
"Iya Bu,anak ibu mengalami demam.suhu tubuhnya mencapai 39 derajat celcius dan sekarang sedang dirawat."Jawab suster itu.
"Bisa tunjukkan di ruang mana anak saya dirawat?"Tanya mama Nia.
"Bisa Bu,tapi maaf sebelum itu bisa ibu lunasi dulu uang administrasinya?"Tanya suster itu sopan.
"Iya sus bisa kok."Jawab Mama Nia cepat.
Mama Nia dan P.Subroto pun segera menyelesaikan administrasinya.
"Sudah sus,diruang mana anak saya dirawat?"Tanya mama Nia tak sabar setelah menyelesaikan administrasinya.
"Bapak sama ibu dari sini lurus,terus diujung sana ada belokan kanan dan kiri.Bapak sama ibu belok ke kanan,ruangan pertama dari belokan kanan itu anak ibu dirawat."
"Baik sus makasih."
"Sama-sama Bu."
Mama Nia dan P.Subroto segera pergi ke ruang rawat Zanna sesuai petunjuk yang diberikan suster itu,setelah sampai di depan pintu ruang rawat pertama dari belokan kanan Mama Nia pun membuka pintunya.
Ceklek
Mama Nia melangkah masuk diikuti P.Subroto di belakangnya.
"Pa,itu siapa pa?"Tanya mama Nia yang sudah berdiri di samping kiri Zanna.
"Ini anak kita Zanna ma,masak Mama lupa?"Tanya balik P.Subroto yang berdiri di samping istrinya.
"Iya Mama tahu kalau ini Zanna,maksudnya yang itu.Yang lagi tidur itu."Ucap Mama Nia menunjuk Varo.
"Papa gak tahu,coba papa bangunin ya."
"Iya pa bangunin aja."
P.Subroto pun berjalan mendekati Varo dan berdiri di sampingnya,P.Subroto pun memegang bahu Varo dan mengguncangnya pelan.
"Nak,bangun."Ucap P.Subroto.
Perlahan Varo pun bangun dan mengucek matanya.
"Temennya Zanna ya?"Tanya P.Subroto.
Varo pun menoleh ke sumber suara.
"Eh,i-iya om.Saya temennya Zanna."Jawab Varo nyengir.
"Makasih ya udah bawa Zanna kesini."Ucap P.Subroto tersenyum.
__ADS_1
"Sama-sama om."
"Kok kayak pernah lihat ya."Ucap Mama Nia menatap Varo lekat.
"Kamu temen sekelasnya Zanna?"Tanya mama Nia.
"Bukan,cuma kalau di sekolah itu kami bareng-bareng gitu ada Keisha juga.Kami semua juga sama-sama anak IPA Tan."
"Kamu pernah ke rumah?"Tanya Mama Nia.
"Pernah Tan,emmm yang waktu hari minggu pagi mau ajak Zanna sama Keisha keluar.Yang kata Tante nama temen saya duren itu."
"Oohh iya-iya,Tante ingat sekarang.Kamu tahu nggak kemarin Zanna pergi kemana sampai gak pulang,kamu pasti tahu soalnya kan kamu yang bawa Zanna ke rumah sakit?"Tanya mama Nia.
"Iya Tan,kemarin itu saya sama Zanna terkunci di dalam gudang sekolah waktu bersihin gudang."Jawab Varo.
"Apa,bersihin gudang.Ngapain?"
"Jadi gini Tan,kemarin itu saya,Zanna,Keisha sama Darren itu telat jadi saya sama Zanna dihukum.Sementara Darren dan Keisha enggak karena mereka berhasil kabur."Jawab Varo.
"Oalla gitu,untung aja Zanna cuma demam dan gak ada luka yang serius.Makasih banyak ya udah nolongin Zanna."
"Sama-sama Tan,yaudah kalau gitu saya permisi dulu Om Tan."Ucap Varo berdiri dari duduknya.
"Iya,sekali lagi makasih banyak ya udah nolongin Zanna."
Varo pun duduk di kursi tunggu dengan menundukkan kepalanya.
"Gimana nih gue pulangnya,mau naik taxi uang gue udah habis,motor gue juga masih ada di parkiran sekolah,handphone gue ditaruh tas sementara tasnya ada di bangku taman sekolah,nomor hp orang rumah gue juga gak hafal.
Apa gue naik taxi aja ya pulangnya terus nanti pas sampai rumah gue suruh Bunda buat bayar ongkos taxi,sementara motor gue nanti Darren aja yang suruh ambilin."Gumam Varo.
Varo pun berdiri dari duduknya dan hampir saja menabrak orang yang sedang lewat.
"Varo?!"
"Bunda?!"
Ucap mereka bersamaan saat melihat satu sama lain.
Bunda Marissa pun langsung memeluk Varo erat.
"Putra Bunda,kamu kemana aja sih.Bunda khawatir tahu."Ucap Bunda Marissa.
"Varo minta maaf Bun udah buat Bunda khawatir,Bunda tahu darimana kalau Varo ada disini?"Tanya Varo.
"Tadi Bunda sama Ayah pergi ke sekolah kamu buat nanyain keberadaan kamu,terus katanya kamu ada di rumah sakit Permatasari.Terus Ayah sama Bunda langsung kesini."Jawab Bunda Marissa.
__ADS_1
"Bunda kamu juga masuk nyelonong gitu aja ke sini tanpa tanya-tanya,untung ketemu kamu disini.Kalau enggak pasti kami bakalan keliling rumah sakit ini untuk cari kamu."Sahut Ayah Nando.
Bunda Marissa pun melepaskan pelukannya dan melirik Ayah Nando tajam.
"Kamu gak papa kan Al?"Tanya Bunda Marissa menatap Varo dan menangkup kedua pipinya.
"Varo gak papa Bun,Bunda lihat kan kalau Varo baik-baik aja."Jawab Varo tersenyum.
"Lho,tapi ini.Badan kamu panas."Ucap Bunda Marissa menyentuh kening Varo dan turun ke lehernya.
"Enggak Bun Varo gak papa,Bunda gak usah khawatir."Ucap Varo menenangkan Bunda Marissa dan memegang kedua pergelangan tangannya.
Sejujurnya Varo juga merasa kalau dia sedang tidak enak badan,tapi Varo gak mau membuat Bundanya khawatir jadi Varo bilang aja kalau dia tidak apa-apa.
"Enggak apa-apa gimana,jelas-jelas kamu sakit.Coba Ayah tempelin telapak tangan Ayah di keningnya Varo."Ucap Bunda Marissa.
Ayah Nando pun menurut dan menempelkan telapak tangan kanannya di kening Varo.
"Iya Bun panas."Ucap Ayah Nando menurunkan tangannya.
"Tuh kan Al,kamu itu sakit.Udah mendingan kamu dirawat aja di rumah sakit."Ucap Bunda Marissa.
"Yaudah ayo Bun sekarang kita pergi ke rumah sakit."Ucap Ayah Nando mantap.
"Pergi ke rumah sakit,ini kan juga rumah sakit Yah."Ucap Bunda Marissa.
"Kirain Ayah Varo mau dirawat di rumah sakit Bintang Harapan (Rumah sakit milik Ayah Nando)."Ucap Ayah Nando.
"Udah disini aja gak papa,nanti Varo keburu pingsan lagi kalau kita pergi ke sana."
"Astaga Bun,Varo gak selemah itu.Ya kan Al?"Tanya Ayah Nando.
"Iya,Varo juga gak papa."Jawab Varo merengut,karena dia berfikir kalau Bunda Marissa meremehkannya.
"Udah diem aja kamu Al."Ucap Bunda Marissa.
"Suster,sini!!!"Teriak Bunda Marissa melambaikan tangannya ke arah suster yang sedang berjalan menuju ke arah mereka sambil mendorong sebuah kursi roda.
"Iya Bu ada apa?"Tanya suster itu saat sudah berdiri di samping Varo.
"Anak saya sakit,tolong antarkan ke ruang rawat ya sus.Ruang rawat VVIP."Jawab Bunda Marissa.
"Baik Bu,saya taruh kursi rodanya dulu ya Bu."Ucap suster itu tersenyum dan akan melangkah pergi.
"Jangan sus,biar diduduki sama anak saya aja."Ucap Bunda Marissa tersenyum menatap suster itu.
Ayah Nando dan Varo pun saling berpandangan.
__ADS_1