
Siang harinya
Seperti yang Darren katakan kemarin malam,Darren dan Keisha sedang duduk berhadapan di salah satu bangku yang ada di sebuah restoran.
Mereka sedang menunggu pesanan mereka datang.
"Padahal gue pengen banget ketemu Sama Zanna,sama Varo juga hari ini makan siang bareng gitu."Ucap Keisha menatap Darren.
"Emmm gimana kalau nanti malam aja kita semua pergi keluar,makan malam."Ucap Darren.
"Yaudah deh nanti gue coba bilang ke Zanna."Ucap Keisha tak bersemangat.
"Please dong Sha,lo jangan ngambek.Gue kan pengen habisin waktu sama lo walaupun cuma sekedar makan siang."Ucap Darren membujuk Keisha.
"Emangnya gak ada yang marah kalau lo sering-sering makan siang atau pergi keluar sama gue?"Pancing Keisha,Keisha ingin mengetahui apakah saat ini Darren memiliki kekasih apa tidak.
"Maksud lo pacar gitu yang marah,gue gak punya pacar."
"Masak sih,gue gak percaya."Ucap Keisha sedikit tersenyum.
"Iya,lo tahu kan kalau gue itu gak pernah pacaran.Sekalinya suka sama cewek eh dia malah gak suka sama gue."Ucap Darren menaikkan alisnya,dia berniat sedikit menyindir Keisha.
"Lo nyindir gue?"Ucap Keisha cemberut.
"Enggak sih,tapi kalau lo merasa tersindir berarti ya gue gak tahu."Ucap Darren santai.
Keisha hanya mencibir.
Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang,Keisha dan Darren pun makan siang dengan hening.
Darren emang baik,gue juga gak ada punya temen kuliah yang baiknya kayak Darren.Mama juga nanya-nanya mulu sama gue kapan gue nikah,pusing kepala gue'Batin Keisha'
Sementara itu
Laila melangkahkan kakinya memasuki rumah sakit Kasih Bunda dengan membawa makan siang untuk Varo yang Laila beli di salah satu restoran yang dia lewati tadi.
"Permisi."Ucap Laila saat sudah berada di depan meja resepsionis.
"Iya,ada yang bisa saya bantu?"Tanya suster yang ad di resepsionis dengan ramah.
"Saya mau mencari pak Alvaro pemilik rumah sakit ini,apakah dia ada?"Tanya Laila.
"Oohh itu dia pak Alvaro."Ucap suster itu sambil menunjuk Varo yang sepertinya akan pergi keluar.
Laila pun mengikuti arah yang ditunjuk suster itu,terlihat Varo yang tampan sedang berjalan kearahnya.
"Makasih ya sus."Ucap Laila dan berjalan mendekati Varo.
"Hai."Sapa Laila saat sudah berdiri di hadapan Varo.
"Hai juga,ngapain ada disini?"Tanya Varo.
"Gak ngapa-ngapain,gue cuma ini.Bawa makan siang untuk lo."Ucap Laila sambil menunjukkan bungkusan makan siang ke Varo.
__ADS_1
"Repot amat."Ucap Varo.
"Enggak repot kok,ini tadi gue beli bukan buat sendiri."Ucap Laila tersenyum.
Waduhh gimana ya,padahal ini gue mau pergi keluar makan siang sama Zanna'Batin Varo'
"Kok bengong,ini dimakan ya."Ucap Laila dan menyerahkan bungkusan itu,dengan ragu Varo pun menerimanya.
"Thanks ya,lain kali gak usah repot-repot bawain gue makan siang."Ucap Varo.
"Udah dibilangin tadi gak repot,ini gue beli.Jangan lupa dimakan ya."Ucap Laila yang sedari tadi tak berhenti tersenyum.
"Iya,sekali lagi thanks ya udah bawain gue makan siang."Ucap Varo.
"Iya sama-sama,kalau gitu gue pergi dulu ya.Jangan lupa itu dimakan."
Varo hanya mengangguk.
Laila pun melangkah pergi dari sana dengan masih tetap menyunggingkan senyumannya.
Varo memandangi bungkusan yang diberikan Laila,padahal dia akan pergi makan siang dengan Zanna sebentar lagi.
Ini gimana,gak mungkinkan gue makan,nanti yang ada pas gue makan siang sama Zanna gue kenyang terus nanti Zanna nanya-nanya lagi'Batin Varo'
Tiba-tiba saja handphone Varo yang ada di saku celananya berdering,Varo segera merogoh saku celananya dan melihat siapa yang telfon.
Ternyata Zanna yang telfon,Varo segera menggeser tombol berwarna hijau dan menempelkan handphonenya ke telinga.
"Iya hallo Na."Ucap Varo.
"Sorry ya udah buat lo nunggu lama,ini gue berangkat ke sana.Lo tunggu aja ya."Ucap Varo.
"Iya,cepet ya."Ucap Zanna lalu mematikan sambungan telfon.
Varo kembali menyimpan handphonenya di saku celana,lalu pandangannya tertuju kepada seorang suster yang ada di meja resepsionis.
Varo jadi punya ide,Varo akan memberikan makanan dari Laila kepada suster itu.
Varo pun berjalan mendekati meja resepsionis itu.
"Sudah makan siang Erna?"Tanya Varo saat sudah berdiri di meja hadapan suster itu yang bernama Erna.
"Belum pak,bapak mau ajak saya makan siang?"Tanya Erna tersipu.
"Enggak,ini saya mau kasih kamu makanan."Ucap Varo dan menaruh makanan dari Laila ke atas meja.
"Wahh baiknya,terima kasih banyak pak."Ucap Erna bahagia.
"Iya sama-sama,kalau gitu saya pergi dulu."Ucap Varo dan melangkah pergi dari sana.
"Aku harus foto makanan ini dan pamerin ke teman-teman aku kalau aku baru saja dikasih makan siang sama pak Al."Gumam Erna.
Erna mengeluarkan ponselnya dan memotret makanan pemberian dari Varo.
__ADS_1
Sementara itu
Laila yang sedang makan siang sendirian di salah satu restoran itu pun senyum-senyum sendiri mengingat pertemuannya dengan Varo dan memberikan Varo makan siang.
Tak lama kemudian pesanan Laila pun datang,Laila makan dengan fokus tanpa toleh kanan toleh kiri.
Varo sudah sampai di restoran dan berjalan menuju meja Zanna,Varo melihat Zanna yang duduk di kursi dekat dengan jendela dan sedang memandang keluar jendela.
Varo pun duduk di kursi di hadapan Zanna.
"Sorry ya,lo pasti udah nunggu lama."Ucap Varo merasa bersalah dan menatap Zanna.
Zanna mengalihkan pandangannya dan menatap Varo.
"Iya Al gak papa,kita pesen makan sekarang?"Tanya Zanna,Varo mengangguk.
Akhirnya merekapun memesan makanan dan minuman yang mereka sukai.
Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang,Varo dan Zanna pun makan dengan hening.
•
•
•
Darren dan Keisha sudah selesai makan.
"Lo anterin gue balik ke kantor ya sekarang juga."Ucap Keisha yang sepertinya terburu-buru.
Karena tadi Darren menjemput Keisha di kantornya dan berangkat menuju restoran dengan dibonceng Darren,jadi mobil Keisha ada di kantor.
"Buru-buru amat."Ucap Darren menatap Keisha.
"Iya,ini tadi barusan ada yang ngechat.Ada klien yang akan datang ke kantor gue untuk bahas soal kasus perceraian dia."Ucap Keisha.
"Oohh gitu,yaudah bentar gue bayar dulu."
Darren pun membayar pesanan mereka setelah itu mengantar Keisha kembali ke kantor.
Sementara itu
Zanna dan Varo sudah selesai makan siang.
"Lo kenapa Na,kok kayak sedih gitu?"Tanya Varo saat melihat Zanna seperti sedang sedih.
Zanna menghela nafas panjang.
"Kalau gue bilang alasan apa yang bikin gue sedih lo bakalan dengerin kan?"Ucap Zanna yang ingin bilang tentang keinginan Mama Nia,yang ingin Zanna segera menikah.
"Iya dong gue dengerin,bilang kenapa lo bisa sedih gini."Ucap Varo tersenyum menatap Zanna.
"Mama gue-."
__ADS_1
"Zanna!"Panggil suara seseorang tiba-tiba.
Varo dan Zanna pun menoleh kearah sumber suara.