
Keesokan harinya
Zanna,Mama Nia dan P.Subroto sedang sarapan bersama.
TIN
Terdengar suara klakson mobil di depan rumah Zanna.
"Sebentar,Mama lihat dulu siapa yang datang."Ucap Mama Nia berdiri dari duduknya dan berjalan ke depan rumah.
Zanna dan P.Subroto pun melanjutkan makan.
Tak lama kemudian Mama Nia kembali lagi ke ruang makan dengan seseorang,seseorang itu adalah Dimas yang entah kenapa pagi-pagi sekali datang ke rumah Zanna.
"Lihat Na siapa yang datang."Ucap Mama Nia.
Zanna dan P.Subroto pun menoleh kearah Mama Nia.
"Dimas,ngapain pagi-pagi lo kesini?"Tanya Zanna menatap Dimas.
"Aku mau ajak kamu berangkat bareng ke kampus,makanya aku datang pagi-pagi.Takutnya kamu sudah lebih dulu berangkat lagi."Jawab Dimas.
"Yasudah Na,cepat kamu pergi ke kampus bareng sama Dimas."Ucap Mama Nia.
Dengan malas dan terpaksa Zanna berdiri dari duduknya,menyalami tangan Mama Nia dan P.Subroto lalu melangkah pergi dari ruang makan tanpa mengucap sepatah kata pun.
"Dimas sama Zanna pergi dulu ya Om,Tan."Ucap Dimas dan menyalami tangan Mama Nia dan P.Subroto.
"Iya,kamu hati-hati ya."Ucap Mama Nia tersenyum menatap Dimas.
Dimas mengangguk dan tersenyum,Dimas pun melangkah pergi ke halaman depan dimana mobilnya terparkir.
Zanna dan Dimas pun berangkat ke kampus bersama.
Sepanjang perjalanan Zanna hanya diam dan menatap keluar jendela,Dimas pun juga memutuskan untuk diam dan fokus menyetir.
Tak berselang lama mobil yang dikemudikan Dimas pun berhenti di parkiran kampus,Zanna langsung keluar dari dalam mobil dan melangkah masuk ke dalam kampus tanpa mengucap sepatah kata apapun.
Dimas yang melihat itu menghela nafas dan merasa sangat bersalah karena sikapnya yang mendekati Zanna membuat Zanna tidak nyaman.
"Kasihan Zanna,apa aku berhenti saja ya untuk mendekati Zanna.Aku enggak mau Zanna malah membenci aku."Gumam Dimas.
Siang harinya
Zanna sedang berdiri di halte yang berada tak jauh dari kampus untuk mencegat taxi.
Tiba-tiba saja handphone Zanna berdering,Zanna mengambil handphonenya yang berada di dalam tas dan melihat siapa yang sudah menelfon nya.
Ternyata Mama Nia yang telfon,Zanna segera menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan handphonenya ke telinga.
"Iya hallo ma ada apa?"Tanya Zanna.
"Kamu cepat pulang,ada sesuatu yang harus kamu lihat di rumah."Ucap Mama Nia yang terdengar sangat bahagia.
"Memangnya apa ma yang harus Zanna lihat di rumah?"Tanya Zanna penasaran.
"Ada deh,kalau kamu mau cepat-cepat ingin tahu.Kamu pulang sekarang."
__ADS_1
"Baiklah ma,ini Zanna pulang sekarang."
Tut
Panggilan telfon pun terputus.
Zanna memasukkan kembali handphonenya ke dalam tas,Zanna pun menyetop taxi yang kebetulan lewat.
Zanna pun pulang naik taxi.
Tak lama kemudian taxi pun berhenti di depan rumah Zanna,setelah membayar Zanna pun segera turun dari taxi.
Taxi pun melaju meninggalkan Zanna.
Zanna melangkah masuk ke halaman rumah,terlihat di sana ada 3 mobil dan 2 motor sport terparkir di sana,dan keadaan pintu rumah Zanna tertutup rapat.
Dengan rasa penasaran yang tinggi Zanna pun membuka pintu rumahnya,pintu terbuka.
Terlihat di sana ada Mama Nia,P.Subroto,Keisha dan kedua orang tuanya,Darren dan kedua orang tuanya,Bunda Marissa dan Ayah Nando pun ada di sana,mereka hanya berdiri diam sambil melihat Zanna.
"Emmm ini ada apa ya,pesta?"Tanya Zanna canggung.
Tiba-tiba saja ada yang memeluknya dari belakang dan menyodorkan sebuah cincin ke depannya.
Zanna melepaskan pelukan itu dan langsung membalikkan badannya,ternyata Varo yang memeluk Zanna.
"Al."Panggil Zanna terkejut.
Varo hanya tersenyum menatap Zanna.
"Gue gak rela kalau lo nikah sama orang lain,.maka dari itu gue mau lo nikah sama gue.Mau kan?"Ucap Varo tersenyum.
"Hiks Al,ini beneran kan gue gak mimpi."Ucap Zanna.
"Tentu saja,ini bukan mimpi.Ini kenyataan."Ucap Varo.
"Lo tahu nggak sih Al hiks, bertahun-tahun gue nunggu cinta gue terbalas-."
"Dan hari ini gue balas cinta lo."Ucap Varo memotong ucapan Zanna.
Zanna semakin terisak dan memeluk Varo dengan sangat erat.
Orang-orang yang berada di sana merasa ikut sedih mendengar tangisan Zanna,betapa menyakitkannya memendam perasaan cintanya yang begitu lama.
Varo pun melepaskan pelukan mereka dan menghapus sisa-sisa air mata Zanna dengan ibu jarinya.
"Sekarang lo jangan nangis lagi ya,lo mau kan nikah sama gue."Ucap Varo.
Zanna hanya mengangguk.
Varo pun memasangkan cincin di jari manis tangan kiri Zanna,begitupun sebaliknya Zanna memasangkan cincin di jari manis tangan kiri Varo.
Semua orang yang ada di sana pun bertepuk tangan dengan meriahnya.
"Selamat ya Na."Ucap Mama Nia yang sudah berdiri di samping Zanna.
Zanna menoleh kearah Mama Nia dan tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Sebaiknya kita segera tentukan kapan mereka akan menikah,jangan lama-lama."Ucap Bunda Marissa,semua orang yang ada di sana pun mengangguk setuju.
"Tapi lebih baiknya kita semua makan siang dulu,Ayah sudah lapar."Ucap Ayah Nando.
"Ayah ini,malu-maluin."Ucap Bunda Marissa,Ayah Nando hanya nyengir.
"Iya benar,lebih baik sekarang kita semua makan siang.Saya tadi juga sudah masak banyak."Ucap Mama Nia.
Akhirnya mereka semua pun pergi ke ruang makan dan makan siang.
Zanna dan Varo sesekali saling berpandangan dan tersenyum sedikit,Darren yang melihat itu hanya bisa menghela nafas panjang.
"Kalian ini dari tadi pandang-pandangan mulu."Ucap Darren.
"Biarin,kalau lo iri sana pandangi Keisha."Ucap Varo.
"Hem,bener itu."Sahut Zanna.
"Gue sih udah pandang Keisha dari dulu,cuma dia gak mau mandang gue."Ucap Darren sambil melirik kearah Keisha.
Keisha yang dilirik Darren hanya diam dan terus lanjut makan.
"Mungkin karena lo jelek kali,makanya Keisha gak mau mandang lo."Ucap Zanna asal.
"Kalian ini ngomongin apa sih."Ucap Mama Nia.
"Biasalah,anak muda yang dibahas palingan cinta."Sahut Mama Rita.
"Iya,dan lebih baik kita tidak usah ikut campur urusan anak muda."Ucap Ayah Nando.
"Ayah nih bisa aja."Ucap Bunda Marissa.
Makan siang kali ini terasa sangat berbeda,dipenuhi canda tawa keluarga yang berkumpul.
Sungguh seperti keluarga yang sempurna dan harmonis,semua orang pasti mendambakan keluarga yang seperti itu.
Setelah makan siang mereka semua pun berkumpul di ruang tamu untuk membahas pernikahan Zanna dan Varo.
"Jadi,kapan kalian akan menikah?"Tanya Bunda Marissa menatap Varo dan Zanna bergantian.
"Emmm,bagaimana kalau 5 bulan dari sekarang?"Ucap Varo.
"Bunda terserah kalian saja,kami semua ikut kalian."Ucap Bunda Marissa tersenyum.
"Iya,Mama sama papa juga terserah kalian."Ucap Mama Nia tersenyum menatap Zanna.
Setelah berbincang-bincang cukup lama mereka semua pun pamit untuk pulang,tapi saat mereka semua baru sampai di teras terlihat ada seorang laki-laki sedang berjalan kearah mereka,laki-laki itu adalah Dimas!
"Emmm apakah disini habis ada acara?"Ucap Dimas canggung.
Varo yang melihat laki-laki itu pun langsung menggenggam erat jari-jemari Zanna,Zanna pun menatap Varo.
"Dia itu pasti laki-laki yang akan nikah sama lo itu kan?"Tanya Varo pelan.
"Iya,lo cemburu ya."Ucap Zanna.
Varo hanya mengangkat kedua bahunya dan melihat kearah Dimas.
__ADS_1
"Eh ada nak Dimas,ini tadi habis ada acara lamaran."Ucap Mama Nia.