
Keisha yang melihat itu tanpa sadar menjatuhkan tas Varo dan Zanna yang ia bawa.
Varo dan Sasya menoleh ke arah pintu.
"Keisha."Gumam Sasya terkejut.
Sementara Varo hanya dia hanya bisa menatap Keisha.
Keisha berbalik badan hendak melangkah pergi tapi pergelangan tangannya dipegang oleh Darren.
"Lepasin!"Ucap Keisha geram dan menghentakkan tangan Darren sehingga terlepas dari tangannya.
Keisha pun berlari pergi dari sana,Sasya pun langsung berlari mengejar Keisha.
"Eeehh ada Darren."Ucap Bunda Marissa tiba-tiba yang baru saja keluar dari toilet saat melihat Darren dan berjalan mendekati Darren.
Darren yang ingin mengejar Keisha pun mengurungkan niatnya.
"Hehehe iya Tan."Ucap Darren mringis.
"Ayo ayo masuk,ini banyak banget barang-barangnya.Kamu mau pindahan?"Tanya Bunda Marissa mengambil 2 tas yang ada di lantai lalu melangkah masuk ke dalam dan menaruh 2 tas itu di sofa.
Darren pun masuk ke dalam ruang rawat Varo.
"Kamu tahu darimana kalau Varo ada di sini?"Tanya Bunda Marissa menatap Darren.
"Tadi ada yang ngasih tahu Tan."Jawab Darren.
"Ini tasnya Varo kan yang satu,satunya lagi tas siapa?"Tanya Bunda Marissa dan duduk di sofa.
"Punya temennya Darren Tan,dia dirawat di sini dan itu barang-barangnya suruh Darren ambilin.Soalnya dia gak mau ditinggal orang tuanya pulang,jadi Darren ambilin aja."Jawab Darren berbohong.
"Oohh gitu."
Darren pun berjalan mendekati Varo dan berdiri di samping kanannya,Darren menyodorkan kantung kresek ke hadapan Varo.
"Apa ini?"Tanya Varo menerimanya.
"Makanan,dari Keisha."Jawab Darren berbisik.
"Apa itu Ren?"Tanya Bunda Marissa.
"Ini makanan yang saya bawa untuk Varo Tan."Jawab Darren.
"Thanks ya Ren."
"Iya Al sama-sama,oh iya apa Zanna dirawat di rumah sakit ini juga?"Tanya Darren.
"Iya."
"Disebelah mana,gue mau jenguk dia sekalian gue kasih itu tasnya?"Tanya Darren.
"Dari pintu masuk rumah sakit lo lurus,terus pas ada belokan kanan sama kiri lo belok kanan.Nah,ruangan pertama dari belokan kanan itu adalah ruang rawat Zanna."Jawab Varo.
"Oke,kalau gitu gue pergi dulu."Ucap Darren berjalan mendekati Bunda Marissa yang sedang duduk menatap ke arahnya dan Varo.
"Mau kemana kamu Darren,baru juga datang?"Tanya Bunda Marissa saat Darren sudah berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Mau jenguk temen Darren Tante,sekalian mau kasih itu barang-barangnya soalnya mau segera dipakai."Jawab Darren.
"Ini tasnya,semoga dia cepat sembuh.Makasih ya udah jengukin Varo."Ucap Bunda Marissa tersenyum sambil memberikan tas Zanna pada Darren.
Darren pun menerimanya.
"Makasih Tan,kalau gitu Darren pergi dulu ya."
"Iya Darren."
Darren pun melangkah pergi keluar ruang rawat Varo dan pergi ke ruang rawat Zanna.
•
•
•
"Keisha."Ucap Sasya masih mengejar Keisha dan berhasil memegang pergelangan tangan Keisha.
"Lepasin."Ucap Keisha pelan penuh penekanan menatap tajam Sasya.
"Sha,ini gak seperti yang lo lihat.Lo salah paham."Ucap Sasya.
"Gue benci banget sama lo.",Ucap Keisha dan berhasil melepaskan tangannya dari pegangan tangan Sasya.
Keisha berlari menuju pintu rumah sakit tapi...
Brukkk
Keisha dan orang yang dia tabrak bertatapan sejenak.
"Keisha."Ucap Sasya memegang pergelangan tangan kanan Keisha.
"Lepasin."Ucap Keisha geram dan menatap tajam Sasya.
"Pliss Sha lo dengerin penjelasan dari gue,ini hanya salah paham aja."Ucap Sasya memohon.
"Gue gak mau denger apa-apa lagi dari lo,mendingan sekarang lo pergi."Ucap Keisha geram.
"Enggak,gue gak akan pergi sebelum lo dengerin penjelasan dari gue."
"Gue gak mau denger apa-apa lagi dari lo,gue bilang pergi dari sini!!"Teriak Keisha dan menghempaskan tangan Sasya.
"Mohon maaf ya ini rumah sakit,jangan teriak-teriak."Tegur seorang suster yang berada di meja resepsionis.
"Iya sus maaf."Ucap orang yang ditabrak Keisha,ternyata Ikbal yang ditabrak Keisha tadi.
"Sha-."
"Lo gak denger apa kata dia,pergi dari sini."Ucap Ikbal menatap Sasya dan memotong perkataannya.
"Yaudah gue pergi dulu Sha,gue minta maaf."Ucap Sasya menatap Keisha yang memalingkan mukanya.
Sasya pun melangkah pergi keluar dari rumah sakit.
"Itu tadi siapa kak?"Tanya Ikbal menatap Keisha.
__ADS_1
"Mantannya pacar gue."Jawab Keisha menatap Ikbal.
"Ikut gue yuk."Ucap Ikbal menarik pergelangan tangan kanan Keisha dengan tangan kanannya,sementara tangan kiri mendorong besi penyangga infus.
Ikbal pun mengajak Keisha pergi ke taman yang ada di samping rumah sakit.
"Ngapain kita kesini?"Tanya Keisha.
"Kali aja mau curhat."Jawab Ikbal melepaskan pergelangan tangan Keisha yang dipegangnya lalu duduk di bangku taman.
Keisha pun duduk di samping Ikbal.
"Curhat apa?"Tanya Keisha menatap Ikbal.
"Soal cewek yang tadi,siapa namanya?"
"Namanya Sasya,dia mantannya pacar gue."Jawab Keisha.
"Terus itu tadi kenapa,kayaknya dia tadi mau ngejelasin sesuatu deh.Kenapa gak kakak dengerin?"Tanya Ikbal.
"Tadi kan gue pergi ke ruang rawat pacar gue soalnya dia lagi sakit,terus pas udah sampek ruang rawatnya gue lihat mereka saling pandang dan tersenyum.Terus gue pergi dari sana dan dia ngejar gue,gue benci banget sama dia.Gue gak mau dengerin dia ngomong dan ngejelasin semuanya.Karena menurut gue udah cukup gue lihat mereka dan gak perlu penjelasan karena semuanya udah jelas."Jawab Keisha.
"Kenapa kakak benci banget sama dia,kayaknya dia baik lho."
"Gue capek Bal,gue bertengkar mulu sama pacar gue cuma gara-gara dia.Apalagi pacar gue selalu belain dia,makanya gue benci banget sama dia."Ucap Keisha.
"Kalau gue jadi kakak bakal gue tinggalin pacar kakak itu,masak masak masih berhubungan dengan mantan walaupun cuma sebagai teman.Apalagi lebih belain mantannya daripada kakak,emang siapa sih pacarnya kakak?"Tanya Ikbal.
"Lo pernah denger yang namanya Alvaro Sankara?"Tanya balik Keisha.
"Pernah,siapa yang nggak tahu sama dia."
"Itu pacar gue."Ucap Keisha tersenyum masam.
"Kalau gue jadi kakak gue bakal tinggalin dia,kayaknya dia itu gak tulus deh sama kakak."
"Gue gak mau ninggalin dia karena gue cinta banget sama dia,dan gak semua cewek yang bisa dapatin dia.Lo bilang apa tadi,dia gak tulus sama gue."
"Iya,emangnya kakak ngerasa kalau pacarnya kakak itu suka sama kakak?"Tanya Ikbal.
"Kalau dia gak suka sama gue ngapain dia mau pacaran sama gue."Jawab Keisha.
"Orang pacaran itu gak semua karena cinta,bisa aja karena penasaran sama seseorang,bisa aja karena biar gak jomblo gitu."Ucap Ikbal.
"Udah deh,gue pusing mikirin ini.Btw lo kapan pulang,luka lo juga udah mendingan?"Tanya Keisha.
"Besok kak."
"Yaudah kalau gitu gue pulang dulu ya."Ucap Keisha berdiri dari duduknya.
"Iya kak hati-hati,jangan sedih-sedih."Ucap Ikbal tersenyum.
Keisha tersenyum dan melangkah pergi dari taman,Ikbal tersenyum menatap kepergian Keisha.
Gue doa in kakak segera putus sama pacar kakak'Batin Ikbal'
Ikbal berdiri dari duduknya dan melangkah pergi dari taman menuju ruang rawatnya.
__ADS_1