Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Kerinduan Ikbal


__ADS_3

"Tahu aja lo,gue tuh sedih banget tahu harus berpisah jauh sama Varo.Gue ada di kota sebelah,Varo malah ada diluar negeri.Gue takut banget Ren kalau dimasa depan gue gak akan ketemu sama Varo lagi."Ucap Zanna sedih.


"Yah gimana ya,biar takdir aja deh yang bicara.Gue juga bingung mau ngomong apa"


"Kok lo kayak santai banget gitu sih,kalau lo gak ketemu sama Keisha dimasa depan gimana perasaan lo."


"Semoga aja gue sama Keisha dimasa depan bertemu di pelaminan sebagai pasangan pengantin."Ucap Darren.


Zanna hanya mencibir.


Merekapun lanjut mengobrol sampai pukul 21.00 malam,Zanna mengakhiri obrolan mereka.Setelah itu Zanna pun pergi tidur.


Keesokan harinya


Masih dengan semangat yang sama,Zanna bangun pagi dan pergi ke kampus dengan semangat.


1 tahun berlalu


Tak terasa sudah 1 tahun Zanna berada di kota sebelah,pertemanan Zanna dan Laila pun semakin baik.


Dalam 1 tahun itu Zanna juga tak ada hentinya memikirkan Varo,bagaimana keadaan Varo diluar negeri,dengan siapa saja Varo berteman,dan apakah hubungan Varo sama Keisha baik-baik saja dan masih berjalan baik sampai sekarang.


Selama 1 tahun itu juga Zanna hanya menghubungi Darren dan kedua orang tuanya,dan tidak pernah menghubungi Keisha begitupun Keisha juga tidak pernah menghubungi Zanna.


"Ke kost gue yuk."Ajak Zanna pada Laila setelah pulang dari kampus.


Oh iya,selama 1 tahun itu Laila sudah sering pergi ke kost Zanna atas ajakan Zanna,begitupun Zanna yang juga sering pergi ke kost Laila.


"Ayo."Ucap Laila.


Tiba-tiba saja ponsel Laila yang ada disaku celananya berdering.


"Bentar,gue angkat telfon dulu."Ucap Laila dan merogoh saku celananya dan melihat siapa yang telfon, ternyata tetangganya yang telfon.


"Iya hallo mbak ada apa?"Ucap Laila saat panggilan terhubung.


".........."


"Apa,yaudah kalau gitu Laila akan pulang sekarang juga."Ucap Laila panik dan mematikan sambungan telfon sepihak.


"Kenapa,ada apa?"Tanya Zanna bingung melihat ekspresi Laila yang panik.


"Ibu,ibu gue Zanna.D-dia jatuh di kamar mandi."Jawab Laila sesenggukan.


"Terus gimana keadaan ibu lo,udah lo jangan nangis lagi."Ucap Zanna menenangkan Laila dan memeluknya.

__ADS_1


"Gue gak tahu,tadi kata tetangga gue ibu sedang dibawa ke puskesmas.Gue disuruh pulang."Ucap Laila sesenggukan didalam pelukan Zanna.


"Yaudah lo jangan nangis lagi,kalau lo mau pulang sekarang gue bantuin lo berkemas."Ucap Zanna dan melepaskan pelukannya.


"Iya,makasih ya."Ucap Laila dan menghapus air matanya.


Akhirnya Zanna dan Laila pun pergi ke kost Laila,sesampainya di kost Laila Zanna membantu Laila mengemas beberapa baju dan memasukkannya kedalam tas.


"Lo bakalan balik lagi kesini kan?"Tanya Zanna.


"Iya,do'a in aja ya ibu gue gak kenapa-kenapa."Jawab Laila tersenyum sekilas.


"Iya,gue do'a in semoga ibu lo gak kenapa-kenapa."


"Aamiin,yaudah kalau gitu gue izin ke ibu kost dulu ya kalau gue mau pulang kampung."Ucap Laila dan pergi untuk menemui ibu kostnya.


Zanna menunggu Laila sambil melihat-lihat sekitarnya.


"Kamar kost yang sangat sederhana,beda banget sama kamar kost gue."Gumam Zanna.


Tak berapa lama Laila pun kembali.


"Gimana,udah izin?"Tanya Zanna.


"Nanti aja gue pulangnya,gue kan mau antar lo ke terminal."


"Udah gak usah Zanna,gue bisa sendiri kok.Lagian gue udah terima kasih banget sama lo karena udah bantuin gue berkemas."


"Yaudah deh kalau gitu,gue pulang dulu.Kabari kalau ada apa-apa."Ucap Zanna tersenyum.


"Iya."Ucap Laila juga balas tersenyum.


"Yaudah kalau gitu gue pulang ya."Ucap Zanna dan melangkah pergi.


Sementara itu di kota lain


3 orang pemuda sedang berkumpul di sebuah bar.


"Lo kenapa sih Ikbal selalu murung belakangan ini,bukan belakangan sih tapi tahun ini?"Tanya salah satu temannya Ikbal.


"Iya nih,kita semua juga udah lulus dengan sangat memuaskan.Harusnya lo itu seneng bukannya sedih kayak gini."Timpal temannya yang satu lagi.


"Kalian tahu nggak sih gimana rasanya rindu sama seseorang."Ucap Ikbal pelan sambil memandangi gelas kosong yang dia pegang.


"Emmm gue gak tahu sih gimana rasanya soalnya gue gak pernah rindu sama seseorang,tapi kalau kata Dilan sih berat."Ucap temannya Ikbal yang bernama Aldi.

__ADS_1


"Emangnya lo rindu sama siapa sih,sampek murung gitu?"Tanya teman Ikbal yang satunya lagi yang bernama Elvan.


"Gue gak pernah cerita ya sama kalian,sebenarnya gue tuh suka sama kakak kelas kita yang baru lulus tahun kemarin.Dia gadis yang sangat cantik,dan senyumannya itu lho bikin gue terngiang-ngiang."Ucap Ikbal dan menuangkan minumannya kedalam gelas.


"Terus?"Tanya Aldi.


"Suatu hari gue coba memberanikan diri untuk ungkapin perasaan gue sama dia,di taman sekolah."Jawab Ikbal dan menenggak minumannya sampai habis.


"Terus terus,apa dia nerima lo atau dia nolak lo?"Tanya Elvan antusias.


"Dia diem aja gak ngomong apa-apa,tapi gue yakin arti diamnya dia adalah nolak gue."


"Udahlah bro jangan sedih lagi,lo mau hidup lo hancur cuma gara-gara cinta lo ditolak.Kalau gue sih gak mau."Ucap Aldi.


"Iya bener itu apa kata Aldi,mendingan mulai sekarang lo fokus menatap masa depan.Lo mau kuliah di universitas mana,dan lo mau ambil jurusan apa."Timpal Elvan.


"Sulit untuk melupakan cinta pertama."Ucap Ikbal yang lagi dan lagi menuangkan minuman kedalam gelas dan menenggaknya.


Aldi dan Elvan hanya saling pandang dan mengangkat kedua bahunya.


Tiba-tiba saja ponsel Ikbal yang berada disaku jaketnya berdering,Ikbal meletakkan gelasnya di atas meja dan mengambil handphonenya disaku jaketnya.


Ternyata papanya Ikbal yang telfon,Ikbal segera menggeser tombol berwarna hijau.


"Iya hallo pa ada apa?"Tanya Ikbal saat panggilan terhubung.


"Kamu lagi ada dimana?"Tanya balik papanya Ikbal.


"Emmm ini lagi di-."


"Bar,kamu pasti ada di sana kan."Ucap papanya Ikbal memotong ucapan Ikbal.


"Emmm i.....ya pa."Jawab Ikbal pelan dan sedikit takut.


"Kamu ini Ikbal,sudah berapa kali sih papa bilang.Kalau kamu itu jangan pergi ke tempat seperti itu,apalagi sampai minum-minum."Omel papanya Ikbal.


"Tapi Ikbal gak minum banyak kok pa cuma dikit,lagian Ikbal pergi kesini itu juga sama temen laki-lakinya Ikbal."


"Iya,sekarang kamu minumnya sedikit terus nanti lama-kelamaan pasti banyak.Papa ini gak mau kamu melakukan sesuatu yang buruk saat kamu enggak sadar,karena kamu sudah dipengaruhi oleh minuman keras."


"Iya pa Ikbal minta maaf,ada apa papa telfon?"Tanya Ikbal.



Contoh visual Ikbal

__ADS_1


__ADS_2