuk anak panah.Jari lo bukan hanya luka,tapi bolong ilang sekalian dari tangan lo."Jawab Darren malas,karena sekarang dia dalam mode mengantuk.
"Jahat banget lo."Ucap Zanna.
"Biarin,suka-suka gue."Ucap Darren cuek.
Setelah itu tak ada obrolan lagi diantara mereka semua,mereka sibuk membereskan balon-balon nya.
Tak lama kemudian,mereka semua sudah selesai membereskan balon itu semua.
"Pas,tepat jam 12 malam kita selesai."Ucap Varo melihat jam di handphonenya.
"Apa,jam 12?!"Tanya Zanna terkejut.
"Iya,nih lihat."Jawab Varo menunjukkan jam di handphonenya,Zanna menelan ludahnya.
"Aduhh mati gue,pasti nanti gue dimarahin nih pas sampek rumah."Ucap Zanna resah.
Varo pun menyimpan kembali ponselnya.
"Nginep di rumah gue aja Na kalau nanti lo takut dimarahin pas sampek rumah."Ucap Keisha memberi solusi.
"Enggak deh,besok kalau pulang harus pagi-pagi.Gue males banget."Ucap Zanna.
"Terus gimana?"Tanya Keisha.
"Kita pulang aja sekarang,yuk."
Mereka pun bersiap untuk pulang,dengan Zanna dan Keisha masing-masing membawa 1 tupperware.
"Gue gak mau pulang sama lo."Ucap Keisha saat Varo menghentikan motornya di hadapannya.
"Terus pulang sama siapa Sha,ini udah malam?"Tanya Varo.
__ADS_1