
"Haah,untung kita gak telat ya."Ucap Varo lega saat sudah sampai di kelas dan duduk di bangkunya,diikuti Darren.
"Untung kita gak telat ya."Darren mencibir."Lo itu lambat."
"Lo itu kenapa sih Ren,dari tadi marah-marah mulu perasaan?"Tanya Varo kesal.
"Selamat pagi anak-anak."
Belum sempat Darren menjawab,Pak Anam guru yang terkenal sangat tegas,galak dan judes itu pun masuk ke dalam kelas.
Mereka semua pun mengikuti pelajaran dengan tertib dan hening.
"Hoaammm."Beberapa kali Varo menguap,dia pun menelungkup kan kepalanya di meja.
"Al,bangun Al.Heh lo jangan tidur."Ucap Darren saat melihat Varo,Darren pun mencoba membangunkan Varo walaupun bisik-bisik.
Tiba-tiba Pak Anam yang tadinya menulis di papan tulis saat sudah menjelaskan materi berbalik badan karena samar-samar mendengar suara bisik-bisik,Darren pun kembali duduk dengan tegak.
"Alvaro!"Panggil Pak Anam saat melihat Varo menelungkup kan kepalanya,karena tak ada jawaban Pak Anam pun berjalan mendekat ke meja Varo.
Braaaakkkk
"Alvaro!!!"
Seketika Varo pun terbangun,dia melihat Pak Anam berdiri di hadapannya dengan tatapan tajam dan seluruh murid yang ada di kelas menoleh ke arahnya.
"Kamu lagi ngapain?"Tanya Pak Anam tegas.
"Tidur Pak,eh maksud saya.Saya lagi nyimak."Jawab Varo gugup,seketika rasa kantuknya pun hilang.
"Kalau kamu emang lagi nyimak,coba jelaskan materi yang Bapak sampaikan tadi!"
"Iya Pak."Varo pun maju ke depan dan menjelaskan materi yang disampaikan oleh Pak Anam tadi,bahkan lebih rinci.
Ckckck si Varo pinter banget ya,perasaan dia tadi tidur deh'Batin Darren'
"Sudah Pak."
"I-iya,kamu boleh duduk."Ucap Pak Anam sedikit malu dan kagum akan kecerdasan Varo.
Varo pun kembali duduk di bangkunya,Darren yang melihat Varo pun mengacungkan 2 jempolnya.
Jam pulang sekolah pun tiba
"Pulang yuk Al."Ajak Keisha saat melihat Varo di parkiran,dia sengaja menunggu Varo di parkiran untuk pulang bareng.Zanna sudah pulang terlebih dahulu tadi.
"Emmm,sorry ya Sha.Kayaknya hari ini gue gak bisa deh anterin kamu pulang."Jawab Varo tak enak.
"Lho,kenapa?"Tanya Keisha sedikit kecewa.
__ADS_1
"Karena Bunda nyuruh gue pulang cepet,lagian gue juga gak bawa motor.Jadi gak bisa anterin kamu."Jawab Varo beralasan,sebenarnya gak juga sih.Karena kan Varo emang gak bawa motor.
"Yaudah deh kalau gitu,gue pulang naik taxi aja."Ucap Keisha cemberut dan melangkah pergi meninggalkan parkiran.
"Iya hati-hati."Ucap Varo melambaikan tangannya walaupun Keisha tak melihatnya.
"Lo gak kasih tahu Keisha,kalau Sasya kecelakaan?"Tanya Darren menghampiri Varo.
"Enggak,gue gak mau Keisha salah paham.Eh btw,lo nanti ikut gue kan jenguk Sasya di rumah sakit?"Tanya Varo,Darren hanya nyengir.
"Enggak deh,gue males sama Sasya."
"Yaudah kalau gitu gue sendiri aja,udah yuk pulang."
Mereka pun pulang,Varo dibonceng lagi sama Darren.
•
•
•
"Thanks Ren,gak masuk dulu nih?"Tanya Varo saat sudah sampai di depan rumahnya,Pak Bani segera membuka gerbang saat melihat Varo dan Darren.
"Sama-sama,gue langsung pulang aja."
Darren pun langsung tancap gas pulang,Varo segera masuk ke dalam rumah.
Bi Siti yang sedang menyiapkan makan siang pun hanya bengong melihat Tuan Mudanya pergi dengan buru-buru,Pak Bani suami dari BI Siti yang bertugas sebagai satpam pun juga hanya bisa diam melihat Varo.
Tak lama kemudian
Varo sudah sampai di rumah sakit,setelah memarkirkan motornya Varo bergegas menuju ruangan Sasya.
'Ceklek'
"Assalamualaikum Bun."Ucap Varo pelan dan melangkah masuk.
"Waalaikumsalam Al,kamu udah datang?"
"Iya Bun,Bunda dari tadi lihatin Sasya terus?"Tanya Varo saat melihat Bundanya duduk di kursi yang ada di samping Sasya,sambil terus menatap wajah Sasya yang belum juga sadar.
"Iya Al,Bunda kayaknya suka deh sama Sasya.Kenapa kamu gak pacaran aja sih sama Sasya,pasti Bunda restuin."Ucap Bunda Marissa menatap ke arah Varo yang sedang duduk di sofa.
"Maaf Bun,Varo gak bisa."Ucap Varo tak enak.
"Kenapa,oh kamu udah punya pacar ya?"Tanya Bunda Marissa.
"Enggak Bun,Varo cuma mau fokus sekolah dulu.Nanti setelah sukses baru Varo cari pasangan."Jawab Varo berbohong.
__ADS_1
"Yaudah kalau gitu,Bunda mau pulang dulu nganterin makan siangnya Ayah.Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam Bun,hati-hati."
Bunda Marissa pun beranjak berdiri dan berjalan menuju pintu,Varo yang lapar pun pergi ke kantin.
Samar-samar Sasya membuka matanya,dia merasa sangat pusing.
Setelah Sasya ingat kejadian malam itu pun Sasya langsung beranjak bangun,di pikiran Sasya dia harus segera pergi dari rumah sakit ini.
Perlahan Sasya turun dari tempat tidur dan berjalan ke arah pintu dengan mendorong besi penyangga infusnya,dia sungguh merasa takut dan was-was.
Saat Sasya akan membuka pintu, ternyata Varo sudah lebih dulu membuka pintunya,Secara reflek Sasya pun memeluk Varo erat dan menangis.
"Gue-gue takut Al."Ucap Sasya bergetar.
Varo terdiam beberapa saat karena Sasya tiba-tiba memeluknya,perlahan Varo pun membalas pelukan Sasya.
Dari dulu dia tidak tega melihat Sasya menangis.
"Sssttt,lo tenang ya.jangan nangis,ada gue."Varo pun melepaskan pelukannya dan menuntun Sasya kembali ke tempat tidur.
"Lo pasti lapar, sekarang lo makan ya.Gue suapin."Ucap Varo perhatian.
Sasya hanya mengangguk,dia memang merasa sangat lapar.Varo pun mulai menyuapi Sasya makan,setelah selesai makan pun Sasya kembali tidur dengan di tunggui oleh Varo.
•
•
•
Zanna juga baru saja makan siang sama Mama Nia.
"Mama berangkat ke tempat les-lesan dulu ya,kamu hati-hati di rumah."Ucap Mama Nia sudah siap akan pergi ke tempat les.
"Iya Ma."
"Mama berangkat, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam Ma."
Mama Nia pun berangkat dengan menaiki taxi,Zanna pun pergi ke ruang keluarga.
Dia menyalakan televisi dan menonton. kartun sambil memakan camilan.
Ponsel Zanna yang dia taruh di atas meja pun berdering,terlihat nama Keisha di layar ponsel.Zanna pun mematikan televisi dan mengangkat telfon dari Keisha.
"Hallo Sha,ada apa?"Tanya Zanna saat panggilan terhubung.
__ADS_1
"Zanna,lo tahu nggak sih.Tadi tuh gue pulang naik taxi,gak diantar sama Varo."Jawab Keisha sedih.
"Ya terus dimana masalahnya,gak papa kan sekali-kali lo naik taxi?"