Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Hari Kelulusan


__ADS_3

"Lo laki-laki yang baik Ren,serius lo cinta sama gue yang kayak gini?"Tanya Keisha.


"Gue serius Sha,gue gak bohong.Udah yuk pulang,udah malam."Ucap Darren mengalihkan pembicaraan,Keisha hanya tersenyum sekilas.


Akhirnya Darren pun mengantar Keisha pulang.





Motor Varo berhenti di depan rumah Sasya,Sasya pun turun dari motor Varo dan menatapnya ragu.


"Kenapa?"Tanya Varo menatap Sasya.


"Kenapa tadi lo putusin Keisha,dan juga ngapain lo ajak gue ke sana tadi?"Tanya balik Sasya.


"Gue putusin Keisha karena gue gak cinta sama dia,gue gak bisa maksain diri gue buat cinta sama dia."


"Terus ngapain lo pacaran sama Keisha kalau lo gak cinta sama dia?"Tanya Sasya tak mengerti.


"Karena gue pikir gue bisa move on dari lo dengan cara pacaran sama Keisha,tapi nyatanya enggak.Sya,jujur gue belum bisa lupain lo,walaupun dulu gue sempet benci sama lo karena udah nyelingkuhin gue.Tapi gue masih cinta Sya sama lo sampai sekarang."Jawab Varo.


"Lo emang laki-laki yang baik Al,gue gak nyangka kalau lo masih cinta sama gue.Sebenarnya gue juga masih cinta sama lo Al,cuma gue masih merasa bersalah banget sama lo soal gue udah nyelingkuhin lo.Dan saat lo pacaran sama Keisha,sebisa mungkin gue harus jauh-jauh dari lo supaya lo sama Keisha gak bertengkar karena gue.Dan lo tahu kan,seberapa bencinya Keisha sama gue."Ucap Sasya.


"Yang lalu biar berlalu,kita buka lembaran baru lagi.Setiap orang pasti punya kesalahan dan juga kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya dan menjadikan dirinya lebih baik lagi dari sebelumnya."Ucap Varo tersenyum.


Sasya balas tersenyum dan manggut-manggut.


"Oh iya ngomong-ngomong itu gimana sama pekerjaan gue,pasti kalau besok gue balik lagi ke sana bakalan diusir.Karena kan tadi lo bilang kalau mulai sekarang gue berhenti bekerja di sana?"Tanya Sasya sedih.


"Lo tenang aja,besok jam 7 malam gue bakalan jemput lo.Lo di rumah aja,jangan kemana-mana."Jawab Varo.


Sasya hanya mengangguk.


"Gue pulang dulu ya Sya,udah malam."


"Iya,lo hati-hati dijalan."


Varo pun melajukan motornya meninggalkan Sasya dan pulang.

__ADS_1


Sasya melangkah masuk ke dalam rumahnya dengan senyum-senyum.





Motor Darren berhenti di depan rumah Keisha,Keisha masih saja menangis.


"Lo jangan nangis lagi dong,nanti dikirain orang gue apa-apain lo lagi."Ucap Darren saat melihat Keisha turun dari motor dan masih saja menangis.


"Gue lagi sedih Ren,makanya gue nangis."Ucap Keisha.


"Yaudah-yaudah,sedih dan nangis boleh tapi jangan berlebihan."


"Gue masuk ke dalam dulu ya,gue mau lanjut nangis di dalam rumah aja."Ucap Keisha berbalik badan dan melangkah masuk ke dalam rumah.


Darren pun melajukan motornya pergi meninggalkan rumah Keisha.


Keisha masuk ke dalam rumah,terlihat orang tuanya sedang mengobrol di ruang tamu dan tidak menyadari kehadirannya.


"Ma."Panggil Keisha pelan dan berdiri di ambang pintu.


Mama Rita berdiri dari duduknya dan menghampiri Keisha.


"Ma."Ucap Keisha saat Mama Rita sudah berdiri di hadapannya.


Keisha pun langsung memeluk Mama Rita dan kembali menangis.


"Kamu kenapa Sha kok nangis,bilang sama mama."Ucap Mama Rita balas memeluk Keisha dan mengelus pelan punggung Keisha.


"Iya,bilang sama papa.Siapa yang udah bikin kamu nangis,apa cowok yang jemput kamu tadi."Sahut P.Bobby berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Keisha.


Keisha hanya menggeleng di dalam pelukan mamanya.


"Duduk dulu yuk,biar lebih enak ngobrolnya."Ajak Mama Rita melepaskan pelukan mereka dan menggiring Keisha untuk duduk di sofa.


Keisha dan Mama Rita pun duduk berdampingan dan berhadapan,sementara P.Bobby duduk di samping Mama Rita.


"Sekarang cerita,kamu kenapa kok sampai nangis kayak gini?"Tanya Mama Rita menggenggam kedua tangan Keisha.

__ADS_1


Keisha pun mulai menceritakan dari Keisha yang menyukai seorang siswa di sekolahnya,sampai Keisha pacaran dengannya,dan inilah puncaknya dia putusin Keisha karena dia tidak mencintai Keisha tapi mantan dia.


Keisha tak bilang jika siswa itu bernama Varo,Keisha hanya menyebutnya 'dia'


"Keisha sedih banget ma."Ucap Keisha dan kembali memeluk mamanya.


"Udah ya kamu jangan sedih,kalau kalian berjodoh pasti suatu saat nanti akan bersatu kembali.Kalau tidak berjodoh,ya kamu harus ikhlas menerima takdir yang sudah digariskan."Ucap Mama Rita.


Keisha hanya mengangguk.


Keesokan harinya


Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan,semua siswa dan siswi bersorak gembira karena mereka lulus.


Zanna antara senang dan sedih,senang karena berhasil lulus SMA dan lanjut ke perguruan tinggi untuk meraih cita-citanya yaitu menjadi seorang dosen,sedih karena harus berpisah dengan Varo dan tidak tahu kapan mereka akan bertemu kembali setelah kelulusan ini.


"Lo senang apa sedih lulus dari sini?"Tanya Darren tiba-tiba dan berdiri di belakang Zanna yang sedang melihat papan pengumuman kelulusan.


Zanna berbalik badan dan menatap Darren.


"Yang pastinya seneng banget,setelah ini gue bakal lanjut ke perguruan tinggi dan meraih cita-cita gue.Sedih karena gue bakalan pisah sama Varo,dan gak tahu di masa depan kami bakalan bertemu lagi atau enggak."Jawab Zanna.


"Woii kalian,berduaan aja di sini.Yang lain udah pada ada di lapangan nih ngerayain kelulusan kita,kalian malah berduaan di sini."Ucap Santi mengagetkan.


"Ngagetin aja lo."Ucap Darren kesal menatap Santi.


"Udah ayo kita pergi ke lapangan,kita rayain kelulusan kita dengan sangat meriah."Ucap Santi.


"Gue pengen tahu deh,setelah lo lulus bakalan nikah apa lanjut kuliah nih?"Tanya Darren.


"Yang pastinya dia bakalan nikah sama Ronald."Jawab Zanna asal.


"Enak aja lo,gue habis lulus SMA kuliah ya.Kalaupun gue nikah gak bakalan nikah sama Ronald."Ucap Santi.


"Ya baiklah,semoga kalian berjodoh di masa depan."Ucap Zanna dan berlari meninggalkan Santi sama Darren.


"Gue pergi dulu."Ucap Darren dan menyusul Zanna.


Santi pun pergi ke lapangan dengan perasaan kesal.


Di lapangan

__ADS_1


Sekolah menghadirkan penyanyi band ternama untuk merayakan kelulusan siswa siswi SMA Cempaka Putih,semua siswa-siswi bersuka ria,ada yang menari sambil mengikuti irama lagu,ada yang mencoret-coret baju seragam,pokoknya meriah.


Zanna dan Darren berdiri berdampingan di pinggir lapangan sambil melihat teman-temannya yang sedang bersuka cita.


__ADS_2