Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Rumah Baru


__ADS_3

Rianti menatap kepergian mobil yang dinaiki bi Laras dan Bima dengan perasaan sedih.


Apa sebegitu bencinya ya papa sama gue,jangankan berpamitan sama gue.Natap gue aja enggak,padahal gue gak ada niat buat nyelakai Mama.Apalagi membunuh Mama dengan sengaja,dan gue juga bukan pembunuh'Batin Rianti'


"Rianti,ayo masuk."Ucap Rina menepuk pelan pundak Rianti dan berjalan masuk ke dalam mobil,diikuti Rianti.


Raka duduk di kursi depan di sebelah sopir,sementara Riko Rianti dan Rina duduk di kursi belakang dengan Rina yang duduk di tengah-tengah Riko dan Rianti.


Mobil pun melaju meninggalkan hotel.


Tak lama kemudian


Mobil pun memasuki halaman rumah yang sederhana dan asri berlantai 1,mobil pun berhenti di halaman rumah itu.


Raka pun mengajak semuanya untuk turun dari dalam mobil kecuali pak sopir.


"Ngapain pa kita kesini,rumah siapa ini?"Tanya Riko saat mereka sudah berada di teras rumah itu dan memandangi sekitar rumah itu.


"Ini rumah kamu dan Rianti,hadiah pernikahan kalian dari papa."Jawab Raka menatap Riko.


"Kenapa papa gak kasih mobil yang mewah atau sejumlah uang aja,siapa nantinya yang bakal nempatin rumah ini.Kan Riko tinggalnya di rumah papa."Ucap Riko menatap Raka.


"Mulai sekarang kamu tinggal di rumah ini bersama dengan Rianti,semua keperluan kalian sudah disiapkan mulai dari pakaian,peralatan,perabotan dan lain-lain.Itu motor kamu sudah ada di garasi."Ucap Raka.


"Apa,tinggal disini.Enggak,Riko nggak mau pa!"Ucap Riko.


"Suka nggak suka mau nggak mau kamu harus mau tinggal disini sama Rianti,dan jangan lupa.Kamu juga harus kerja cari uang untuk memenuhi kebutuhan kalian,atau kalau enggak kamu bantuin papa kerja saja di perusahaan nanti papa bayar."Ucap Raka.


"Kenapa sih pa perusahaan mulu yang dibahas?"


"Udah ya Riko,papa udah capek nasehatin kamu terus.Semoga saja istri kamu bisa mengubah diri kamu ini."Ucap Raka dan melangkah pergi masuk ke dalam mobil.


"Mama sama papa pulang dulu ya,kapan-kapan Mama akan kesini."Ucap Rina.


Rianti tersenyum dan mengangguk,sementara Riko hanya diam saja dan menatap ke arah lain.


Rina pun berjalan masuk ke dalam mobil,mobil pun melaju meninggalkan Riko dan Rianti.


"Ini semua gara-gara lo!!"Ucap Riko menatap tajam Rianti.


"Kok gara-gara gue sih?"


"Ya iyalah gara-gara lo,emang gara-gara siapa lagi.Setelah nikah sama lo kayaknya hidup gue bakalan susah."


"Nggak salah tuh,yang ada hidup gue yang susah karena udah nikah sama lo."Ucap Rianti tak mau kalah.


"Terserah,terserah lo mau bilang apa.Gue mau pergi!!!"Teriak Riko dan melangkah pergi menuju garasi untuk mengambil motornya,Riko pun pergi dengan mengendarai motornya.


Rianti memandangi rumah itu sejenak lalu melangkah masuk ke dalam.

__ADS_1


Ceklek


"Wow,bagus banget ini rumah.Bakalan betah gue disini."Ucap Rianti saat memasuki ruang tamu.


Rianti pun melihat-lihat ruangan yang berada di rumah itu mulai dari ruang tamu,ruang tv,ruang makan,dapur,kamar mandi dan kamar tidur.


"Untung aja kamar tidurnya ada 2,1 buat gue dan 1 lagi buat Riko."Gumam Rianti dan membuka pintu kamarnya.


Rianti pun berjalan masuk ke dalam kamarnya dan melihat-lihat.


"Apa itu."Ucap Rianti saat melihat sebuah amplop putih tergeletak di atas ranjangnya.


Rianti mengambilnya dan duduk di tepi ranjang dan membuka amplop itu lalu membuka kertas yang ada di dalamnya.


Isi pesan itu:


Untuk Rianti,saya menaruh amplop ini di atas ranjang agar kamu mudah melihatnya.Sekarang kamu sudah menjadi istrinya Riko,tugas kamu sekarang adalah membujuk Riko untuk mau belajar dan bekerja di perusahaan papanya yang bergerak di bidang perdagangan.Saya enggak mau tahu cara kamu untuk membujuk Riko agar dia mau belajar dan bekerja di perusahaan saya,yang mau saya tahu adalah keberhasilan kamu untuk membujuk Riko.


Raka.


Rianti memandangi kertas itu dan menghela nafas panjang.


"Membujuk Riko,gue gak yakin kalau gue bakalan bisa.Tapi nanti gue coba deh."Gumam Rianti.





"Baju gue."Ucap Zanna saat melihat bajunya yang dia pakai kemarin ada di kursi kamarnya.


Zanna mengambilnya dan berjalan menuju ranjangnya dan duduk di tepi ranjang.


"Ternyata bau parfum Varo nempel di baju gue,gak akan gue cuci ini baju."Ucap Zanna sambil menghirup dalam-dalam bajunya yang bau parfum Varo.


Tiba-tiba ponsel Mama Nia yang Zanna taruh di atas nakas pun berdering,Zanna menaruh bajunya di atas ranjang dan mengambil handphone Mama Nia.


Ternyata Darren yang telfon,Zanna pun langsung menggeser tombol berwarna hijau.


"Iya hallo Ren ada apa?"Tanya Zanna saat panggilan terhubung.


"Lo gak papa kan,lo baik-baik aja kan."Ucap Darren terdengar khawatir.


"Iya gue gak papa,gue baik-baik aja.Emang kenapa sih?"


"Syukurlah kalau lo baik-baik aja,enggak ada apa-apa sih.Cuma kemarin itu gue tiba-tiba kepikiran aja sama lo,terus gue telfon ke handphone Mama lo gak diangkat.Makanya gue khawatir banget sama lo."Ucap Darren.


"Oh iya,gue mau cerita soal kejadian yang gue sama Varo alamin kemarin."

__ADS_1


"Kejadian apa emang?"Tanya Darren.


Zanna pun mulai menceritakan saat dirinya dan Varo dihadang oleh 3 orang preman,saat Varo menggendong Zanna karena kaki Zanna kesleo.


Dan tak lupa Zanna juga cerita soal dirinya yang memeluk Varo saat perjalanan pulang.


"Wiihh,menang banyak lo."Ucap Darren.


"Iya dong,lha ini parfum Varo nempel di baju gue yang gue pakek semalam.Gak bakalan gue cuci deh ini baju."Ucap Zanna.


"Jorok banget lo,cuci sana itu baju lo."


"Biarin kenapa sih,lo kayak gak terima banget gue nyium bau parfumnya Varo di baju gue."


"Lo cuma bisa nyium bau parfumnya Varo doang kan,gak bisa nyium pipinya ahahaha slibaww."Ucap Darren tertawa mengejek Zanna.


"Lo jahat banget sih Darren ngetawain gue hah,lo juga gak bisa nyium pipinya Keisha.Lo cuma bisa mandang Keisha bersama orang lain dari kejauhan ahahaha slibaww."Ucap Zanna nyolot dan tertawa dengan sangat mengerikan.


"Iya-iya gue minta maaf,lo jangan marah-marah gitu dong.Ntar darah tinggi lho."


"Ya habisnya lo bikin orang kesel aja."



Contoh ruang tamu rumah baru Riko dan Rianti.



Ruang tv.



Ruang makan.



Dapur.



Kamar mandi.



Kamar Riko.



Kamar Rianti.

__ADS_1


__ADS_2