Kisah Cinta Zanna

Kisah Cinta Zanna
Hanya Mimpi


__ADS_3

Juga ada sebuah panggung yang sudah dihias menggunakan bunga dan ditata dengan sedemikian rupa sehingga terlihat sangat cantik.



Dan juga ada 5 buah kursi untuk duduk,pokoknya cantik banget hiasannya.


Varo menuntun Zanna untuk naik ke atas panggung,setelah mereka berdua sudah ada di tengah-tengah panggung berdiri berhadapan sambil menatap satu sama lain orang-orang yang berada di dalam aula seketika langsung fokus menatap Varo dan Zanna.


Varo mengambil sesuatu dari saku celana panjang yang dia pakai,ternyata sebuah kotak cincin berwarna merah berbentuk love yang diambil Varo.


Varo berjongkok di hadapan Zanna dengan kaki kanan didepan dan kaki kiri ditekuk ke belakang.


"Zanna Kirania,aku Alvaro Sankara ingin menjadikanmu sebagai istri dan ibu dari anak-anakku kelak.Maukah kamu menikah denganku?"Ucap Varo seraya membuka kotak cincin yang berada ditangan kanannya dan menyodorkannya pada Zanna.


Zanna menatap Varo begitupun Varo menatap Zanna,mata Zanna berbinar-binar seakan tak percaya dengan ucapan Varo.


Inilah hari yang ditunggu Zanna,hari dimana Varo melamarnya dan menjadikannya istrinya dan yang pasti cinta Zanna terbalas.


"Apakah ini mimpi?"Tanya Zanna terharu menatap Varo.


"Tidak,ini nyata.Maukah kamu menikah denganku?"Ucap Varo lagi.


"Tentu saja mau!!"


"Ya,tentu saja mau!!"


"Terima!!"


"Terima!!"


"Terima!!"


Sahut orang-orang yang berada didalam aula dengan heboh,Zanna menoleh ke arah orang-orang itu.


Terlihat ada sahabatnya Keisha dan Darren,ada teman-teman sekolahnya beserta guru-guru,Zanna juga melihat ada Mama dan papanya yang ada di barisan paling depan diantara orang-orang itu.


Tak lupa juga ada Bunda Marissa dan Ayah Nando yang berdiri di samping orang tuanya Zanna.


Zanna melihat ke arah Mama Nia yang memakai kebaya yang sangat cantik dengan make up natural,dilihatnya Mama Nia mengangguk perlahan dan tersenyum ke arah Zanna.


Zanna menoleh ke arah Varo yang masih saja menatapnya sambil tersenyum.


"Iya,aku mau jadi istri dan ibu dari anak-anak kamu kelak."Ucap Zanna mantap.


Varo pun berdiri mengambil cincin yang ada di dalam kotak dan mengambil tangan kiri Zanna lalu memasangkan cincin itu di jari manis Zanna.

__ADS_1


Orang-orang yang ada di sana bertepuk tangan dengan sangat meriah sambil melemparkan bunga-bunga ke arah Varo dan Zanna.


Varo dan Zanna saling berpandangan dengan senyuman yang sangat bahagia,perlahan Varo mendekatkan wajahnya pada Zanna dan Zanna pun menutup matanya.


"Zanna,Zanna bangun!!!"Ucap Mama Nia agak keras dan mengguncang tubuh Zanna pelan.


Perlahan Zanna membuka kedua matanya.


"Syukurlah Zanna udah bangun pa,Mama kira tadi Zanna pingsan atau kenapa."Ucap Mama Nia lega menatap P.Subroto yang ada di samping kanannya.


"Iya ma."


Zanna pun bangun dari tidurnya dan duduk menatap sekeliling ruangan.


Rumah sakit,bukannya tadi gue lagi ada di aula ya.Dan Varo,Varo nglamar gue tadi'Batin Zanna bingung'


"Zanna?"Panggil Mama Nia saat melihat Zanna bengong.


"Iya ma."Jawab Zanna menatap mamanya.


"Kamu kenapa,apa ada yang sakit?"Tanya mama Nia.


"Enggak ma Zanna enggak apa-apa kok,gak ada yang sakit."


"Terus kenapa kamu bengong?"Tanya Mama Nia.


Mama Nia dan P.Subroto saling berpandangan,Mama Nia pun menatap Zanna.


"Iya,kemarin kamu masuk ke rumah sakit.Masak lupa."Jawab Mama Nia.


"Oh e-enggak kok ma,hehehe."Ucap Zanna nyengir.


"Yaudah sekarang kamu sarapan ya,udah Mama siapin ini."


"Sarapan,berarti sekarang udah pagi ya?"Tanya Zanna.


"Iya Zanna,kamu kenapa sih habis bangun tidur kok kayak konslet gitu."Sahut P.Subroto.


"Zanna enggak apa-apa pa."


"Jangan banyak nanya,ini kamu makan."Ucap Mama Nia menyerahkan piring yang berisi makanan pada Zanna,Zanna pun menerimanya dan mulai makan.


Ternyata gue cuma mimpi tadi,semoga aja mimpi gue tadi jadi kenyataan'Batin Zanna' (Greget banget nggak sih kalau kita tidur terus mimpi indah tiba-tiba kebangun atau dibangunin lalu kita tidur lagi buat lanjutin mimpi yang indah tadi tapi gak bisa😅)


•

__ADS_1


•


•


Keisha sudah selesai sarapan bersama kedua orang tuanya.


"Keisha berangkat sekolah dulu ya ma."Ucap Keisha menyalami tangan Mama Rita.


Mama Rita pun memberikan uang saku pada Keisha,Keisha pun menerimanya.


"Ayo Sha berangkat bareng papa."Ucap P.Bobby.


"Enggak usah pa,Keisha berangkat sendiri aja."Ucap Keisha menolak ajakan papanya karena dia masih merasa sedih atas kejadian kemarin.


Keisha akan merasa lebih nyaman jika berangkat sendiri naik taxi dan bengong menatap pemandangan dari dalam taxi tanpa berkata apapun sampai di sekolah.


Jika nanti Keisha berangkat sekolah bareng papanya pasti Keisha akan diajak ngobrol ,dan Keisha sangat malas menanggapinya karena moodnya sedang tidak baik.


"Bareng papa kamu aja,lumayan hemat ongkos taxi."Ucap Mama Rita.


"Enggak deh ma,lain kali aja.Yaudah kalau gitu Keisha berangkat sekolah dulu ma,pa.Assalamualaikum."Ucap Keisha dan melangkah pergi dari ruang makan.


"Waalaikumsalam."Jawab Mama Rita dan P.Bobby serentak.


"Kira-kira kenapa ya ma Keisha kok gak mau berangkat bareng papa,kan lumayan hemat ongkos taxi."Ucap P.Bobby.


"Mama juga gak tahu pa,ooo iya Mama Baru ingat.Apa jangan-jangan temannya Keisha yang tampan itu hari ini jemput Keisha ya,soalnya kapan hari dia gak jemput Keisha kan.Makanya tadi Keisha menolak berangkat bareng sama papa,karena pasti Keisha berangkat sama temannya yang tampan itu."Ucap Mama Rita menduga-duga.


"Bisa aja ma,yaudah ayo kita ikutin Keisha pelan-pelan.Papa penasaran sama temennya yang kata Mama tampan itu,soalnya papa belum pernah ketemu."


"Yaudah ayo pa kita ikutin Keisha, hati-hati."Ucap Mama Rita.


P.Bobby dan Mama Rita pun pergi meninggalkan ruang makan dan mengikuti Keisha dengan pelan dan hati-hati.


Ceklek


Keisha membuka pintu depan rumahnya dan ada Darren berdiri di sana sambil tersenyum.


"Darren,ngapain lo ada disini?"Tanya Keisha.


"Jemput lo lah buat berangkat sekolah bareng."Jawab Darren.


Keisha memegang lengan kiri Darren dengan tangan kanannya dan mengajaknya ke teras,tak lupa Keisha menutup pintu rumahnya sebelum orang tuanya melihat Darren.


"Lo gak perlu jemput gue,gue bisa berangkat sekolah sendiri."Ucap Keisha dan melepaskan tangannya yang memegang lengan Darren.

__ADS_1


"Iya sih gue tahu lo bisa berangkat ke sekolah sendiri,cuma lo kalau berangkat sama gue lumayan kan gak usah bayar ongkos."


"Iya,tapi ada orang tua gue di dalam."Ucap Keisha.


__ADS_2