Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Pergi Kerumah Camer


__ADS_3

Keisha juga sedang santai-santai di rumahnya,dia sedang duduk di sofa ruang tamu sambil main hp dan makan camilan.


"Kamu hari ini gak keluar Sha?"Tanya Mama Rita yang datang dari arah dapur bersama P.Bobby.


"Enggak Ma."


"Kenapa enggak keluar,kan ini bisa jadi kesempatan untuk baikan sama Zanna?"Tanya Mama Rita dan duduk di hadapan Keisha diikuti P.Bobby.


"Apa,baikan.Apa Zanna sama Keisha bertengkar Ma?"Tanya P.Bobby,sementara Keisha masih diam main hp.


"Iya Pa kemarin."Jawab Mama Rita.


"Kamu kenapa bertengkar sama Zanna,apa yang kalian pertengkarin?"Tanya P.Bobby pada Keisha.


"Cuma salah paham dikit Pa,tapi gak papa kok.Papa gak usah khawatir."Jawab Keisha tersenyum ke arah Papanya.


"Pokoknya kamu harus secepatnya baikan sama Zanna,zaman sekarang kalau teman banyak.Tapi gak semuanya tulus,jadi kamu jangan sia-siakan teman seperti Zanna."Ucap P.Bobby menasehati putrinya.


"Iya Paaaa,Keisha ngerti kok."Jawab Keisha tersenyum.





Rianti sedang membantu Bi Laras memasak makan siang di dapur.


"Kalau boleh Rianti tahu,Papa sekarang kerja apa Bi?"Tanya Rianti sambil mengiris-iris kangkung untuk ditumis.


"Setahu Bibi sih sekarang Bapak udah mulai kembali ke toko emasnya yang dulu."Jawab Bi Laras sambil menyiapkan bumbu-bumbu.


"Kok bisa,bukannya toko emas itu dulu udah dijual ya Bi?"


"Iya Non,tadi pagi Bibi juga tanya gitu sama Bapak.Katanya,Papanya Den Riko yang membeli toko emas itu dari orang lain dengan harga tinggi.Jadi sekarang Bapak adalah pemilik dari toko emas itu."Jawab Bi Laras.


"Bagus deh,jadi Rianti gak makan uang haram lagi ya Bi.Secara dulu kan Papa itu kerjanya judi,dan uang hasil judi itu buat makan sehari-hari."Ucap Rianti sedikit sinis.


"Enggak kok Non,Non Rianti tenang aja."Ucap Bi Laras.


TIN


"Kayaknya ada tamu deh Bi,tolong lihatin ya."Perintah Rianti saat mendengar sebuah klakson di depan rumah.

__ADS_1


"Iya Non."


Bi Laras pun mencuci tangannya terlebih dahulu setelah itu bergegas ke depan untuk melihat siapa yang datang,tak berselang lama Bi Laras pun kembali lagi ke dapur.


"Siapa Bi yang datang?"Tanya Rianti.


"Den Riko Non yang datang,dia mau ketemu sama Non Rianti."Jawab Bi Laras bingung.


Rianti menoleh ke arah Bi Laras."Ngapain dia kesini,Rianti gak mau nemuin dia."Ucap Rianti dengan wajah ditekuk.


"Kalau lo gak mau nemuin gue,gue aja yang nemuin lo."Seru Riko tiba-tiba yang sudah berdiri di pintu dapur.


Rianti pun memalingkan muka tak ingin melihat Riko,Bi Laras pun berjalan pergi meninggalkan dapur.


Riko berjalan mendekati Rianti dan berdiri di samping Rianti yang memalingkan muka.


"Kenapa lo gak mau nemuin gue?"Tanya Riko.


"Karena gue gak suka sama lo."Jawab Rianti menatap Riko,Riko memegang kedua lengan Rianti dan meremasnya dengan kuat.


"Lo pikir gue juga suka sama lo,gue bahkan benci sama lo.Gue kesini atas suruhan Mama buat bawa lo ke rumah,jadi orang jangan kepedean deh!"Ucap Riko pelan dan penuh penekanan.


Rianti pun menatap tajam Riko dan berusaha melepaskan tangan Riko yang meremas lengannya.


"Eh,ada calon mantu."Ucap Bima tiba-tiba,sepertinya dia baru saja pulang dari toko emasnya.


Riko pun melepaskan tangannya dari lengan Rianti dan berbalik badan menghadap Bima.


"Ada apa kesini,tumben?"Tanya Bima berjalan mendekat ke arah Riko dan Rianti.


"Riko disuruh Mama buat bawa Rianti makan siang bareng di rumah,tapi Rianti gak mau.Yaudah,kalau gitu Riko pulang aja."Jawab Riko melangkah pergi,tapi ditahan Bima.


"Tunggu dulu calon mantu,Rianti mau kok pergi ke rumah kamu."Ucap Bima,Riko pun menatap Bima.


"Tadi Rianti bilang gak mau."Ucap Riko santai.


"Rianti mau kok,ya kan Rianti?"Tanya Bima menatap Rianti,Rianti pun balik menatap Bima.


"Rianti gak mau!"Jawab Rianti tegas.


"Kamu harus mau!!"Ucap Bima tegas dan menatap tajam Rianti,Riko tersenyum sinis melihat itu.


Bapaknya aja gak memperlakukan Rianti dengan baik,jadi gue gak salah dong kalau nanti sebelum atau sesudah menikah memperlakukan Rianti sama kayak Bapaknya'Batin Riko'

__ADS_1


"Rianti gak mau,jangan maksa deh!"


"Kamu harus mau,setelah kamu menikah kamu bakalan ikut suamimu tinggal di rumah orang tuanya.Jadi sekarang kamu ikut Riko ke rumahnya untuk mengenal lebih jauh tentang keluarga besarnya,tentang lingkungan rumahnya,dan juga bagian-bagian dalam rumahnya yang pastinya besar,luas dan bak istana itu.Kamu harus tahu dimana letak dapur,kamar,ruang tamu dan lain-lain."Ucap Bima panjang lebar.


Yang sebenarnya itu sama sekali tidak penting bagi Rianti apalagi Riko.


"Jadi,Rianti ikut ke rumah apa enggak nih?"Tanya Riko malas.


"Jadi,jadi kok.Kamu gak usah ganti baju atau mandi Rianti,gitu aja udah cantik."Ucap Bima yang entah kenapa tidak marah-marah lagi.


Mungkin karena Rianti akan pergi ke rumah calon mertua nya,atau karena senang karena toko emasnya udah balik.


"Yaudah,ayo Rianti."Ucap Riko menarik pergelangan tangan Rianti dan melangkah pergi meninggalkan dapur,tanpa pamitan pada Bima.


Dasar anak gak punya sopan santun,untung anaknya orang kaya'Batin Bima menatap kepergian Riko dan Rianti'


"Bi,buatin saya makanan!!!"Teriak Bima.


Bi Laras yang sedang mengintip Rianti dibonceng Riko langsung berlari ke dapur saat mendengar teriakannya Bima.


"Iya Pak."Ucap Bi Laras menghadap Bima.


"Cepat buatin saya makanan,saya udah laper."Ucap Bima dan pergi dari dapur,Bi Laras pun segera memasak makan siang untuk Bima.


Di perjalanan


Riko melajukan motornya dengan sangat kencang,Rianti yang sangat takut pun memejamkan matanya dan tangannya berpegangan erat pada pinggang Riko.


Tapi lama-kelamaan tangan Rianti merambat ke perut Riko dan memeluk Riko dengan menyandarkan kepalanya di punggung Riko,dengan masih tetap memejamkan matanya.


"Rikoooo,lo bisa gak sih nyetirnya jangan kenceng-kenceng.Gue takut banget."Ucap Rianti dengan suara yang bergetar.


"Gak bisa."Jawab Riko.


Tak berselang lama motor Riko pun berhenti dan Rianti masih memejamkan matanya.


"Turun,kita udah sampek."Ucap Riko.


Rianti pun mengangkat kepalanya yang bersandar di punggung Riko dan membuka matanya.


Benar saja,Rianti melihat mereka sudah berada di halaman rumah yang mewah dan luas itu.


"Bengong aja,cepat turun."Ucap Riko kesal.

__ADS_1


__ADS_2