
"Apa,lamaran?!"Ucap Dimas terkejut.
Lalu pandangan Dimas menatap kerah Zanna dan laki-laki tampan yang berdiri di sampingnya,Dimas juga melihat laki-laki itu menggenggam tangan Zanna.
"Iya,Zanna dilamar sama temen SMA nya."Ucap Mama Nia dengan raut wajah bahagia.
"Oohh gitu,selamat ya Zanna.Om sama Tante juga."Ucap Dimas tersenyum miris.
"Iya,makasih."Ucap Zanna.
"Siapa ini?"Tanya Bunda Marissa menatap Mama Nia.
"Oohh ini teman Zanna,dosen juga di kampus tempat Zanna mengajar."Jawab Mama Nia.
"Oohh gitu,yasudah kalau begitu kami pulang dulu ya."
"Iya,hati-hati di jalan."Ucap Mama Nia tersenyum.
Akhirnya mereka semua pun pulang,termasuk Varo juga.
Tinggallah Dimas,Zanna,Mama Nia dan P.Subroto di teras depan rumah.
"Ayo masuk ke dalam rumah nak Dimas."Ucap Mama Nia.
"Oh enggak usah Tan,Dimas mau pulang saja."Ucap Dimas.
"Lho,kok pulang.Baru juga datang,masak pulang sih."Ucap Mama Nia.
"Tadinya sih Dimas mau ajak Zanna pergi keluar,tapi sepertinya tidak jadi."Ucap Dimas yang memang berniat mengajak Zanna pergi keluar,tapi mengetahui Zanna sudah dilamar Dimas merasa sangat sedih dan memutuskan untuk menjauhi Zanna karena sekarang Zanna sudah milik orang lain.
"Kalau begitu Om sama Tante masuk ke dalam dulu ya,kalian ngobrol saja."Ucap P.Subroto yang ingin memberikan waktu untuk Zanna dan Dimas mengobrol.
P.Subroto dan Mama Nia pun masuk ke dalam rumah.
"Selamat,semoga jalan kalian menuju pernikahan dipermudah."Ucap Dimas yang merasa sangat sakit mengucapkan kata-kata itu.
"Makasih ya,maaf."Ucap Zanna pelan.
"Maaf untuk apa?"
"Maaf,mungkin gue udah nyakitin lo.Tapi lo pasti juga tahu kan kalau cinta itu gak bisa dipaksa."Ucap Zanna.
"Iya enggak apa-apa,aku ngerti kok.Mungkin kita memang tidak berjodoh."Ucap Dimas mencoba tersenyum.
"Kalau gitu aku pergi dulu."Ucap Dimas.
"Iya,hati-hati di jalan."Ucap Zanna.
Dimas pun melangkah pergi dari sana dan masuk ke dalam mobilnya,Dimas pun segera melajukan mobilnya meninggalkan rumah Zanna.
"Maafin gue Dimas,lo laki-laki yang baik gue yakin lo bakalan nemuin perempuan yang tepat buat pendamping hidup lo."Gumam Zanna.
__ADS_1
Zanna pun melangkah masuk ke dalam rumah,saat sudah sampai di ruang tamu Zanna melihat Mama Nia dan P.Subroto sedang duduk di sofa ruang tamu mengobrol.
"Sini Na duduk."Ucap Mama Nia.
Zanna menurut dan duduk di sofa yang ada di hadapan Mama Nia dan P.Subroto.
"Iya ma ada apa?"Ucap Zanna.
"Mama minta maaf ya sama kamu kalau akhir-akhir ini Mama terus mendesak kamu untuk segera menikah."Ucap Mama Nia tulus.
"Iya ma gak papa,Zanna udah maafin Mama."Ucap Zanna tersenyum,Mama Nia pun balas tersenyum.
"Mama setuju kan kalau Zanna nantinya akan menikah sama Varo bukan sama Dimas?"Tanya Zanna.
"Iya,Mama setuju-setuju saja kamu menikah dengan Varo.Cuma waktu itu Mama memang ingin kamu menikah dengan Dimas karena Mama tidak lihat kamu dekat dengan laki-laki lain selain Dimas,tapi siapa sangka tiba-tiba ada seorang pemuda yang datang ke sini dengan rombongannya dan bilang ingin melamar kamu."Ucap Mama Nia.
"Mama sama papa dulu juga pernah kok ketemu sama Varo,masih ingat kan?"Ucap Zanna.
"Masih ingat dong Na,kami belum terlalu tua."Ucap P.Subroto,mereka pun lalu tertawa bersama.
Sementara itu
Varo dan Darren sedang berada di dalam kamar Varo.
"Gue acungi 2 jempol buat lo."Ucap Darren yang duduk di tepi ranjang dan menatap Varo yang sedang berdiri di depan jendela.
Varo menoleh kearah Darren.
"Lo juga harus contoh,sebaiknya lo juga cepet-cepet lamar Keisha.Kalah perlu nanti malam kalian nikah."Ucap Varo.
"Gue ngerti nih kata-kata lo yang lo udah lama mandang Keisha,tapi Keisha gak mau mandang lo."Ucap Varo yang menduga jika Darren suka sama Keisha,itu juga terlihat dari cara Darren memandang Keisha bagaimana.
Seperti pandangan Zanna kepada Varo yang berbeda.
"Bagus deh kalau lo ngerti."Ucap Darren cuek.
"Ayolah,gak ada rahasia lagi diantara kita.Cerita dong soal lo yang suka sama Keisha."Ucap Varo.
"Gue gak mau,lebih baik lo cerita gimana caranya lo bilang sama Om Nando dan Tante Marissa kalau lo mau melamar Zanna."Ucap Darren mengalihkan pembicaraan.
"Ya gue bilang aja kalau gue mau melamar seorang gadis,terus gue suruh Bunda untuk beliin gue cincin.Setelah itu gue sama Ayah dan Bunda pergi ke rumah Zanna,disusul orang tua lo,Keisha dan kedua orang tuanya dan juga lo yang semuanya gue beritahu secara mendadak."Ucap Varo.
Semuanya memang mendadak,Varo sendiri membuatnya menjadi mendadak.
"Baiklah,kalau gitu gue pulang dulu."Ucap Darren berdiri dari duduknya dan melangkah pergi.
Di Singapura
Seorang anak laki-laki yang berumur sekitar 8 tahun sedang berlari-lari di halaman rumah yang cukup luas dengan dipantau oleh mamanya yang sedang duduk di kursi yang ada di teras rumah.
"Ma,Dani ingin pergi ke Indonesia."Ucap anak laki-laki itu yang tak lain adalah Dani,anaknya Ikbal dan Sasya.
__ADS_1
"Kenapa sayang ingin pergi ke Indonesia?"Tanya Sasya pada putranya yang sudah berdiri di hadapannya.
"Enggak tahu ma,tiba-tiba Dani ingin sekali pergi ke Indonesia."Jawab Dani.
"Kalau kita pergi ke tempat lain bagaimana?"Tawar Sasya.
Karena jujur,Sasya sama sekali tidak ada niatan untuk kembali lagi ke Indonesia walaupun cuma sekedar berkunjung.
Sasya masih saja ingat kejadian buruk yang menimpanya walaupun kejadian itu sudah bertahun-tahun berlalu.
"Enggak mau,Dani mau ke Indonesia ma."Ucap Dani mulai merengek.
"Baiklah nanti Mama akan pikirkan lagi,sekarang lebih baik kamu pergi mandi.Masuk ke dalam rumah dan cari bibi untuk bantu kamu."Ucap Sasya tersenyum.
"Iya ma."Ucap Dani dan berlalu masuk ke dalam rumah.
Setiap kali Sasya melihat wajah Dani maka Sasya akan ingat kepada Ikbal,karena wajah Dani begitu mirip dengan Ikbal mulai dari alis,mata dan bibir.
"Gue gak bisa menolak permintaan Dani untuk pergi ke Indonesia,tapi di satu sisi gue enggan kembali lagi ke Indonesia."Gumam Sasya bingung.
Sasya pun menghela nafasnya berat,Sasya berdiri dari duduknya dan melangkah masuk ke dalam rumah.
Keesokan harinya
Varo sudah ada di halaman rumah Zanna dan sedang menunggu Zanna.
"Yuk Al kita berangkat."Ucap Zanna yang sudah siap dan berjalan menghampiri Varo.
"Hati-hati perginya."Ucap Mama Nia yang berdiri di teras.
"Varo sama Zanna berangkat dulu."Ucap Varo turun dari motornya dan berjalan menghampiri Mama Nia lalu menyalami tangan Mama Nia.
"Iya,hati-hati."Ucap Mama tersenyum.
Varo mengangguk.
Varo segera menaiki motornya, diikuti Zanna.
Varo pun segera melajukan motornya menuju kampus Zanna.
Tak lama kemudian motor yang dikendarai Varo pun berhenti tepat di depan kampus tempat Zanna mengajar.
"Thanks ya Al udah anterin gue."Ucap Zanna turun dari motor Varo.
"Gak ada panggilan khusus buat gue,masak lo panggil gue nama?"Tanya Varo mengerutkan keningnya.
"Lo panggil gue pakai apa?"Tanya balik Zanna.
"Nama."
"Yaudah adil kan,lo panggil gue nama dan gue panggil lo dengan nama juga."Ucap Zanna.
__ADS_1
"Baiklah terserah,udah lo cepet masuk ke dalam."
Zanna mengangguk dan melangkah masuk ke dalam kampus,Varo pun segera melajukan motornya ke rumah sakit Kasih Bunda.