
"Ooo lo mau gue masuk ke dalam rumah dan menemui kedua orang tua lo terus gue memperkenalkan diri sebagai calon menantu mereka,gitu?"Ucap Darren.
"Ya nggak gitu juga kali Darren,gue cuma gak mau mereka ketemu lo terus nanya yang macam-macam."
"Gak bakalan macam-macam,pasti cuma satu macam.Kalian udah berapa lama dekat,pasti itu pertanyaan yang akan dilontarkan."Ucap Darren nyengir.
Keisha menghela nafas panjang dan menatap Darren dengan ekspresi datar.
Mama Rita dan P.Bobby sudah berada di ruang tamu,P.Bobby pun akan membuka pintu rumah tapi dilarang oleh Mama Rita.
"Papa mau ngapain buka pintu?"Tanya Mama Rita.
"Papa mau lihat Keisha udah berangkat apa belum,temennya itu jemput dia apa enggak."Jawab P.Bobby menatap Mama Rita.
"Sini,kita lihat aja dari jendela."Ucap Mama Rita menarik tangan P.Bobby menuju jendela.
"Ngapain sih ma kita lihat dari jendela,lebih enak kalau kita keluar."
"Udah deh pa kita lihat dari sini aja,nanti kalau kita keluar terus Keisha masih ada di depan rumah gimana.Kita lihat dari sini aja."Ucap Mama Rita melepaskan tangannya dari P.Bobby dan mulai menyingkap tirai yang menutupi jendela.
"Nah,itu salah satu temennya Keisha pa yang pernah kesini.Mama masih ingat betul."Ucap Mama Rita saat melihat Keisha dan Darren sedang ada di teras depan rumah.
"Itu yang kata Mama tampan?"Tanya P.Bobby ikut mengintip.
"Bukan,yang satunya lagi pa."
"Menurut papa dia juga sudah tampan,gimana yang satunya kalau lebih tampan dari dia."Ucap P.Bobby yang melihat wajah Darren dari samping.
Keisha dan Darren pun melangkah pergi dari teras dan menuju motor Darren,Darren menaiki motornya diikuti Keisha.
Darren pun melajukan motornya meninggalkan rumah Keisha.
"Putri kita Keisha sudah dewasa ya pa."Ucap Mama Rita menutup jendela dengan tirai kembali dan menatap P.Bobby.
"Iya ma,anak kita semakin dewasa dan kita semakin tua."Ucap P.Bobby menatap Mama Rita.
•
•
__ADS_1
•
Keisha dan Darren sudah sampai di sekolah dan sedang berjalan beriringan menuju kelas masing-masing.
"Keisha."Panggil Sasya saat berpapasan dengan Keisha dan Darren.
Keisha hanya menatapnya sinis dan melangkah pergi,tapi Sasya memegang pergelangan tangannya.
"Sha,dengerin gue ngomong.Lo udah salah paham."Ucap Sasya menatap Keisha.
"Lepasin tangan lo."Ucap Keisha pelan penuh penekanan dan menatap Sasya tajam.
"Enggak,gue gak mau sebelum lo dengerin penjelasan dari gue."Ucap Sasya kekeuh.
Darren pun melepaskan tangan Sasya dari Keisha dengan kasar.
"Lo gak denger apa kata Keisha?"Tanya Darren menatap Sasya malas.
"Sha,yang lo lihat di rumah sakit itu salah paham.Gue juga udah bilang ke Varo kalau lo udah maafin gue-."
"Diam!!!"Teriak Keisha begitu keras sehingga beberapa siswa siswi yang lewat ataupun mendengar teriakan Keisha pun menatap ke arah Keisha Sasya dan Darren.
Tapi Darren menahan tangannya,Keisha pun menatap Darren dengan nafas yang naik turun dan terlihat kemarahan besar di sorot matanya.
Darren menggelengkan kepalanya pelan,Keisha melepaskan tangannya yang dipegang Darren dan melangkah pergi dari sana.
"Eits,mau kemana?"Tanya Darren memegang pergelangan tangan kanan Sasya dengan tangan kirinya saat melihat Sasya akan pergi menyusul Keisha.
"Lepasin,gue mau susul Keisha."Ucap Sasya berusaha melepaskan tangannya yang Darren pegang dengan sangat kuat.
"Gak boleh,mendingan sekarang lo pergi jauh-jauh.Kalau perlu ke alam baka sekalian."Ucap Darren dan melepaskan tangan Sasya dari genggamannya.
Sasya menatap Darren sekilas lalu melangkah pergi dari sana.
"Huuhhh gak seru,pendek amat durasi pertengkarannya!!!"
"Iya nih,padahal kan mau gue rekam buat update status!!!"Seru seorang siswa yang melihat Keisha Sasya dan Darren.
"Huuuhhhh norak lu pada nonton mulu gak ada sawerannya,jangankan saweran kacang kulit aja lo gak bawa.Mana tadi yang mau update status,sini buat video tiktok aja sama gue!!!"Teriak balik Darren.
__ADS_1
Siswa siswi yang ada di sana pun bubar.
"Keisha,pergi kemana dia."Gumam Darren.
Darren pun melangkah pergi ke kelas Keisha,sesampainya di dalam kelas Darren tidak melihat keberadaan Keisha.
"Mana Keisha?"Tanya Darren pada siswa siswi yang ada di dalam kelas.
Mereka semua pun menggelengkan kepalanya pelan.
"Kayak robot kalian kalau geleng-geleng aja,bilang aja enggak tahu."Ucap Darren.
"Enggak tahu!!"Ucap mereka semua kompak.
"Yaudah deh kalau gitu gue pergi dulu,thanks."Ucap Darren dan pergi dari kelas Keisha.
"Keisha pergi kemana ya,masak ke taman."Gumam Darren menduga-duga.
Darren pun melangkah menuju taman,saat sudah sampai di taman Darren melihat Keisha sedang duduk di bangku taman sambil bengong menatap lurus ke depan.
Darren berjalan mendekat dan duduk di samping Keisha.
"Antara Cinta dan Persahabatan lo pilih yang mana Sha?"Tanya Darren pelan dan menatap lurus ke depan.
"Maksudnya?"Tanya balik Keisha heran dan menatap Darren.
"Kemarin kan gue habis nonton film tentang 4 orang sahabat,2 perempuan dan 2 laki-laki sama seperti kita.Nah diantara mereka berempat itu ada cinta segitiga,2 perempuan tadi menyukai 1 laki-laki yang sama yang sahabatan sama mereka.
Perempuan yang 1 itu berhasil menjadi pacar dari laki-laki itu,dan perempuan yang satunya mengalah demi keutuhan persahabatan mereka.Kalaupun perempuan itu merebut laki-laki yang berpacaran dengan sahabatnya belum tentu kan laki-laki itu menyukainya,dan yang pasti persahabatan mereka akan hancur karena cinta yang tumbuh diantara mereka."Jawab Darren berbohong,padahal itu dia menceritakan kisah yang dialaminya dan juga Zanna yang cintanya bertepuk sebelah tangan.
"Ooh gitu."
"Terus lo pilih yang mana Antara Cinta dan Persahabatan ?"Tanya Darren.
"Persahabatan,karena sahabat itu orang terpenting ke 2 setelah keluarga."Jawab Keisha tersenyum lalu memandang lurus ke depan.
Mungkin kalau Keisha tahu Zanna menyukai Varo pasti Keisha memilih melepaskan Varo walaupun nantinya Varo gak suka dan pacaran sama Zanna'Batin Darren'
"Gue juga bakal milih persahabatan,karena cinta itu bisa kita cari dan mungkin cuma sesaat saat pacaran apalagi kalau bukan jodohnya tuwas nyesek.Tapi kalau sahabat yang baik dan mengerti kita itu sangat sulit dicari,apalagi di Zaman modern kayak gini biasanya banyak yang pilih-pilih teman sesuai levelnya dan cenderung tidak menghargai orang lain."Ucap Darren.
__ADS_1