Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Menginap


__ADS_3

"Yaudah yaudah,sekarang ayo cepat lo berdiri terus segera masuk kedalam rumah."Ucap Kevin.


Perlahan Zanna membuka kedua matanya,melepaskan kedua tangannya dari telinga dan berdiri.


"Ayo."Ucap Kevin.


Merekapun melangkah menuju teras,saat ada kilat lagi Zanna berjalan dengan sangat cepat sambil menutup kedua telinganya dan memejamkan kedua matanya erat.


Brukkk


Zanna pun terjatuh di teras karena tersandung kakinya sendiri,Kevin segera menaruh payungnya dan berjalan menghampiri Zanna.


"Zanna aduhhh gimana sih lo,kalau jalan itu lihat-lihat dong."Ucap Kevin.


Jedarrrr


Zanna pun malah semakin kencang menangis sambil menutup rapat kedua telinganya,Kevin pun berjongkok dan memeluk Zanna.


"Kevin hiks,gue takut."Ucap Zanna lirih.


"Sstt lo jangan nangis lagi,ada gue lo gak usah takut.Sekarang ayo masuk kedalam rumah."Ucap Kevin dan membantu Zanna berdiri.


Merekapun melangkah masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu dengan Kevin yang memeluk Zanna,Zanna menyandarkan kepalanya di dada bidang Kevin sambil menutup erat kedua telinganya dan masih saja menangis.


"Zanna lo jangan nangis lagi ya,cup cup cup."Ucap Kevin mencoba untuk menenangkan Zanna.


"Kevin."Panggil maminya Kevin yang sudah berada di ruang tamu dan berdiri di hadapan Kevin.


"Iya mi."Jawab Kevin menatap maminya.


"Itu siapa?"


"Oohh ini Zanna mi yang sering Kevin ceritain itu."Jawab Kevin.


"Terus itu kenapa dia kok nangis,kamu apain dia?"Tanya maminya Kevin yang bernama Dinda.


"Dia takut sama petir mi makanya dia nangis kayak gini."Jawab Kevin.


Mami Dinda berjalan mendekat dan duduk di samping Zanna,mami Dinda pun mengelus lembut kepala Zanna.


"Oohh jadi gitu,yasudah kamu tenangin dia ya.Mami enggak tega lihat dia nangis kayak gini."Ucap Mami Dinda.


"Iya mi,semoga aja hujannya cepet reda dan gak ada petir.Supaya Zanna nggak merasa takut dan nangis lagi."Ucap Kevin.


"Kamu sudah makan siang?"


"Belum mi."Jawab Kevin nyengir.

__ADS_1


"Yasudah sekarang mendingan kamu makan siang,mami tadi baru saja selesai makan siang."


"Hehehe,nanti aja deh mi Kevin makan siang sama Zanna.Hari ini Kevin ajak Zanna kesini karena Kevin pengen mami ketemu sama Zanna dan sekalian makan siang."Ucap Kevin.


"Yasudah terserah kamu,lain kali kamu kan bisa ajak Zanna kesini lagi dan kita makan siang bersama."Ucap mami Dinda,Kevin pun mengangguk.


"Oh iya mami baru ngeh,kamu dari tadi peluk Zanna ya."Ucap mami Dinda berhenti mengelus-elus kepala Zanna dan menatap tajam Kevin.


"Kevin udah anggap Zanna sebagai adik Kevin mi,jadi gak ada salahnya kan Kevin peluk adik angkat Kevin."Ucap Kevin nyengir.


Mami Dinda terus menatap Kevin sampai ada seorang ART yang berjalan menghampirinya.


"Nyonya."Ucap ART itu.


"Iya ada apa."Jawab mami Dinda menoleh kearah ART itu.


"Ini ada telfon,tadi saat saya beresin meja makan saya lihat handphone nyonya yang ada di atas meja makan berdering."Ucap ART itu sambil memberikan handphone mami Dinda,mami Dinda pun menerimanya.


"Makasih ya Bi,Bibi boleh pergi."


"Baik nyonya kalau begitu saya permisi dulu,mari."Ucap ART itu dan berlalu pergi.


"Siapa mi yang telfon?"Tanya Kevin kepo.


"Papi kamu,yasudah mami ke kamar dulu ya."Jawab mami Dinda berdiri dari duduknya dan melangkah pergi dari sana.


Jedarrrr


"Emmm i-iya,lo tenang aja ya jangan takut kan ada gue."Ucap Kevin.


Tersambar petir,pikiran Zanna terlalu jauh'Batin Kevin'


Setelah hari sudah hampir malam barulah hujan sudah berhenti.


Aduhhh pegel banget ini badan gue,setengah hari gue duduk kayak gini'Batin Kevin'


"Zanna."Ucap Kevin pelan,tapi tidak aja jawaban dari Zanna.


Kevin merenggangkan pelukannya untuk melihat Zanna,dilihatnya Zanna sedang tidur dengan tenang dan damai.


"Tidur,sejak kapan Zanna tidur kok gue gak tahu."Ucap Kevin.


Perlahan Kevin pun membopong Zanna untuk membawanya pergi ke kamar tamu,sesampainya di dalam kamar tamu dengan sangat perlahan Kevin membaringkan Zanna di atas ranjang lalu menyelimutinya.


"Ternyata lo juga bisa nangis ya,gue kira lo cuma bisa marah-marah doang."Gumam Kevin memandangi Zanna yang sedang tidur dengan pulas nya.


Kevin pun melangkah pergi dari kamar tamu dan memutuskan untuk pergi ke kamarnya dan mandi.

__ADS_1


Malam harinya


Kevin dan mami Dinda sedang makan malam berdua.


"Zanna kemana Kevin,apa dia sudah pulang?"Tanya mami Dinda saat mereka sudah selesai makan malam.


"Belum mi,tadi sore Zanna ketiduran waktu hujannya udah berhenti.Jadi Kevin bawa Zanna ke kamar tamu dan menidurkannya di sana supaya Zanna lebih nyaman tidurnya."Jawab Kevin.


"Yasudah,sekarang coba kamu lihat Zanna sudah bangun apa belum.Kalau sudah bangun cepat suruh makan."


"Iya mi."Ucap Kevin berdiri dari duduknya dan melangkah pergi ke kamar tamu.


Sesampainya di kamar tamu ternyata Zanna masih tidur.


"Sudah bangun?"Ucap mami Dinda yang tiba-tiba sudah berdiri di belakang Kevin.


Kevin pun membalikkan badannya dan menatap mami Dinda.


"Belum mi."


"Kamu telfon orang tuanya Zanna dan bilang kalau Zanna lagi ada di sini,soalnya sudah malam mereka pasti khawatir karena Zanna belum juga pulang."Ucap mami Dinda.


"Tapi Kevin gak punya nomor telfon orang tuanya Zanna mi,dan juga Zanna ini bukan orang asli kota ini.Zanna berasal dari kota sebelah,dia disini kost."Ucap kost.


"Kalau begitu telfon pihak kost pakai handphone Zanna saja,enggak mungkinkan dia enggak punya nomor pihak kostnya."Ucap mami Dinda.


"Yaudah kalau gitu mami aja yang cari handphone Zanna,mungkin ada di saku celananya."Ucap Kevin.


Mami Dinda berjalan mendekati Zanna dan mulai mencari handphone Zanna,seakan tak terusik dengan mami Dinda Zanna tetap tidur dengan pulas nya.


Setelah mencari-cari ternyata mami Dinda tidak menemukan handphone Zanna.


"Kok enggak ada ya handphonenya."Ucap mami Dinda menatap Kevin.


"Masak sih mi,yaudah kalau gitu mami tenang aja.Besok saat Zanna udah pulang ke kostnya dia pasti bakalan jelasin semuanya ke ibu kostnya.,kasihan Zanna mi kalau harus dibangunin."Ucap Kevin.


"Yasudah iya enggak apa-apa."Ucap mami Dinda tersenyum.


"Papi kapan pulang mi dari perjalanan bisnisnya?"Tanya Kevin.


"Enggak tahu,tadi papi cuma mengabari mami kalau papi baik-baik saja."Jawab mami Dinda.


Kevin pun manggut-manggut.


"Yasudah ayo kita keluar,nanti Zanna terusik lagi sama suara kita."Ucap mami Dinda.


Merekapun melangkah pergi keluar dari kamar tamu.

__ADS_1


__ADS_2