
Melihat wajah Sasya saja Keisha malas,apalagi ini mereka berdiri berhadapan.
Keisha benar-benar merasa muak,tapi Keisha penasaran apa yang akan dikatakan Sasya padanya.
"Gue-."
"Heh,heh,heh.Lo mau apain Keisha,lo mau bully dia,lo mau nindas dia,atau lo mau jajah dia.Gue gak akan biarin itu terjadi!!"Teriak Darren dari kejauhan memotong ucapan Sasya dan berjalan menghampiri mereka.
"Lo apa-apaan sih teriak-teriak?"Tanya Keisha kesal + heran saat Darren sudah berdiri di sampingnya.
"Gue cuma mau menyelamatkan lo dari manusia jahat kayak dia."Jawab Darren melirik Sasya.
Sasya pun menundukkan kepalanya.
"Gak jelas banget lo."
"Udah yuk kita pergi,ngapain sih di sini."Ucap Darren menarik pergelangan tangan Keisha dan akan melangkah pergi.
"Eh eh tunggu dulu Sha."Cegah Sasya.
Darren menghela nafas panjang dan melepaskan tangannya yang menggenggam pergelangan tangan Keisha lalu menatap Sasya.
"Apalagi sih panggil-panggil Keisha,udah sana pergi yang jauh."Ucap Darren kesal.
Keisha pun menyenggol lengan Darren,Darren menatap Keisha tapi Keisha melotot ke arahnya.
Darren pun hanya nyengir.
"Ada apa?"Tanya Keisha menatap Sasya.
"Gue mau minta maaf sama lo Sha,gue bener-bener minta maaf.Masalah yang ada dalam hubungan lo dan Varo karena gue,gue yang salah.Varo gak salah apa-apa,gue gak akan ganggu hubungan kalian lagi dan gue gak akan deket-deket sama Varo lagi asalkan lo mau maafin gue dan memperbaiki hubungan lo sama Varo."Ucap Sasya penuh harap.
Dia sungguh berharap jika Keisha akan memaafkannya.
"Iya,gue maafin lo."Ucap Keisha singkat.
Mata Sasya berbinar-binar dan bibir yang perlahan tersenyum,sementara Darren menjadi kesal dan tak menyangka akan jawaban Keisha.
"Beneran Sha lo maafin gue?"Tanya Sasya memastikan dengan wajah yang sangat bahagia seperti mendapatkan harta karun.
"Iya,yaudah sana lo pergi gue juga mau pergi."Ucap Keisha mengusir Sasya.
"Iya,ini gue mau pergi.Thanks ya udah maafin gue."Ucap Sasya dan melangkah pergi.
"Keishaaa,lo apa-apaan sih.Kenapa lo maafin Sasya,gue aja gak mau maafin dia?"Tanya Darren sedikit kesal.
__ADS_1
Keisha pun menatap Darren.
"Sebenarnya gue juga gak mau maafin Sasya Ren,gue terpaksa."Jawab Keisha.
"Kalau lo terpaksa,kenapa lo maafin Sasya?"Tanya Darren kalem dan balik menatap Keisha,sehingga mereka saling tatap.
"Lo tahu kan permintaan dan keinginan Varo dari gue,cuma 1 Ren.Yaitu gue maafin Sasya,dan apa yang gue lakuin barusan itu karena gue memenuhi permintaan Varo.Gue udah capek bertengkar mulu sama Varo,dia selalu beda-bedain gue dan Sasya.Dia terus belain Sasya di hadapan gue,gue kurang apa Ren ha,gue kurang apa.Gue emang bukan manusia yang sempurna."Ucap Keisha pelan dan tak terasa bulir-bulir bening pun mengalir membasahi pipinya.
Darren pun mengusap air mata Keisha dengan kedua ibu jarinya.
"Lo jangan nangis Sha,di dunia ini gak ada manusia yang sempurna.Semua punya kelebihan dan kekurangan masing-masing,Varo aja yang gak bersyukur milikin lo."Ucap Darren tersenyum dan memegang kedua pundak Keisha.
Keisha pun juga tersenyum,sebenarnya Darren ingin sekali memeluk Keisha tapi yaaaahh masak main peluk-peluk aja.
Dan mereka sekarang juga sedang berdiri di depan sebuah kelas banyak siswa-siswi yang lalu lalang,apa jadinya nanti kalau tiba-tiba Darren memeluk Keisha.
Bisa jadi tranding topik nanti,ini aja ada siswa-siswi yang lihatin mereka berdua.
"Thanks ya Ren,lo udah menghibur gue."Ucap Keisha.
"Sama-sama,udah yuk ke kelas bentar lagi bel bunyi."
Mereka pun pergi ke kelas masing-masing dan melupakan Zanna dan Varo.
Semua siswa dan siswi pun masuk ke kelas masing-masing.
Sementara itu
Zanna dan Varo masih membersihkan kamar mandi yang masing-masing terdiri dari 4 kamar mandi perempuan dan 4 kamar mandi laki-laki.
Jam istirahat kedua pun tiba
Zanna dan Varo sudah selesai membersihkan kamar mandi.
"Aduuuhhh,capek banget gue Al."Ucap Zanna dan bersandar di depan pintu kamar mandi sambil mengibas-ngibaskan tangannya.
"Sama,gue juga capek banget nih.Tapi kita belum bersihin lapangan sama gudang."Ucap Varo berdiri di samping Zanna.
"Emangnya di lapangan apa yang perlu dibersihin?"
"Yaaa kan di lapangan itu biasanya ada sampah yang berserakan,sama itu ada pohon kan di tepi lapangan mungkin juga kita harus nyapu daun-daun yang jatuh itu."Jawab Varo.
"Apa,kayak pemulung gak sih harus ambilin sampah?"Tanya Zanna syok + jijik bayangin kalau dia ngambil sampah di lapangan bekas bungkusan jajan atau makanan siswa-siswi.
"Ya mau gimana lagi,udah yuk sekarang ke lapangan."
__ADS_1
Akhirnya mereka pun pergi ke lapangan,saat mereka sudah sampai di lapangan benar saja apa kata Varo.
Ada sampah yang berserakan dan juga daun-daun yang berjatuhan dari pohon.
"Kita bagi tugas,gue yang nyapu terus lo yang ambil sampah-sampah itu.Gimana,setuju nggak?"Tanya Varo.
"Iya deh."
Akhirnya mereka pun mulai membersihkan lapangan,Varo menyapu daun-daun di pinggir lapangan sambil membawa pengki.
Sementara Zanna mengambil sampah dengan menyeret tong sampah dengan tangan kirinya.
"Aduh,ini siapa sih yang buang kulit kacang sembarangan.Mana banyak lagi."Gerutu Zanna sedikit membungkukkan badannya dan mengambil kulit kacang yang berserakan.
Bruuukk
"Aduh!!"
Zanna berdiri tegak saat dia merasa telah menyeruduk sesuatu.
Dan benar saja di depannya ada siswi yang jatuh membelakanginya.
"Aduh aduh sorry banget,gue gak sengaja."Ucap Zanna membantu siswi itu berdiri.
"Zanna?!"
"Santi?!"
Ucap mereka bersamaan saat melihat satu sama lain.
"Lo itu apa-apaan sih dorong gue?"Tanya Santi kesal.
"Gue gak bermaksud dorong lo,gue gak sengaja."
"Gak sengaja gak sengaja,lo lihat ini.Lutut gue jadi lecet nih gara-gara lo."Ucap Santi menunjuk lututnya yang hanya lecet sedikit.
Zanna pun sedikit menundukkan kepalanya dan melihat lutut Santi,saat Zanna terus melihat ke bawah ada sebungkus kacang kulit yang terjatuh tepat di depan kakinya Santi.
Zanna menatap bungkusan itu dengan marah dan kesal,lalu Zanna menatap Santi.
"Rasain,lagian itu lutut lo cuma luka dikit.Alay banget sih lo."Ucap Zanna.
"Aduh Na,di sini tuh yang salah lo.Lo harusnya minta maaf sama gue."Ucap Santi.
"Lo juga salah,lo buang sampah sembarangan."Ucap Zanna nyolot dan menunjuk ke bawah,Santi pun melihat ke bawah lalu menatap Zanna.
__ADS_1